Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

BUDIDAYA SORGUM BERBASIS IRIGASI TETES SEBAGAI SOLUSI PERTANIAN LAHAN KERING DI DESA BORIKAMASE, KABUPATEN MAROS BARU Amaliah, Nur Reski; Muchsin, Achmad Zaqi Zulfiqri; Asa’Diyah, Nurfalah; Suciadi, Catherine Benita Putri; Kappa, Hosea F.; Haris, Fachrezi; Thoriq, Muh.; Burhanuddin, Achmad; Putri, Syawalia; Rifal, Rifal; Poetry, Shabila Nuramaliah; Mirizza, Lizza; Salsabila, Rezky; Ali, Ashila Nur Afianti; Mario, M. Bayu
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i1.47496

Abstract

Sebagian besar masyarakat di Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, berada pada usia produktif dan menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Namun, curah hujan rata-rata tahunan yang hanya sekitar 412,03 mm menyebabkan keterbatasan air serta rendahnya produktivitas lahan kering. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pelaksana Program Penguatan Kapasitas Ormawa (PPK Ormawa) oleh Kelompok Mahasiswa Penalaran Ilmiah Universitas Hasanuddin (KM Pilar Unhas) melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan budidaya sorgum berbasis irigasi tetes sebagai solusi inovatif dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air dan ketahanan pangan lokal. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pemerintah desa dan mitra terkait, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi, penyampaian materi teori, hingga praktik lapangan yang melibatkan petani, karang taruna, dan anggota sanggar tani. Peserta diberikan pelatihan mulai dari persiapan lahan, penanaman sorgum, pemasangan instalasi irigasi tetes, pengaturan debit air, hingga monitoring pertumbuhan tanaman. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta terhadap teknologi hemat air, dengan nilai pre-test berkisar antara 0–84 (rerata 39,3) dan post-test meningkat menjadi 57–100 (rerata 77,5) (t = 5,09; P < 0,05). Selain dampak teknis, kegiatan ini memperkuat aspek sosial melalui pembentukan Sanggar Tani Borikamase, yang mendorong regenerasi petani muda dan kolaborasi masyarakat desa. Dengan demikian, program pengabdian masyarakat yang telah diinisiasi tidak hanya memberikan solusi adaptif terhadap keterbatasan sumber daya air, tetapi juga mendukung diversifikasi pertanian dan pembangunan sistem pertanian berkelanjutan di Desa Borikamase.    Kata kunci: Sorgum, irigasi tetes, lahan kering, pemberdayaan masyarakat, Desa Borikamase. ABSTRACT The majority of the population in Borikamase Village, Maros Baru District, Maros Regency, is of productive age and relies on the agricultural sector as their primary source of livelihood. However, the average annual rainfall of only around 412.03 mm causes water shortages and low productivity of dry land. To address these challenges, the Program Penguatan Kapasitas Ormawa (PPK Ormawa) by Kelompok Mahasiswa Penalaran Ilmiah Universitas Hasanuddin (KM Pilar Unhas) implemented a community service program in the form of training on drip irrigation-based sorghum cultivation as an innovative solution to improve water use efficiency and local food security. The activity began with coordination with the village government and relevant partners, This was followed by socialization, presentation of theoretical material, and field practice involving farmers, youth organizations, and members of farmer groups. Participants were given training ranging from land preparation, sorghum planting, installation of drip irrigation systems, water flow regulation, to crop growth monitoring. The evaluation was conducted through pre-tests, post-tests, and field practice observations, which showed a significant increase in participants' knowledge and skills in understanding modern water-saving technology-based cultivation techniques. In addition to the technical impact, this activity also strengthened social aspects, especially through the involvement of village youth in the Borikamase Farmers Group, which encouraged the regeneration of young farmers and fostered enthusiasm. Thus, the community service program that has been initiated not only provides adaptive solutions to the limitations of water resources but also supports agricultural diversification and the development of a sustainable farming system in Borikamase Village. Keywords: Sorghum, drip irrigation, dry land, community empowerment, Borikamase Village
Strategi dan Jaringan Pemasaran Perikanan Darat di Pangkajene dan Kepulauan Rifal, Rifal
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14062

Abstract

Hasil perikanan darat terus mengalami peningkatan setiap tahun di Kabupaten Pangkep dan Kepulauan. Akan tetapi, berdasarkan data BPS, daerah ini merupakan satu satu daerah termiskin di Sulawesi Selatan. Untuk itu penelitian ini membahas mengenai permasalahan tentang strategi dan pemasaran perikanan darat. Pembahasan menyisir persoalan strategi pemasaran, jaringan pemasaran, dan pencatatan dalam aksara lontara yang masih dipertahankan sampai sekarang. Metode yang digunakan adalah sejarah. Dengan melacak berbagai sumber, baik lisan, tertulis. Hal yang pertama dilakukan dengan mengumpulkan sumber (heuristik) dengan melakukan wawancara mendalam kepada para petambak, pengusaha, dan menyalur usaha perikanan. Lalu dilakukan kritik, interpretasi, lalu dituliskan dalam bentuk historiografi. Hasil temuan menujukkan, wilayah pemasaran ikan bandeng tidak hanya bersifat subsisten dan semisubsiten, tetapi telah bersifat komersial. Wilayah pemasarannya hampir semua wilayah di Sulawesi Selatan, bahkan telah dipasarkan di Kendari dan Gorontalo. Pemasaran yang bersifat komersial tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai lokal yang masih dipertahankan sampai sekarang, seperti kejujuran, kaderisasi kultural yang mengakar dan penguasaan terhadap pemasaran.
Mmanakkodaié Lopi: Jiwa Kepemimpinan orang Bugis dalam Hukum Amanna Gappa Rifal, Rifal
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19393

Abstract

Penelitian ini membahas konstruksi kepemimpinan tradisional masyarakat Bugis melalui kajian terhadap Hukum Amanna Gappa, sebuah naskah hukum adat maritim yang memuat prinsip-prinsip etika pelayaran dan perdagangan. Fokus kajian ini adalah figur juragan sebagai pemimpin dalam pelayaran, yang tidak hanya berperan sebagai pengendali kapal atau kepala perdagangan, tetapi juga sebagai sosok yang memikul tanggung jawab moral, sosial, dan spiritual terhadap awak kapal. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, penelitian ini menelusuri nilai-nilai kepemimpinan seperti kejujuran, kebijaksanaan, ketegasan, dan solidaritas yang melekat pada sosok juragan dalam budaya maritim Bugis. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam tradisi pelayaran Bugis tidak hanya berorientasi pada fungsi ekonomi, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai budaya dan etika komunitas. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan dalam studi kepemimpinan tradisional dan sistem hukum adat di Nusantara.
Saling-Silang Ekonomi dan Lingkungan: Usaha Perikanan Darat di Pangkajene dan Kepulauan, 1980-2000 Rifal, Rifal
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 8 No 3 (2024): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL & BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v8i3.199

Abstract

Artikel ini membahas hubungan saling silang ekonomi dan lingkungan dalam usaha perikanan darat di Pangkajene dan Kepulauan, 1980-2000. Sektor perikanan darat juga memiliki dampak sosial yang besar. Selain sebagai sumber pendapatan, sektor ini menjadi sarana pemberdayaan bagi kelompok-kelompok marjinal, termasuk wanita dan masyarakat miskin. Di beberapa wilayah, peran wanita dalam proses pengolahan hasil perikanan turut meningkatkan kesejahteraan. Penting untuk fokus pada pengembangan infrastruktur yang mendukung distribusi hasil perikanan serta meningkatkan kapasitas pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, agar sektor ini dapat berkembang secara optimal di Pangkajene dan Kepulauan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen sejarah untuk memahami hubungan antara ekonomi dan lingkungan dalam usaha perikanan darat di Pangkep. Melakukan wawancara dengan nelayan, pemangku kepentingan industri perikanan, pemerintah daerah, dan ahli lingkungan. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebagian besar di wilayah penelitian lebih banyak memilih dalam usaha perikanan darat karena memiliki progres kesejahteraan yang cukup menjanjikan.
PENGUATAN PENDIDIKAN BAHARI BERBASIS KEAGAMAAN MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN MARITIM BAGI SISWA DI SD 82 PATTENE KABUPATEN MAROS Rifal, Rifal; Nurfaathirany Heri, Ririn; Hardiyanti Arhas, Sitti; Salwia, Salwia; Rijal, Muh
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4881

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan bahari berbasis keagamaan melalui pelatihan keterampilan maritim bagi siswa SD 82 Pattene, Kabupaten Maros. Maros memiliki potensi maritim yang besar, namun belum diimbangi dengan pendidikan yang memadai untuk menanamkan kesadaran bahari sejak dini. Selain itu, integrasi nilai-nilai keagamaan dalam konteks kemaritiman menjadi penting untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia sekaligus mencintai potensi lokal. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) sosialisasi konsep pendidikan bahari berbasis agama melalui ceramah interaktif dan diskusi; (2) pelatihan keterampilan maritim dasar seperti navigasi sederhana, keselamatan di laut, dan pengenalan ekosistem pesisir. Kegiatan melibatkan 50 siswa kelas VI-V. Selain itu, siswa mampu menciptakan produk kerajinan dari bahan laut sebagai wujud kreativitas dan kepedulian lingkungan. Program ini juga mendorong sinergi antara sekolah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan kurikulum berbasis kearifan lokal. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terwujudnya generasi muda yang kompeten di bidang maritim, berkarakter religius, dan siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan wilayah pesisir. Melalui pendekatan holistik ini, pendidikan bahari tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga media penguatan identitas budaya dan spiritual masyarakat Maros.