Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Implementasi Kebijakan E-Government melalui Aplikasi SIMLONTAR-REK di Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Al Ghifari, Rifqi Putra; Muljanto, Muhammad Agus
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 23, No 1 (2024)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/pd.v23i1.7530

Abstract

Kemajuan teknologi saat ini dapat dimanfaatkan sebagai inovasi dalam bidang pemerintahan berbasis digitalisasi sesuai dengan Peraturan Presiden 132 Tahun 2022 tentang Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik yang disingkat dengan SPBE, SPBE adalah penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada pengguna SPBE (masyarakat). Dinas Sosial Jawa Timur merupakan salah satu instansi di Provinsi Jawa Timur yang telah melakukan kebijakan E-Government dengan menciptakan inovasi berupa aplikasi SIMLONTAR-REK guna membantu pemulangan orang terlantar yang ada di Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan teori Implementasi George C. Edward III, berfokus pada implementasi kebijakan e-government melalui aplikasi SIMLONTAR-REK di Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Jika dilihat dari teori Edward III yang meliputi faktor komunikasi, disposisi, dan struktur birokrasi telah terimplementasi dengan baik tetapi pada faktor sumber daya masih terdapat Kendala dimana kurangnya sumber daya manusia untuk mengimplementasikan kebijakan e-government ini.
Implementasi Kebijakan Kepegawaian Melalui Aplikasi Analisis Beban Kerja (E-ABK) Pada Kantor Kecamatan Bubutan Kota Surabaya Willyanto, Andre; Muljanto, Muhammad Agus
MES Management Journal Vol. 3 No. 2 (2024): MES Management Journal 
Publisher : MES Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/mesman.v3i2.360

Abstract

This study aims to analyze the implementation of personnel policies through Workload Analysis (E-ABK) at the Bubutan District office, Surabaya City. The research method used is qualitative descriptive with data collection through interviews, observations, and documentation. The results of the study show that there are several obstacles in the implementation of E-ABK, including the lack of effective communication between the Bubutan District office of Surabaya and the Organization Section of the Regional Secretariat of Surabaya, limited resources that there are still employees who have difficulty filling in supporting data, especially elderly employees, so there is a need for a mentoring role given to users of the E-ABK application, as well as the attitude and disposition of employees showing dissatisfaction in the use of the E-ABK application. In addition, the complex bureaucratic structure is also an obstacle in filling out E-ABK. To overcome these obstacles, it is recommended to increase communication and socialization regarding E-ABK, provide adequate resource support, provide motivation and appreciation to employees, simplify bureaucratic structure, and develop E-ABK. Better implementation is expected to increase the efficiency and effectiveness of employee workload management and achieve organizational goals more optimally.
Ketimpangan Pembangunan Antarwilayah di Jawa Timur 2019-2023 Irawan, Anastasya Cornelya; Muljanto, Muhammad Agus
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan pembangunan antarwilayah di ProvinsiJawa Timur pada tahun 2019–2023 secara spasial berdasarkan pendekatan Tipologi Klassen.Selain itu, penelitian ini juga mengkaji pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perkapita dan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) terhadap klasifikasi wilayah, serta hubunganketimpangan pembangunan dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan tingkatkemiskinan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatandeskriptif-spasial. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari BadanPusat Statistik (BPS), berupa data PDRB per kapita, LPE, IPM, dan tingkat kemiskinan kabupaten/kota di Jawa Timur selama lima tahun. Analisis data dilakukan dengan menggunakan klasifikasiTipologi Klassen untuk menentukan pembagian kuadran wilayah (Kuadran I–IV). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebagian besar wilayah berada pada Kuadran III (wilayah potensial untukberkembang) dan Kuadran IV (wilayah relatif tertinggal). Wilayah-wilayah dalam Kuadran IVumumnya memiliki nilai IPM dan pendapatan per kapita yang rendah serta tingkat kemiskinanyang tinggi, seperti Kabupaten Sampang, Bangkalan, Sumenep, dan Bondowoso. Sebaliknya,wilayah Kuadran I seperti Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik menunjukkan capaian IPMtinggi dan angka kemiskinan rendah. Temuan ini memperkuat teori Cumulative Causation olehMyrdal yang menyatakan bahwa tanpa intervensi, wilayah maju akan semakin maju dan wilayahtertinggal akan semakin tertinggal. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan berbasiswilayah yang lebih adil untuk mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraanmasyarakat secara merata.