Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Environmental Health Determinants of Stunting Incidence: An Observational Study in Densely Populated Settlements Kurniawati, Ratna Dian; Khoerunnisa, Fitrina; Widjanarko, Bagoes; Nugraheni, Sri Achadi; Mulyati, Iceu; Ariani, Antri
Public Health of Indonesia Vol. 11 No. 4 (2025): October - December
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v11i4.1483

Abstract

Background:  Stunting, a form of chronic malnutrition manifesting in early childhood, typically becomes apparent by the age of two.  It inhibits physical growth, disrupts brain development, and increases the risk of disease in children, thus affecting the quality of future human resources. Babakan Penghulu sub-district, with 53 cases of Stunting in 2023, has been designated a priority area for stunting control program by ​​the Cinambo Health Center.  As a densely populated and flood-prone area in Bandung, Babakan Penghulu suffers from inadequate environmental sanitation, which adversely impacts toddler health and development. Objective: This study aims to identify environmental factors related to the incidence of stunting in the Babakan Penghulu sub-district. This study employs an analytical observational design with a cross-sectional approach. Method: This research is a quantitative research. The population comprised 458 mothers with toddlers. A sample of 79 mothers was selected using proportional random sampling across 8 neighborhood units. Data were collected through observation sheets, and data analysis was conducted using the Chi-Square Test. Results: The results showed a relationship between drinking water quality (P-value:0.018), waste disposal facilities (P-value:0.044), and access to healthy toilet facilities (P-value:0.001). In contrast, household wastewater disposal facilities (P-value:0.089) not show a significant relationship. Conclusion: Stunting in toddlers is significantly associated with environmental sanitation factors such as the quality of drinking water, waste disposal facilities, and toilet hygiene. However, household wastewater disposal wasn’t significantly related. Strengthening community-based total sanitation infrastructure and promoting community health initiatives, with support and supervision from the local health office and the Bandung City government, are recommended.
Belajar sehat dengan ceria: Meningkatkan kesadaran CTPS anak SDN 06 dan SDN 09 Cibiru Bandung melalui pertunjukan wayang boneka tangan Pandai Lolan, Yosef; Supriyatni, Supriyatni; Ariani, Antri; Wijaya, Wulan; Putri Alya, Fania
Abdimas Siliwangi Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v9i1.30045

Abstract

Prevalensi diare pada anak sekolah di Jawa Barat sangat tinggi, menempatkan provinsi ini sebagai salah satu dari sepuluh wilayah dengan kasus terbanyak di Indonesia. Kabupaten Bandung sendiri menjadi daerah dengan kasus diare tertinggi kedua, yaitu 5.592 kasus, dengan jumlah tertinggi pada kelompok usia 5–14 tahun mencapai 12.806 kasus. Kondisi ini menunjukkan perlunya edukasi kesehatan yang tepat bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan, pengenalan, dan penanganan diare sehingga dapat mendukung kesehatan dan kehadiran mereka di sekolah. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan analisis situasi untuk mengidentifikasi kebutuhan, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan program, advokasi kepada pemangku kebijakan, serta penguatan dukungan sosial melalui tokoh masyarakat. Tahap pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan dan intervensi edukatif melalui pertunjukan wayang boneka tangan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), dari nilai rata-rata pre-test 9,95 menjadi 11,41 pada post-test. Sikap siswa juga membaik, dari rata-rata 140,64 menjadi 146,82. Temuan ini membuktikan bahwa media wayang boneka tangan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terhadap praktik CTPS sebagai upaya pencegahan diare.