Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Stunting Prevention through Local Wisdom of Mambosuri Culture in Pregnant Women of Batak Tribe Napitupulu, Natar Fitri; Hadi, Anto J.; Butar-Butar, Khairunnisa
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v8i1.5808

Abstract

Prevention of stunting in children was an important issue in efforts to improve the quality of human resources in Indonesia. Stunting could cause long-term impacts such as problems with physical growth, cognitive development, and productivity in adulthood. Therefore, preventing stunting in pregnant women is very important. The local wisdom of the Mambosuri culture of the Batak tribe in North Padang Lawas Regency can be an alternative in efforts to prevent stunting in pregnant women. This study aims to explore the use of local wisdom of Mambosuri to help prevent stunting in pregnant women of the Batak tribe in North Padang Lawas Regency. The research design is phenomenology. The data collection method was carried out by in-deptPrevention of stunting in children was an important issue in efforts to improve the quality of human resources in Indonesia. Stunting could cause long-term impacts such as problems with physical growth, cognitive development, and productivity in adulthood. Therefore, preventing stunting in pregnant women is very important. The local wisdom of the Mambosuri culture of the Batak tribe in North Padang Lawas Regency can be an alternative in efforts to prevent stunting in pregnant women. This study aims to explore the use of local wisdom of Mambosuri to help prevent stunting in pregnant women of the Batak tribe in North Padang Lawas Regency. The research design is phenomenology. The data collection method was carried out by in-depth interviews. The purposive sampling method was used to select participants who met the criteria as participants. The participants in this study numbered 7 people. The results of the transcribed interview were analyzed using content analysis. The results of this study found 4 themes that reflected the phenomenon being studied. These themes are the knowledge of pregnant women about the mambosuri tradition, the mambosuri tradition improves the nutritional status of pregnant women, the support that pregnant women receive from the mambosuri tradition, and the mamsbosuri tradition strengthens dalihan natolu kinship ties. h interviews. The purposive sampling method was used to select participants who met the criteria as participants. The participants in this study numbered 7 people. The results of the transcribed interview were analyzed using content analysis. The results of this study found 4 themes that reflected the phenomenon being studied. These themes are the knowledge of pregnant women about the mambosuri tradition, the mambosuri tradition improves the nutritional status of pregnant women, the support that pregnant women receive from the mambosuri tradition, and the mamsbosuri tradition strengthens dalihan natolu kinship ties.
Tatalaksana Pola Konsumsi Terhadap Status Gizi Anak Taman Kanak-Kanak Hadi, Anto J.; Ishak, Syamsopyan; Manggabarani, Saskiyanto; Said, Irfan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.347 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v2i1.523

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Tatalaksana Pola Konsumsi Terhadap Status Gizi Anak Taman Kanak-Kanak. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan exhaustic sampling dengan jumlah sampel sebanyak 43 anak. Hasil penelitian diperoleh bahwa kebiasaan sarapan (p=0,002), frekuensi makan ( p=0,022), pola pengasuhan gizi (p=0,003), berhubungan dengan status gizi anak Taman Kanak-Kanak (< 0,05). Kesimpulan diperoleh bahwa ada hubungan kebiasaan sarapan, frekuensi makan, pola pengasuhan gizi dengan status gizi anak taman kanak-kanak. Diharapkan bagi anak melalui orang tua untuk dapat menatalaksana pola konsumsi dan membiasakan sarapan pagi sebelum anak berangkat ke sekolah, karena tubuh membutuhan asupan gizi yang didapat dari sarapan pagi untuk memelihara ketahanan fisik dan untuk meningkatkan kemampuan belajar. Orang tua berperan penting dalam pengasuhan gizi dan menyiapkan bekal sekolah anak yang sehat dan aman untuk dikonsumsi oleh anaknya agar makanan yang dikonsumsi oleh anak dapat terpantau.
Kadar Human Leukocyte Antigen-G Serum Pada Abortus Spontan Dan Kehamilan Normal Allo, Sarjani Linggi; Yetti R, Erni; Tombeg, Zadrak; Rambulangi, Samrichard; Idris, Irfan; Hadi, Anto J.
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1717.563 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v2i2.567

Abstract

Adanya penolakan terhadap janin oleh sistim imun ibu karena adanya antigen paternal, diduga menjadi salah satu penyebab abortus oleh karena itu adanya humanleukocyte antigen-g (HLA-G) memegang peran  toleransi imun semialogenik fetus untuk pemeliharaan kehamilan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar HLAG-G serum pada kehamilan normal dan Abortus dengan metode ELISA.Desain penelitian ini adalah cros-sectional dengan jumlah sampel 50 yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu25 abortus dan 25 kehamilan normal. Pengambilan sampel dilakukan secara concequtivesampling.Data dianalisis menggunakan uji Mann-whitneydan Independent-samples T test. Hasil uji statistik diperoleh rerata kadar HLA-G serum ibu abortus lebih rendah (276,08 ±69 ng/L) dibandingkan dengan hamil normal (345,30 ± 73,54ng/L) dengan nilai  p 0,001 <p 0,005. Pada usia ibu 20-35 tahun rerata kadar HLAG  pada kehamilan normal  357,57 ± 71,40 dan kelompok abortus  274,57±85,95 dengan nilai = p 0,015 sedangkan pada usia ibu  <20 dan >35 tahun rerata kadar HLA-G kehamilan normal 306,41±72,26 dan kelompok abortus 276,79±62,68 dengan nilai p=0,034. Umur kehamilan > 14 minggu  pada kelompok hamil normal rerata kadar HLAG  =353,43±78,17 dan kelompok abortus HLA-G = 243,60 +61,77 dengan nilaip =0,003 sedangkan  umur kehamilan 8-14 minggu pada kelompok hamil normal rerata kada HLA-G= 328,01±63,82 dan pada kelompok abortus  288,71±69,22 dengan nilai p=0,185. Paritas 2-3 pada kelompok hamil normal rerata HLA-G=342,87±73,42 dan kelompok abortus rerata HLA-G= 278,35±81,25 dengan nilai p=0,051 sedangkan paritas 1&> 3 pada kelompok hamilan normal rerata kadar HLA-G =350,46±78,57 dan kelompok abortus rerata kadar HLA-G = 274,80 ±64,14 dengan nilai p 0,043. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa kadar serum HLA-G pada kelompok abortus lebih rendah dibandingkan kelompok hamilan normal. 
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku K3 pada Sopir Angkutan Umum di Kota Padangsidimpuan: Factors Associated with K3 Behavior in Public Transport Drivers in the City of Padangsidimpuan Hadi, Anto J.; Haslinah Ahmad; Nayodi Permayasa; Nazaruddin Nasution
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3027

Abstract

Latar belakang: Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah keselamatan kerja yang serius di seluruh dunia, demikian juga dihadapi Indonesi. Data dari Kemenkes RI (2020) menunjukkan bahwa kejadian kecelakaan angkutan darat masuk ke dalam 10 besar penyakit penyebab rawat jalan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku K3 pada sopir angkutan umum di Kota Padangsidimpuan. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study di area Terminal Penumpang Kota Padangsidimpuan selama bulan Juni-Oktober 2022. Populasi dan sampel adalah seluruh sopir angkutan umum dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 112 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner penelitian. Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat, multivariat dengan program SPSS dan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,015), tindakan (p=0,032), persepsi (p=0,025) < 0,05 berhubungan dengan perilaku K3. Selain itu variabel yang paling berhubungan dengan perilaku K3 adalah pengetahuan dengan nilai p=0,007 dan nilai Exp. B=5,112. Kesimpulan: Kesimpulan diperoleh bahwa perilaku K3 berkendaraan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, tindakan dan persepsi. Sehingga perlu dilakukan upaya meningkatkan promosi bahaya kecelakaan dan edukasi safety campaign penggunaan sabuk keselamatan bagi pengemudi.