Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN AGE AND WORKING LENGTH WITH VITAL LUNG CAPACITY IN EMPLOYEES Aisyah Khairani; Raden Ayu Tanzila; Ernes Putra Gunawan
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v1i2.6644

Abstract

Latar Belakang: Kapasitas vital paru adalah jumlah udara maksimal yang dapat dikeluarkan dari paru setelah inspirasi maksimal. Kapasitas vital paru mencerminkan perubahan volume maksimal paru yang berguna untuk memastikan gambaran kapasitas fungsional paru. Fungsi paru dipengaruhi oleh usia,jenis kelamin, indeks massa tubuh, perilaku merokok, penggunaan alat pelindung pernapasan, lama kerja,dan lingkungan kerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan lama kerja dengan kapasitas vital paru pada karyawan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada 78 orang karyawan yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel penelitian ini diambil dengan cara consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran kapasitas vital dengan spirometer. Teknik analisis dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Pada penelitian menunjukkan bahwa responden yang masuk ke dalam kelompok dewasa akhir dan lansia yang memiliki nilai kapasitas vital paru yang tidak normal sebanyak 82,4% dan memiliki peluang 8,889 kali untuk memiliki nilai kapasitas vital paru yang tidak normal. Terdapat hubungan antara usia dengan kapasitas vital paru (p=0,001; OR= 8,889). Responden yang masuk ke dalam kelompok lama kerja lama dengan nilai kapasitas vital paru tidak normal sebanyak 62,5% dan berpeluang 3,444 kali memiliki nilai kapasitas vital paru yang tidak normal. Terdapat hubungan antara lama kerja dengankapasitas vital paru (p=0,009; OR= 3,444). Kesimpulan: Ada hubungan antara usia dan lama kerja dengan kapasitas vital paru pada karyawan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang.
Pengaruh Daun Salam terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Mencit Mus musculus dengan Hiperurisemia Hartanti, Miranti Dwi; Febriani, Ratika; Fitriani, Nyayu; Tanzila, Raden Ayu; Khairani, Lilis; Arthamevia, Mitha
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 22 No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperurisemia merupakan kondisi patologis yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat darah akibat ketidakseimbangan antara produksi dan ekskresi asam urat. Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi menghambat enzim xanthine oxidase, sehingga dapat menurunkan kadar asam urat. Mengetahui efektivitas ekstrak daun salam dalam menurunkan kadar asam urat pada mencit jantan (Mus musculus) model hiperurisemia. Penelitian eksperimental dengan desain pre- and post-test control group. Sebanyak 30 mencit jantan galur Swiss Webster diinduksi hiperurisemia menggunakan kalium oksonat (250 mg/kgBB) dan homogenat hepatik ayam, kemudian dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (allopurinol 100 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak daun salam (200, 300, dan 400 mg/kgBB). Kadar asam urat diukur pada hari ke-0, ke-7, ke-9, ke-12, dan ke-15. Analisis data menggunakan Pair T-Test, One Way ANOVA, dan uji Post Hoc. Terdapat penurunan kadar asam urat yang bermakna (p<0,05) pada kelompok allopurinol dan ekstrak daun salam (semua dosis), sedangkan kelompok kontrol negatif tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p>0,05). Dosis 400 mg/kgBB memberikan penurunan terbesar (5,2 mg/dl). Uji Post Hoc menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan (p<0,05), tetapi tidak ada perbedaan bermakna antara allopurinol dengan ekstrak daun salam dosis 200 dan 300 mg/kgBB (p>0,05). Ekstrak daun salam efektif menurunkan kadar asam urat pada mencit hiperurisemia, dengan dosis 400 mg/kgBB menunjukkan efek optimal.
Deteksi Dini Kadar Gula Darah, Kejadian Dermatitis dan Faktor Risiko Obesitas pada Siswa SMP Daarul Aitam Palembang Chairani, Liza; Tanzila, Raden Ayu; Rahmawaty, Hasyifa Khaila; Hany, Salwa Tsabita; Ivantri, Muhammad Ghali
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24153

Abstract

ABSTRACT Indonesia is a developing country that still suffers from multiple nutritional problems, one of which is obesity in children and adolescents. Obesity, a multifactorial disease caused by excessive accumulation of fat tissue, has wide-ranging effects, ranging from skin complaints to increased blood sugar levels, which can lead to the development of metabolic diseases such as diabetes mellitus. With this background in mind, the team leader and members conducted community service at Daarul Aitam Junior High School. Anthropometric measurements, random blood sugar levels, and in-depth interviews were conducted to identify complaints of itching as a sign of skin dermatitis. Of the 94 students, 56.38% were male. 22.34% had a BMI/Age above the 75th percentile, and 4.26% had a random blood sugar level above 120 mg/dl. Information was presented regarding risk factors for dermatitis and metabolic diseases such as diabetes mellitus, which are the effects of obesity and high blood sugar levels. Furthermore, in-depth education was provided regarding preventing and reducing risk factors for obesity and increased blood sugar levels through lifestyle changes. Keywords: Early Detection, Anthropometry, Blood Sugar Levels, Dermatitis.  ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang masih dihadapkan dengan masalah gizi ganda yang salah satunya obesitas pada anak dan remaja. Obesitas yang merupakan suatu penyakit multifaktorial, yang terjadi akibat akumulasi jaringan lemak yang berlebihan, yang akan memberikan dampak yang luas mulai dari keluhan pada kulit sampai terjadinya peningkatan kadar gula darah yang berisiko terjadinya penyakit metabolik berupa diabetes mellitus. Dengan latar belakang tersebut maka ketua tim dan anggota melakukan pengabdian di SMP Daarul Aitam. Dilakukan pemeriksaan antropometri, kadar gula darah sewaktu dan wawancara mendalam mencari keluhan gatal sebagai kejadian dermatitis pada kulit. Dari 94 siswa terdapat 56,38% adalah siswa laki-laki. Siswa dengan IMT/U diatas persentil 75 sebanyak 22,34% dan siswa yang mempunyai kadar gula darah sewaktu diatas 120 mg/dl sebanyak 4,26%. Dilakukan pemberian informasi terkait faktor-faktor risiko terjadinya dermatitis dan penyakit metabolik seperti diabetes mellitus sebagai dampak dari obesitas dan tingginya kadar gula darah. Selanjutnya dilakukan edukasi mendalam terkaiat pencegahan dan menurunkan faktor risiko terjadinya obesitas dan peningkatan kadar gula darah dengan mengubah gaya hidup.  Kata Kunci: Deteksi Dini, Antropometri, Kadar Gula Darah, Dermatitis.
Deteksi Dini Kadar Gula Darah, Kejadian Dermatitis dan Faktor Risiko Obesitas pada Siswa SMP Daarul Aitam Palembang Chairani, Liza; Tanzila, Raden Ayu; Rahmawaty, Hasyifa Khaila; Hany, Salwa Tsabita; Ivantri, Muhammad Ghali
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.24126

Abstract

ABSTRACT Indonesia is a developing country that still suffers from multiple nutritional problems, one of which is obesity in children and adolescents. Obesity, a multifactorial disease caused by excessive accumulation of fat tissue, has wide-ranging effects, ranging from skin complaints to increased blood sugar levels, which can lead to the development of metabolic diseases such as diabetes mellitus. With this background in mind, the team leader and members conducted community service at Daarul Aitam Junior High School. Anthropometric measurements, random blood sugar levels, and in-depth interviews were conducted to identify complaints of itching as a sign of skin dermatitis. Of the 94 students, 56.38% were male. 22.34% had a BMI/Age above the 75th percentile, and 4.26% had a random blood sugar level above 120 mg/dl. Information was presented regarding risk factors for dermatitis and metabolic diseases such as diabetes mellitus, which are the effects of obesity and high blood sugar levels. Furthermore, in-depth education was provided regarding preventing and reducing risk factors for obesity and increased blood sugar levels through lifestyle changes. Keywords: Early Detection, Anthropometry, Blood Sugar Levels, Dermatitis.  ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang masih dihadapkan dengan masalah gizi ganda yang salah satunya obesitas pada anak dan remaja. Obesitas yang merupakan suatu penyakit multifaktorial, yang terjadi akibat akumulasi jaringan lemak yang berlebihan, yang akan memberikan dampak yang luas mulai dari keluhan pada kulit sampai terjadinya peningkatan kadar gula darah yang berisiko terjadinya penyakit metabolik berupa diabetes mellitus. Dengan latar belakang tersebut maka ketua tim dan anggota melakukan pengabdian di SMP Daarul Aitam. Dilakukan pemeriksaan antropometri, kadar gula darah sewaktu dan wawancara mendalam mencari keluhan gatal sebagai kejadian dermatitis pada kulit. Dari 94 siswa terdapat 56,38% adalah siswa laki-laki. Siswa dengan IMT/U diatas persentil 75 sebanyak 22,34% dan siswa yang mempunyai kadar gula darah sewaktu diatas 120 mg/dl sebanyak 4,26%. Dilakukan pemberian informasi terkait faktor-faktor risiko terjadinya dermatitis dan penyakit metabolik seperti diabetes mellitus sebagai dampak dari obesitas dan tingginya kadar gula darah. Selanjutnya dilakukan edukasi mendalam terkaiat pencegahan dan menurunkan faktor risiko terjadinya obesitas dan peningkatan kadar gula darah dengan mengubah gaya hidup.  Kata Kunci: Deteksi Dini, Antropometri, Kadar Gula Darah, Dermatitis.