Supadmi, Tri
Unknown Affiliation

Published : 76 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TARI LIKOK PULO DI SANGGAR SENI SEULAWEUT UIN AR-RANIRY Putri, Arinil Khaderi; Supadmi, Tri; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 4 (2022): NOVEMBBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i4.23446

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Struktur Tari Likok Pulo di Sanggar Seni Seulaweut UIN Ar-Raniry. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana struktur gerak tari Likok Pulo dan bagaimana elemen-elemen gerak tari Likok Pulo di Sanggar Seni Seulaweut UIN Ar-Raniry. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Ketua Sanggar Seni Seulaweut yang mencakup sebagai penari Likok Pulo di Sanggar Seni Seulaweut sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah tari Likok Pulo. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur gerak tari Likok Pulo dapat ditinjau dari dua aspek yaitu tari Likok Pulo berdasarkan unsur sikap dan unsur gerak terhadap elemen-elemen gerak yaitu pada bagian kepala mempunyai 4 unsur sikap dan 8 unsur gerak, bagian badan mempunyai 6 unsur sikap dan 4 unsur gerak, bagian tangan mempunyai 5 unsur sikap dan 29 unsur gerak, bagian kaki mempunyai 4 unsur sikap dan 4 unsur gerak. Pada analisis struktur gerak tari Likok Pulo terdapat Tata Hubungan Hierarkis Gramatikal yang memperoleh 8 gugus gerak, 8 kalimat gerak, 69 frase gerak dan 379 motif gerak dan Tata Hubungan Paradigmatis yang terdapat pada gugus ke 3 dan pada gugus ke 5.
BENTUK PENYAJIAN TARI KOLOSAL RATOH JAROE ASIAN GAMES 2018 Yuliza, Yuliza; Supadmi, Tri; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i2.22603

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul, Bentuk Penyajian Tari Ratoh Jaroe Asian Games 2018 ini mengangkat masalah bagaimana bentuk penyajian tari Ratoh Jaroe Asian Games 2018, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gerak, pola lantai, alat musik, syair, busana, tata rias, panggung dan lainnya yang berkaitan dengan Tari Ratoh Jaroe Asian Games 2018. Subjek penelitian adalah Yusri Saleh sedangkan objek penelitian adalah tari kolosal Ratoh Jaroe Asian Game 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dapat memaparkan Tari Ratoh Jaroe Asian Games 2018 secara mendalam. Pengumpulan data didasarkan pada observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data yang digunakan dengan mereduksi data terlebih dahulu selanjutnya menyajikan data tersebut yang kemudian dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Ratoh Jaroe Asian Games 2018 memiliki 10 ragam pola lantai yang sangat menarik yang ditonjolkan melalui perubahan warna baju. Busana yang digunakan adalah baju khas Aceh yang dimodifikasi Ratoh Jaroe, tidak hanya terdapat 1 warna saja, melainkan 5 lapis warna yang dipadukan dalam satu baju, warna-warna tersebut meliputi warna putih, merah, ungu, biru dan orange. Di dalam tari kolosal Ratoh Jaroe Asian Games 2018 ini didominasi oleh gerakan tangan dan dimainkan oleh penari perempuan dalam jumlah genap.Kata Kunci: bentuk penyajian, tari Ratoh Jaroe
REKONSTRUKSI TARI TEUMAMPOE DI KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA Adnan, Khuratul Nazila; Supadmi, Tri; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i2.22600

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul, Rekonstruksi tari Teumampoe di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memperkenalkan kembali hasil dari, rekonstruksi tari Teumampoe di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif. Hasil penelitian meliputi proses rekonstruksi yang terdiri dari penggalian gerak, penggalian tata rias dan busana, yang terakhir penggalian properti dan meliputi komponen gerak tari, pola lantai, musik, tata rias dan busana. Subjek dalam penelitian ini adalah seniman dan penari yang pernah menarikaan tari Teumampoe, sedangkan objek dari penelitian ini adalah tari Teumampoe dari Pidie Jaya. Lokasi penelitian yang dilakukan berada di Kecamatan Meureudu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan teknik rekonstruksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian mengungkapkan tari Teumampoe adalah kesenian tradisional yang berasal dari Kabupaten Pidie Jaya. Tari Teumampoe diangkat dari aktivitas keseharian masyarakat Kabupaten Pidie Jaya yang menggunakan jeue (tampi) pada acara panen raya. Pertunjukan tari Teumampoe dimainkan oleh 7 orang penari dan 5 orang pemusik yang terdiri dari penabuh rapai, penabuh djembe, peniup seurune kalee dan vocal (syeh). Tata busana yang digunakan dalam tari Teumampoe adalah tata busana modern seperti sekarang ini. Kostum tari dalam tarian ini tidak memiliki aturan pasti, yang harus di penuhi dalam tarian ini hanyalah selendang dalam tarian ini mengandung makna, bahwa dahulunya wanita-wanita yang menarikan tarian ini menggunakan selendang untuk menutupi kepalanya.Kata Kunci: Rekonstruksi, Tari Teumampoe.
ANALISIS BENTUK GERAK TARI NDUKHUNG DI DESA LAWE SUMUR KECAMATAN LAWE SUMUR KABUPATEN ACEH TENGGARA Febiola, Febiola; Supadmi, Tri; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i2.22597

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Analisis Bentuk Gerak Tari Ndukhung di Desa Lawe Sumur Kecamatan Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara. Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana analisis bentuk gerak tari Ndukhung di Desa Lawe Sumur Kecamatan Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis bentuk gerak tari Ndukhung. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Jenis penelitian deskriptif merupakan jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul. Deskriptif kualitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk kata-kata dan gambar, kemudian kata-kata tersebut disusun ke dalam kalimat, misalnya kalimat dalam menguraikan Analisis Bentuk Gerak Tari Ndukhung, dan kalimat hasil wawancara antara peneliti dan informan. Subjek dalam penelitian adalah analisis bentuk gerak tari Ndukhung dan objek penelitian ini adalah Tari Ndukhung. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan verifikasi data. Tari Ndukhung merupakan salah satu tarian adat dan budaya daerah yang berpolakan tradisi. Salah satu adat mengambil ikan pada tempo dulu ialah dengan menggunakan alat tradisional Ndukhung (Tangguk). Tari Ndukhung tercipta karena adanya kebiasaan sehari-hari wanita Alas menangkap ikan di sungai. Tari Ndukhung berdurasi 5 menit 58 detik dengan ragam gerak berjumlah 27 ragam, 9 ragam gerak inti yaitu: 1) Ragam salam, 2) Ragam berjalan kesungai, 3) Ragam melihat ikan, 4) Ragam menangkap ikan, 5) Ragam memasukan ikan kedalam sumpit, 6) Ragam bermain, 7) Ragam mandi, 8) Ragam berwudhu, 9) Berjalan pulang. Jenis-jenis gerak yang digunakan dalam tari Ndukhung ialah gerak murni dan maknawi.Kata kunci: analisis, bentuk, gerak, tari Ndukhung.
KAJIAN KOREOGRAFI TARI NYAK CUT DI SANGGAR BANDA BEUTARI KOTA LANGSA Rahmi, Alfiya; Supadmi, Tri; Palawi, Ari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i1.22590

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Kajian Koreografi Tari Nyak Cut di Sanggar Banda Beutari Kota Langsa adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah Bagaiamana Kajian Koreografi tari Nyak Cut di Sanggar Banda Beutari Kota Langsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Koreografi tari Nyak Cut di Sanggar Banda Beutari Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang diperoleh menggunakan teknik observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah koreografer sanggar Banda Beutari, ketua sanggar Banda Beutari, penari dan pemusik sanggar Banda Beutari. Objek dalam penelitian ini adalah tari Nyak Cut.Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi tari ini termasuk ke dalam tari kreasi yang berpola tradisi. Indikator dari koreografi tari Nyak Cut ini adalah menentukan tema, eksplorasi dan improvisasi gerak, komposisi, menentukan musik pengiring tari, properti tari, tempat pertunjukan, tata cahaya, merancang tata busana dan tata rias tari.Tema tari Nyak Cut ini yaitu heroik yang artinya kepahlawanan. Eksplorasi atau penjelajahan gerak dilakukan dengan terstruktur sehingga terwujudnya keterampilan gerak yang menjadi ciri khas identitas tari Nyak Cut tersebut. Gerakan yang dieksplorasi menggunakan rangsangan eksternal yaitu melalui pengamatan karya Boh Hatee Cut Nyak Dhien garapan Tri Supadmi, pada ajang PEKSIMINAS tahun 2008 yang diselenggarakan di Riau. Sedangkan bagan pada karya tari Nyak Cut koreografer membagi 7 segmen, hasil dari bacaan sebuah buku yang berjudul Perempuan Aceh Dalam Lintas Sejarah Abad VIII-XXI. Penulis Hj. Pocut Haslinda Syahrul, MD 2008. Dimana tahap improvisasi pada segmen ini banyak menggunakan gerak-gerak maknawi namun tetap tidak meninggalkan esensi dari ragam gerak tradisi Aceh.Kata kunci: koreografi, tari Nyak Cut
REKONSTRUKSI SENDRATARI ANDE-ANDE LUMUT DI DESA BUMI AYU KABUPATEN BENER MERIAH Aziz, Elza Fahira; Supadmi, Tri; Samsuri, Samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i1.22591

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul, Rekonstruksi Sendratari Ande-ande Lumut di Desa Bumi Ayu Kabupaten Bener Meriah. Rumusan masalah penelitian ini yaitu Bagaimana rekonstruksi bentuk Sendratari Ande-ande Lumut di Desa Bumi Ayu Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memperkenalkan kembali hasil dari rekonstruksi Sendratari Ande-ande Lumut di Desa Bumi Ayu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seniman dan penari yang pernah menarikan Sendratari Ande-ande Lumut di Desa Bumi Ayu, sedangkan objek dari penelitian ini adalah Sendratari Ande-ande Lumut dari Desa Bumi Ayu. Lokasi penelitian yang dilakukan berada di Desa Bumi Ayu. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah tekhnik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tekhnik analisi data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan Sendratari Ande-ande Lumut adalah tari hiburan yang merupakan salah satu kesenian daerah dari Desa Bumi Ayu dan dikenal sejak tahun 1958. Proses rekonstruksi berawal dari proses penggalian, proses latihan, hingga proses pertunjukan. Poin proses penggalian yaitu terdapat penggalian sejarah, tema, naskah, gerak, pola lantai, musik, tata rias dan busana. Proses latihan terdiri dari eksplorasi, improvisasi, komposisi, dan evaluasi dan berakhir pada hasil pertunjukan. Hasil pertunjukan mencakup seluruh isi termasuk elemen-elemen dalam koreografi yang berkaitan dengan proses rekonstruksi. Elemen-elemen tersebut berupa tema, naskah, judul, mode penyajian, tata panggung, tata lighting, musik iringan, tipe tari, tata rias dan kostum, pola lantai, dan properti.Kata kunci: Rekonstruksi, Sendratari, Sendratari Ande-ande Lumut
KAJIAN KOREOGRAFI TARI SILAT GELOMBANG DI PERGURUAN PORSIAK KUBU KECAMATAN MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT Faradina, Fani; Supadmi, Tri; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i1.22592

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul Kajian Koreografi Tari Silat Gelombang di Perguruan Porsiak Kubu Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Kajian Koreografi Tari Silat Gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kajian Koreografi Tari Silat Gelombang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, subjek dalam penelitian adalah koreografi serta pelatih Tari Silat Gelombang, dan objek penelitian ini adalah Tari Silat Gelombang. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data, memaparkan data empirik dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Silat Gelombang merupakan tari tradisi yang diciptakan oleh tujuh pendekar silat minang, gerak dari tari ini merupakan gerak murni yang memiliki makna tersendiri, Namun penciptaan tari Silat Gelombang hanya melalui tahap eksplorasi saja dikarenakan gerak pada tari ini merupakan gerak dasar pencak silat yang dimodifikasikan dengan gerakan turun naik gelombang laut. Silat Gelombang ini memiliki 8 tahapan gerak yaitu gerak salam, sampok atas, sampok bawah, sampok tempat, gelombang, sampok kosong, sampok bawah, dan gerak salam penutup, tari Silat Gelombang juga memiliki pola lantai dalam pertunjukannya dan ruang tari ini ditarikan di tempat yang luas seperti lapangan. Silat Gelombang diiringi oleh musik Seurune Kalee. Tata busana tari Silat Gelombang menggunakan pakaian Pencak Silat, songket khas Aceh serta memakai tengkulok di kepala. Tata rias tari Silat Gelombang tidak menggunakan make-up, namun bisa disesuaikan saat pertunjukan dilakukan.Kata Kunci: Kajian Koreografi, Tari, Silat Gelombang
NOTASI TARI BUNGONG PALA DI SANGGAR BUNGONG PALA MEULIGO SELATAN KECAMATAN TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN Hilza, Widya; Supadmi, Tri; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i4.22588

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang Notasi Tari Bungong Pala di Sanggar Bungong Pala Meuligo Selatan Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan, yang bertujuan untuk mendeskripsikan Notasi Laban sebagai sarana pemahaman gerak tari Bungong Pala di sanggar Bungong Pala Meuligo Selatan Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang tari Bungong Pala di sanggar Bungong Pala meuligo selatan. Subjek penelitian ini adalah pemimpin sanggar beserta penari pertama sanggar Bungong Pala meuligo selatan, sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah tari Bungong Pala. Data yang diperoleh dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan penarikan kesimpulan, untuk mengetahui keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Bungong Pala ini biasanya didominasi oleh gerakan murni dan gerak maknawi. Dengan menggunakan gerak tangan, kaki, kepala beserta badan dan jari-jari penari. Dalam bentuk pencatatan Notasi Laban tari Bungong Pala, penari melakukan beberapa gerak pengulangan pada ragam yang berbeda. Tari Bungong Pala di sanggar Bungong Pala Meuligo Selatan ini memiliki 27 ragam.Kata kunci: Tari Bungong Pala, Notasi Laban
BENTUK PENYAJIAN TARI KEMEURUI PADE PADA SANGGAR LAM PEUNANGKE KABUPATEN ACEH UTARA Agustin, Titin Lida; Supadmi, Tri; Selian, Rida Safuan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i3.22581

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Bentuk penyajian tari Kemeurui Pade pada sanggar Lam Peungke Kabupaten Aceh Utara adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah Bagaimanakah bentuk penyajian tari Kemeurui Pade pada sanggar Lam Peunangke Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan bentuk penyajian tari Kemeurui Pade di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang diperoleh menggunakan teknik observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Sumber data dalam penelitian ini adalah Sanggar Lam Peunangke Desa Cot Kumbang Kecamatan Baktia Kabupaten Aceh Utara dan Sanggar Lam Peunangke Desa Cot Kumbang Kecamatan Batia Kabupaten Aceh Utara. hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajiannya. Di Sanggar Lam Peunangke, mengungkapkan ciri spesifik bentuk penyajian tari Kemeurui Pade pada sanggar Lam Peunangke yang diciptakan oleh Diniah pada tahun 2008, serta nama tarian ini diciptakan oleh Diniah pada tahun 2008. Tari Kemeurui Pade ditarikan oleh 6-8 penari. Tari Kemeurui Pade memiliki 6 ragam gerak dengan pengulangan gerak yang sama. Dan diiringi dengan alat musik Rebana dan Biola dengan mengunakan tampi sebagai properti tari. Tata rias yang digunakan adalah rias cantik, serta tata busana adat Aceh. Tari ini dipentaskan di ruang terbuka dan juga di ruang tertutup. Kata kunci: Bentuk Penyajian, tari Kemeurui Pade
NOTASI LABAN TARI HASYEM MEULANGKAH DI DESA KUTA MAKMUR KECAMATAN JEUMPA KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Rahmi, Ziyatur; Supadmi, Tri; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i3.22582

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul, Notasi Laban Tari Hasyem Meulangkah di Desa Kuta Makmur Kecamatan Jeumpa Kabupaten Aceh Barat Daya ini mengangkat masalah bagaimana bentuk notasi laban tari Hasyem Meulangkah di Desa Kuta Makmur Kecamatan Jumpa Kabupaten Aceh Barat Daya, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gerak tari dalam bentuk notasi laban tari Hasyem Meulangkah di Desa Kuta Makmur Kecamatan Jeumpa Kabupaten Aceh Barat Daya. Subjek penelitian adalah ketua sanggar Burak Seumama di Desa Kuta Makmur sedangkan objek penelitian adalah tari Hasyem Meulangkah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dapat menjelaskan tari Hasyem Meulangkah secara mendalam. Pengumpulan data didasarkan pada observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data yang digunakan dengan mereduksi data terlebih dahulu selanjutnya menyajikan data tersebut berupa pendeskripsian singkat dan jelas yang kemudian dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Hasyem Meulangkah memiliki 4 ragam gerak yang berbeda dengan gerakan-gerakan sederhana dan serempak seirama dengan syair yang dinyanyikan oleh syahi serta memiliki banyak pengulangan gerakan di setiap ragamnya. Pada notasi laban Hasyem Meulangkah gerak dalam tarian ini didominasi oleh gerakan tangan dan langkah kaki penari seperti gerakan kaki berjalan ke kiri dan ke kanan diikuti dengan gerakan menepuk tangan atau mengayun tangan.Kata kunci: Tari Hasyem Meulangkah, Notasi Laban