Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMODELAN MASTER PLAN DAN DETAIL ENGINEERING DESIGN UNTUK PERUMAHAN CLUSTER BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELING (Studi Kasus : Kota Bengkulu) Yudi, Ahmad; Nasution, Ade Prayoga
TeknoKreatif: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): TEKNOKREATIF : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/teknokreatif.v2i1.744

Abstract

Perumahan dan hunian merupakan wadah yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Selain tempat untuk beristirahat, rumah juga dijadikan sebagai tempat berkumpul dengan keluarga. Pertumbuhan penduduk di daerah perkotaan yang semakin meningkat mengakibatkan kebutuhan akan tempat tinggal atau hunian juga akan semakin meningkat. Saat ini para developer saling berlomba untuk membuat konsep dan desain yang menarik yang meliputi aspek seperti arsitektur, biaya, mutu dan waktu pelaksanaan. Oleh sebab itu, sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penggunaan BIM dalam pelaksanaan proyek sudah mulai digunakan karena dengan penerapan BIM dapat mempermudah dan mempercepat proses pekerjaan proyek. Hasil dari pemodelan perumahan cluster dan perancangan DED Berbasis BIM pada tpenelitian tugas akhir ini didapatkan besar volume galian sebesar 37233.27 m3 dan volume timbunan sebesar 37233.60 m3, total pekerjaan beton sebesar 1947.1133 m3 dan pekerjaan pembesian sebesar 43.9432 m3.
Perencanaan Sistem Struktur Balok Beton Pracetak Hibrida Yudi, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 14 No. 1 (2018)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.14.1.35-48.2018

Abstract

Penelitian ini mencakup analisis dan perencanaan sistem balok beton pracetak hibrida, sebagai sejenis beton pracetak yang menggunakan kabel prategang unbonded  sebagai tambahan perkuatan pada sambungan struktur balok. Pada penelitian ini model struktur dibuat dengan portal terbuka tiga dimensi berupa struktur balok dan kolom. Struktur didesain dengan beban hidup, beban mati, beban gempa respons spektra dan beban gempa time history, dengan beban tersebut diperoleh kinerja struktur sistem beton pracetak hibrida dapat menahan beban gempa dari percepatan awal gempa sebesar 0.364 g dapat dinaikan sampai 2.8 kalinya sebelum runtuh. Penambahan tendon unbonded tersebut memberikan efek pemulih-pusatan (self-centering effect) yang merobah lup histerisis yang pada umumnya berbentuk jajaran genjang menjadi bentuk bendera (flag shape hysteresis), dimana bentuk bendera menunjukkan perlawanan elastis sebagai tambahan terhadap perlawanan momen pada sambungan. Selain itu, tulisan ini juga membahas perbedaan kurva histerisis untuk nilai self-centering rasio λ yang berbeda-beda dari 1, 0.5 dan 0. Dengan nilai dari self-centering rasio yang berbeda-beda tersebut, dihasilkan bentuk kurva histeresis yang berbeda-beda pula. Pada akhirnya, dari perbedaan kurva histeresis tersebut, dapat digambarkan perbedaan dari kapasitas penampang dengan self-centering rasio yang memberikan peningkatan kapasitas momen dari yang menggunakan tulangan biasa, kabel prategang unbonded, dan gabungan keduanya. Pada penelitian ini dibuat perlangkah dalam perencanaan struktur khususnya balok sehingga dapat menjadi acuan dalam mendesain struktur pracetak hibrida.
Signal Coordination Analysis Between Intersection: Case Study Nadi, Muhammad Abi Berkah; Rumandanu, Achmad Vicky; Yudi, Ahmad; Apriwelni, Siska; Sari, Nurwanda; Karunia, Meutia Nadia
Journal La Multiapp Vol. 7 No. 1 (2026): Journal La Multiapp
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamultiapp.v7i1.2959

Abstract

The increase number of vehicles every year has caused a declining road function and performance, which then causes a high volume of vehicles in Intersection I of Endro Suratmin street – Pulau Tegal street / Pulau Legundi street, Intersection II of Urip Sumoharjo street – Soekarno-Hatta street, and Intersection III of Urip Sumoharjo street – Arif Rahman Hakim street. The distance between intersection I to II is 460 m, and Intersection II to III is 700 m. The distance between these intersections become a factor that lead to unsatisfactory level of comfort for road users, which in turn causes problems. The problem occurs because of the absence of signal coordination between the three intersections which causes traffic jams during peak hours. Therefore, this research will provide alternative solutions to overcome these problems. This research uses data from field surveys including traffic volume, intersection geometry, and traffic signal data. VISSIM software is used to analyze queue lengths and delays in existing conditions and signal coordination planning. In addition, reference methods such as the calculation of the Indonesian Road Capacity Manual, the Webster Method, and the Transportation Research Board in Highway Capacity Manual are also used. As the result of the analysis, it was found that the performance of the three intersections had not been coordinated. In the existing condition, the service level value in each arm reached E service level, only a few arms at the three intersections have C service level with a delay time of 29.58 seconds/vehicle. Therefore, three planning solutions were conducted to coordinate signals between the three intersections using a plan with a new cycle time acquired from the Webster method. Plan I coordinates the signals of the three intersections by using the new cycle time of intersection I at each intersection, Plan II coordinates the signals of the three intersections by using a new cycle time of intersection II at each intersection, and Plan III coordinates the signals of the three intersections in each arms using the new cycle time. Out of the three plans, the first plan is obtained as the best solution for giving a significant reduction in delays with an average service level of B.
Pendampingan Teknis Pengelolaan Limbah Industri Batching Plant dan Asphalt Mixing Plant dalam Mendukung Penyediaan Material Konstruksi Beton Ribowo, Anggarani Budi; Susanti, Junita Eka; Kurniawan, Rahmat; Dwiyana, Putri Ayu; Saputra, Cahyo Agung; Prayogi, Galih Rio; Fitriana, Indri Rahmandhani; Hayati, Julita; Mardika, M Gilang Indra; Aprilia, Ayu Sinta; Khanza, Ayu Kamila; Michael, Michael; Yudi, Ahmad; Nadi, Muhammad Abi Berkah; Wirawan, Nugraha Bintang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1232

Abstract

Industri Batching Plant dan Asphalt Mixing Plant (AMP) berperan strategis dalam penyediaan material konstruksi, namun aktivitas operasionalnya menghasilkan limbah padat dan cair yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara optimal. Sebagai upaya mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Provinsi Lampung dengan fokus pada pendampingan identifikasi, pengolahan, dan pemanfaatan limbah industri sebagai bahan baku alternatif beton non-struktural ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi observasi lapangan untuk mengidentifikasi jenis dan volume limbah, pengambilan sampel sludge beton, sisa agregat, serta debu produksi AMP, pengujian karakteristik fisik material di laboratorium, dan perancangan variasi campuran beton dengan substitusi sebagian agregat menggunakan material limbah yang telah melalui proses pengeringan dan pengayakan. Evaluasi dilakukan melalui pengujian kuat tekan beton pada beberapa variasi komposisi limbah. Hasil menunjukkan bahwa pada komposisi limbah 20%–30%, beton non-struktural mampu mencapai kuat tekan rata-rata 12,73 MPa dan masih memenuhi persyaratan teknis untuk aplikasi seperti paving block dan elemen pracetak ringan. Namun, pada komposisi 75%, kuat tekan menurun signifikan menjadi 5,85 MPa. Dengan ketersediaan limbah sekitar 1–2 ton per minggu, pemanfaatan optimal pada kisaran 20%–30% berpotensi mendukung produksi beton non-struktural berkelanjutan serta penerapan prinsip ekonomi sirkular di sektor konstruksi.
PENGARUH KONSENTRASI PEREKAT TEPUNG TAPIOKA TERHADAP MUTU BIOBRIKET PELEPAH PINANG (Areca catechu L.) Yudi, Ahmad; Yernisa; Sari, Fenny Permata; Rahman, Abdul
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 22 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v22i1.351

Abstract

Biobriket merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari biomassa dan mempunyai nilai kalor yang cukup tinggi. Dalam pembuatan briket diperlukan sebuah perekat (binder). Jenis perekat yang digunakan pada pembuatan briket berpengaruh terhadap kerapatan, ketahanan tekan, nilai kalor bakar, kadar air dan kadar abu. Penggunaan jenis dan kadar perekat pada pembuatan briket merupakan salah satu faktor penting dalam pembuatan briket. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi perekat tapioka terhadap mutu biobriket dari pelepah pinang dan untuk mengetahui konsentrasi perekat tapioka tertentu yang menghasilkan mutu biobriket pelepah pinang terbaik. Penelitian ini menggunakan Racangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi perekat tepung tapioka terdiri dari 10%, 20%, 30%, dan 40%. Analisa yang dilakukan meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, nilai kalor, shatter index dan laju pembakaran. Analisa mengacu pada standar nasional indonesia (SNI). Penambahan jumlah perekat tapioka pada pembuatan biobriket pelepah pinang berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter yang di analisa yaitu kadar air , kadar abu, kadar zat terbang (volatile matter), nilai kalor, shatter index dan laju pembakaran. Dengan hasil terbaik terdapat pada perlakuan 10% dengan nilai kadar air 3,71%, kadar abu 4,65%, zat terbang 16,74%, nilai kalor 5.661 kal/gr, shatter index 73,68% dan laju pembakaran 0,2291 gr/menit.