Supadmi, Tri
Unknown Affiliation

Published : 76 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENYUTRADARAAN PERTUNJUKAN TEATER KOLABORASI SUATU KETIKA DI BANDAR LAMURI Fitri, Anisa; Supadmi, Tri; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i3.22577

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Penyutradaraan Pertunjukan Teater Kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri ini mengangkat masalah begaimanakah proses peyutradaraan dalam pertunjukan teater kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penyutradaraan pertunjukan teater kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah sutradara pertunjukan teater kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri. Objek penelitian ini yaitu proses penyutradaraan pertunjukan teater kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan teater kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri ini disutradarai oleh Fauzan Santa, dibantu oleh asisten sutradara yaitu Djamal Syarif, dan kepala bidang-bidang artistik. Fauzan Santa adalah sutradara yang memiliki tipe demokratis yaitu membebaskan para crew dalam berimajinasi dan mawujudkan imajinasinya terhadap naskah. Oleh karenanya, terdapat langkah-langkah yang dilakukan dalam penyutradaraan, yaitu sebagai berikut; 1). Pembuatan naskah yang dilakukan oleh Fauzan Santa, Thompson HS dan Azhari Aiyub dengan membaca novel dan pengadaptasian cerita, 2). Memilih aktor yang dilakukan Fauzan Santa dan melatih aktor yang dilakukan oleh sutradara dan asistennya yaitu Djamal Syarif, 3). Melakukan penataan artistik bersama kepala bidang artistik dan 4). Pertunjukan teater. Pertunjukan ini telah sukses ditayangkan di channel youtube Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh dan banyak mendapatkan apresiasi dari para penonton.Kata Kunci: Penyutradaraan, Teater Kolaborasi
REKONSTRUKSI TARI TULO-TULO DI KOTA SABANG Ulfa, Mastura; Supadmi, Tri; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i3.22578

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul, Rekonstruksi Tari Tulo-Tulo di Kota Sabang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memperkenalkan kembali hasil dari rekonstruksi Tari Tulo-Tulo di Kota Sabang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seniman dan penari yang pernah menarikaan Tari Tulo-Tulo di Kota Sabang, sedangkan objek dari penelitian ini adalah Tari Tulo-Tulo dari Kota Sabang. Lokasi penelitian yang dilakukan berada di Kota Sabang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian mengungkapkan Tari Tulo-Tulo adalah tari peperangan yang merupakan salah satu kesenian daerah dari Kota Sabang dan dikenal sejak tahun 1920. Tarian ini diciptakan oleh orang Nias yang bermukim di Kota Sabang, yang rindu akan tanah kelahiran mereka di Gunung Sitoli, Kepulauan Nias. Tari Tulo-Tulo ini dilakukan oleh kaum pria, baik yang masih muda maupun tua. Tari ini ditarikan oleh 9 penari, ataupun 11 penari, dan seterusnya dalam jumlah ganjil. Tarian ini dipimpin oleh seorang raja/syech, yang memimpin para penari. Gerakan dari Tulo-Tulo adalah gerak yang monoton dan di ulang ulang, namun terdapat banyak ragam gerak dari tarian Tulo-Tulo yaitu, Saru (bersatu), talifuseu (persaudaraan), haru menabaluse (perang dengan senjata pedang dengan baluse atau perisai), faliga baluse (melenggang dengan perisai atau pedang), sara bamaina (main gembira), simate mila menemali (maju pantang mundur walau mati menanti), dan yang terakhir adalah belatu terlak (persilatan dan pisau). Adapun syair yang digunakan dalam tarian ini, adalah syair yang menggunakan bahasa daerah Nias. Alat musik yang digunakan dalam tarian ini yaitu accordion dan perkusi. Busana atau kostum yang digunakan adalah rompi, dan celana panjang sebetis, dan untuk syech/raja menggunakan baju lengan panjang dengan warna seperti merah, kuning, ataupun juga hitam, pengikat kepala yang digunakan dalam tarian ini merupakan pengikat kepala yang dibuat dari kertas kilat. Properti yang digunakan dalam tarian ini adalah tombak, pedang, dan perisai. Bintang yang dilukiskan pada perisai menunjukan pangkat dari para penari, bintang tiga untuk panglima dan bintang satu untuk anggota, sedangkan untuk sang raja tidak memakai perisai.Kata Kunci: Rekonstruksi, Seni Tari, Tari Tulo-Tulo
PENYAJIAN MUSIK GAMBUS GRUP EL-WARDAH DI KABUPATEN PIDIE JAYA Hawar, Muhammad; Supadmi, Tri; Samsuri, Samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i2.22575

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Penyajian Musik Gambus Grup El-Wardah di Kabupaten Pidie Jaya. Mengangkat masalah tentang bagaimana penyajian musik gambus Grup El-Wardah di Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyajian musik Gambus Grup El-Wardah di Kabupaten Pidie Jaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah Salman sebagai pimpinan Grup Gambus El-Wardah, Syukri Sulaiman sebagai seniman dan anggota Grup Gambus El-Wardah, Teuku Razali sebagai seniman. Hasil penelitian ini menunjukkan Penyajian Musik Gambus Grup El-Wardah di pertunjukan secara ansambel campuran yang dimainkan oleh beberapa orang diantaranya pemain alat musik biola yang dimainkan oleh dua orang, pemain alat musik keyboard satu orang, pemain alat musik conga satu orang, penyanyi 4 orang merangkap menjadi pemain tamborin satu orang dan pemain Double Row Tamborin satu orang. Musik Gambus Grup El-Wardah disajikan dengan menggunakan nada berciri khas musik padang pasir dan melayu yang terdiri dari penggunaan scale atau maqam bayati. Pemain dari Grup Gambus Ini memainkan alat musik secara otodidak atau yang sering mereka sebut yaitu bermain musik secara alam. Tidak adanya penggunaan teori-teori membuat mereka terbiasa menggunakan pendengaran untuk mempelajari sebuah lagu dengan mendengarkannya berulang-ulang dari alat pemutar audio. Ciri khas padang pasir sangat kental terasa pada permain musik Gambus Grup El-Wardah seperti Pada penggunaan Scale-scale timur tengah seperti penggunaan scale atau maqam bayati yang dimainkan oleh pemain biola dan oud sehingga terasa jelas nuansa dari timur tengah yang di pertunjukkan oleh Grup Gambus El-Wardah.Kata Kunci: padang pasir, penyajian musik, musik gambus
ORNAMENTASI MELODIS DALAM CAE SALEUEM OLEH MEDYA HUS Nurliana, Nurliana; Zuriana, Cut; Supadmi, Tri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i2.22576

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang Ornamentasi Melodis dalam Cae Saleuem oleh Medya Hus ini mengangkat masalah bagaimanakah Ornamen dalam Cae Saleuem yang dibawakan oleh Medya Hus yang bertujuan untuk mendiskripsikan nada hias (Ornamen) yang terdapat dalam Cae Saleuem. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapat gambaran secara mendalam tentang Ornamentasi Melodis dalam Cae Saleuem yang dibawakan oleh oleh Medya Hus. Penelitian ini dilakukan dengan satu pendekatan, yaitu pendekatan etik. Dengan pendekatan etik peneliti mendeskripsikan ornamen yang terdapat dalam Cae Saleuem yang dibawakan Oleh Medya Hus. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang Syech atau pencipta sekaligus pembawa Cae Saleuem (Medya Hus), sedangkan objek dalam penelitian ini adalah Ornamentasi Melodis dalam Cae Saleuem oleh Medya Hus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan Medya Hus. Setelah data terkumpul, maka dilanjutkan dengan cara memisahkan data dan mengambil data yang sesuai dengan fokus penelitian dan dilanjutkan dengan menganalisis data tersebut untuk mendapatkan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ornamentasi yang terdapat dalam Cae Saleuem yang dibawakan oleh Medya Hus memiliki kesamaan dengan ornamen yang terdapat dalam musik barat. Terdapat lima ornamen yang dibawakan oleh Medya Hus dalam Cae Saleuem yaitu, Acciaccatura, Trill, Mordent, Grupetto, dan Glissando. Kata kunci: Ornamentasi, Cae Saleuem, Medya Hus
KAJIAN KOREOGRAFI TARI PEURATEP ANEUK KARYA DINIAH DI SANGGAR LAM PEUNANGKEE KABUPATEN ACEH UTARA Dahlia, Meli; Supadmi, Tri; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i1.22565

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Kajian Koreografi Tari Peuratep Aneuk di Sanggar Lam Peunangkee Aceh Utara, mengangkat masalah bagaimana koreografi tari Peuratep Aneuk Karya Diniah di Sanggar Lam Peunangkee Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koreografi tari Peuratep Aneuk Karya Diniah di Sanggar Lam Peunangkee Kabupaten Aceh Utara. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah koreografi tari, pendiri Sanggar atau pelaku tari di Sanggar Lam Peunangkee Aceh Utara. Objek penelitian ini yaitu koreografi tari Peuratep Aneuk. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki benda-benda atau mengumpulkan gambar-gambar untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukan bahwa tari peuratep aneuk merupakan tari kreasi baru yang diciptakan oleh Diniah, gerak dari tari Peuratep Aneuk merupakan gerak murni yang tidak mempunyai makna khusus hanya memperindah gerakan, pada awal penciptaan tari Peuratep aneuk koreografer terlebih dahulu menentukan tema dasar sebelum melakukan proses penggarapan sehingga tercipta hasil karya yang baik. Sebuah karya tari yang diciptakan harus melalui beberapa tahap yang dimulai dari tahap eksplorasi gerak adalah suatu pengalaman untuk mendapatkan rangsangan sehingga dapat memperkuat daya kreativitas, tahap improvisasi adalah tahap penemuan gerak secara kebetulan, tahap pembentukan adalah tahap terakhir dari proses koreografi. Dilihat dari gerak tari Peuratep Aneuk ini memiliki 13 ragam gerak, tari Peuratep Aneuk juga memiliki pola lantai dalam pertunjukannya, iringan musik pada tari Peuratep Aneuk sangat berperan penting sebagai musik pengiring dan penuntun gerak tariannya. Tata busana tari Peuratep Aneuk menggunakan busana Aceh sesuai dengan kewilayahan, dan tata rias tari Peuratep Aneuk adalah makeup minimalis sesuai dengan karakter keanggunan wanita Aceh.Kata Kunci: Kajian, Koreografi, Tari, Peuratep Aneuk
ANALISIS PERUBAHAN RAGAM GERAK TARI RATEB MEUSEUKAT DI SANGGAR JEUMPA KABUPATEN ACEH BARAT Qodoma, Talitha Wafa; Supadmi, Tri; Syai, Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i4.22560

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang Analisis Perubahan Ragam Gerak Tari Rateb Meuseukat di Sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat ini mengangkat masalah bagaimana analisis bentuk gerak tari Rateb Meuseukat Nazar dan Rateb Meuseukat yang sudah baku di Sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat, yang bertujuan untuk mendeskripsikan ragam gerak dalam bentuk notasi laban sebagai saran pemahaman gerak tari Rateb Meuseukat di sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapat gambaran secara mendalam tentang tari Rateb Meuseukat Nazar dan Rateb Meuseukat yang baku di Sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat. Subjek penelitian adalah tari Rateb Meuseukat, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah analisis perubahan ragam gerak tari Rateb Meuseukat di Sanggar Jeumpa Kabupaten Aceh Barat. Data diperoleh dengan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Rateb Meuseukat ini biasanya didominasi oleh gerakan tangan para penari. Selain itu diselingi juga dengan gerakan kepala dan bahu saat menoleh ke kanan dan ke kiri. Dalam bentuk pencatatan notasi laban tari Rateb Meuseukat, penari juga melakukan gerakan secara berselang seling yaitu level tinggi dan rendah. Tari Rateb Meuseukat di sanggar Jeumpa memiliki 2 versi yaitu tari Rateb Meuseukat Nazar yang mempunyai 7 ragam gerak, sedangkan tari Rateb Meuseukat yang baku mempunyai 12 ragam gerak. Perbedaan dari kedua tarian tersebut terletak pada bagian tangan, syair, level dan temponya.Kata kunci: Perubahan, Notasi Laban, Rateb Meuseukat, Ragam gerak
RAGAM JENIS DAN FUNGSI KAIN TENUN ULOS BATAK TOBA DI DESA PINTU BATU KECAMATAN SILAEN KABUPATEN TOBA SAMOSIR Tiurma, Tiurma; Supadmi, Tri; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i4.22561

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Ragam Jenis dan Fungsi Kain Tenun Ulos Batak Toba di Desa Pintu Batu Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Samosir. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana fungsi kain tenun Ulos Batak Toba yang ada di masyarakat di Desa Pintu Batu Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Samosir?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam jenis dan fungsi kain tenun Ulos Batak Toba yang ada di masyarakat Desa Pintu Batu Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Samosir. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelian ini adalah para pengrajin tenun Ulos yang ada di Desa Pintu Batu Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Samosir. Objek penelitian ini yaitu kain tenun Ulos Batak Toba yang ada di masyarakat Desa Pintu Batu Kecamatan Silaen Kabuten Toba Samosir. Sedangkan teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah teknik observasi dan wawancara untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti serta menggali keterangan yang lebih mendalam dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki kain tenun Ulos Batak Toba untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan ragam jenis kain tenun Ulos Batak Toba di Desa Pintu Batu Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Samosir memiliki 22 jenis kain tenun Ulos Batak Toba tetapi dalam hasil penelitian peneliti hanya mendapatkan 17 jenis kain tenun Ulos Batak Toba yaitu Ulos Ragi Hidup, Ulos Sibolang, Ulos Ragi Hotang, Ulos Sadum, Ulos Mangiring, Ulos Bintang maratur, Ulos antak-antak, Ulos Bolean, Ulos Ragi Huting, Ulos Pinan lobu-lobu, Ulos Tutur-tutur Ulos Tumtuman, Ulos Ragi Pakko, Ulos Suri-suri Gnjang, Ulos Simpar, Ulos Sibunga Umbang, Ulos Sitolutuho. Masing masing Ulos tersebut memiliki Fungsi yaitu untuk acara kematian, acara tujuh bulanan, acara kelahiran anak, acara memasuki rumah baru.Kata Kunci: Ragam Jenis, Fungsi, Kain Tenun Ulos Batak Toba
PROSES PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MATERI TARI KREASI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 BANDA ACEH Sasmita, Suci; Supadmi, Tri; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i4.22559

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Proses Pembelajaran Seni Budaya pada Materi Tari Kreasi dengan Menggunakan Media Audio Visual Siswa Kelas VIII SMP Negeri 18 Banda Aceh. Masalah dalam Penelitian ini adalah bagaimana proses dan perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan media audio visual dan tanpa menggunakan media audio visual di SMP Negeri 18 Banda Aceh. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bagaimana proses dan perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan media audio visual dan tanpa menggunakan media audio visual di SMP Negeri 18 Banda Aceh. Pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif dan Jenis penelitian eksperimen. Teknik pengumpulan data berupa tes praktik dan tes pengetahuan. Metode analisis data uji-t, uji dua pihak. Populasi penelitian ini adalah kelas VIII yang terdiri dari lima rombel, metode yang digunakan random sampling, yang menjadi sampel penelitian kelas VIII-1 dan VIII-3. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, dimana thitung = 39.4 pada taraf signifikan = 0.05 dengan derajat kebebasan (dk) = n1 + n2-2 = 48, maka dari tabel distribusi t diperoleh t0.975 (48) = 2.02. karena thitung ttabel (39.42.02), maka sesuai dengan hipotesis yang diajukan dengan ketentuan. kriteria pengujian yang berlaku adalah terima Ho jika t1- t t1- dan dalam hal ini Ho ditolak. Dengan demikian perbandingan hasil belajar siswa menggunakan media audio visual berbeda dengan hasil belajar siswa yang tidak menggunakan media audio visual.Kata kunci: tari kreasi, belajar, media audio visual
INSTRUMEN SARON SEBAGAI MUSIK IRINGAN TARI GEDRUK PADA SANGGAR KRIDHA MUDA DI JAGONG JEGET Sari, Dwi Artika; Supadmi, Tri; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i3.22550

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Instrumen Saron Sebagai Musik Iringan Tari Gedruk Pada Sanggar Kridha Muda di Jagong Jeget. Pada kesenian jawa dikenal salah satu bentuk kesenian Gedruk yang berkembang di Jagong dari dulu hingga saat ini,seni Gedruk merupakan seni tari yang diiringi musik secara langsung. Pada musik iringan terdapat salah satu alat musik tradisional yaitu alat musik Saron yang menjadi simbol/ikon pada kesenian ini, dengan suaranya yang keras dan nyaring menjadikan alat musik ini berperan penting dalam pertunjukan kesenian ini. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian Saron dalam musik iringan tari Gedruk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian Saron dalam musik iringan tari Gedruk pada sanggar Kridha Muda di Jagong Jeget. Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah seniman/pemain alat musik Saron yaitu Tuparji Saputra dan Rejo selaku ketua sanggar Kridha Muda. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data digunakan dengan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa instrument Saron memiliki pola irama yang sangat sederhana, ada 3 bentuk pola irama dalam pertunjukan kesenian ini yaitu, irama lancar, irama tanggung dan irama dados. Pada pertunjukan ini terdapat tiga pemain alat musik Saron yakni masing-masing pemain memakai Saron yang ukurannya berbeda-beda yakni Saron demung yang berukuran besar, Saron barung yang berukuran sedang dan Saron penerus/peking yang berukuran kecil.adapun alat musik pengiring lainnya yaitu, gong, kempul, bende, kendang, drum, keyboard, gitar bass, gitar melodi dan properti yaitu kerincingan/klintingan. Kesenian ini berfungsi sebagai hiburan rakyat .Kata kunci: Saron, Iringan Tari, Tari Gedruk.
ANALISIS STRUKTUR TARI KREASI RATOEH JAROE DI BANDA ACEH Almunadia, Almunadia; Supadmi, Tri; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i3.22549

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Analisis struktur tari kreasi Ratoeh Jaroe di Banda Aceh. Mengangkat masalah bagaimana struktur gerak tari Ratoeh Jaroe dan tata hubungan gerak tari kreasi Ratoeh Jaroe di Banda Aceh. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana struktur gerak tari Ratoeh Jaroe dan mendeskripsikan tata hubungan gerak tari kreasi Ratoeh Jaroe di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah Yusri Saleh Dek Gam selaku penggerak tari Ratoeh Jaroe sedangkan objek penelitian adalah tari Ratoeh Jaroe dan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data kualitatif menggunakan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata hubungan antar elemen dasar tari Ratoeh Jaroe yang memiliki unsur sikap dan gerak dari bagian tubuh yang terdiri dari 5 unsur sikap kepala dan 3 unsur gerak kepala, 4 unsur sikap badan dan 4 unsur gerak badan, 21 unsur sikap tangan dan 17 unsur gerak tangan, 3 unsur sikap kaki dan 6 unsur gerak kaki. Tata hubungan hierarkis gramatikal tari Ratoeh Jaroe memiliki 160 motif, 27 frase, 16 kalimat dan 3 gugus pada keseluruhan tari, dengan motif membentuk frase, frase membentuk kalimat, kalimat membentuk gugus serta gugus membentuk satu tarian yang utuh. Tata hubungan sintagmatis tari Ratoeh Jaroe memiliki hubungan seperti mata rantai yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya yang dimulai dari gugus ke 1 sampai gugus ke 3 kemudian tata hubungan paradigmatis Tari Ratoeh Jaroe terdapat pada gugus ke 2 kalimat ke 5 frase ke 9 motif ke 64-68 yang dapat ditukar pada gugus ke 2 kalimat ke 10 frase ke 19 dan motif ke 117-120.Kata kunci: Tari Kreasi Ratoeh Jaroe, Analisis, Struktur