Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Status Ekonomi dan Pengetahuan Ibu Dengan Sikap Ibu Dalam Melakukan Baby SPA Pada Bayi Usia 3-12 Bulan di Klinik Siti Hajar Pasaribu, Renti Magdalena Br; Sasmartih, Rati; Sitinjak , Regina; Hia, Regina Midar Hati; Siregar, Debi Novita
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.875

Abstract

Background: Baby Spa or Solus Per Aqua refers to water-based therapy aimed at relaxing the body through scrubbing, massage, and infant exercises. Many mothers who have babies are not familiar with the term baby spa and do not know the techniques of doing baby spa, especially in the middle to lower class areas. Objective: This study aims to determine the relationship between economic status and maternal knowledge with the mother’s attitude in doing baby spa for babies aged 3-12 months at the Siti Hajar Clinic. Methods: This method uses quantitative research with a correlation study research design. In this study, the population in this study are all mothers who have babies aged 3-12 months at the Siti Hajar Clinic, totaling 30 people. The sample amounted to 30 respondents. The technique used for sampling is total sampling. Data collection using questionnaires. Data analysis used is univariate and bivariate analysis with Chi-Square test. Results: Based on the results of the chi-square test regarding the relationship between economic status and maternal knowledge with the mother’s attitude in doing baby spa for infants aged 3-12 months, the p-value is 0.001 (p < 0.005). Conclusion: So it will be concluded that ????0 is not accepted ????1 is accepted which means that there is a relationship between economic status and maternal knowledge with the attitude of mothers in doing baby spa for babies aged 3-12 moths at the Siti Hajar Clinic.
Hubungan Pemberian MPASI Pada Bayi Usia 3-5 Bulan Dengan Kejadian Obesitas di Wilayah Desa Tanjung Gusta Gultom, Mona Vebiyanti; Simatupang, Helmalia Alnesa; Nurlita, Ira; Gea, Jernihati; Siregar, Debi Novita
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.879

Abstract

Background: Obesity is a medical condition characterized by excessive fat accumulation that exceeds standard weight-for-height thresholds. One of the factors causing obesity is diet and nutritional intake, so obesity greatly affects children's growth and development. Globally, around 42 million children under five suffer from obesity, representing a major public health concern. One of the factors causing obesity in babies is early provision of MPASI. Objective: To find out whether MPASI at the age of 3-5 months is related to the incidence of obesity in the Tanjung Gusta Village Area. Method: This research uses a quantitative type of research with a cross sectional research design. This research uses data collection methods for measuring body weight (BB) and height (TB), as well as questionnaires which are filled out by respondents according to the instructions given. The type of data collected in this research is primary data obtained directly from respondents through a questionnaire which includes questions related to dependent and independent variables, as well as secondary data obtained by researchers indirectly through midwives in the Tanjung Gusta Village Area. Where researchers want to know the relationship between giving MP-ASI to babies 3-5 with the incidence of obesity in the Tanjung Gusta Village area. Results: It can be seen from the results of the chi-square correlation test of the relationship between giving MP-ASI to babies aged 3-5 months and the incidence of obesity in the Tanjung Gusta Village area. The test was carried out using the chi-square correlation test and obtained an Asymp Sig of 0.002 < 0 .05 means there is a relationship between giving MP-ASI to babies aged 3-5 months and the incidence of obesity in the Tanjung Gusta Village area.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIPARA DENGAN PENGELUARAN ASI PADA MASA NIFAS 1-7 HARI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PINTU ANGIN SIBOLGA UTARA Harlina, Harlina; Debi Novita Siregar; Wulandari Ayu Ningsih; Evi Nurlija Silaban; Rina Yanti Siagian; Nova Friska Tamba
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v8i1.581

Abstract

Ibu yang pertama kali melahirkan biasanya menimbulkan perasaan cemas sehingga produksi ASI yang dihasilkan sedikit atau tidak keluar sama sekali pada 1-7 hari pasca melahirkan, sehingga ibu mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan bayi dengan memberikan susu formula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan ibu primipara dengan pengeluaran ASI pada masa nifas 1-7 hari di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pintu Angin Sibolga Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pintu Angin Sibolga Utara pada bulan November-Desember tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas 1-7 hari di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pintu Angin Sibolga Utara sebanyak 103 orang dan sampel sebanyak 51 responden dengan teknik purposive sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 51 ibu primipara sebagian besar mengalami kecemasan sedang sebanyak 23 responden (45,1%). Pengeluaran ASI pada masa nifas 1-7 hari sebagian besar tidak lancar sebanyak 32 responden (62,7%). Ada hubungan tingkat kecemasan ibu primipara dengan pengeluaran ASI pada masa nifas 1-7 hari dengan p-value  0,001 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan tingkat kecemasan ibu primipara dengan pengeluaran ASI pada masa nifas 1-7 hari di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pintu Angin Sibolga Utara. Diharapkan penelitian ini memberikan informasi kesehatan dan pengetahuan tentang teknik nonfarmakologis yang efektif mengenai manajemen kecemasan agar kecemasan yang di alami ibu dapat berkurang sehingga pengeluaran ASI menjadi lebih lancar.
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Penyendawaan pada Bayi dengan Kejadian Gumoh Natasya, Ami; Siregar, Debi Novita; Anggreani, Vita; Sari, Youlanda Andrya; Pohan, Chairun Nisa; Loi, Helismawati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6611

Abstract

Gumoh adalah keluarnya kembali sebagian susu yang telah ditelan melalui mulut dan tanpa paksaan, beberapa saat setelah minum susu. Gumoh bukan muntah yang diawali dengan rasa mual dan penuh di perut. Gumoh biasanya terjadi pada bayi secara spontan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang penyendawaan pada bayi dengan kejadian gumoh di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Siantar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Siantar sebanyak 153 orang. Teknik pengumpulan data Pada Penelitian ini yaitu mengumpulkan data langsung dari hasil wawancara kepada responden menggunakan kuesioner yang telah dikembangkan berdasarkan variabel penelitian dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 responden sebagian besar berpengetahuan kurang tentang penyendawaan bayi sebanyak 32 responden (53,3%). Kejadian gumoh pada bayi sebagian besar tidak normal (frekuensi >4 kali/hari) sebanyak 42 responden (70%). Ada hubungan pengetahuan ibu tentang penyendawaan bayi dengan kejadian gumoh dengan p-value 0,041 (p<0,05). Kesimpulan : penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan ibu tentang penyendawaan pada bayi dengan kejadian gumoh di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Siantar
Hubungan pengetahuan ibu tentang pijat oromotor dengan kejadian keterlambatan bicara pada anak usia 1-3 tahun Munthe, Nency Sunarti; Siregar, Debi Novita; Pasaribu, Ena Mardiana; Lase, Erni Yanti; Juria, Ainun
Haga Journal of Public Health (HJPH) Vol. 2 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : YAYASAN VICTORY HAGA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62290/hjph.v2i3.64

Abstract

Latar belakang: Pijat oromotor berperan dalam membantu orang tua, khususnya ibu, menstimulasi anak agar perkembangan bicaranya lebih cepat. Teknik ini diketahui dapat menguatkan otot wajah dan mulut yang berperan penting dalam proses berbicara. Penelitian ini bertujuan unutk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu mengenai pijat oromotor dengan kejadian keterlambatan bicara pada anak usia 1–3 tahun di Klinik Hadijah Medan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) yang dilaksanakan di Klinik Pratama Hadijah Medan, Maret 2025. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu yang memiliki anak berusia 1–3 tahun sebanyak 32 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Kriteria inklusi meliputi: (1) ibu yang memiliki anak usia 1–3 tahun, dan (2) bersedia menjadi responden selama penelitian berlangsung. Kriteria eksklusi adalah ibu yang memiliki anak usia 1–3 tahun tetapi tidak dapat diwawancarai karena sedang sakit. Analisis penelitian dilakukan secara deskriptif dan dilanjutkan dengan pengujian hipotesis menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Sebanyak 18 ibu (56,25%) memiliki pengetahuan baik, sedangkan 14 ibu (43,75%) memiliki pengetahuan kurang. Terkait keterlambatan bicara, 27 bayi (84,4%) tidak mengalami speech delay, sementara 5 bayi (15,6%) mengalami speech delay. Terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang pijat oromotor terhadap kejadian keterlambatan bicara pada anak usia 1-3 tahun (p = <0,001). Kesimpulan: Pengetahuan ibu yang kurang berhubungan signifikan terhadap kejadian keterlambatan biara anak usia 1-3 tahun.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Kondisi Psikologis Ibu Dengan Tingkat Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Desa Paya Geli Sinaga, Onike Lavionika; Irfani, Putri; Wahyudi, Putri Salsabilla; Hasibuan, Rabiatul Adawiyah; Siregar , Debi Novita
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.1013

Abstract

Background: Breast milk (ASI) is the ideal source of nutrition, containing antibodies and bioactive substances that support infant growth, development, and immune function. Despite its substantial benefits, many mothers fail to exclusively breastfeed. Family support and maternal psychological conditions are strongly suspected to influence the success of exclusive breastfeeding. Objective: This study aims to analyze the relationship between family support and maternal psychological conditions with the success of exclusive breastfeeding in Paya Geli Village. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design involving 32 mothers with infants aged 0–6 months. Data were collected using questionnaires and analyzed through univariate and bivariate analyses with Chi-Square and Fisher’s Exact tests. Results: Analysis of this limited sample showed a statistically significant association between family support (OR = 106.8; 95% CI: 10.0–1149.0; p < 0.001) and maternal psychological conditions (OR = 53.3; 95% CI: 2.7–1046.6; p = 0.0003) with exclusive breastfeeding success. However, the wide confidence intervals (CIs) indicate considerable uncertainty in the estimates. Conclusion: Family support and maternal psychological conditions are critical determinants of exclusive breastfeeding success. Community-level health promotion programs should prioritize these factors to improve exclusive breastfeeding coverage. Policy implications warrant further investigation with larger and more representative samples.
Pengaruh Pemberian Informasi Covid-19 Terhadap Sikap Ibu Membawa Bayinya Untuk Imunisasi Campak Di Klinik Pratama Sunggal Novita Siregar, Debi; Sari Irawanti Lubis, Yukita; Yuliza, Yuliza; Lase, Yuniwasti; Yuslinda, Yuslinda; Sari Siagian, Yusnita; Sarah Junita Saragih, Ruth
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v3i1.493

Abstract

Pada bayi yang terinfeksi Covid-19 hanya menunjukkan gejala infeksi virus musiman seperti flu, batuk, dan demam hingga sering diabaikan oleh orangtua. Namun gejala tersebut merupakan ancaman, jika sampai terjadi infeksi pada bayi maka peluang paparan virus akan lebih besar ke komunitas yang lebih luas. Penyebaran virus Covid-19 ini dapat dihindari dengan Tidak keluar rumah dan berinteraksi pada hal-hal yang tidak perlu, akan tetapi hal ini akan menyebabkan kekhawatiran bagi para ibu-ibu yang memiliki bayi yang harus mendapatkan imunisasi. Tujuan Penelitian Mengetahui Pengaruh Pemberian Informasi Tentang Covid-19 Terhadap Perubahan Sikap Ibu Dalam Membawa Bayinya Untuk Melakukan Imunisasi Campak Di Klinik Pratama Sunggal Tahun 2022. Metode Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest, dengan menggunakan Uji statistic menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian diketahui bahwa Sikap Ibu Sebelum dan sesudah mendapatkan informasi memiliki nilai Z -4.397 dan Asymp Sig sebesar 0,000 < 0,05 berarti ada Pengaruh perubahan Sikap Ibu Dalam Membawa Bayinya Untuk Melakukan Imunisasi Campak Di Klinik Pratama Sunggal Sebelum Dan Sesudah Diberikan Informasi. Kesimpulan bahwa pengetahuan yang didapatkan oleh seseorang dari orang lain dalam bentuk informasi akan dapat merubah pengetahuan seseorang sehingga perubahan pengetahuan seseorang tersebut akan berdampak pada perubahan sikap seseorang. Saran diharapkan bagi petugas Kesehatan untuk dapat memberikan informasi yang jelas tentang Covid-19 serta pentingnya imunisasi bagi bayi serta Perlunya setiap Ibu untuk mencari pengetahuan tentang Covid-19 serta pentingnya imunisasi bagi bayi.
Efektivitas Sensory play tactile terhadap Perkembangan Kognitif Bayi Usia 12 sampai 15 Bulan di Desa Mekar Sari Kecamatan Deli Tua Zendrato, Riska Liberta; Saputri , Rara Meilani; Tambunan, Rahel; Zahra, Raudha; Siregar, Debi Novita
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1125

Abstract

Background: The period from birth to five years of age is known as the golden period, a crucial phase for a child’s growth and development. During this stage, developmental monitoring—particularly of cognitive aspects—is essential as a foundation for the child’s future. Tactile sensory play is one form of stimulation that contributes to infants’ cognitive development. A lack of stimulation may hinder this development. Objective: To determine the effectiveness of tactile sensory play on the cognitive development of infants aged 12–15 months in Mekar Sari Village, Deli Tua District. Method: This study employed a quantitative design using a quasi-experimental approach with a one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 30 respondents selected through accidental sampling. The tactile sensory play intervention was administered three times. Data were collected through observation using observation sheets and analyzed using a t-test with SPSS software. Results: The t-test results showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of tactile sensory play on the cognitive development of infants aged 12–15 months in Mekar Sari Village, Deli Tua District. Conclusion: Tactile sensory play is effective in improving the cognitive development of infants aged 12–15 months.
Mother's Knowledge and Attitude Regarding Speech Delay Prevention in Children: A Cross-sectional Study in Pantai Labu Health Center of Deli Serdang Regency Lase, Hidawati; Herawati; Barus, Helpinta; Siregar, Debi Novita
Jurnal Kegawatdaruratan Medis Indonesia Vol. 3 No. 1: February 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jkmi.v3i1.234

Abstract

Background: The term speech delay is a disorder of speech delay which is classified as an expressive language disorder or with difficulty expressing, which occurs in early childhood. The lack of communication time between young children and their parents or peers can affect their language skills. Objective: To find out whether there is a relationship between mother's knowledge and attitudes regarding preventing speech delay in children aged 1-3 years. Method: This research uses descriptive analytical research with a cross-sectional research design. The population used was all mothers who had children aged 1-3 years with a total sample of 111 people, and the sampling technique was the Non- Probability Sampling technique. Results: The results of the Chi-square test statistic showed a p-value = 0.00. With a 95% confidence level ∝ = 0.05. This means that there is a relationship between maternal knowledge and the prevention of speech delay in children aged 1-3 years in the Pantai Labu Health Center, Deli Serdang Regency. The statistical test results of the Chi-square test showed a p-value = 0.00. With a 95% confidence level ∝ = 0.05. This means that there is a relationship between the mother's attitude and the prevention of speech delay in children aged 1-3 years in the Pantai Labu Health Center. Conclusion: It is hoped to provide support and information to mothers to find out their child's language development and detect early if there are problems with their language development (speech delay).
THE RELATIONSHIP BETWEEN MANAGEMENT EDUCATION AND LACTATION MASSAGE WITH MATERNAL BEHAVIOR IN BREASTFEEDING Aulya Pretty Aryanda; Atikah Uzri; Ester Juniati Halawa; Feniria Zega; Debi Novita Siregar
MEDALION JOURNAL: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59733/medalion.v6i3.229

Abstract

Supplying only breast milk (ASI) in the first six months of a child's life plays a crucial role in promoting healthy development and strengthening the immune system. Nonetheless, the rate of exclusive breastfeeding in Indonesia continues to fall short of the desired target. Several contributing factors include mothers' lack of knowledge, attitudes, and skills in lactation management. One effort that can increase breastfeeding success is education about lactation management and the application of lactation massage. This study aims to identify the correlation between management education and lactation massage with maternal behavior in providing breast milk. This study uses a one-group pretest-posttest quasi-experimental design and a quantitative methodology. Using the complete sampling approach, the sample size was 30 people, and the population was made up of breastfeeding mothers. A questionnaire that evaluated moms' knowledge, attitudes, and behaviors both before and after receiving education served as the research tool. The Wilcoxon signed rank test has been used in data analysis to find significant differences between the outcomes before and after the intervention. The research results showed that before education, the majority of mothers had sufficient knowledge (50%), negative attitudes (56.7% disagreed), and balanced actions between doing and not doing lactation massage (50% each). After education, almost all respondents had good knowledge (96.7%), positive attitudes (43.3% strongly agreed), and all respondents (100%) performed lactation massage. The Wilcoxon test produced ap value = 0.000 (p < 0.05) which indicates a significant difference between before and after the intervention.
Co-Authors AMINAH Ananda Purba*, Lisa Tri Angelina, Clarita Anggreani, Vita Asma, Siti Atikah Uzri Aulya Pretty Aryanda Ayu Lestari Tarigan Ayu Selpi Manalu Azza Ardani Barus, Helpinta Butet Oxtaviana Purba Dewi Sartika DEWI SARTIKA Diana Teresia Dina Riani Saragih Donna, Grace All Elis Anggeria Ellis Endang Purwasih Elsa Nurcahya Emma Oktaviani Endang Nurul Aini Erny Susanty Dakhi Erwida Zai Esmi Astasya Br Siagian Ester Juniati Halawa Eva Latifah Nurhayati Eva Natalin Pasaribu Evi Nurlija Silaban Fadmawati Ndururu Fahni, Fahni Feby Maidea Indah Astari Feniria Zega Fitri Handayani Fredlina Agustin Zaluchu Gea, Jernihati Gracetika Jeny Chlaudya Simanjuntak Gulo, Yeni Hesnika Gultom, Mona Vebiyanti Hanisah Sopiah Hasibuan Harauly Lady Lusiana Manalu Harlina Harlina Hasibuan, Eri Hartati Hasibuan, Rabiatul Adawiyah Hasniati, Hasniati Hasriati Hasriati, Hasriati Hayati Hayati Herawati Herlinawati Manao Hia, Regina Midar Hati Hidayat, Maharani Hulu, Nente Sugianti Hutabarat, Ermita Lando Ika Erniati Ika Lestari Siregar Imtihani In Glori Gulo, Julia Indri Elfi Yunita Indriyani, Suci Insyirah Br Harahap Intan Mandira Intan Sari Ira Yani Estuti Irawati Manurung Irawati Pasaribu Irfani, Putri Irma Yunita Siregar Isnin Mariana Janiati, Sri Jesica Claudia BR Sihombing Jevi Wahyuni Johana Saida Tiurma Tinambunan Julia Julia In Glori Gulo Julida Sari Juria, Ainun Khairani Sari Khoiri Amni Siregar Kiki Purnama Sanjani Sitanggang Kristina Natalia br Naibaho Kusniati Nova Nainggolan Lailatul Ikmah Marpaung Laoli, Nofika Kristiani Lase, Erni Yanti Lase, Hidawati Lase, Yuniwasti Ledyta Roulina Sihombing Leli Mitra Niat Laia Lelli Kristia Wahyuningsih Lensawati Mendrofa Lia Mauliar Sapitri Liana Lidia Siregar Lisa Tri Ananda Purba* Loi, Helismawati Marniwati Lafau Martauli Pane Martha Samosir Mauliza, Sri Mayasari, Hartini Meiliana Meiliana Morina Sinaga Munthe, Nency Sunarti Nasution, Siti Aminah Natasya, Ami Nova Friska Tamba Nurlita, Ira Octavia Rezki Putri R Pane, Martauli Pasaribu, Debora Afriyani br. Pasaribu, Ena Mardiana Pasaribu, Renti Magdalena Br Patimah Sari Siregar Pintaken Sembiring Pandia Pohan, Chairun Nisa Primawaty Dwi Rijsubo rahayu, evi lina Rahmi, Sabna Rina Yanti Siagian Ruth Sarah Junita Saragih Santalia Simatupang Saputri , Rara Meilani Saragih, Elv. Feedia Mona Sarah Junita Saragih, Ruth Sari Irawanti Lubis, Yukita Sari Siagian, Yusnita Sari, Youlanda Andrya Sarumaha, Sri Hayati Sasmartih, Rati Silangit, Nikita Novelia Simanjuntak, Lusi Tania Simatupang, Helmalia Alnesa Simatupang, Santalia Sinaga, Onike Lavionika Sinaga, Rugun Patricia Sinulingga, Esteria Latersia Br Sinurat, Silvia Yosefa Siregar, Ruth Pinkkan Nick Br Sitepu, Nika Ayu Adelia Br Siti Nurhayati Sitinjak , Regina Sitinjak, Hasnah Sri Ningsih SRI RAHAYU Sri Wahyuni Sri Wulandari Subang Aini Nasution Suharningsih Suharningsih Suliasni, Natasya Putri Sunarti Swari, Suci Indah Tambunan, Rahel Titin Sundari Nazara Wahyudi, Putri Salsabilla Wati, Mimi Midya Winda Sri Wahyuni Windi Fadila Windri Mutiara Matondang Wira Putri Ros Hatuti Batee Wulandari Ayu Ningsih Wulandari, Sindi Yanti Yanti Yukita Sari Irawanti Lubis Yuliza Yuliza Yuliza Yuliza Yuniwasti Lase Yuslinda Yuslinda Yuslinda, Yuslinda Yusnita Sari Siagian Zahra, Raudha Zendrato, Riska Liberta