Supadmi, Tri
Unknown Affiliation

Published : 76 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

RAGAM MOTIF RUMAH ADAT RONGKO DESA KOTO KLUET TENGAH ACEH SELATAN Safwandi, Refiki; Supadmi, Tri; Selian, Rida Safuan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i2.15688

Abstract

Penelitian yang berjudul Ragam Motif Rumah Adat Rongko di Desa Koto Kluet Tengah Aceh Selatan, dengan mengangkat masalah bagaimana penerapan ragam motif rumah adat rongko Kluet Tengah Aceh Selatan? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan ragam motif rumah adat rongko di desa Koto Kluet Tengah Aceh Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di rumah adat rongko desa Koto, Kluet Tengah, Kecamatan Tapak Tuan, Aceh Selatan. Sumber data dalam penelitian ini adalah: T. Iskandarmuda sebagai keturunan kerajaan Raja Manggamat Imam Hasbiyallah Muhammad Teuku Nyak Kuta, rumah adat rongko yang menceritakan tentang sejarah dan makna, penerapan ragam motif yang ada di bangunan rumah adat rongko Kluet Tengah Aceh Selatan. Subjek dalam penelitian ini adalah Rumah adat rongko dan objek dalam penelitian ini ragam motif rumah adat rongko. Tekat pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif rumah adat rongko di Kluet Tengah berupa seni kerajinan ukir kayu dengan motif, yaitu: motif sisik ikan, motif daun, motif rantai, motif bungong seulanga, motif huruf Alif, motif sisik ikan kreasi, motif corak, motif persegi delapan.Kata Kunci: Penerapan, Ragam, Motif, Rumah Adat Rongko
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PADA SENTRA SENI TARI KREASI MEUKONDROE DI TK ANGKASA KECAMATAN BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR Pristia, Armaya; Supadmi, Tri; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i3.15288

Abstract

Penelitian yang berjudul Pelaksanaan Pembelajaran pada Sentra Tari Kreasi Meukondroe di TK Angkasa Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar mengangkat masalah bagaimanakah proses pelaksanaan pembelajaran sentra seni tari kreasi Meukondroe TK Angkasa Blang Bintang Aceh Besar, dan kendala apa saja yang dialami guru pada proses pelaksanaan pembelajaran sentra seni tari kreasi Meukondroe di TK Angkasa Blang Bintang Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran yang diterapkan pada pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak Angkasa dan mendeskripsikan kendala-kendala apa saja yang dialami guru dalam pelaksanaan pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak Angkasa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa pada TK Angkasa, objek penelitian ini adalah sentra seni tari kreasi Meukondroe di TK Angkasa Blang Bintang Aceh Besar. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran seni tari kreasi Meukondroe pada TK Angkasa dilalukan dalam empat pertemuan. Metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran seni tari kreasi Meukondroe adalah metode demonstrasi yaitu guru lebih mengarahkan siswa pada kegiatan praktek dibandingkan dengan teori. Kendala yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran seni tari kreasi Meukondroe pada TK Angkasa yaitu siswa tidak fokus pada saat latihan, guru tidak bisa mengajar secara maksimal dikarenakan guru yang mengajarkan tari bukan guru lulusan di bidang seni tari, selanjutnya kehadiran peserta didik yang tidak tepat waktu dan terdapat anak yang mudah bosan dalam latihan. Namun demikian, dengan adanya pembelajaran seni tari siswa dapat menyalurkan dan mengembangkan bakat yang dimilikinya.Kata Kunci: pembelajaran, sentra seni, taman Kanak-kanak
ANALISIS STRUKTUR TARI ZAPIN TAMIANG DI SANGGAR LENGGANG MUDE COMMUNITY KECAMATAN KARANG BARU KABUPATEN ACEH TAMIANG Fatanah, Rosy Dea; Supadmi, Tri; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i2.13145

Abstract

Penelitian Tentang Analisis Struktur Gerak Tari Zapin Tamiang di Sanggar Lenggang Mude Community Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang. Penellitian ini Mengangkat masalah tentang bagaimana tata hubungan gerak tari Zapin dan apa saja elemen-elemen dasar gerak tari Zapin. Tujuan penelitan ini adalah untuk mendeskripsikan tata hubungan gerak tari Zapin dan mendeskripsikan elemen-elemen dasar gerak tari Zapin. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dengan subjek penelitian adalah analisis Struktur tari Zapin Tamiang dan objek penelitian Tari Zapin Tamiang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dengan Reduksi data, Penyajian data, dan Verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Zapin ditarikan secara berkelompok yang menggambarkan kelincahan dan keramahan muda-mudi Aceh Tamiang yang memiliki sifat saling bekerja sama dan kompak dalam melakukan hal apapun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis struktur gerak tari Zapin dapat ditinjau dari 2 aspek yaitu unsur sikap dan unsur gerak yang berdasarkan gerak kepala, gerak tangan, gerak Badan, dan gerak kaki dan meliputi berdasarkan unsur gerak meluputi gugus gerak, kalimat gerak, frase gerak dan motif gerak. Tari Zapin Tamiang terdiri dari 7 ragam gerak yaitu salam pembuka, songket melenggang, lenggang putar, gerak ukel, Tepuk serong kanan, lenggang angkat kaki, tepuk atas bawah. Tata hubungan yang terdapat di dalam tarian ini yaitu tata hubungan sintagmatis, dan memiliki elemen-elemen seperti sikap kepala, sikap badan, sikap tangan dan sikap kaki.Kata Kunci: tari, Zapin Tamiang, analisis, struktur
STRATEGI PEMBINAAN GITA SWARA TAMIANG DI KABUPATEN ACEH TAMIANG Miranty, Shara; Supadmi, Tri; Samsuri, Samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i2.13146

Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Pembinaan Gita Swara Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang, dengan rumusan masalah bagaimanakah strategi pembinaan yang diterapkan pada komunitas paduan suara Gita Swara Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang? Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: untuk mendeskripsikan strategi pembinaan yang diterapkan pada komunitas paduan suara Gita Swara Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini dilakukan di komunitas Gita Swara Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian bersumber dari 30 peserta paduan suara dan seorang pembinanya. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui adanya strategi pembinaan yang dilakukan oleh pembina pada kegiatan paduan suara Gita Swara Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang. Strategi itu dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk membina peserta didik dalam upaya pembinaan paduan suara dan prestasi yang diperoleh oleh komunitas paduan suara tersebut. Strategi pembinaan Gita Swara Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang secara umum terlihat pada tahun 2013 yang meliputi beberapa proses, seperti (1) perekrutan paduan suara, (2) strategi pembinaan paduan suara, (3) waktu dan tempat pelaksanaan pembinaan paduan suara, dan (4) strategi dalam mengatasi beberapa kendala yang sering terjadi. Sudah banyak perolehan prestasi yang diraih oleh paduan suara Gita Swara Tamiang baik nasional maupun internasional.Kata Kunci: strategi, pembinaan, paduan suara
BENTUK SENI PERTUNJUKAN WAYANG KULIT DI SANGGAR LESTARI BUDAYA KABUPATEN BENER MERIAH Aulia, Lilik Safriana; Palawi, Ari; Supadmi, Tri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i2.13142

Abstract

Penelitian yang berjudul Bentuk Seni Pertunjukan Wayang Kulit di Sanggar Lestari Budaya Kabupaten Bener Meriah ini mengangkat masalah bagaimana bentuk pertunjukan wayang kulit. Disanggar Setia Budaya Kabuten Bener Meriah pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif , dan jenes penelitiannya diskriptif, lokasi penelitian ini Disanggar Setia Budaya Kabuten Bener Meriah, dan penelitian ini yang menjadi informan yaitu Tupardi sebagai ketua sanggar Setia Budaya, Ujang sebagai wiyogo (pemusik) dalam pertunjukan wayang kulit , Sukinem selaku sindhen. Teknik penggumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian seni pertunjukan wayang kulit di sanggar lestari budaya, disajikan dalam beberapa acara adat seperti acara pernikahan, acara sunat rasul, memperingati hari-hari besar yaitu malam satu suro, malam syawal dan hari ulang tahun desa. Bentuk penyajian seni wayang kulit memilih unsur pendukung: pemusik, alat musik, kostum dan rias, lagu yang digunakan dalam seni pertunjukan wayang kulit yaitu: gendang, gong, kempul, Bonang, ktuk knong, saron penembung, saron barung, saron penerus, saron panacah, gambang kayu, pking, gender, slenthem, busana yang digunakan oleh wiyogo (pemusik). Busana yang digunakan oleh dalang terdiri dari Blangkon, Baju jas berwarna hitam, kain sarung yang sudah dibuat menjadi rok agar mudah digunakan, kain panjang yang diikat di pinggang setelah memakai sarung, sedangkan busana yang digunakan oleh para pemusik adalah baju persatuan sanggar Lestari Budaya, dan blangkon. Sedangkan sindhen menggunakan pakaian biasa tanpa menggunakan kebaya, tatarias yang digunakan sangat sederhana. Musik yang digunakan adalah musik karawitan.Kata kunci: bentuk, seni pertunjukan, Wayang Kulit
ANALISIS STRUKTUR GERAK SEUDATI DI ACEH Fahreza, Iqbal; Supadmi, Tri; Palawi, Ari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i2.13140

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Struktur Gerak Seudati Aceh. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana struktur gerak tari Seudati di Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripiskan bagaimana struktur gerak tari Seudati Aceh. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif dengan Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah syeh dan penari Seudati di Aceh, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah tari Seudati. Teknik analisis data yaitu mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur gerak tari Seudati dapat ditinjau dari dua aspek yaitu tari Seudati berdasarkan unsur sikap dan unsur meliputi gerak kepala, gerak badan, gerak tangan dan gerak kaki dan tari Seudati berdasarkan unsur gerak meliputi motif gerak, frase gerak, kalimat gerak dan gugus gerak. Tari Seudati terdiri dari delapan babak yaitu babak saleum syahi, babak saleum rakan, babak bak saman, babak likok, babak saman, babak kisah, cahi panyang, dan babak lani atau ekstra. Sedangkan tata hubungan yang terdapat di dalamnya yaitu tata hubungan Hierarkis Gramatikal dimana di dalamnya terdapat tata hubungan Sintagmatis dan Tata Hubungan Paradigmatis.Kata Kunci: tata hubungan, tari Seudati, analisis struktur.
ANALISIS STRUKTUR GERAK TARI LANDOK SAMPOT DI DESA LAWE SAWAH KECAMATAN KLUET TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN Rizha, Rayhana; Supadmi, Tri; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i1.13133

Abstract

Penelitian tentang Analisis Struktur Gerak Tari Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan ini mengangkat masalah tentang bagaimana analisis gerak tari Landok Sampot. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah T Raja Amat dan Wahallem selaku seniman sekaligus pemimpin sanggar cahyo keluwat sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah tari Landok Sampot. Data diperoleh dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis struktur gerak tari Landok Sampot dapat di tinjau dari 2 aspek yaitu aspek sikap meliputi gerak kepala, gerak badan, gerak tangan, gerak kaki dan aspek gerak meliputi motif gerak, frase gerak, kalimat gerak dan gugus gerak. Tari Landok Sampot terdiri dari 6 babak yaitu jalan masuk berbaris, salam main, landok kedayung, landok kedidi sembar, Landok Sampot, dan landok main pedang. Sedangkan tata hubungan yang terdapat didalamnya yaitu tata hubungan Hierarkis Gramatikal dimana didalamnya terdapat tata hubungan sintagmatis yang terdapat pada gugus ke 6 kalimat gerak ke 12 frase ke 47 dan motif ke 186-193. Sedangkan tata hubungan paradigmatis yang terdapat pada gugus ke 2 kalimat gerak ke 2 frase ke 6 dan motif ke 21-32 dapat di pertukarkan dengan gugus ke 4 kalimat ke 6 frase ke 34 dan motif ke 135-137.Kata Kunci: Tari Landok Sampot, Analisis, Struktur
PEWARISAN TRADISI MEURAPAI DESA GLA MEUNASAH BAROE KABUPATEN ACEH BESAR Syafriruddin, Syafriruddin; Ismawan, Ismawan; Supadmi, Tri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i4.13124

Abstract

Penelitian ini berjudul Pewarisan Tradisi Meurapai Desa Gla Meunasah Baroe Kabupaten Aceh Besar. Mengangkat tentang bagaimana sistem pewarisan Tradisi Meurapai yang dilakukan di Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pewarisan tradisi Meurapai yang dilakukan oleh para pelatih dari generasi ke generasi serta untuk mengetahui mengapa Meurapai masih diterima di tengah-tengah masyarakat Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah para pelatih, ketua sanggar, anggota sanggar dan masyarakat Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah Pewarisan Tradisi Meurapai di Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pewarisan yang di lakukan di Sanggar Rapai Tuha Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar secara turun temurun dari kakek ke ayah dan dari ayah diturunkan ke anak. Mengapa tradisi Meurapai masih diterima sampai hari ini di Desa Gla Meunasah Baroe Aceh Besar adalah karena keinginan meneruskan tradisi Meurapai.Kata Kunci: pewarisan, tradisi, Meurapai.
NOTASI LABAN TARI RATEB MEUSEUKAT DI SANGGAR SENI CUT NYAK DHIEN BANDA ACEH Wilyuza, Wilyuza; Supadmi, Tri; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i4.13126

Abstract

Penelitian tentang Notasi Laban Tari Rateb Meuseukat di Sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh ini mengangkat masalah bagaimana bentuk Notasi Laban Tari Rateb Meuseukat di sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh, yang bertujuan untuk mendeskripsikan Notasi Laban sebagai sarana pemahaman gerak tari Rateb Meuseukat di sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis deskriptif yang bertujuan untuk mendapat gambaran secara mendalam tentang Tari Rateb Meuseukat di sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh. Subjek penelitian adalah pemimpin sanggar beserta penari sanggar Cut Nyak Dhien Banda Aceh, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah Tari Rateb Meuseukat. Data diperoleh dengan tehnik observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Untuk mengetahui keabsahan data peneliti menggunakan tehnik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Rateb Meuseukat ini biasanya didominasi oleh gerakan tangan para penari. Selain itu diselingi juga dengan gerakan kepala, dan bahu saat menoleh ke kanan dan ke kiri. Dalam bentuk pencatatan Notasi Laban tari Rateb Meuseukat, Penari juga melakukan gerakan secara berselang-seling yaitu atas dan bawah, Tari Rateb Meuseukat di sanggar Seni Cut Nyak Dhien Banda Aceh memiliki 12 macam ragam gerak dengan tempo yang berbeda.Kata Kunci: tari Rateb Meuseukat, notasi laban
RITUAL ADAT ALAS PEMAMANEN DI DESA BAMBEL KUTACANE KABUPATEN ACEH TENGGARA Raseha, Enggi; Ramdiana, Ramdiana; Supadmi, Tri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i4.13119

Abstract

Penelitian yang berjudul Ritual Adat Pemamanen di Desa Bambel Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara, mengangkat masalah bagaimana prosesi ritual tradisi Pemamanen dan apa saja yang menyebabkan perubahan di ritual Pemamanen suku Alas di Aceh Tenggara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ritual adat Pemamanen dan apa saja faktor penyebab perubahan di tradisi Pemamanen di Kute Alas Kabupaten Aceh Tenggara. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengerti tentang ritual adat Pemamanen dan objek dalam penelitian ini adalah ritual adat alas Pemamanen di desa Bambel Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisi data dengan mereduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan ritual adat alas Pemamanen yaitu Ngelumbe, Tebekhas, Titah Pekhintah, Mebhagah, Jagai, persiapan meyambut Pemamanen, Sabhungen Silime-lime, persiapan bagi Pemamanen yang datang, Ngerana, Senat. Ritual adat Pemamanen ini mengalami perubahan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: karena adanya penemuan baru, adanya pengaruh budaya lain, adanya perkembangan teknologi, sehingga menyebabkan ritual tersebut mengalami perubahan. Ritual adat Pemamanen ini masih dilaksanakan secara adat.Kata Kunci: ritual, adat Alas, Pemamanen