Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Journal of Mining Insight

Identifikasi Bahaya Dan Pengendalian Risiko Sebagai Upaya Mencegah Dan Mengurangi Risiko Kecelakaan Kerja Pada Tambang Batubara Provinsi Kalimantan Timur Azis, Muh. Heri; Anshariah, Anshariah; Nurwaskito, Arif
Jurnal of Mining Insight Vol 1 No 1 (2023): Journal of Mining insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v1i1.33

Abstract

Occupational safety and health is a problem that has always been related to the world of work since the beginning of the industrial world began is the emergence of work accidents in their activities that have the potential to cause hazards and work accidents such as property damage, lost time injury to cause fatality . The purpose of this study is to determine the identification of hazards and control the risk of work accidents based on the determination of the risk value of the source of hazard and appropriate control to reduce and eliminate the risk of hazards. The research method carried out is to descriptively describe the situation or object in facts with direct observation. The first thing to do is to find the source of danger using hazard source data, potential hazard data, and K3LH performance report data, then hazard identification and risk assessment based on OHSAS references. Hazards that have been identified are evaluated for risk level. The results of the study found the source of danger that often occurs, namely the concentration of very thick dust and the absence of warning signs. Based on the results of the study, the evaluation carried out is to identify hazards based on the source of hazards obtained in the field and assess and control the source of hazards to reduce the risk of work accidents. From the assessment results, 4 types of risks were obtained, namely four near-miss risks, four property damage risks, three lost time injury risks, and three fatality risks. Conclusions Based on the results of hazard identification and risk control, the hazards that must be prioritized are the risk of fatality and the risk of lost time injury.
PERANCANGAN PERANCANGAN PIT PENAMBANGAN BLOK 1 SECARA SHORT TERM PADA PT HARVEST CONTRUCTION MINING COMPANY Ma'ruf, Baso Amran; Anwar, Habibie; Nurwaskito, Arif
Jurnal of Mining Insight Vol 1 No 2 (2023): Journal of Mining insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v1i2.82

Abstract

This research was conducted at PT Harvest Construction Mining Services which is engaged in mining, especially in nickel ore mining as a mining consultant. Which is located in Mandiodo Village, Mandiodo District, North Konawe Regency, Southeast Sulawesi. This study aims to create a pit design and mining sequence design at PT Harvest Construction Mining Services, to make a production schedule based on daily ore production targets. Based on the results of the research, the pit limit was designed based on the estimation results of the block model with the parameters of bench height of 5 m, width of berm 2 m, CoG of 1.5%, and a minimum stripping ratio value of 1:3. Based on the pit limit design, the opening volume is 371,445 m3. Based on the mining pit limit, the pit limit design is divided into several smaller units using mining software. The results of the analysis of the distribution of mining sequences obtained four mining periods with each period per quarter. The first mining sequence obtained a total ore of 67,215 tons of overburden 104.383 tons, the second sequence obtained a total of 71,814 tons of ore with 39,081 tons of overburden, the third sequence with 72,735 tons of ore and 40,547 tons of overburden. The fourth sequence, which is the pit limit of mining, obtained a total of 67,033 tons of ore with a total overburden of 110,100 tons. The total ore to be mined is 278,797 tons.
Analisis Desain Ramp Tambang pada PIT B PT Pancaran Surya Abadi Kabupaten Kutai Kartanegara ramadhan shaddad, Aqsal; Nurwaskito, Arif
Jurnal of Mining Insight Vol 2 No 2 (2024): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v2i2.272

Abstract

Mining Design plays an important role in extracting reserves from mineral deposits. The mine design makes it easy to meet production targets and is ideal for horizontally shaped ore bodies such as coal. The purpose of this study is to determine the design of the ramp in the mining pit, determine the ramp pit and the type of ramp used. This research method uses mine planning surpac software and data processing excel software to make a ramp design, determine the type of ramp. The results of the research that has been carried out obtained a ramp design with the type of Constant berm ramp using a stepped geometry, namely the maximum overall slope of the high wall is 60° and the low wall is 45°, the step height is 8 m, and the step width is 3 m, the road width is 10 m, with a road grade of 12%. of these results assumes that the mine is theoretically free from landslides. So that the tool can work optimally both empty and loaded on an incline. The type of road used has the highest level of safety when compared to other types of mining roads.
Kajian Pemanfaatan Lahan Kritis Bekas Penambangan Batubara di Desa Jangan-Jangan Kabupaten Barru Yusuf, Firman Nullah; Nurwaskito, Arif; Muh Imran
Jurnal of Mining Insight Vol 2 No 4 (2024): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v2i4.278

Abstract

Lahan kritis merupakan salah satu indikator terjadinya degradasi lingkungan sebagai dampak dari berbagai jenis pemanfaatan sumber daya lahan yang kurang bijaksana. Tujuan dari penelitian adalah Mengetahui kondisi real di lapangan lahan bekas penambangan batubara dan memanfaatkan lahan kritis bekas penambangan batubara menjadi lahan yang bisa dimanfaatkan di Desa Jangan-jangan Kabupaten Barru. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu identifikasi lahan bersama dengan peniliti lain dan untuk mengetahui kebenaran hasil dari identifikasi lahan tersebut dilakukan beberapa pembuktian yaitu dengan meninjau langsung lokasi atau lahan, pengujian pH tanah, dan data curah hujan yang bersumber dari Badan Pusat Statistika Kabupaten Barru dan pada tahap pemanfaatan lahan mengacu pada pedoman pemulihan lahan akses terbuka akibat kegiatan pertambangan Ditjen PPKL (Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan) untuk melakukan pemanfaatan sesuai dengan keadaan pada lahan tersebut. Hasil identifikasi lahan setelah ditinjau langsung dan dibuktikan di lokasi penelitian, ternyata lahan yang dianggap kritis itu bukanlah merupakan lahan kritis (tidak kritis) melainkan lahan yang memang rusak akibat dari kegiatan penambangan batubara, sehingga di lahan tersebut gersang dan terdapat genangan air serta disekitaran lokasi tersebut masih ada beberapa vegetasi yang bisa tumbuh. Cara dalam memanfaatkan lahan bekas penambangan ada beberapa pilihan yaitu dengan melakukan pembudidayaan tanaman pangan, pembudidayaan ikan, pengembangan tempat wisata dan perumahan atau bangunan fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan yang sangat cocok untuk lokasi penelitian adalah sebagai tempat wisata.
Analisis Perbedaan Konsumsi Batubara Berdasarkan Karakteristik Batubara dari Supplier pada PLTU Bosowa Energi Provinsi Sulawesi Selatan Arsdin, Dian Dwi Apriliyani; Nurwaskito, Arif; Bundang, Syarifullah
Jurnal of Mining Insight Vol 2 No 4 (2024): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v2i4.284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan konsumsi batubara pada PLTU Bosowa Energi Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, berdasarkan karakteristik batubara dari beberapa supplier. Batubara yang digunakan berasal dari PT. Adaro Energi, PT. Kideco Jaya Agung, dan PT. Satyamitra Surya Perkasa (SSP), serta kombinasi hasil blending antar supplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi batubara sangat dipengaruhi oleh kebutuhan daya PLN serta kualitas batubara yang dipasok. Batubara dengan nilai kalori lebih tinggi cenderung membutuhkan jumlah konsumsi lebih sedikit, sedangkan batubara dengan kalori lebih rendah memerlukan konsumsi lebih besar. Konsumsi batubara tercatat berbeda pada tiap supplier, dengan SSP berkisar antara 51–78 ton/jam, Kideco 45–68 ton/jam, dan Adaro 42–64 ton/jam. Untuk batubara hasil blending, konsumsi berada pada kisaran 48–70 ton/jam untuk campuran SSP+Kideco, serta 47–69 ton/jam untuk SSP+Adaro. Perbedaan ini membuktikan bahwa karakteristik batubara dan strategi blending berperan penting dalam menentukan efisiensi konsumsi energi di PLTU Bosowa Energi.
Studi Perbandingan Bahan Penetral Air Asam Tambang pada PT Pasir Walannae Desa Massenrengpulu Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan Nurwaskito, Arif; Budiman, Agus Ardianto; Triono, Laode Muhammad Agus
Jurnal of Mining Insight Vol 3 No 3 (2025): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v3i3.305

Abstract

Air asam tambang (AAT) merupakan permasalahan utama pada kegiatan pertambangan batubara yang ditandai dengan nilai pH rendah dan kandungan logam berat tinggi, seperti Fe, Mn, dan Al, yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dua bahan penetral, yaitu kapur tohor (CaO) dan abu soda (Na₂CO₃), dalam menetralkan air asam tambang pada skala laboratorium. Sampel air diambil dari tiga titik settling pond di area tambang PT Pasir Walannae, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Pengujian dilakukan dengan variasi dosis bahan penetral sebesar 0,5 g, 1 g, dan 1,5 g per 500 ml air asam tambang, kemudian diukur perubahan pH setiap hari selama lima hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bahan mampu menaikkan pH air hingga mencapai kisaran 6–7 yang sesuai dengan baku mutu lingkungan (pH 6–9). Namun, kapur tohor menghasilkan kenaikan pH rata-rata yang lebih tinggi (4,73; 4,63; dan 4,65) dibandingkan abu soda (4,61; 4,61; dan 4,61). Dengan demikian, kapur tohor dinyatakan lebih efektif dibandingkan abu soda dalam menetralkan air asam tambang. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengelolaan lingkungan tambang dengan pendekatan kimiawi yang efisien, ekonomis, dan sesuai dengan standar nasional pengolahan limbah tambang.
Optimalisasi Pemanfaatan Bijih Nikel Berkadar Rendah Menggunakan Metode Blending Pada PT Aneka Jasa Sorowako Kabupaten Luwu Timur Bakri, Suriyanto; Nurwaskito, Arif; Basmuddin, Abdul Azis
Jurnal of Mining Insight Vol 3 No 4 (2025): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v3i4.309

Abstract

Permasalahan utama dalam pengolahan bijih nikel laterit adalah perbedaan kadar nikel antar tumpukan (stockpile), di mana sebagian besar bijih memiliki kadar di bawah cut off grade (COG) yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Untuk itu, dilakukan proses blending atau pencampuran antara bijih berkadar tinggi dan rendah guna memperoleh kadar rata-rata yang memenuhi standar pengolahan pabrik. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan serta data sekunder yang dikumpulkan melalui studi literatur terkait. Data kadar nikel (Ni) dan tonase dari setiap dome dianalisis menggunakan perhitungan blending guna menentukan kadar rata-rata keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar rata-rata nikel sebelum blending bervariasi antara 1,36% hingga 2,34% dengan total tonase 10.160 ton. Setelah dilakukan blending, kadar rata-rata keseluruhan meningkat menjadi 1,77% yang telah memenuhi batas minimum pengolahan pabrik. Penerapan metode blending terbukti efektif dalam memanfaatkan bijih berkadar rendah agar tetap bernilai ekonomis, sekaligus mengurangi potensi kehilangan sumber daya (ore loss). Selain meningkatkan efisiensi dan produktivitas tambang, metode ini juga mendukung prinsip sustainable mining melalui pemanfaatan sumber daya mineral secara optimal dan berkelanjutan. Dengan demikian, metode blending direkomendasikan sebagai strategi pengelolaan sumber daya nikel yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan, khususnya pada tambang laterit di wilayah Sorowako dan sekitarnya.