Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

APPLICATION OF THE MAUT METHOD IN RECIPIENTS INDONESIA SMART PROGRAM (PIP) IN 014673 MEKAR SARI ELEMENTARY SCHOOL Sapriyanti, Sapriyanti; Risnawati, Risnawati; Saputra, Endra
JURTEKSI (jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol. 10 No. 4 (2024): September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v10i4.3465

Abstract

Abstract: Many children drop out or stop school due to economic constraints, especially personal costs such as not being able to buy school supplies, educational development donations and so on. Therefore, the government has a policy to help by issuing the Smart Indonesia Program (PIP) as a goal to help students' personal costs in pursuing education. As the smart Indonesia program progresses, many parents of students complain because the selection of students receiving PIP assistance is not on target and does not comply with the provisions. As with the data collection of students receiving the Smart Indonesia Program (PIP) assistance at State Elementary School 014673 Mekar Sari Village, it is also not optimal where the recording system is still inputted into Microsoft Excel. Therefore, a system is needed that is integrated with a calculation processing technique, namely a decision support system used at State Elementary School 015673 Mekar Sari Village to determine prospective recipients of the Smart Indonesia Program assistance who are truly worthy and appropriate. For this reason, this study uses the Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) method to find students who are eligible for PIP benefits in the determination process.Keywords: maut method; mekar sari elementary school; smart indonesia program.  Abstrak: Banyaknya anak yang putus atau berhenti sekolah dikarenakan kendala ekonomi terutama pada biaya pribadi seperti tidak mampu membeli perlengkapan sekolah, uang sumbangan pembinaan pendidikan dan lain sebagainya. Maka dari itu pemerintah memiliki kebijakan untuk membantu dengan mengeluarkan Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai tujuan untuk membantu biaya pribadi siswa dalam menempuh pendidikan. Seiring berjalannya program indonesia pintar banyak kalangan orang tua siswa mengeluh dikarenakan dalam pemilihan siswa penerima bantuan PIP tidak tepat sasaran dan tidak sesuai dengan ketentuan. Seperti halnya dengan pendataan siswa penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Dasar Negeri 014673 Desa Mekar Sari juga belum optimal dimana masih sistem pencatatan lalu di input ke Microsoft Excel. Maka dibutuhkan sebuah sistem yang sudah terintegrasi dengan sebuah teknik pengolahan perhitungan yaitu sistem pendukung keputusan yang digunakan pada Sekolah Dasar Negeri 015673 Desa Mekar Sari untuk penentuan calon penerima bantuan Program Indonesia Pintar yang benar layak dan pantas. Untuk itu penelitian ini menggunakan metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) untuk mencari siswa yang layak mendapat manfaat PIP dalam proses penentuannya.Kata kunci: metode maut; program indonesia pintar; sd negeri mekar sari.
Pengelolaan Keuangan Berdasarkan SAK UMKM Bagi Pelaku UMKM di Kabupaten Asahan Rohminatin, Rohminatin; Saputra, Endra; Putri, Pristiyanilicia
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 6 No. 3 (2023): Juli 2023
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v6i3.2481

Abstract

UMKM is a productive business owned by a person or business entity that meets the criteria as a micro business, small business and medium business.which is the basis for determining the type of business seen from the average business income in a year and based on the net worth of the business. In running a business, finance is the most important thing for entrepreneurs, but there are still many UMKM that do not understand business financial management. Lack of understanding in managing financial management results in problems of uncontrolled capital used and income generated. Often personal finances are mixed up with business finances, of course this will be fatal if the entrepreneur cannot know how much money has been spent and used and how much profit is actually obtained from these business activities. PkM activities are carried out using the Community Education Method, namely carrying out percentage activities on how to manage good financial management. From these activities Partners can understand how to manage business finances in accordance with financial accounting standards, especially SAK EMKM standards.Keywords: finance; management; umkmAbstrak:UMKM merupakan usaha produktif yang dimiliki seseorang atau badan usaha yang memenuhi kriteria sebagai usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah. Yang menjadi dasar penentuan jenis usaha dilihat dari rata-rata pendapatan usaha tersebut dalam setahun serta berdasarkan kekayaan bersih usaha tersebut. Dalam menjalankan usaha keuangan merupakan hal terpenting bagi pengusaha, namun masih banyak UMKM belum memahami pengelolaan keuangan usaha. Kurang fahamnya dalam pengelolaan manajemen keuangan mengakibatkan permasalahan tidak terkontrolnya modal yang digunakan serta pendapatan yang dihasilkan. Sering kali keuangan pribadi bercampurbaur dengan keuangan usaha, tentu hal ini akan menjadi fatal apabila pengusaha tidak dapat mengetahui berapabesar dana yang sudah dikeluarkan dan yang digunakan serta berapa besar sebenarnya keuntungan yang diperoleh dari  kegiatan usaha tersebut. Kegiatan PkM dilakukan dengan Metode Pendidikan Masyarakat yaitu melakukan kegiatan persentase  tentang bagaimana mengelola manajemen keuangan yang baik. Dari kegiatantersebut Mitra dapat memahami bagaiman mengelola keuangan usaha yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan terkhusus standar SAK EMKM (Standar Akuntasi Keuangan dan  Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah).Kata kunci: keuangan; pengelolan; umkm
Catering Digital Dalam Upaya Peningkatan UMKM Warung Wawa Kota Kisaran Dalimunthe, Ruri Ashari; Dahriansah, Dahriansah; Saputra, Endra; Kurniawan, Bagas; Novrijal, Aditya
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i4.3468

Abstract

The increase in prices of basic commodities has caused many business actors, especially MSMEs in the culinary sector, to decide to stop their businesses. The increase in the price of rice, the main staple in the culinary business, is one of the contributing factors. Several MSME entrepreneurs in the culinary sector have canceled plans to continue their business because of the high prices of basic commodities which are not commensurate with their income. Not to mention that the application of digital technology in marketing a business is very rarely implemented. Many MSME activists, especially in urban areas, have not implemented website or application technology to promote their businesses. So their business is less popular and does not rule out the possibility of a lack of buyers. Warung Wawa's culinary business is an MSME activist in the city, especially the culinary catering business, which has quite a lot of experience in running its business. Partner problems, including the lack of application and use of technology in running the business, are just one of the impacts of the lack of interest in the Wawa stall catering business. The methods applied include identifying problems with partners and then providing solutions in implementing the website. Next, hold outreach to partners in implementing the website and implementing the system that has been created. Next, evaluate the system. The aim of community service in applying information technology in creating a website will be to make it easier and provide detailed & real-time information, making it easier for Wawa stall partners to run a digital catering business.Keywords: website; UMKM; warung wawa Abstrak: Kenaikan harga bahan pokok telah menyebabkan banyak pelaku usaha terutama UMKM sektor kuliner memutuskan untuk menghentikan usaha mereka. Kenaikan harga beras bahan pokok utama dalam bisnis kuliner menjadi salah satu faktor penyebabnya. Beberapa pengusaha UMKM bidang kuliner membatalkan rencana untuk melanjutkan usaha mereka karena tingginya harga bahan pokok yang tidak sebanding dengan pendapatan mereka. Belum lagi penerapan teknologi digital dalam memasarkan sebuah usaha sangatlah jarang diterapkan. Banyak pegiat UMKM khususnya dikota kisaran belum menerapkan teknologi website ataupun aplikasi dalam mempromosikan usahanya. Sehingga usaha mereka kurang populer dan tak menutup kemungkinan sepi pembeli. Usaha kuliner warung wawa merupakan pegiat UMKM dikota kisaran khususnya usaha catering kuliner yang sudah cukup banyak merasakan pengalaman dalam menjalankan usahanya. Permasalahan mitra diantaranya kurangnya penerapan dan pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usahanya merupakan salah satu dampak sepinya peminat usaha catering warung wawa. Metode yang diterapkan diantaranya mengidentifikasi permasalahan pada mitra kemudian memberikan solusi dalam penerapan website. Selanjutnya mengadakan soialisasi terhadap mitra dalam penerapan website dan implementasi system yang telah dibuat. Selanjutnya evaluasi terhadap system. Tujuan dalam pengabdian kepada masyarakat dalam penerapan teknologi informasi dalam pembuatan website nantinya dapat mempermudah dan memberikan informasi secara detail dan realtime sehingga mempermudah mitra warung wawa dalam menjalankan usaha catering digital.Kata kunci: website; UMKM; warung wawa
PENERAPAN E-CRM DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PELANGGAN PADA RUMAH JAMUR SILAU LAUT Lestari, Mugi Kasih; Efendi, Bachtiar; Saputra, Endra
JUTSI: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Vol. 1 No. 1 (2021): February 2021
Publisher : LPPM STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jutsi.v1i1.1028

Abstract

Abstract:Silau LautMushroom House is a medium-sized enterprise located in the Silau Laut sub- district. Engaged in sales, Silau LautMushroom House provides fresh oyster mushrooms in various packaging sizes. So far, Silau LautMushroom House still uses a manual system in managing sales and purchasing data. Buyers still have trouble knowing the available mushroom stocks. Along with the times, Silau LautMushroom House wants its business to grow and be able to beat its competitors by using one of the customer-oriented business strategies or what is known as CRM (Customer Relationship Management) so that it can introduce Silau LautMushroom House to all people in the community to expand its reach. marketing with the aim of increasing sales and providing maximum service to customers. Keywords: CRM; Oyster Mushroom; Sublime Text 3; PHP and MySQL. Abstrak:Rumah Jamur Silau Laut merupakan sebuah usaha menengah yang terletak di kecamatan Silau Laut. Bergerak di bidang penjualan, Rumah Jamur Silau Laut menyediakan jamur tiram segar dalam berbagai ukuran kemasan. Selama ini Rumah Jamur Silau Laut masih menggunakan sistem manual dalam mengelola data penjualan dan data pembelian. Pembeli masih kesulitan mengetahui stok jamur yang tersedia. Seiring perkembangan zaman Rumah Jamur Silau Laut ingin bisnisnya berkembang dan dapat mengalahkan pesaing-pesaingnya dengan menggunakan salah satu strategi bisnis yang berorientasi pada pelanggan atau disebut dengan istilah CRM (Customer Relationship Management) sehingga dapat memperkenalkan Rumah Jamur Silau Laut kepada semua kalangan masyarakat untuk memperluas jangkauan pemasaran dengan tujuan dapat meningkatkan penjualan serta memberikan pelayanan kepada pelanggan secara maksimal. Kata kunci : CRM; Jamur Tiram; Sublime Text 3; PHP dan MySQL 
IMPLEMENTASI METODE MOORA UNTUK PEMILIHAN JENIS BIBIT IKAN GURAMI TERBAIK fadila, nurlailatul; Nurwati, Nurwati; Saputra, Endra
JUTSI: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Vol. 2 No. 3 (2022): OCTOBER 2022
Publisher : LPPM STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jutsi.v2i3.1902

Abstract

Abstract: When cultivating gouramy, it is important to choose a good and good type of gouramy seed, mistakes in choosing the type of seed can have an impact on unsatisfactory yields. Choosing the best type of gouramy seed is not only choosing, seeing and determining that it is the best type of gouramy seed, but it is also important for leaders to know what is the most effective way to get the best results in selecting the best type of gouramy fry. The problem in selecting the type of gouramy seed in Tambak Gule Jaya is due to limited knowledge in determining the criteria for selecting the best type of gouramy seed, so the results are still not optimal. So at the next stage in selecting the type of gourami seed in order to get the best results, one of the selections that can be used is the Decision Support System. SPK selection of the best gouramy breeds is done using the MOORA method to rank gouramy data alternatives. This study resulted in an SPK that can determine the best type of gouramy fish in Gule Jaya Tambak based on predetermined criteria, namely: price of fish seeds, length of harvest, fish weight, fish length, ease of feed, public interest. The system will search by the MOORA method, once obtained, the system will display the results of the decision on the best type of gouramy fish based on ranking, from 8 types of fish seeds. The gouramy that was chosen with the greatest value was Gouramy Soang.Keywords: Decision Support System; Tambak Gule Jaya; Types of Gourami Seedlings; MOORAAbstrak : Ketika melakukan budidaya ikan gurami maka memilih penting untuk memilih jenis bibit ikan gurami yang bagus dan baik, kesalahan dalam memilih jenis bibit bisa berdampak pada hasil panen yang kurang memuaskan. Memilih jenis bibit ikan gurami terbaik bukan hanya memilih, melihat serta menetapkan bahwa itu adalah jenis bibit ikan gurami terbaik, tetapi juga penting bagi pimpinan untuk mengetahui cara apa yang paling efektif untuk mendapatkan hasil terbaik dalam pemilihan jenis bibit ikan gurami terbaik. Permasalahan dalam pemilihan jenis bibit ikan gurami di Tambak Gule Jaya yaitu karena keterbatasan pengetahuan dalam menentukan kriteria pemilihan jenis bibit ikan gurami terbaik, sehingga hasilnya masih belum maksimal. Maka pada tahap selanjutnya dalam pemilihan jenis bibit ikan gurami agar mendapatkan hasil yang terbaik, salah satu dari seleksi pemilihan yang bisa digunakan adalah dengan Sistem Pendukung Keputusan. SPK pemilihan jenis bibit ikan gurami terbaik dilakukan dengan menggunakan metode MOORA. Penelitian ini menghasilkan sebuah SPK yang dapat menentukan jenis bibit ikan gurami yang terbaik pada Tambak Gule Jaya berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan yaitu: harga bibit ikan, lama masa panen, berat ikan, panjang ikan, kemudahan pakan, minat masyarakat. Sistem akan mencari dengan metode MOORA, setelah didapatkan, maka sistem akan menampilkan hasil keputusan jenis bibit ikan gurami terbaik berdasarkan ranking, dari 8 jenis bibit ikan gurami yang terpilih dengan nilai terbesar yaitu Gurami Soang.Kata Kunci: Sistem Pendukung Keputusan; Tambak Gule Jaya; Jenis Bibit Ikan Gurami; MOORA.
ANALISIS SPASIAL KEMISKINAN DENGAN K-MEANS DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI DESA PONDOK BUNGUR Nasution, Akmal; Siddik, Mohd.; Saputra, Endra
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4660

Abstract

Abstract: Poverty is a complex social problem and requires a more in-depth analytical approach. To determine the level of poverty in a community, variables such as education, employment, income, ownership, housing conditions, and access to clean water and electricity are needed. Pondok Bungur is a village in Asahan Regency consisting of 10 hamlets, the majority of whose residents have low incomes, do not own secondary necessities, use water other than from the Regional Water Company (PDAM), and have limited access to electricity. Due to the lack of a clear classification of welfare, social assistance is often not well-targeted. As a solution, data science techniques with the k-means algorithm are applied to classify the level of poverty in the village. This study aims to identify which hamlets have the highest, medium, and low levels of poverty while analyzing the spatial distribution of poverty in Pondok Bungur village by integrating the k-means method and a geographic information system. The targeted outputs of this study are publications in Sinta 3-accredited journals and ready-to-use systems/applications. The results of this study are expected to provide an overview of the spatial distribution of poverty and become a basis for decision-making for the local government. The Technology Readiness Level (TKT) of this research is at level 5, where the K-Means method has been tested on real-world datasets and can be applied to spatial analysis in a broader context. The developed geographic information system will be tested for its validity in visualizing poverty data to support data-driven policymaking. Keyword: Poverty; K-Means; GIS; Clustering; Spatial Analysis. Abstrak: Kemiskinan merupakan permasalahan sosial yang kompleks dan memerlukan pendekatan analitis yang lebih mendalam. Untuk menentukan tingkat kemiskinan dalam masyarakat, diperlukan variabel-variabel seperti pendidikan, pekerjaan, penghasilan, kepemilikan, kondisi tempat tinggal, serta akses terhadap air bersih dan listrik. Pondok bungur merupakan sebuah desa di Kabupaten Asahan yang terdiri dari 10 dusun, mayoritas penduduknya berpenghasilan rendah, tidak memiliki barang kebutuhan sekunder, menggunakan air yang bukan dari PDAM, dan memiliki akses listrik yang terbatas. Karena tidak adanya klasifikasi yang jelas mengenai kesejahteraan ini akibatnya bantuan sosial sering kali tidak tepat sasaran. Sebagai solusinya, teknik data science dengan algoritma k-means diterapkan untuk mengklasifikasikan tingkat kemiskinan di desa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dusun mana yang memiliki tingkat kemiskinan tertinggi, menengah, dan rendah sekaligus menganalisis distribusi spasial kemiskinan di desa pondok bungur ini dengan mengintegrasikan metode k-means dan sistem informasi geografis. Luaran yang ditargetkan dari penelitian ini berupa publikasi jurnal terakreditasi sinta 3 dan sistem/aplikasi yang siap pakai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran distribusi spasial kemiskinan dan menjadi dasar pengambilan keputusan bagi pemerintah daerah. Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) penelitian ini berada pada level 5, di mana metode K- Means telah diuji dengan dataset nyata dan dapat diterapkan untuk analisis spasial dalam lingkungan yang lebih luas. Sistem informasi geografis yang dikembangkan akan diuji validitasnya dalam memvisualisasikan data kemiskinan guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.  Kata kunci: Kemiskinan; K-Means; SIG; Clustering; Analisis Spasial.
Penataan Lahan Bekas Pembuangan Sampah Terbuka Menggunakan Alat Berat Untuk Lingkungan Permukiman Yang Lebih Sehat Dan Produktif Bagi Warga Masyarakat Di Lokasi PT Gula Putih Mataram, Kel. Mataram Udik Kec. Bandar Mataram Kab. Gunung Sugih - Lampung Tengah Indratmoko, Andreas Luki; Purnomo, Purnomo; Prabowo, Bagas; Pramono, Atik; Riansa, Yulius; Suraya, Suraya; Saputra, Endra; Mahyudi, Erik Tri
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.8287

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat di sekitar kawasan PT Gula Putih Mataram, Kelurahan Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Gunung Sugih, Lampung Tengah, adalah keberadaan lahan bekas pembuangan sampah terbuka yang menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan. Area tersebut memiliki sejumlah lubang bekas pembuangan dan praktik pembakaran sampah yang menyebabkan pencemaran udara, degradasi tanah, serta berpotensi menjadi sumber penyakit bagi warga sekitar. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya penataan dan rehabilitasi lahan secara terpadu agar dapat dimanfaatkan kembali secara produktif serta mendukung kualitas lingkungan permukiman yang lebih sehat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahap kedua ini bertujuan untuk menata dan merehabilitasi lahan bekas pembuangan sampah tersebut dengan memanfaatkan teknologi alat berat secara efektif dan efisien. Melalui pendekatan lintas disiplin, kegiatan ini melibatkan tiga program studi: (1) Pemeliharaan Alat Berat, yang bertanggung jawab atas operasional dan pemeliharaan unit alat berat selama proses pembersihan dan perataan lahan; (2) Teknologi Manufaktur, yang mendukung aspek teknis seperti desain tata letak lahan pasca-penataan serta modifikasi peralatan ringan; dan (3) Teknologi Rekayasa Mesin Pertanian, yang memberikan rekomendasi pemanfaatan lahan hasil reklamasi untuk kegiatan pertanian produktif atau penghijauan lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi tahapan observasi awal dan pemetaan kondisi eksisting, perencanaan teknis penataan lahan, pelaksanaan operasional alat berat untuk pembersihan dan pemadatan, serta pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pengelolaan pasca-rehabilitasi. Kegiatan ini menghasilkan perubahan signifikan berupa terbentuknya lahan yang bersih, aman, dan siap digunakan untuk fungsi produktif masyarakat. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini berhasil memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar PT Gula Putih Mataram, serta dapat menjadi model implementatif bagi wilayah lain yang memiliki permasalahan serupa dalam pengelolaan lahan eks-pembuangan sampah terbuka.