Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Daun Salam terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Mencit Mus musculus dengan Hiperurisemia Hartanti, Miranti Dwi; Febriani, Ratika; Fitriani, Nyayu; Tanzila, Raden Ayu; Khairani, Lilis; Arthamevia, Mitha
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 22 No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperurisemia merupakan kondisi patologis yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat darah akibat ketidakseimbangan antara produksi dan ekskresi asam urat. Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi menghambat enzim xanthine oxidase, sehingga dapat menurunkan kadar asam urat. Mengetahui efektivitas ekstrak daun salam dalam menurunkan kadar asam urat pada mencit jantan (Mus musculus) model hiperurisemia. Penelitian eksperimental dengan desain pre- and post-test control group. Sebanyak 30 mencit jantan galur Swiss Webster diinduksi hiperurisemia menggunakan kalium oksonat (250 mg/kgBB) dan homogenat hepatik ayam, kemudian dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (allopurinol 100 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak daun salam (200, 300, dan 400 mg/kgBB). Kadar asam urat diukur pada hari ke-0, ke-7, ke-9, ke-12, dan ke-15. Analisis data menggunakan Pair T-Test, One Way ANOVA, dan uji Post Hoc. Terdapat penurunan kadar asam urat yang bermakna (p<0,05) pada kelompok allopurinol dan ekstrak daun salam (semua dosis), sedangkan kelompok kontrol negatif tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p>0,05). Dosis 400 mg/kgBB memberikan penurunan terbesar (5,2 mg/dl). Uji Post Hoc menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan (p<0,05), tetapi tidak ada perbedaan bermakna antara allopurinol dengan ekstrak daun salam dosis 200 dan 300 mg/kgBB (p>0,05). Ekstrak daun salam efektif menurunkan kadar asam urat pada mencit hiperurisemia, dengan dosis 400 mg/kgBB menunjukkan efek optimal.
Deteksi Dini Kadar Gula Darah, Kejadian Dermatitis dan Faktor Risiko Obesitas pada Siswa SMP Daarul Aitam Palembang Liza Chairani; Raden Ayu Tanzila; Hasyifa Khaila Rahmawaty; Salwa Tsabita Hany; Muhammad Ghali Ivantri
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.24126

Abstract

ABSTRACT Indonesia is a developing country that still suffers from multiple nutritional problems, one of which is obesity in children and adolescents. Obesity, a multifactorial disease caused by excessive accumulation of fat tissue, has wide-ranging effects, ranging from skin complaints to increased blood sugar levels, which can lead to the development of metabolic diseases such as diabetes mellitus. With this background in mind, the team leader and members conducted community service at Daarul Aitam Junior High School. Anthropometric measurements, random blood sugar levels, and in-depth interviews were conducted to identify complaints of itching as a sign of skin dermatitis. Of the 94 students, 56.38% were male. 22.34% had a BMI/Age above the 75th percentile, and 4.26% had a random blood sugar level above 120 mg/dl. Information was presented regarding risk factors for dermatitis and metabolic diseases such as diabetes mellitus, which are the effects of obesity and high blood sugar levels. Furthermore, in-depth education was provided regarding preventing and reducing risk factors for obesity and increased blood sugar levels through lifestyle changes. Keywords: Early Detection, Anthropometry, Blood Sugar Levels, Dermatitis.  ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang masih dihadapkan dengan masalah gizi ganda yang salah satunya obesitas pada anak dan remaja. Obesitas yang merupakan suatu penyakit multifaktorial, yang terjadi akibat akumulasi jaringan lemak yang berlebihan, yang akan memberikan dampak yang luas mulai dari keluhan pada kulit sampai terjadinya peningkatan kadar gula darah yang berisiko terjadinya penyakit metabolik berupa diabetes mellitus. Dengan latar belakang tersebut maka ketua tim dan anggota melakukan pengabdian di SMP Daarul Aitam. Dilakukan pemeriksaan antropometri, kadar gula darah sewaktu dan wawancara mendalam mencari keluhan gatal sebagai kejadian dermatitis pada kulit. Dari 94 siswa terdapat 56,38% adalah siswa laki-laki. Siswa dengan IMT/U diatas persentil 75 sebanyak 22,34% dan siswa yang mempunyai kadar gula darah sewaktu diatas 120 mg/dl sebanyak 4,26%. Dilakukan pemberian informasi terkait faktor-faktor risiko terjadinya dermatitis dan penyakit metabolik seperti diabetes mellitus sebagai dampak dari obesitas dan tingginya kadar gula darah. Selanjutnya dilakukan edukasi mendalam terkaiat pencegahan dan menurunkan faktor risiko terjadinya obesitas dan peningkatan kadar gula darah dengan mengubah gaya hidup.  Kata Kunci: Deteksi Dini, Antropometri, Kadar Gula Darah, Dermatitis.
Comparative Effects of Electric and Coil Mosquito Repellents on Mice (Mus musculus L) Hartanti, Miranti Dwi; Prameswarie, Thia; Oktariza, Rury Tiara; Amrizal, Amrizal; Tanzila, Raden Ayu; Chairani, Liza; Asri, Afina Rasaki
Syifa'Medika Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i1.11104

Abstract

Antinyamuk seperti elektrik, bakar, dan bentuk lainnya banyak digunakan meskipun diketahui memiliki risiko kesehatan yang cukup tinggi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa antinyamuk ini dapat bersifat toksik bagi paru-paru, namun data perbandingannya masih terbatas. Penelitian ini mengevaluasi efek antinyamuk elektrik dan bakar terhadap jaringan paru-paru serta parameter kimia darah pada mencit (Mus musculus L.). Tiga puluh mencit Swiss Webster diberikan perlakuan terhadap salah satu jenis antinyamuk tersebut selama 6 atau 8 jam setiap hari (n=6 per kelompok). Jaringan paru-paru diperiksa menggunakan pewarnaan H&E untuk menilai ketebalan septum alveolar dan infiltrasi sel imun, sementara kadar low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL) diukur dari sampel darah. Uji statistik meliputi uji Shapiro-Wilk, uji Levene, ANOVA, dan uji post hoc Tukey HSD (p < 0,05). Kedua antinyamuk secara signifikan meningkatkan ketebalan septum alveolar (antinyamuk bakar: 32,45±10,52 µm; antinyamuk elektrik: 24,87±8,76 µm pada 8 jam; p<0,001 dibandingkan kontrol: 22,34±9,87 µm) dan menyebabkan dislipidemia (LDL: 148,23±5,76 mg/dL vs. 139,81±7,61 mg/dL; HDL: 11,46±8,21 mg/dL vs. 14,46±5,64 mg/dL). Antinyamuk bakar menunjukkan tingkat toksisitas yang lebih tinggi (p=0,001), kemungkinan akibat emisi PAH. Temuan ini mengungkapkan adanya hubungan antara perubahan mikroskopis pada jaringan paru dan perubahan kimia darah pada mencit yang terpapar antinyamuk tersebut.
PROMOSI KESEHATAN MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI SMART EXERCISE DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT TENTANG KONDISI JANTUNG Raden Ayu Tanzila; Ni Made Elva Mayasari; Miranti Dwi Hartanti; Lilis Khairani; Bilqiis Aanisah; Suci Abelia
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 8, No 1 (2026): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v8i1.3193

Abstract

Program Smart Exercise dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi masyarakat terkait pemantauan aktivitas fisik sesuai usia dan kondisi jantung serta risiko kardiovaskular. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan olahraga yang aman melalui edukasi dan pemantauan sederhana. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan praktik pada 47 peserta di Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang berusia 30–65 tahun, yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 47 orang. Tahapan kegiatan mencakup pre-penilaian, edukasi teori, demonstrasi teknik pemantauan denyut nadi manual, latihan fisik terstruktur, serta evaluasi pasca intervensi. Variabel evaluasi meliputi pengetahuan olahraga aman, keterampilan pengukuran denyut nadi, pemahaman intensitas latihan, identifikasi gejala bahaya, dan parameter fisiologis (denyut nadi dan tekanan darah). Instrumen berupa kuesioner dan lembar pengukuran denyut nadi dan tekanan darah. Analisis data dilakukan dengan perbandingan pre–post menggunakan statistik deskriptif dan analisis perbedaan rerata. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan, keterampilan pemantauan, pemahaman gejala bahaya, serta perbaikan ringan pada denyut nadi istirahat dan tekanan darah. Kesimpulannya, intervensi edukatif-praktik ini efektif dalam memberdayakan masyarakat untuk melakukan olahraga aman sesuai kondisi jantung. Rekomendasi program serupa perlu dijalankan secara berkala dan dengan tindak lanjut jangka panjang agar keterampilan pemantauan dan pemahaman kesehatan jantung tetap dipertahankan
PROMOSI PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI EDUKASI, SKRINING, DAN KONSELING GAYA HIDUP SEHAT Miranti Dwi Hartanti; Lilis Khairani; Raden Ayu Tanzila; Ni Made Elva Mayasari; Aqila Meisya Putri Nurfauza; Rizky Andelina
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 8, No 1 (2026): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v8i1.3191

Abstract

Penyakit diabetes melitus terus meningkat pada kelompok usia dewasa dan lansia sehingga diperlukan upaya preventif berbasis komunitas yang mampu meningkatkan pengetahuan serta mendeteksi individu dengan risiko tinggi. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai penyakit DM, mengukur risiko peserta melalui instrumen terstruktur, serta mendorong perubahan perilaku melalui konseling gaya hidup. Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan promotif dan preventif melalui kegiatan edukasi kesehatan, skrining faktor risiko, serta konseling gaya hidup sehat pada kelompok masyarakat berisiko penyakit tidak menular (PTM), yaitu diabetes melitus. Kegiatan dilaksanakan di Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang pada Kamis, 30 Oktober 2025 dengan melibatkan 50 (lima puluh) peserta berusia 45-60 tahun yang direkrut secara purposive dari masyarakat yang tinggal di sekitar klinik. Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi selama kurang lebih 3 (tiga) jam yang terdiri atas beberapa tahapan kegiatan. Tahapan pertama berupa sosialisasi dan edukasi mengenai faktor risiko, pencegahan, serta deteksi dini diabetes melitus menggunakan metode ceramah interaktif dan diskusi tanya jawab dengan media presentasi. Tahap kedua berupa pelaksanaan skrining faktor risiko diabetes melitus melalui pengisian kuesioner penilaian faktor risiko yang diadaptasi dari instrumen Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC) yang telah divalidasi secara internasional. Tahap ketiga adalah pemeriksaan kesehatan sederhana yang meliputi pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) menggunakan timbangan digital dan mikrotoise untuk menghitung indeks massa tubuh (IMT), serta pemeriksaan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital terkalibrasi. Variabel yang diamati dalam kegiatan ini meliputi tingkat pengetahuan peserta mengenai diabetes melitus, faktor risiko perilaku, serta kategori risiko diabetes melitus berdasarkan hasil skrining. Peserta yang teridentifikasi memiliki kategori risiko sedang dan tinggi selanjutnya diberikan konseling indivdu mengenai modifikasi gaya hidup sehat, termasuk pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, serta pengendalian faktor risiko lainnya yang dilakukan secara individual oleh dokter ahli penyakit dalam bagi peserta yang teridentifikasi memiliki kategori risiko sedang dan tinggi. Konseling dilakukan secara tatap muka selama kurang lebih 10-15 menit per peserta dengan pendekatan komunikasi interpersonal berbasis edukasi kesehatan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi tingkat pengetahuan peserta, profil faktro risiko diabetes melitus, kategori risiko kesehatan, serta kecenderungan perubahan perilaku kesehatan setelah intervensi edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah edukasi dengan nilai rerata 78,6 ± 9,4 dan nilai median 80, dengan nilai minimal 52 dan maksimal 96 . Sebagian besar peserta berada pada kategori risiko sedang dan tinggi, di mana 38,2% berada pada kategori risiko sedang dan 20,7% berada pada kategori risiko tinggi.  Mayoritas peserta yang menerima konseling melaporkan peningkatan aktivitas fisik serta perubahan pola makan menjadi lebih sehat dengan rerata 71,3 ± 8,1 dan median 72, serta rentang nilai minimal 55 hingga maksimal 89 . Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi yang terstruktur dan skrining berbasis komunitas efektif meningkatkan kesadaran dan perilaku pencegahan penyakit DM. Program serupa direkomendasikan untuk diterapkan secara berkala pada layanan primer guna memperkuat deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular.
Deteksi Dini Kadar Gula Darah, Kejadian Dermatitis dan Faktor Risiko Obesitas pada Siswa SMP Daarul Aitam Palembang Liza Chairani; Raden Ayu Tanzila; Hasyifa Khaila Rahmawaty; Salwa Tsabita Hany; Muhammad Ghali Ivantri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24153

Abstract

ABSTRACT Indonesia is a developing country that still suffers from multiple nutritional problems, one of which is obesity in children and adolescents. Obesity, a multifactorial disease caused by excessive accumulation of fat tissue, has wide-ranging effects, ranging from skin complaints to increased blood sugar levels, which can lead to the development of metabolic diseases such as diabetes mellitus. With this background in mind, the team leader and members conducted community service at Daarul Aitam Junior High School. Anthropometric measurements, random blood sugar levels, and in-depth interviews were conducted to identify complaints of itching as a sign of skin dermatitis. Of the 94 students, 56.38% were male. 22.34% had a BMI/Age above the 75th percentile, and 4.26% had a random blood sugar level above 120 mg/dl. Information was presented regarding risk factors for dermatitis and metabolic diseases such as diabetes mellitus, which are the effects of obesity and high blood sugar levels. Furthermore, in-depth education was provided regarding preventing and reducing risk factors for obesity and increased blood sugar levels through lifestyle changes. Keywords: Early Detection, Anthropometry, Blood Sugar Levels, Dermatitis.  ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang masih dihadapkan dengan masalah gizi ganda yang salah satunya obesitas pada anak dan remaja. Obesitas yang merupakan suatu penyakit multifaktorial, yang terjadi akibat akumulasi jaringan lemak yang berlebihan, yang akan memberikan dampak yang luas mulai dari keluhan pada kulit sampai terjadinya peningkatan kadar gula darah yang berisiko terjadinya penyakit metabolik berupa diabetes mellitus. Dengan latar belakang tersebut maka ketua tim dan anggota melakukan pengabdian di SMP Daarul Aitam. Dilakukan pemeriksaan antropometri, kadar gula darah sewaktu dan wawancara mendalam mencari keluhan gatal sebagai kejadian dermatitis pada kulit. Dari 94 siswa terdapat 56,38% adalah siswa laki-laki. Siswa dengan IMT/U diatas persentil 75 sebanyak 22,34% dan siswa yang mempunyai kadar gula darah sewaktu diatas 120 mg/dl sebanyak 4,26%. Dilakukan pemberian informasi terkait faktor-faktor risiko terjadinya dermatitis dan penyakit metabolik seperti diabetes mellitus sebagai dampak dari obesitas dan tingginya kadar gula darah. Selanjutnya dilakukan edukasi mendalam terkaiat pencegahan dan menurunkan faktor risiko terjadinya obesitas dan peningkatan kadar gula darah dengan mengubah gaya hidup.  Kata Kunci: Deteksi Dini, Antropometri, Kadar Gula Darah, Dermatitis.
Penyuluhan Hipertensi dan Senam Lansia sebagai Upaya Peningkatan Kebugaran Lansia Pasien Hipertensi Raden Ayu Tanzila; Ni Made Elva Mayasari; Miranti Dwi Hartanti; Syabila Azzahra; Diva Syaidatun
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v6i1.4039

Abstract

Hypertension is a major risk factor for cardiovascular disease, commonly affecting the elderly. Hypertension education and elderly exercise programs serve as effective interventions to enhance elderly individuals' understanding of hypertension while improving their physical fitness. This community service program aims to assess the effectiveness of elderly exercise and hypertension education in raising awareness, enhancing knowledge, and lowering blood pressure among hypertensive elderly individuals. The method involved a structured elderly exercise routine conducted over one month alongside interactive health education on hypertension. The activity involved 32 participants who met the inclusion and exclusion criteria. The program was conducted for one month in October 2024 at the Family Doctor Clinic, Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Palembang. Blood pressure measurements and pre-test and post-test assessments were taken before and after the program to evaluate knowledge improvement. The results showed a significant reduction in both systolic and diastolic blood pressure after participating in the program (p < 0.05). Additionally, pre-test and post-test results indicated a significant improvement in participants' understanding of hypertension. This program demonstrates that combining health education with physical activity positively impacts blood pressure control and elderly fitness. Therefore, it is recommended that this program be implemented regularly in community settings to promote sustainable elderly health.