Claim Missing Document
Check
Articles

Simulasi Multimedia Interaktif: Meningkatkan Keterampilan CPR dan Efikasi Diri Mahasiswa Keperawatan Susila, I Made Dwie Pradnya; Laksmi, Ida Ayu Agung
Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 (2024): Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 Juli 2024
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v11i1.344

Abstract

Sejak adanya pandemic Covid-19, terjadi pergeseran paradigma dalam dunia pendidikan termasuk pendidikan keperawatan yang awalnya luring menjadi online ataupun blended learning yang memerlukan waktu panjang untuk beradaptasi. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam situasi blended learning adalah metode simulation multimedia interactive teaching. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari metode simulation multimedia interactive teaching pada pembelajaran CPR dengan melihat skill dan efikasi diri mahasiswa dalam melakukan high quality CPR. Penelitian ini dilaksanakan di STIKES Bina Usada Bali dengan melibatkan 70 orang mahasiswa semester VI. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan pendekatan Pre-post test without control group dengan membandingkan skill dan efikasi diri mahasiswa semester VI Keperawatan dalam memberikan high quality cardiopulmonary resuscitation (CPR) sebelum dan setelah mengikuti metode simulation multimedia interactive learning. Skill mahasiswa dievaluasi berdasarkan 3 indikator yang di rekomendasikan oleh AHA (2015) dan efikasi diri mahasiswa akan dinilai menggunakan kuisioner efikasi Basic Resuscitation Skills Self-Efficacy Scale (BRS-SES). Hasil uji T-Test Berpasangan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan nilai mean pada variabel skill CPR dan self efikasi sebelum dan setelah responden mengikuti metode simulation multimedia interactive learning dengan nilai p-value (0.001), p <  (0.05). Oleh karena itu, metode simulation multimedia interactive teaching menjadi pilihan yang dapat diaplikasikan pada pembelajaran mahasiswa keperawatan dalam situasi blended learning.   Since the Covid-19 pandemic, there has been a paradigm shift in the world of education, including nursing education from offline to online or blended learning which requires a long time to adapt. One of the learning methods that can be used in blended learning situations is the interactive multimedia teaching simulation method. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the interactive multimedia teaching simulation method in CPR learning by looking at students' skills and self-efficacy in performing high quality CPR. This research was conducted at STIKES Bina Usada Bali involving 70 semester VI students. This study used the pre-experimental method with the Pre-post test without control group approach by comparing the skills and self-efficacy of semester VI Nursing students in providing high quality cardiopulmonary resuscitation (CPR) before and after following the simulation multimedia interactive learning method. Student skills are evaluated based on the 3 indicators recommended by the AHA (2015) and student self-efficacy will be assessed using the Basic Resuscitation Skills Self-Efficacy Scale (BRS-SES) efficacy questionnaire. The results using Paired T-Test showed that the mean value of the variable CPR skill and self-efficacy increased before and after the respondents followed the interactive multimedia learning simulation method with a p-value (0.001), p < α (0.05). Therefore, the interactive multimedia teaching simulation method is an option that can be applied to nursing student learning in blended learning situations
PENGGUNAAN ALAT KESEHATAN BERMOTIF (STIKER) TERHADAP TINGKAT KOOPERATIF ANAK USIA PRASEKOLAH SELAMA ANAMNESIS DI IGD RSAD TK. II UDAYANA DENPASAR I Made Dwie Pradnya Susila
JURNAL MEDIKA USADA Vol 1 No 2 (2018): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v1i2.20

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Anamnesa merupakan salah satu proses pengkajian untuk mengetahui keluhan yang dialami oleh anak dengan melihat data subyektif dan obyektif dari pasien. Kebutuhan rasa nyaman diperlukan untuk membuat anak menjadi kooperatif selama prosedur anamnesa berlangsung. Tujuan dari penelitian ini mengetahui tingkat kooperatif anak selama proses anamnesa tanpa menggunakan alat kesehatan yang bermotif (stiker) dan menggunakan alat kesehatan yang bermotif (stiker) di IGD RSAD Tk. II Udayana Denpasar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan post test only non equivalent control group design. Sampel dari penelitian ini yaitu pasien yang berobat di Instalasi Gawat Darurat RS Tk. II Udayana Denpasar yang berjumlah 20 orang dimana 10 orang masuk dalam kelompok intervensi dan 10 orang masuk dalam kelompok kontrol yang ditentukan menggunakan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling. Hasil: Dari hasil penelitian penggunaan alat kesehatan bermotif (stiker) kepada anak usia pra sekolah yang sedang dilakukan anamnesa di IGD RSAD Tk. II Udayana Denpasar diperoleh data anak yang awalnya tidak kooperatif saat belum diberikan intervensi menjadi lebih kooperatif setelah diberikan intervensi penggunaan alat kesehatan bermotif. Sedangkan pada kelompok kontrol anak tetap tidak kooperatif. Simpulan: Anak yang awalnya tidak kooperatif saat belum diberikan intervensi menjadi lebih kooperatif setelah diberikan intervensi penggunaan alat kesehatan bermotif.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN BENCANA DENGAN KESIAPAN MANAJEMEN BENCANA PADA PERAWAT PSC 119 GIANYAR I Made Dwie Pradnya Susila
JURNAL MEDIKA USADA Vol 2 No 2 (2019): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v2i2.43

Abstract

ABSTRACT Nurses who work at the Public Safety Center (PSC) 119 need to have knowledge and disaster management readiness.. Knowledge is the main factor and is the key to preparedness. Preparedness is one part of the disaster management process and in the concept of disaster that is developing now, the importance of preparedness is one of the important elements of prevention activities that are pro-active in disaster risk reduction, prior to the occurrence of a disaster. The purpose of this study was to find out the relationship between the level of disaster knowledge and disaster management readiness nurses in Gianyar PSC 119. This study uses a correlation research design, with a total sample of 39 people. Sampling technique by non probability sampling, namely total sampling. The instrument for collecting data is using a knowledge questionnaire about disasters and disaster management readiness. Data were analyzed using the Spearman Rho test. The level of knowledge about disasters in nurses was mostly categorized as sufficient, namely as many as 20 respondents (51.3%). The readiness of disaster management in nurses was mostly categorized as moderate, namely as many as 20 respondents (51.3%). The results of the Spearman Rho test obtained a value of p = 0.001 and a value of r = 0.528, so it can be concluded that there was a relationship between the level of disaster knowledge and disaster management readiness nurses in Gianyar PSC 119, with a medium correlation strength. It is recommended to nurses to increase disaster management knowledge and readiness.
Hubungan Pengetahuan Perawatan Kaki Terhadap Perilaku Pencegahan Ulkus Diabetikum Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Adriani, Putu Meita Ari; Susila, I Made Dwie Pradnya; Darmawan, Anak Agung Kompiang Ngurah; Wardana, Gede Harsa
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 10 No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v10i2.3589

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme tubuh menahun yang dapat diderita seumur hidup dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya ulkus diabetikum. Perilaku pencegahan kondisi tersebut menjadi sangat penting agar komplikasi dapat dihindari. Tujuan penelitian ini adalah hubungan pengetahuan perawatan kaki terhadap perilaku pencegahan ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas II Denpasar Timur. Metode: penelitin ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 143 orang dengan sampel berjumlah 58 orang. Analisis bivariate dalam penelitian ini menggunakan Rank Spearman dengan tingfkat signifikansi sebesar 5% (α=0,05). Hasil: ada hubungan pengetahuan perawatan kaki terhadap perilaku pencegahan ulkus (p value 0,036 dan nilai koefisien korelasi 0,687). Diskusi: pengembangan upaya peningkatan kesejahteraan hidup pasien dengan diabetes mellitus khususnya dalam pencegahan ulkus diabetikum dan perawatan kaki diabetes dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan sebab pengetahuan merupakan dasar terbentuknya perilaku.
FAKTOR DETERMINAN KESIAPSIAGAAN PERAWAT GAWAT DARURAT DALAM MENGHADAPI PENYAKIT INFEKSI EMERGING Laksmi, Ida Ayu Agung; Udaksana, I Made Adi Wahyu; Susila, I Made Dwie Pradnya
jitek Vol 10 No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jitek.v10i2.1034

Abstract

Emerging infectious diseases are infectious diseases that appear and increase so rapidly that they can be said to be epidemics or non-natural disasters. As the front line, nurses are faced with uncertainties that increase the risk of exposure to disease, so preparedness is needed. This study aims to analyze the factors that affect the preparedness of emergency nurses in dealing with patients with emerging infectious diseases. This study is a correlational analytic study involving 109 emergency nurses in Bali. Data were collected through an online survey using a general questionnaire on demographic factors, a questionnaire on nurses' knowledge of EID, and a questionnaire on nurse preparedness in dealing with EID that had been tested for validity and reliability. The results of the bivariate analysis using the Spearman rank test showed that only the availability of personal protective equipment (p-value 0.007, p < α (0.05) and nurses' knowledge had a significant correlation with emergency nurse preparedness in dealing with patients with emerging infectious diseases (p-value 0.005, p < α (0.05). Therefore, it can be suggested to the hospital management in providing opportunities for emergency nurses to receive training related to emergencies in dealing with emerging infectious diseases and increase the assurance of the availability of adequate personal protective equipment (PPE).
Pengaruh Senam Wira Werdha Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia di Banjar Tanah Bang Ni Made Dwi Cahya Pramitha; I Made Dwie Pradnya Susila; Putu Adi Cahya Dewi; I Gusti Ngurah Kesuma Putra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Pernus Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Pernus
Publisher : STIKES Permata Nusantara Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seseorang yang mencapai usia 60 tahun keatas memiliki risiko mengalami berbagai penyakit degeneratif akibat dari penurunan kemampuan tubuh yang akhirnya mempengaruhi fungsi tubuh salah satunya yaitu hipertensi. Senam wira werdha merupakan suatu bentuk latihan fisik yang bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Senam Wira Werdha terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-eksperimental desain one grup pretest and posttest dengan jumlah sampel 25 responden menggunakan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan alat pemeriksaan tekanan darah OneMed Sphygmomanometer Aneroid 200 serta OneMed Stethoscope Deluxe. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata tekanan darah sistolik untuk hasil pretest adalah 151,80 mmHg dan posttest adalah 136,80 mmHg. Hasil statistik didapatkan nilai p 0,000 (p value < 0,05). Sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik untuk hasil pretest adalah 92,80 mmHg, dan posttest adalah 86,80 mmHg. Hasil statistik didapatkan nilai p 0,000 (p value < 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh senam wira werdha terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di banjar tanah bang. Dianjurkan bagi lansia menerapkan senam wira werdha secara rutin sebanyak 2 kali seminggu.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Melalui Penyuluh Peran Suami Sebagai Fasilitator Dalam Persiapan Proses Persalinan Sumawati, Ni Made Risna; Susila, I Made Dwie Pradnya
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.2662

Abstract

Pada tahun 1999 sampai tahun 2000 pemerintah Indonesia telah mencanangkan program  Suami  Siaga yang bertujuan untuk meningkatkan peran serta suami. Program lain yang telah dicanangkan Pemerintah Indonesia adalah “Making Pregnancy Safer” dimana diharapkan partisipasi, pengetahuan dan keterlibatan suami dapat meningkat selama proses persalinan (Depkes RI, 2012). Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi sehingga suami dapat memahami tentang pentingnya peran suami sebagai fasilitator. Pelaksanaan penyuluhan tentang upaya meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya peran suami sebagai fasilitator dalam persiapan proses persalinan dilaksanankan pada pada suami yang mengantarkan ibu melakukan pemeriksaan kehamilan di BPM Ni Ketut Nuriasih. Suami diberikan lembar pre test tentang peran pendampingan yang diperlukan untuk menemani istri bersalin, kemudian suami diberikan leaflet dan dijelaskan peran yang seharusnya dilakukan nanti saat menemani istri bersalin. Pada tahap akhir suami kembali diberikan lembar post tes untuk mengukur tingkat pemahamannya. Hasilnya seluruh suami yang diberikan penjelasan tentang peran sebagai fasilitator dalam menemani istri bersalin seluruhnya mengerti, dibuktikan dengan adanya peningkatan pemahaman dari hasil pre test dan post test. Saran Bagi klinik klinik yang menangani persalinan sebaiknya dalam pemberian KIE persiapan persalinan suami juga diikut sertakan sehingga ibu dan suami semakin siap menghadapi proses persalinan.Keywords: Fasilitator; Penyuluhan; Peran Suami; PersalinanKnowledge Efforts Through Release About The Importance Of Husband Role As A Facilitator In Preparing The Labor ProcessAbstractSince 1999 to 2000 the Indonesian government had launched the Husband Alert program which aimed to increase the participation of husbands. Another program that has been launched by the Government of Indonesia is the "Making Pregnancy Safer" where it is expected that the participation, knowledge and involvement of the husband can increase during the birth process (MOH RI, 2012). But until now there are still many husbands who do not understand their role well. So it is necessary to make efforts to increase knowledge through counseling about the importance of the husband's role as a facilitator in the preparation of the labor process. Counseling about the importance of the husband's role as a facilitator in the preparation of the birth process is done by the lecture method using leaflet props. Evaluation was carried out before and after the provision of counseling material (pre and post test). Counseling was carried out for 15 days from 1 to 15 June 2018 to 28 husbands who took mothers to carry out ANC examinations. The results of the post-test showed 78.6% experienced an increase in knowledge about the importance of the husband's role as a facilitator while the other 21.4% did not experience an increase in knowledge about the importance of the husband's role as a facilitator. Increased knowledge about the importance of the husband's role as a facilitator in the preparation of the birth process is influenced by several factors. One of them is the age factor and level of education. Recommendations for clinics that handle childbirth, it should always be included in the provision of counseling preparation for childbirth by explaining the role that must be done so that mothers and husbands are more ready to face the labor process.Keywords: Counseling; Childbirth; Facilitator; Role of Husband.
Upaya Peningkatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Mengubah Pola Pikir Siswa Terhadap Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Susila, I Made Dwie Pradnya
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.2735

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat merupakan suatu kegiatan yang bertujuan membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Kegiatan ini dilakukan dengan cara menyebarkan informasi, menanamkan keyakinan kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak sadar, tahu, dan mengerti akan isu-isu masalah kesehatan dan kenakalan remaja yang terjadi disekitar lingkungannya, tetapi juga mau dan bisa menerapkan informasi-informasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari agar dapat menunjang peningkatan derajat kesehatannya. Pelaksanaan Penyuluhan tentang upaya peningkatan pertolongan pertama pada kecelakaan dan mengubah pola pikir siswa terhadap pertolongan pertama pada kecelakaan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kediri. Siswa dan siswi diberikan pre test tentang pertolongan pertama, kemudian siswa diberikan leaflet dan dijelaskan hal-hal yang harus dilakukan saat hendak memberikan pertolongan pertama. Pada tahap akhir siswa dan siswi diberikan lembar post test untuk mengukur tingkat pemahamannya. Hasilnya seluruh siswa dan siswi yang diberikan penjelasan tentang upaya peningkatan pertolongan pertama pada kecelakaan dan mengubah pola pikir siswa terhadap pertolongan pertama pada kecelakaan mengerti, dibuktikan dengan adanya peningkatan pemahaman dari hasil pre test dan post test. Saran bagi semua orang agar dapat melaksanakan dan meningkatkan upaya pertolongan pertama pada kecelakaan.Keywords : penyuluhan; pertolongan pertama; kecelakaan Efforts To Increase The First Aid In Accidents and Change Students Thoughts To The First Aid In AccidentAbstractCommunity service is an activity that aims to help certain communities in some activities without expecting any kind of reward. This activity is carried out by disseminating information, instilling confidence in the community so that people are not aware, know, and understand the issues of health problems and juvenile delinquency that occur around their environment, but also want and can apply these information in daily life in order to be able to support the improvement of their health status. Implementation of Counseling on efforts to increase first aid in accidents and change the mindset of students towards first aid in accidents carried out in Kediri 1 Public High School. Students and students are given a pre test about first aid, then students are given leaflets and explained things to do when giving first aid. In the final stage students and students are given a post test sheet to measure the level of understanding. The result was that all students and students were given an explanation of efforts to increase first aid in accidents and change the mindset of students towards first aid in an accident to understand, as evidenced by an increase in understanding of the results of the pre test and post test. Suggestions for everyone to be able to implement and improve first aid efforts in accidents.Keywords: extension, first aid, accidents
First Aid And Basic Life Support Training Camp Sebagai Upaya Pemberdayaan Remaja Dalam Penanganan Kasus Kegawatdaruratan Susila, I Made Dwie Pradnya; Laksmi, Ida Ayu Agung; Udaksana, I Made Adi Wahyu
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/7pb96535

Abstract

First Aid And Basic Life Support Training Camp adalah program pelatihan pertolongan pertama dan bantuan hidup dasar pada remaja desa dengan konsep yang berbeda, yaitu terdapat aktivitas camping. Remaja berpartisipasi dalam sesi pelatihan melalui kegiatan rekreasi dan santai yang lebih menarik sehingga materi lebih mudah dimengerti. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat mendukung remaja untuk menjadi first aider sekaligus kader melalui pelatihan pertolongan pertama sehingga dapat berperan sebagai agen perubahan khususnya dalam proses persiapan menjadi desa siaga bencana di lingkungannya. Metode pelatihan ini dilaksanakan dengan konsep perkemahan (camping) yang didalamnya terdapat kegaitan memberikan pelatihan first aid dan basic life support. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari, 25 April sampai dengan 26 April 2025 yang diikuti oleh 30 orang remaja di Desa candikuning. Hasil pelatihan memperlihatkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang first aid dan basic life support. Hasil pengukuran sebelum edukasi menunjukkan bahwa pengetahuan peserta tentang P3K memiliki nilai rata-rata sebesar 67,33, sementara pemahaman tentang bantuan hidup dasar sebesar 64,00. Hasil akhir nilai rerata pengetahuan P3K meningkat menjadi 86,83, dan pengetahuan tentang bantuan hidup dasar menjadi 87,17. Di sisi keterampilan, pembidaian memperoleh nilai rerata 85,17, dan keterampilan CPR mencapai 84,40.
Pengaruh pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara melalui media video terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil triwulan III di wilayah kerja UPTD Puskesmas Mengwi II. Wirasih, Ni Wayan; Widiastini, Luh Putu; Adhiestiani, Ni Made Egar; Susila, I Made Dwie Pradnya
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v4i1.578

Abstract

Latar Belakang: Perawatan payudara pada masa kehamilan sangat penting pada proses pemberian ASI. Peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara menggunakan media video. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara. Metode: Metode yang digunakan pre eksperimental dengan rancangan One group Pra test-posttest Design. Sampel ibu hamil trimester III sebanyak 60 sampel dan teknik sampel purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian pengetahuan sebelum perlakuan rata-rata 1,38, setelah perlakuan rata-rata 2,90, sikap sebelum perlakuan rata-rata 142, setelah perlakuan rata-rata 2,77. Hasil uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan Z hitung menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara Kesimpulan: Disimpulkan pendidikan kesehatan melalui media vidio berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap. Disarankan kepada puskesmas agar memasukan program pendidikan kesehatan secara rutin dan terjadwal pada ibu hamil pada saat ini khususnya perawatan payudara