Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

The Relationship Between Self-Regulated Learning on Learning Motivation and e-Learning Activities in Virtual Learning at SMAN 9 Tasikmalaya City Azhari, Septian Cahya; Darmawan, Darwis; Fadjarajani, Siti
Indonesian Journal Education Vol. 1 No. 1 (2022): Indonesian Journal Education (IJE)
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.302 KB) | DOI: 10.56495/ije.v1i1.199

Abstract

Virtual learning during the COVID-19 pandemic requires an investigation into the psychological development of students. This study aims to determine the relationship between self-regulated learning on student learning activities using e-learning. This research was conducted in May 2022 on class XI students at SMAN 9 Kota Tasikmalaya by taking a sample of 100 students to fill out a questionnaire. Structural equation modeling partial least square (SEM-PLS) was used to analyze the data in the study. The results showed that the value of the path coefficient of all variables was 0.000 so that there was a significant relationship between self-regulated learning (SLR), learning motivation and e-learning student activity. So to get optimal results during virtual learning, the formation of student SLR is one thing that needs to be focused.
Refleksi Konsep Multikulturalisme dan Pemikiran Postmodernisme Dalam Pendidikan: Studi komprehensif dalam dimensi Civic Culture Randy, Randy Fadilah Gustaman; Fadjarajani, Siti
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6635

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara pendidikan multikultural, postmodernisme, dan Civic Culture sebagai fondasi teoretis dalam konteks pendidikan modern. Pendidikan multikultural menekankan penghormatan terhadap keragaman budaya, sementara postmodernisme menghadirkan kritik terhadap narasi besar yang mendominasi pemikiran modern. Civic Culture dipahami sebagai budaya sosial yang mendukung interaksi harmonis antarindividu dan kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, mencakup analisis berbagai literatur akademik untuk memahami konsep-konsep ini secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multikulturalisme dan postmodernisme saling melengkapi dalam menciptakan paradigma inklusif di dunia pendidikan. Postmodernisme menekankan pluralitas dan dekonstruksi perspektif tunggal, sedangkan pendidikan multikultural menawarkan pendekatan untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal ke dalam kurikulum. Sinergi kedua konsep ini menghasilkan peluang bagi pembangunan masyarakat inklusif yang menghargai keberagaman tanpa kehilangan identitas kolektif. Implementasi dalam Civic Culture mencakup pendidikan untuk toleransi, transformasi narasi publik, dan inklusivitas dalam pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kebijakan pendidikan berbasis nilai nilai pluralisme dan demokrasi
ANALISIS POTENSI PARIWISATA DI KABUPATEN CIANJUR Indrianeu, Tineu; fadjarajani, siti; Singkawijaya, Elgar Balasa
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 19 No 1 (2021): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v19n1.p73-90

Abstract

Potensi wisata merupakan segala hal dan kejadian yang diatur dan disediakan sehingga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata baik berupa suasana, kejadian, benda, maupun jasa. Potensi wisata juga dapat berupa sumberdaya alam yang beraneka ragam dari aspek fisik dan hayati, serta kekayaan budaya manusia yang dapat dikembangakan untuk pariwisata. Wilayah Kabupaten Cianjur memiliki potensi Sumber Daya Alam yang melimpah namun kondisi tersebut mengalami permasalahan yang dibatasi oleh kerentanan dan kelabilan tanah sehingga untuk pengelolaan dibutuhkan strategi yang tepat. Diantara ketiga 32 wilayah yang terdapat di Kabupaten Cianjur, wilayah utara berkembang dengan cepat dan letaknya sangat strategis. Dengan hal demikian penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana potensi pariwisata di Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis SWOT. Dari hasil penelitian dihasilkan bahwa obyek wisata di Kabupaten Cianjur adalah layak dan potensial untuk dikembangkan, Kajian ini juga telah melakukan perumusan skala prioritas obyek wisata yang paling potensial untuk dikembangkan yang berdasarkan atas hasil analisis keuangan/investasi yang meliputi nilai Net Present Value (NPV), nilai Internal Rate Of Return (IRR) dan Payback Period (PP).
Identification of Potential Tourist Attractions in Puspamukti Tourism Village, Cigalontang District, Tasikmalaya Regency Mardatillah, Mohamad; Fadjarajani, Siti; Darmawan, Cahya
WINDRADI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): July - December
Publisher : P3M FIA UNKRIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61332/windradi.v2i2.221

Abstract

Natural resources in rural areas of Tasikmalaya Regency have very good potential. Tourism potential in Tasikmalaya Regency is very abundant and needs to be developed. Identification of potential tourist attractions needs to be done for the development of tourist attractions. Tourism villages are one solution to add or develop every potential owned by a village. Tourist attractions are part of the objects or activities offered by a tourist village to attract tourists. Therefore, it is necessary to identify the potential attractions in the Puspamukti tourist village in order to provide additional information for readers. This research method uses a qualitative method with field observation and interview data collection techniques. From the results of this study, there are eight potential tourist attractions in the Puspamukti tourist village. The potential tourist attractions are cirimbing, mentari sakti, guess manis, angleng darma, penyerangabbta kasongket, coffee processing, black sticky rice agrotourism center point, and pine forest camping ground. The purpose of this study is to identify the potential tourist attractions in the Puspaukti Tourist Village so that it can provide information and also increase the promotion of the Puspaukti Tourist Village.
Model Pendidikan Karakter Qur’ani untuk Pencegahan Perundungan Anak di Sekolah/Pesantren Yusuf, Hasan; Fadjarajani, Siti; Mulya, Gumilar; Marwan, Iis
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2084

Abstract

Perundungan (bullying) masih menjadi persoalan serius dalam lingkungan sekolah dan pesantren, berdampak pada psikologis, sosial, dan perkembangan karakter peserta didik. Studi ini bertujuan merumuskan model pendidikan karakter Qur’ani yang berfungsi sebagai strategi preventif terhadap perundungan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-situs pada dua institusi pendidikan: sekolah berbasis Islam dan pesantren salaf/modern. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani seperti rahmah (kasih sayang), ’adl (keadilan), ukhuwwah (persaudaraan), hilm (kesantunan), dan amanah menjadi fondasi utama dalam pembentukan perilaku peserta didik. Model yang dihasilkan terdiri dari empat komponen: (1) internalisasi nilai Qur’ani melalui pembelajaran dan keteladanan, (2) penguatan budaya sekolah/pesantren, (3) mekanisme intervensi preventif dan kuratif berbasis Qur’ani, dan (4) kolaborasi guru–ustadz–orang tua. Temuan menunjukkan bahwa penerapan model ini mampu mengurangi kecenderungan perilaku perundungan serta membangun ekosistem pendidikan yang lebih harmonis.
Peran Geografi Pembangunan dalam Pengembangan Ekonomi di Kota Tasikmalaya Laeliyah, Sari Muna; Fadjarajani, Siti; Darmawan, Cahya
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.2.23440

Abstract

Pembangunan ekonomi perkotaan merupakan proses multidimensional yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mencakup pemerataan kesejahteraan, pengurangan ketimpangan spasial, serta keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks tersebut, Geografi Pembangunan (Development Geography) menawarkan kerangka analisis yang menempatkan ruang sebagai faktor aktif dalam proses pembangunan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Geografi Pembangunan dalam pengembangan ekonomi Kota Tasikmalaya dengan menekankan analisis distribusi spasial aktivitas ekonomi, peran infrastruktur, serta implikasi kebijakan pembangunan berbasis wilayah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta dokumen resmi pemerintah yang relevan dengan pembangunan ekonomi perkotaan dan tata ruang wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Kota Tasikmalaya terkonsentrasi pada pusat kota dan koridor transportasi utama, sementara wilayah pinggiran masih didominasi oleh UMKM rumah tangga dengan keterbatasan akses infrastruktur. Infrastruktur fisik dan digital berperan sebagai spatial enabler yang mendorong mobilitas ekonomi, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing UMKM. Namun, konsentrasi pembangunan yang tidak merata berpotensi memperlebar ketimpangan spasial apabila tidak diimbangi dengan kebijakan berbasis wilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Geografi Pembangunan penting dalam merumuskan strategi pengembangan ekonomi Kota Tasikmalaya yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui penguatan konektivitas, pengembangan kluster ekonomi lokal, serta integrasi kebijakan ekonomi dan penataan ruang.
Implementasi Kebijakan Pesantren Ramah Anak dalam Menanggulangi Bullying dan Kekerasan di Pesantren Aminah, An An; Fadjarajani, Siti; Mulya, Gumilar; Marwan, Iis
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2021

Abstract

The Child-Friendly Pesantren (Pesantren Ramah Anak/PRA) policy is a strategic initiative developed as an urgent response to the need for ensuring the protection and optimizing the potential of all students (santri) within Islamic boarding schools. This policy is particularly crucial given the inherent risks present in pesantren environments, which often involve a high incidence of violence, psychological pressure, and the absence of standardized child protection mechanisms. This study aims to comprehensively analyze the implementation of the PRA policy in modern pesantren settings, specifically focusing on internal regulations, caregiving models, learning approaches, and child protection management. The research employed a qualitative methodology using a case study design, conducted in two modern pesantren institutions that have actively embraced and implemented the PRA policy. The findings reveal that the policy’s implementation is actualized through three primary mechanisms: strengthening institutional collaboration, enhancing the capacity and competency of caregivers (musyrif), and improving the physical environment of the pesantren. However, the study also identified several significant operational challenges, including inconsistent supervision mechanisms, a deeply entrenched culture of seniority, and limited competencies among dormitory mentors (musyrif). Overall, this research underscores the imperative need to reinforce integrated and standardized Standard Operating Procedures (SOPs) for child protection. These SOPs must be aligned with the regulations set forth by both the Ministry of Religious Affairs (Kemenag) and the Ministry of Women’s Empowerment and Child Protection (KemenPPPA) to ensure the policy's effectiveness. Keywords: child-friendly pesantren, boarding school system, child protection, modern
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Silih Asih dalam Pembelajaran Etnopedagogik Guna Membentuk Karakter Berdaya Budaya Mulyani, Roslia Ayu Dewi; Fadjarajani, Siti; Mulya, Gumilar; Marwan, Iis
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2139

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan degradasi nilai dan erosi identitas budaya pada peserta didik akibat dominasi pembelajaran kognitif dan arus globalisasi, sehingga mendesak perumusan strategi pendidikan karakter yang otentik dan berakar pada kearifan lokal. Penelitian ini berfokus pada internalisasi nilai kearifan lokal Sunda, yaitu Silih Asih (kasih sayang dan kepedulian sosial), melalui kerangka Etnopedagogik. Tujuan utama penelitian adalah menggali interpretasi guru mengenai Silih Asih dan menganalisis proses internalisasi nilai tersebut pada peserta didik hingga mencapai karakter berdaya budaya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi di SMP Negeri 2 Bojonggambir. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menginterpretasikan Silih Asih sebagai konstruk pedagogis multi-dimensi (kognitif, afektif, dan konatif) yang diintegrasikan melalui strategi etnopedagogik triadik: kontekstualisasi materi, kolaborasi berbasis interdependensi, dan refleksi nilai eksplisit. Proses internalisasi pada peserta didik terjadi melalui tiga tahapan transformasi Pengenalan, Adopsi Situasional, dan Pewujudan Terdorong Diri yang dimediasi oleh dua faktor kunci: Validasi Sosial dan Afirmasi Kultural. Secara teoretis, temuan ini menyarankan bahwa formulasi pendidikan karakter harus bergerak dari transmisi nilai normatif menuju transformasi nilai sosiokultural melalui pengalaman praktis dan refleksi mendalam, mengisi kekosongan literatur metodologis kualitatif dalam Etnopedagogik.
Strategi Manajemen Pembelajaran Bahasa Inggris dalam Mendorong Literasi Berbahasa Nurhayati, Eti; Fadjarajani, Siti; Mulya, Gumilar; Marwan, Iis
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2164

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi manajemen pembelajaran Bahasa Inggris yang diterapkan di SMP Negeri 2 Sodonghilir dalam upaya komprehensif untuk meningkatkan literasi berbahasa siswa. Latar belakang masalah penelitian ini adalah rendahnya tingkat literasi nasional yang terkonfirmasi oleh data PISA, serta implementasi program bahasa asing di sekolah yang seringkali belum maksimal, meskipun penting untuk meningkatkan mutu dan keunggulan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sodonghilir. Data dikumpulkan melalui tiga teknik utama: wawancara mendalam dengan guru dan siswa; observasi langsung terhadap kegiatan belajar mengajar dan sarana prasarana; serta studi dokumentasi. Proses penelitian dilakukan melalui tahapan orientasi, eksplorasi, dan verifikasi data menggunakan triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran Bahasa Inggris telah berjalan sesuai prinsip yang berlaku, meliputi empat aspek intrakurikuler: perencanaan kolaboratif, pengorganisasian, pelaksanaan yang diperkaya kurikulum, dan evaluasi berkala. Meskipun menghadapi tantangan seperti ketidakmerataan kompetensi awal dan hambatan psikologis siswa, sekolah menerapkan solusi berupa forum kolaboratif guru dwi-mingguan, dan penguatan melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti lomba pidato dan bercerita. Manajemen yang terstruktur ini secara nyata berupaya mengatasi kesenjangan literasi dan meningkatkan kompetensi berbahasa siswa secara menyeluruh.
Peranan Geografi dalam Identifikasi Potensi Sumber Daya dan Pusat Pertumbuhan Lokal di Tasikmalaya Putri, Mila Aulia; Zahra, Ardiyanti; Azka, Raisa Aulia; Fadjarajani, Siti; Darmawan, Cahya
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 7, No 2 (2025): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v7i2.11211

Abstract

Pengembangan wilayah Tasikmalaya menghadapi tantangan berupa pemanfaatan potensi lokal yang belum optimal, keterbatasan infrastruktur, dan perencanaan tata ruang yang kurang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran geografi dalam mengidentifikasi potensi sumber daya serta menentukan pusat pertumbuhan lokal melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah teori pusat pertumbuhan, teori tempat sentral, teori basis ekonomi, serta berbagai penelitian mengenai potensi geografis, sosial ekonomi, dan infrastruktur wilayah Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tasikmalaya memiliki potensi fisik berupa air terjun, danau, pesisir, dan kondisi agroklimat, serta potensi sosial ekonomi yang mencakup industri kreatif, usaha masyarakat, perikanan, dan komoditas perkebunan. Temuan lain memperlihatkan bahwa penentuan pusat pertumbuhan dipengaruhi oleh konektivitas, ketersediaan fasilitas, kapasitas sumber daya manusia, serta kebijakan spasial yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Kajian ini menghasilkan model konseptual pertumbuhan lokal yang memadukan potensi wilayah, aktor pembangunan, dan arah kebijakan sebagai dasar perencanaan strategis. Kesimpulannya, pendekatan geografis berperan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang terarah, adaptif, dan berbasis potensi lokal guna memperkuat pusat pertumbuhan di Tasikmalaya.