Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Mekanisme Pembentukan Burr pada Pemesinan Frais Mikro Ti 6Al- 4V ELI dalam Keadaan Kering Saputra, Endra; Ibrahim, Gusri Akhyar; Harun, Suryadiwansa; Supriyadi, Eko Agus; Patihawa, Armulani
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 11, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jrm.2020.011.03.1

Abstract

One of the ingredients that are popular now is titanium, but titanium is a material that is difficult to process using conventional milling machining because of the poor thermal conductivity of the material so that the high-temperature machining process produced in the cutting zone causes plastic deformation in cutting tools and increased chemical reactivity in titanium. High-speed micro-milling machining can be used for micromachining of hard metals or alloys that are difficult to achieve at low speeds. Micro milling machining in titanium material 6Al-4V ELI with variations in milling knife diameter 1 and 2 mm, spindle speed 10.000 and 15.000 rpm, feed 0,001 and 0,005 mm / rev, depth of cut 100 and 150 μm, which then do data processing using the method Taguchi full factorial and theoretical analysis. The results showed that the diameter of the tool and into the cut had the greatest effect on burr formation, the greater the diameter of the milling blade resulted in the formation of shorter and smaller burrs, the use of a 1 mm diameter milling blade and a 150 μm depth cut gave rise to long burr formations and tight, while the use of a 2 mm diameter milling blade and a cutting depth of 100 μm give rise to a short and slight burr formation.
Pemesinan Paduan Ti-6Al-4V ELI Ibrahim, Gusri Akhyar; Saputra, endra
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2829

Abstract

Titanium alloy material Ti-6Al-4V ELI (Extra Low Interstitial) is a type of alloy that has very similar properties to Ti-6Al-4V (Grade 5) alloy, which is the most widely used material, but only differs in terms of properties. his tenacity. Ti-6Al-4V ELI has higher ductility and better fracture toughness. In addition, this material also has a good ability to work at high temperatures without losing its main properties. The main properties of this material are corrosion toughness at high temperatures and excellent weight to strength ratio. Referring to these advantages, the alloy material of the Ti-6Al-4V ELI type has been developed in many fields including the field of planting materials in the medical field, the aircraft industry, applications in the field of military weapons, the manufacture of racing vehicle components and also high pressure vessels for storing materials. low-temperature (cryogenic) liquid nitrogen [16].. During the machining process of titanium alloy, many things become obstacles because this material is a material that is difficult to machine. This is because the titanium alloy has high hardness, there is often a reaction between the cutting tool and the workpiece material during the cutting process, and there is an accumulation of high temperatures in the cutting area. Factors cutting speed and feed rate are the two dominant factors on the formation of cutting tool wear, both wear on the face or crater side. Damage to the cutting tool is also followed by damage to the surface of the workpiece being machined or the surface quality of the workpiece. The dominant wear that occurs in the rib face area is wear due to adhesion, notch wear, while wear in the crater area is diffusion that occurs during the machining process. Meanwhile, the cutting temperature has a direct impact on the surface quality of the workpiece being machined. The factor of high cutting speed with low feed rate is a combination of factors that provide good cutting force. Meanwhile, insert type cutting tools that have a hard coating, such as TiN, TiAlN and TiCrN play a significant role in the formation of tool wear. Likewise, hard coated tools provide better performance compared to uncoated insert tools. Machining with the Minimum Quantity Lubrication (MQL) method gives better results compared to dry machining and machining using flooded cooling.Keywords: machining, Ti-6Al-4V ELI, cutting tool, materials.
Workshop Dan Simulasi: Pelaporan SPT Wajib Pajak Orang Pribadi/Badan Menggunakan E-Filing Saputra, Endra; Efendi Hutagalung, Jhonson; Efendi, Bachtiar; Octa Teres, Ella; Syahputra, Fery
Jurnal Bangun Abdimas Vol 1 No 2: November 2022
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.777 KB) | DOI: 10.56854/ba.v1i2.122

Abstract

Desa Guntung yang terletak di Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batubara dengan memiliki lebih kurang 10 Dusun memiliki inisiatif untuk memasyarakatkan penggunaan aplikasi e-filing kepada masyarakat khususnya yang berada di daerah sekitarnya. Menurut Kepala Desa Guntung dengan mensosialisasikan penggunaan aplikasi e-filing kepada warganya, maka diharapkan dapat memudahkan warga sebagai wajib pajak dalam pelaporan pajak khususnya pajak penghasilan setiap tahun. Melihat permasalahan di atas, maka tim dosen STMIK Royal Kisaran melakukan perencanaan kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman dalam pelaporan SPT wajib pajak orang pribadi menggunakan aplikasi e-filing. Solusi yang ditawarkan adalah memberikan sosialisasi dalam bentuk workshop tentang pemahaman dalam pelaporan SPT wajib pajak orang pribadi menggunakan aplikasi e-filing. Selanjutnya diberikan simulasi dalam bentuk pelatihan penggunakan aplikasi e-filing. Target luaran yang ingin dicapai yaitu publikasi kegiatan dalam bentuk jurnal dan media massa. Kegiatan melibatkan 3 orang dosen dan 2 orang mahasiswa dengan peserta warga Desa Guntung
Pelatihan Keterampilan Dasar Komputer Untuk Masyarakat Pedesaan Suparmadi, Suparmadi; Kamil Siregar, Iqbal; Saputra, Endra
Jurnal Bangun Abdimas Vol 3 No 1: Mei 2024
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/ba.v3i1.342

Abstract

Kegiatan pengabdian ini diberi Judul Pelatihan Keterampilan Dasar Komputer Untuk Masyarakat Pedesaan desa Suka Rame Kecamatan Sei Balai bertujuan untuk keterampilan dalam teknologi informasi sejak dahulu hingga sekarang sudah banyak yang menggunakan dan sangat dibutuhkan di berbagai bidang, seperti perusahaan, pemerintahan, dan industri. Dengan mengikuti pelatihan kursus komputer, seseorang dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan atau promosi di bidang yang berhubungan dengan teknologi informasi. Tolak ukur yang menjadi target dalam pengabdian kepada masyarakar ini adalah pemaparan materi dan tanya jawab hingga parkatek menggunakan teknologi yaitu komputer. Selama kegiatan ini masayarakat dibimbing dalam penggunaan sebuah komputer untuk bekal pengetahuan pengetahuan teknologi di desa Suka Rame Kecamatan Sei Balai. Tujuan akhir dari kegiatan  pengabdian kepada masyarakat ini menjadi mengetahui ilmu teknologi dan dapat menggunakan dasar-dasar komputer hingga perangkat lunak dalam aplikasi komputer tersebut.
Penerapan Metode Service Quality dalam Melihat Pengaruh Kinerja Pegawai terhadap Kualitas Pelayanan Publik Effendi, Habiburrahman; Dalimunthe, Ruri Ashari; Saputra, Endra
Building of Informatics, Technology and Science (BITS) Vol 3 No 4 (2022): March 2022
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.994 KB) | DOI: 10.47065/bits.v3i4.1403

Abstract

Public service is a process of bureaucratic performance, the link with bureaucratic culture is very strong, meaning that any activities carried out by public service officers must be guided by the normative rules that have been determined by public organizations as a manifestation of the behavior of public organizations. In this regard, the problem that exists is that the service of public officials at the Pulau Rakyat Sub-district Office, Asahan Regency, shows that there are still deviations in attitudes and behavior as well as the actions of the apparatus as public servants. In everyday reality, it shows that the management services are complicated, require a large amount of money, are less informative or less transparent and discriminatory. In fact, people's expectations for improving the implementation of public services are actually getting further away from the reality. The quality of service is indicated by the absence of professional services, which is the success of the government in managing quality services. The quality of service by the employees of the Pulau Rakyat Sub-district Office of Asahan Regency who are selfish, considerate and serious to carry out their duties and obligations, as well as low knowledge and skills in carrying out their duties
Analisis Potensi Pengolahan Singkong Untuk Peningkatan Pendapatan UMKM Desa Aek Bamban Kabupaten Asahan Nehe, Nurkarim; Saputra, Endra; Aulia Tanjung, Anggi
Jurnal Akuntansi dan Teknologi Keuangan Vol. 2 No. 1: Agustus 2023
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/atk.v2i1.254

Abstract

Singkong merupakan salah satu komoditi yang banyak dijumpai didaerah perdesaan. Harga per kg singkong relatif rendah berkisar antara Rp. 1.500,- hingga Rp. 3.000,-. Di Indonesia, ketela pohon menjadi makanan bahan pangan pokok setelah beras dan jagung. Manfaat daun ketela pohon sebagai bahan sayuran memiliki protein cukup tinggi, atau untuk keperluan yang lain seperti bahan obat-obatan. Kayunya bisa digunakan sebagai pagar kebun atau juga sering digunakan sebagai kayu bakar untuk memasak di wilayah perdesaan. Dengan perkembangan teknologi, ketela pohon dijadikan bahan dasar pada industri makanan. Ketela pohon juga sangat potensial sebagai bahan pembangunan biogas. Bahkan hasil olahannya seperti opak dan tepung mocaf dari Indonesia sudah bisa di ekspor ke pasar Asia, Arab, Eropa, dan Amerika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dari pengolahan singkong untuk peningkatan penghasilan bagi UMKM di Desa Aek Bamban Kabupaten Asahan. Penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket/kusioner dengan sampel pelaku UMKM di Desa Aek Bamban Kabupaten Asahan. Target luaran penelitian ini berupa hasil kajian yang akan dipublikasikan ke jurnal nasional ber-ISSN dan media massa.
APPLICATION OF THE MAUT METHOD IN RECIPIENTS INDONESIA SMART PROGRAM (PIP) IN 014673 MEKAR SARI ELEMENTARY SCHOOL Sapriyanti, Sapriyanti; Risnawati, Risnawati; Saputra, Endra
JURTEKSI (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol 10, No 4 (2024): September 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v10i4.3465

Abstract

Abstract: Many children drop out or stop school due to economic constraints, especially personal costs such as not being able to buy school supplies, educational development donations and so on. Therefore, the government has a policy to help by issuing the Smart Indonesia Program (PIP) as a goal to help students' personal costs in pursuing education. As the smart Indonesia program progresses, many parents of students complain because the selection of students receiving PIP assistance is not on target and does not comply with the provisions. As with the data collection of students receiving the Smart Indonesia Program (PIP) assistance at State Elementary School 014673 Mekar Sari Village, it is also not optimal where the recording system is still inputted into Microsoft Excel. Therefore, a system is needed that is integrated with a calculation processing technique, namely a decision support system used at State Elementary School 015673 Mekar Sari Village to determine prospective recipients of the Smart Indonesia Program assistance who are truly worthy and appropriate. For this reason, this study uses the Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) method to find students who are eligible for PIP benefits in the determination process.Keywords: maut method; mekar sari elementary school; smart indonesia program.  Abstrak: Banyaknya anak yang putus atau berhenti sekolah dikarenakan kendala ekonomi terutama pada biaya pribadi seperti tidak mampu membeli perlengkapan sekolah, uang sumbangan pembinaan pendidikan dan lain sebagainya. Maka dari itu pemerintah memiliki kebijakan untuk membantu dengan mengeluarkan Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai tujuan untuk membantu biaya pribadi siswa dalam menempuh pendidikan. Seiring berjalannya program indonesia pintar banyak kalangan orang tua siswa mengeluh dikarenakan dalam pemilihan siswa penerima bantuan PIP tidak tepat sasaran dan tidak sesuai dengan ketentuan. Seperti halnya dengan pendataan siswa penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Dasar Negeri 014673 Desa Mekar Sari juga belum optimal dimana masih sistem pencatatan lalu di input ke Microsoft Excel. Maka dibutuhkan sebuah sistem yang sudah terintegrasi dengan sebuah teknik pengolahan perhitungan yaitu sistem pendukung keputusan yang digunakan pada Sekolah Dasar Negeri 015673 Desa Mekar Sari untuk penentuan calon penerima bantuan Program Indonesia Pintar yang benar layak dan pantas. Untuk itu penelitian ini menggunakan metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) untuk mencari siswa yang layak mendapat manfaat PIP dalam proses penentuannya.Kata kunci: metode maut; program indonesia pintar; sd negeri mekar sari.
Pendampingan Implementasi Sistem Informasi Kepegawaian di Kantor Desa untuk Pengelolaan Data yang Lebih Baik Suparmadi, Suparmadi; Amalia, Amalia; Efendi Hutagalung, Jhonson; Saputra, Endra
Jurnal Pengabdian Harapan Bangsa Vol. 2 No. 3: September 2024
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/jphb.v2i3.257

Abstract

Implementasi sistem informasi kepegawaian di kantor desa dapat menghadapi berbagai permasalahan yakni kurangnya infrastruktur teknologi Penelitian ini menggunakan penelian kualitatif. Tujuan Sistem Informasi Kepegawaian yakni Efisiensi Pengelolaan Data. Mempercepat dan mempermudah pengelolaan data pegawai, Mengurangi risiko kesalahan dalam pencatatan dan pengolahan data. Meningkatkan transparansi dalam proses administrasi kepegawaian. Memungkinkan akses cepat dan mudah terhadap informasi kepegawaian dan Mengoptimalkan waktu dan sumber daya dalam pengelolaan kepegawaian. Implementasi sistem informasi kepegawaian di kantor desa dapat menghadapi berbagai permasalahan yakni kurangnya Infrastruktur Teknologi. Kantor desa mungkin tidak memiliki infrastruktur teknologi yang memadai, seperti komputer, jaringan internet, atau server yang diperlukan untuk menjalankan sistem informasi kepegawaian maka perlunya investasi dalam infrastruktur teknologi dasar dan pelatihan teknis bagi staf desa. Atas hal tersebut perlunya mengajukan dana bantuan dari pemerintah pusat, serta mencari solusi perangkat lunak open-source yang lebih ekonomis dan penyelenggarakan pelatihan dan workshop rutin untuk meningkatkan keterampilan teknologi informasi pegawai.
Mekanisme Aus dan Umur Pahat pada Pemesinan Micro Milling Paduan Ti-6Al-4V ELI saputra, endra; Putra, Christian Cahya
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 2 (2024): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i2.3276

Abstract

Material titanium merupakan logam yang sangat akrab dengan kehidupan manusia, banyak orang tahu bahwa titanium dapat digunakan dalam perhiasan, elekronik, alat kedokteran dan produk lainya yang membutuhkan kekuatan bahan [1]. Titanium memiliki sifat unggul diantaranya adalah kombinasi rasio antara kekuatan dan berat yang baik pada temperatur tinggi (strength-to-weight ratio) memiliki sifat tahan patah dan sifat tahan korosi pada suhu tinggi. Titanium juga dua kali lebih kuat dari alumunium tetapi bobotnya 60% lebih berat dari alumunium [2]. Akan tetapi, karakteristik titanium mudah bereaksi dengan material pahat potong sehingga cenderung membentuk build-up-edge dan melekat pada permukaan pahat potong. Konduktivitas termal paduan titaniun yang rendah akan meningkatkan suhu pada ujung pahat potong yang mengakibatkan kegagalan pahat secara cepat, penyerpihan pada bagian ujung pahat potong ini menghasilan kondisi permukaan bahan yang dimesin menjadi rusak, yang ditandai dengan permukaan yang kasar dan tidak seragam [3].  Sekarang micro milling kecepatan tinggi semakin populer karena mempunyai ketelitian dan permukaan akhir yang baik [9]. Penelitian ini menggunakan diameter pahat 2 mm, kecepatan spindel 15.000 rpm, gerak makan 0,005 dan kedalaman potong 100 μm dan menggunakan diameter pahat 1 mm, kecepatan spindel 15.000 rpm, gerak makan 0,005 dan kedalaman potong 100 μm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter pahat berpengaruh terhadap umur pakai pahat, dengan menggunakan parameter pemesinan yang sama, menggunakan pahat berdiameter 2 mm umur pakai pahat sampai 490,6 detik sedangkan pahat berdiamter 1 mm hanya 226,17 detik. Kemudian kerusakan pahat banyak terjadi pada tepi pahat atau yang sering disebut dengan aus tepi (flank wear), selama proses pemesinan mekanisme aus pahat yang terjadi antara lain abrasive dan adhesive.
Catering Digital Dalam Upaya Peningkatan UMKM Warung Wawa Kota Kisaran Dalimunthe, Ruri Ashari; Dahriansah, Dahriansah; Saputra, Endra; Kurniawan, Bagas; Novrijal, Aditya
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 7, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i4.3468

Abstract

The increase in prices of basic commodities has caused many business actors, especially MSMEs in the culinary sector, to decide to stop their businesses. The increase in the price of rice, the main staple in the culinary business, is one of the contributing factors. Several MSME entrepreneurs in the culinary sector have canceled plans to continue their business because of the high prices of basic commodities which are not commensurate with their income. Not to mention that the application of digital technology in marketing a business is very rarely implemented. Many MSME activists, especially in urban areas, have not implemented website or application technology to promote their businesses. So their business is less popular and does not rule out the possibility of a lack of buyers. Warung Wawa's culinary business is an MSME activist in the city, especially the culinary catering business, which has quite a lot of experience in running its business. Partner problems, including the lack of application and use of technology in running the business, are just one of the impacts of the lack of interest in the Wawa stall catering business. The methods applied include identifying problems with partners and then providing solutions in implementing the website. Next, hold outreach to partners in implementing the website and implementing the system that has been created. Next, evaluate the system. The aim of community service in applying information technology in creating a website will be to make it easier and provide detailed & real-time information, making it easier for Wawa stall partners to run a digital catering business.Keywords: website; UMKM; warung wawa Abstrak: Kenaikan harga bahan pokok telah menyebabkan banyak pelaku usaha terutama UMKM sektor kuliner memutuskan untuk menghentikan usaha mereka. Kenaikan harga beras bahan pokok utama dalam bisnis kuliner menjadi salah satu faktor penyebabnya. Beberapa pengusaha UMKM bidang kuliner membatalkan rencana untuk melanjutkan usaha mereka karena tingginya harga bahan pokok yang tidak sebanding dengan pendapatan mereka. Belum lagi penerapan teknologi digital dalam memasarkan sebuah usaha sangatlah jarang diterapkan. Banyak pegiat UMKM khususnya dikota kisaran belum menerapkan teknologi website ataupun aplikasi dalam mempromosikan usahanya. Sehingga usaha mereka kurang populer dan tak menutup kemungkinan sepi pembeli. Usaha kuliner warung wawa merupakan pegiat UMKM dikota kisaran khususnya usaha catering kuliner yang sudah cukup banyak merasakan pengalaman dalam menjalankan usahanya. Permasalahan mitra diantaranya kurangnya penerapan dan pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usahanya merupakan salah satu dampak sepinya peminat usaha catering warung wawa. Metode yang diterapkan diantaranya mengidentifikasi permasalahan pada mitra kemudian memberikan solusi dalam penerapan website. Selanjutnya mengadakan soialisasi terhadap mitra dalam penerapan website dan implementasi system yang telah dibuat. Selanjutnya evaluasi terhadap system. Tujuan dalam pengabdian kepada masyarakat dalam penerapan teknologi informasi dalam pembuatan website nantinya dapat mempermudah dan memberikan informasi secara detail dan realtime sehingga mempermudah mitra warung wawa dalam menjalankan usaha catering digital.Kata kunci: website; UMKM; warung wawa