Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efektifitas Pengembangan Digital Health Aplikasi SEHATI (Sehat untuk Buah Hati) terhadap Pengetahuan dan Motivasi Ibu Hamil dalam Melakukan Pemeriksaan Triple Eliminasi Ariani, Antri; Sugiharti, Ina; Maharani, Elsa Fitria; Regita, Ghina
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 25, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v25i1.5811

Abstract

The development of the digital health application SEHATI (Healthy for Children) aims to increase the knowledge and motivation of pregnant women in undergoing triple elimination examinations, namely HIV, syphilis and hepatitis B screening. This research uses a quasi-experiment method with a one-group pretest-posttest design . A total of 30 pregnant women who had not undergone triple elimination examination at the Rancaekek Community Health Center participated in this research. The intervention is provided through the Android-based SEHATI application which is designed to convey information related to triple elimination screening. The research results show the effectiveness of the SEHATI application in increasing knowledge and motivation of pregnant women regarding triple elimination examinations.
PELAYANAN SAFARI KB DALAM RANGKA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI IBU Yuliani, Meda; Ariani, Antri; Mulyani, Yanyan; Rofiasari, Linda; Mulyati, Iceu; Oktafiani, Hani; Margaretha, Putri; Salsabila, Dilla C; Yusrin, Fhani Rahmani; Maulidya, Syaira F
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29402

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang merupakan metode medis teknis keluarga berencana yang dicanangkan oleh pemerintah dalam perencanaan Keluarga Berencana yang sudah dapat diterima oleh hampir seluruh masyarakat. Strategi program KB yang digunakan dalam mengembangkan kebijakan pemerintah yaitu MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) melalui kegiatan Safari KB sesuai dengan kebutuhan untuk menunda kehamilan, menjarangkan kehamilan, atau mengakhiri kesuburan yaitu AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) dan kontrasepsi mantap. Program Pengabdian Masyarakat merupakan bentuk wujud penerapan Ipteks bagi Masyarakat terutama bertujuan tercapainya cakupan akseptor KB dan menjadi salah satu pelayanan dalam rangka wujud bhakti bidan bagi masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan bekerjasam dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) kabupaten Bandung diberbagai Lokasi pelayanan bidan mandiri yang berada di wilayah kabupaten Bandung.Safari KB yang dilakukan dalam pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu dengan memberikan pelayanan kontasepsi AKDR (IUD) dan AKBK (Implan). Luaran yang dicapai dalam pengabdian masyarakat melalui penerapan Ipteks bagi masyarakat akseptor KB khususnya dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sehingga cakupannya bisa meningkat.
Environmental Health Determinants of Stunting Incidence: An Observational Study in Densely Populated Settlements Kurniawati, Ratna Dian; Khoerunnisa, Fitrina; Widjanarko, Bagoes; Nugraheni, Sri Achadi; Mulyati, Iceu; Ariani, Antri
Public Health of Indonesia Vol. 11 No. 4 (2025): October - December
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v11i4.1483

Abstract

Background:  Stunting, a form of chronic malnutrition manifesting in early childhood, typically becomes apparent by the age of two.  It inhibits physical growth, disrupts brain development, and increases the risk of disease in children, thus affecting the quality of future human resources. Babakan Penghulu sub-district, with 53 cases of Stunting in 2023, has been designated a priority area for stunting control program by ​​the Cinambo Health Center.  As a densely populated and flood-prone area in Bandung, Babakan Penghulu suffers from inadequate environmental sanitation, which adversely impacts toddler health and development. Objective: This study aims to identify environmental factors related to the incidence of stunting in the Babakan Penghulu sub-district. This study employs an analytical observational design with a cross-sectional approach. Method: This research is a quantitative research. The population comprised 458 mothers with toddlers. A sample of 79 mothers was selected using proportional random sampling across 8 neighborhood units. Data were collected through observation sheets, and data analysis was conducted using the Chi-Square Test. Results: The results showed a relationship between drinking water quality (P-value:0.018), waste disposal facilities (P-value:0.044), and access to healthy toilet facilities (P-value:0.001). In contrast, household wastewater disposal facilities (P-value:0.089) not show a significant relationship. Conclusion: Stunting in toddlers is significantly associated with environmental sanitation factors such as the quality of drinking water, waste disposal facilities, and toilet hygiene. However, household wastewater disposal wasn’t significantly related. Strengthening community-based total sanitation infrastructure and promoting community health initiatives, with support and supervision from the local health office and the Bandung City government, are recommended.
Belajar sehat dengan ceria: Meningkatkan kesadaran CTPS anak SDN 06 dan SDN 09 Cibiru Bandung melalui pertunjukan wayang boneka tangan Pandai Lolan, Yosef; Supriyatni, Supriyatni; Ariani, Antri; Wijaya, Wulan; Putri Alya, Fania
Abdimas Siliwangi Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v9i1.30045

Abstract

Prevalensi diare pada anak sekolah di Jawa Barat sangat tinggi, menempatkan provinsi ini sebagai salah satu dari sepuluh wilayah dengan kasus terbanyak di Indonesia. Kabupaten Bandung sendiri menjadi daerah dengan kasus diare tertinggi kedua, yaitu 5.592 kasus, dengan jumlah tertinggi pada kelompok usia 5–14 tahun mencapai 12.806 kasus. Kondisi ini menunjukkan perlunya edukasi kesehatan yang tepat bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan, pengenalan, dan penanganan diare sehingga dapat mendukung kesehatan dan kehadiran mereka di sekolah. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan analisis situasi untuk mengidentifikasi kebutuhan, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan program, advokasi kepada pemangku kebijakan, serta penguatan dukungan sosial melalui tokoh masyarakat. Tahap pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan dan intervensi edukatif melalui pertunjukan wayang boneka tangan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), dari nilai rata-rata pre-test 9,95 menjadi 11,41 pada post-test. Sikap siswa juga membaik, dari rata-rata 140,64 menjadi 146,82. Temuan ini membuktikan bahwa media wayang boneka tangan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terhadap praktik CTPS sebagai upaya pencegahan diare.