Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Korelasi antara Atribut Restoran, Kegiatan dan Motivasi Pengunjung Heidi Aisha; Jasmine C. U. Bachtiar
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 4 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.087 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v9i4.39

Abstract

Kegiatan kuliner telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Berkembang pesatnya bisnis tempat makan di Indonesia membuka peluang sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi penggiat bisnis tempat makan. Terdapat banyak strategi yang dapat dilakukan guna meningkatkan daya saing suatu tempat makan, salah satunya dengan menyesuaikan karakteristik tempat makan sesuai dengan preferensi segmen pasar yang dituju. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan korelasi antara atribut restoran, kegiatan dan motivasi pengunjung. Penelitian ini dilakukan pada atribut tempat makan, kegiatan yang dilakukan pengunjung, dan motivasi pengunjung. Penelitian terbagi atas dua tahap, yaitu tahap pertama berupa penelitian ekploratif-kualitatif (N=171) dan tahap kedua berupa penelitian eksplanatori-kuantitatif (N=100). Pengolahan data dilakukan menggunakan conventional content analysis dan studi korelasi. Hasil penelitian dapat digunakan untuk pengusaha tempat makan agar menyediakan tempat makan yang dapat menaungi berbagai jenis kegiatan pengunjung sesuai dengan motivasinya.
Ruang-Emosi: Place Attachment Karyawan Kantor terhadap Ruang di dalam Bangunan Kantor Azwar; Jasmine C. U. Bachtiar
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.202 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v11i01.95

Abstract

Manusia dan ruang merupakan subjek dan objek yang akan selalu saling mengikat satu sama lain karena manusia butuh tempat berlindung. Ruang ‘space’ hanya akan disebut tempat ‘place’ ketika manusia memberi makna terhadap ruang. Konsepsi ruang yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna masih terus dilakukan hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kategori ruang yang menyenangkan dan menakutkan bagi pengguna dan untuk melihat kecenderungan hubungan variabel jenis kelamin dengan penilaian pengguna terhadap ruang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Data dari responden (N=124) dikumpulkan dan diolah dengan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan empat kelompok persepsi berdasarkan jenis kelamin yaitu “persepsi laki-laki”, “persepsi perempuan”, “kesepahaman persepsi”, dan “perbedaan persepsi”. Laki-laki cenderung memersepsikan ruangan dengan menilai perilaku manusia yang berada di dalam ruang, sementara perempuan cenderung kepada utilitasnya. Terdapat beberapa kategori penilaian ruang, seperti: fungsi, lingkungan, perilaku, ruang dan utilitas. Kategori tersebut menjadi faktor yang berperan dalam menentukan persepsi ruang yang menyenangkan ataupun menyeramkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam desain ruang kantor sehingga penggunaan ruangan diharapkan menjadi lebih produktif. Humans and space, respectively, were subjects and objects that bind each other since humans need shelter. A space could only be identified as a place when humans gave meaning to it. Previous research related to space conceptions and users' needs was still being carried out. This study aims to identify categories of space that were fun and scary by analyzing the tendency of the relationship between gender and the user's assessment of space. The study used a qualitative method with a grounded theory. Data from respondents (N=124) were collected and analyzed by open, axial, and selective coding. The results show four office perceptions based on gender: men's perceptions, women's perceptions, approval perception, and different perceptions. Men tend to perceive the room by judging human behavior, while women's perception tends to assume from the utility. There are several spatial assessment categories: function, environment, behavior, space, and utility. These categories are the factors that determine whether the space is fun or scary. The findings of this study are likely to be used in a design, particularly for office space, to make that environment more productive at work.
Pengalaman Sensori Berjalan Kaki di Area Jalur Pedestrian Sekitar Kampus (Studi Kasus: Kampus UIN Mataram, NTB) Jasmine Chanifah Uzdah Bachtiar; N.K.A. Intan Putri Mentari Indriani; Teti Handayani; Hariyadi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 4 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i4.553

Abstract

Kenyamanan berjalan kaki adalah salah satu faktor penentu dalam keinginan dan motivasi berjalan kaki, terutama di area kampus. Pembangunan infrastruktur jalan di zona pendidikan pada umumnya tidak dilengkapi dengan pembangunan jalur pedestrian yang menyenangkan karena area hijau yang ditebang sehingga membuat cuaca semakin panas. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor pengalaman sensori yang paling mempengaruhi kenyamanan berjalan kaki menuju kampus, terutama di jalur menuju UIN Mataram Kampus 1 yang terletak di Jalan Pendidikan Kota Mataram. Pengumpulan data dilakukan dalam dua tahap, yaitu observasi dan pemetaan langsung di lapangan dan pengumpulan data melalui kuesioner online. Data observasi akan diolah melalui pemetaan data sensori, sementara data kuesioner diolah dengan one-way ANOVA. Hasil studi menunjukkan kenyamanan visual berkaitan dengan elemen fisik dan kenyamanan termal berkaitan dengan perubahan waktu kunjungan menjadi penentu keinginan berjalan kaki. Studi ini menggarisbawahi pentingnya aspek manusia terutama dalam kenyamanan sensori dalam perencanaan kota agar pengembangan kota berkelanjutan. Implikasi hasil penelitian menjadi gagasan dan acuan dalam perancangan dan perencanaan infrastruktur jalur pedestrian kota khususnya di area zona pendidikan.