Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SEBARAN HABITAT LARVA Anopheles spp. DI KELURAHAN TANGKILING KOTA PALANGKA RAYA Ayunda, Bintang; Jabal, Arif Rahman; Ratnasari, Arini; Augustina, Indria; Nawan
Tropis: Jurnal Riset Teknologi Laboratorium Medis Vol 1 No 1 (2024): Tropis: Jurnal Riset Teknologi Laboratorium Medis
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria cases are still a problem throughout the world, especially in Palangka Raya City. Malaria is still a health problem that causes death, especially in infants, toddlers and pregnant women. This study aims to determine the distribution of Anopheles spp. larvae in Tangkiling Village, Palangka Raya City. This study used a survey method. Anopheles larval habitats were found at five points in Tangkiling Village, with habitats in the form of three puddles, fish ponds and water reservoirs. Each Anopheles habitat is close to residential areas and cattle pens. 
Level of Knowledge of Using Cotton Bud with The Accident of Cerumen Impaction in Students of Faculty of Medicine, Palangka Raya University Anggraini, Dwi Ria; Anugerahny, Margaretha Yayu Indah; Augustina, Indria; Surbakti, Ranintha Br; Jabal, Arif Rahman
Barigas: Jurnal Riset Mahasiswa Vol. 3 No. 2 (2025): Barigas: Jurnal Riset Mahasiswa
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/barigas.v3i2.18606

Abstract

The ear requires proper care to function as part of the auditory system. However, many people are unaware of maintaining ear health. A contributing factor is a lack of knowledge. Cotton buds disrupt the ear's natural cleaning mechanism by pushing earwax deeper, causing cerumen impaction. This study examined the relationship between knowledge levels and cerumen impaction using a cross-sectional approach with proportionate stratified random sampling. A total of 162 respondents were involved, including 76 students from the 2021 intake and 86 from the 2022 intake. The results showed 80 respondents (49.4%) had good knowledge, 62 (38.3%) sufficient knowledge, and 20 (12.3%) insufficient knowledge. A total of 53 respondents experienced cerumen impaction. Bivariate analysis indicated a significant relationship between knowledge level and cerumen impaction. There is a relationship between the level of knowledge and the incidence of cerumen impaction in students of the Faculty of Medicine, Palangka Raya University
DISTRIBUSI GEOGRAFIS Anopheles spp DI PALANGKA RAYA Augustina, Indria; Ratnasari, Arini; Karmila, Mila; Widayati, Ratna; Tarigan, Grandiano Escool; Sitohang, Ryan Ferdinand; Jabal, Arif
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 9 No. 2 (2024): Bioma : Juli - Desember 2024
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi vektor malaria di Palangka Raya perlu diperhatikan mengenai habitat alami Anopheles sp. Malaria masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Kasus malaria pernah terlaporkan di Kota Palangka Raya tepatnya di Kecamatan Bukit Batu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis distribusi  geografis nyamuk Anopheles spp. di Kota Palangka Raya. Total Anopheles sp. yang ditemukan di Palangka Raya sebesar 141 dari  dua spesies nyamuk An. barbirotris, dan An. Vagus. Spesies Anopheles sp yang ditemukan di Kota Palangka Raya yaitu An. vagus dan An. barbirostris. yang hanya tersebar di Kelurahan Tangkiling dan Tumbang Rungan. Metode animal bait trap paling efektif menangkap nyamuk An. vagus dan An. barbirostris dibandingkan metode lain. Sebaran Anopheles di Kota Palangka Raya hanya cocok di dua lokasi tersebut. Kata kunci :  Distribusi, geografis, Anopheles
Penggunaan Larvasida Alami Sebagai Pembasmi Vektor Demam Berdarah Dengue Augustina, Indria; Toemon, Agnes Immanuela
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1129

Abstract

Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak ditemukan di Indonesia, termasuk di Kota Palangka Raya. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes sp. sehingga diperlukan upaya pengendalian vektor dan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan DBD. Pemanfaatan tanaman rempah sebagai larvasida alami dan antinyamuk dapat menjadi alternatif pengendalian vektor yang lebih aman dan ramah lingkungan. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan larvasida alami sebagai upaya pencegahan dan pengendalian vektor Demam Berdarah Dengue. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Pahandut Seberang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya pada tanggal 5 Agustus 2025. Metode pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan kesehatan, ceramah, diskusi, dan evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Peserta kegiatan berjumlah 19 orang yang terdiri dari ibu TP-PKK dan perangkat kelurahan. Materi penyuluhan meliputi jenis nyamuk penular penyakit, pencegahan gigitan nyamuk, serta pemanfaatan tanaman rempah seperti serai, jahe, cengkeh, dan bawang suna sebagai larvasida alami dan antinyamuk. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan penyuluhan. Pengetahuan peserta mengenai penggunaan repellant untuk mencegah gigitan nyamuk meningkat dari 50% pada pretest menjadi 87,5% pada posttest. Sebagian besar peserta juga memahami bahwa tanaman rempah dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk membantu pengendalian nyamuk. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif selama sesi diskusi berlangsung. Simpulan: Penyuluhan kesehatan mengenai penggunaan larvasida alami dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan pengendalian vektor Demam Berdarah Dengue. Edukasi mengenai pemanfaatan tanaman rempah sebagai antinyamuk alami diharapkan dapat menjadi salah satu upaya preventif yang mudah diterapkan di lingkungan masyarakat.