Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Menggambar Doodle Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Silvia Novi Yanti; Farida Mayar
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.2018

Abstract

Doodle adalah gambar sederhana yang dapat memiliki makna representasi konkret atau yang terdiri dari garis acak dan abstrak, dalam hal ini biasanya disebut "coretan". Teknik Menggambar Doodle dilakukan dengan tujuan untuk mengasah kemampuan seni anak sehingga mampu meransang perkembangan dan kreativitas anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini dapat dilihat dari kemampuan menggambar anak, selain itu juga terlihat dari semangat, minat, dan anak idik dalam melakukan kegiatan menggambar. Kreativitas anak juga terlihat dari adanya ide-ide baru dalam menggambar yang di lakukan anak. Sehingga dapat dikatakan bahwa menggambar doodle dapat meningkatkan kreatifitas kemampuan menggambar anak. 
Meningkatkan Pemahaman Pentingnya Makan Makanan Bergizi Seimbang melalui Kegiatan Makan Bersama di RA Al-Qur’an Kecamatan Benteng Yanti, Silvia Novi; Fitri, Fitri; Putri, Vebionita Megi; Maswar, Rezi; Haramain, Genta; Yulianti, Rika Sri
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1734

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendorong anak-anak di RA Al Qur'an Kecamatan Benteng untuk menerapkan pola hidup sehat dengan memberi mereka sarapan yang sehat. Makanan yang seimbang sangat penting karena usia dini adalah periode penting dalam perkembangan fisik dan kognitif anak. Program ini berfokus pada sarapan bergizi yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Studi kasus ini dilakukan di RA Al Qur'an Kecamatan Benteng dengan metode kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan murid tentang pentingnya makan makanan bergizi seimbang melalui kegiatan makan bersama. Sebelum merencanakan acara makan bersama, guru memberi tahu orang tua tentang kegiatan parenting, kemudian membagikan informasi lebih lanjut melalui pesan WhatsApp. Selanjutnya, mereka menginstruksikan orang tua untuk memberi anaknya makanan yang sehat dan seimbang. Guru memantau bekal anak sebelum acara, menayakan bekal apa yang mereka bawa, dan menjelaskan manfaat dan kandungan dari makanan yang mereka bawa. Guru juga memberikan penghargaan kepada anak-anak atas makanan yang mereka bawa. Tanya orang tua tentang kesulitan dan keuntungan makan bersama dengan menu makanan yang sehat. Pada anak usia 5 hingga 6 tahun dikategorikan berkembang sangat baik, kesadaran akan pentingnya makan makanan bergizi seimbang dapat ditingkatkan dengan menilai pencapaian tujuan, mengembangkan strategi baru, dan menyimpulkan kegiatan makan bersama. Adapun hasil observasi terhadap pengenalan gizi seimbang pada akhir siklus / pertemuan ke-3 adalah sebagai berikut. Dari data ditas dapat diketahui pengenalan gizi seimbang pada akhir siklus / pertemuan ke-3 adalah sebagai berikut. 1) Anak membawa dan menghabiskan makanan yang dibawanya sebagai bekal (lauk, sayur dan buah) yang dikategorikan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 10 orang atau sebesar 83,3% dari 12 anak . 2) Anak menyebutkan jenis-jenis makanan bergizi yang dikategorikan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 10 anak atau sebesar 83,3% dari 12 orang. 3) Anak menyebutkan manfaat makanan seperti lauk, sayur dan buah bagi kesehatan tubuh yang dikategorikan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 11 anak atau sebesar 91,6% dari 12 anak.
Pengembangan Video Model Pembelajaran Sentra Muatan Lokal Anak Usia Dini Berbasis Budaya Alam Minangkabau Purnamasari, Yulia; Yanti, Silvia Novi; Oktavi, Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video model pembelajaran sentra anak usia dini yang dapat digunakan sebagai panduan pembelajaran sentra muatan lokal berbasis budaya alam Minangkabau. Berdasarkan observasi yang dilakukan, masih sedikit Kelompok Bermain yang menggunakan model pembelajaran sentra muatan lokal berbasis budaya alam Minangkabau di Kelompok Bermain Kota Padang Panjang. Model pembelajaran Sentra muatan lokal yang berbasis ragam budaya alam Minangkabau dirancang untuk mendukung perkembangan anak sesuai dengan minat dan karakteristik anak. Dalam penelitian pengembangan ini menghasilkan suatu produk berupa video sebagai bahan ajar atau panduan untuk merancang bahan ajar. Hasil penelitian yang dilakukan dari persepsi secara keselurahan, yang terdiri dari Guru di Kelompok Bermain memperoleh hasil dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian pengembangan menghasilkan suatu produk berupa video sebagai bahan ajar guru maupun mahasiswa, agar kedepannya dapat membuat model video pembelajaran sentra muatan lokal anak usia dini berbasis budaya alam Minangkabau kreatif dan inovatif.
PROBLEMATIKA PENGIMPLEMENTASIAN KURIKULUM MERDEKA PADA LEMBAGA TAMAN KANAK-KANAK (TK) DI KECAMATAN RAO Fitri, Fitri; Marini, Tria; Yanti, Silvia Novi; Yuli, Cantika Rahma
Jurnal Buah Hati Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Early Childhood Education, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v12i1.3103

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di TK Kecamatan Rao masih belum maksimal, salah satunya terlihat pada proses pembelajaran dimana banyak guru TK masih mengalami kesulitan dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek. Kurikulum yang dirancang untuk memberikan kebebasan dan fleksibilitas dalam pembelajaran ini menghadapi berbagai masalah dalam penerapannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis lebih dalam mengenai problematika yang dihadapi oleh pendidik dan lembaga pendidikan TK di Kecamatan Rao dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, melalui wawancara dengan 13 guru perwakilan setiap TK di Kecamatan Rao selama satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika yang terjadi dalam penerapan kurikulum Merdeka ini adalah kurangnya pelatihan bagi pendidik, ketidaksiapan dalam penyediaan sarana-prasarana, serta faktor konteks lokal yang mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan kultural yang sangat beragam. Berdasarkan problematika yang ada diperlukan Langkah-langkah strategi yang tepat dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah dan Masyarakat, agar kurikulum ini dapat diterapkan secara efektif dan sesuai dengan kondisi local setempat.AbstractThe implementation of the Independent Curriculum in Rao District Kindergartens is still not optimal, one of which is seen in the learning process where many kindergarten teachers still have difficulty in implementing project-based learning. The curriculum designed to provide freedom and flexibility in learning faces various problems in its implementation. This study was conducted to identify and analyze in more depth the problems faced by kindergarten educators and educational institutions in Rao District in implementing the Independent Curriculum. This study uses a qualitative approach, through interviews with 13 representative teachers from each kindergarten in Rao District for one month. The results of the study indicate that the problems that occur in the implementation of the Independent Curriculum are the lack of training for educators, unpreparedness in providing facilities and infrastructure, and local context factors that include very diverse social, economic, and cultural conditions. Based on the existing problems, appropriate strategic steps are needed by involving various parties, including the government, schools and the community, so that this curriculum can be implemented effectively and in accordance with local conditions.
Pengembangan Video Model Pembelajaran Sentra Muatan Lokal Anak Usia Dini Berbasis Budaya Alam Minangkabau Purnamasari, Yulia; Yanti, Silvia Novi; Oktavia, Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video model pembelajaran sentra anak usia dini yang dapat digunakan sebagai panduan pembelajaran sentra muatan lokal berbasis budaya alam Minangkabau. Berdasarkan observasi yang dilakukan, masih sedikit Kelompok Bermain yang menggunakan model pembelajaran sentra muatan lokal berbasis budaya alam Minangkabau di Kelompok Bermain Kota Padang Panjang. Model pembelajaran Sentra muatan lokal yang berbasis ragam budaya alam Minangkabau dirancang untuk mendukung perkembangan anak sesuai dengan minat dan karakteristik anak. Dalam penelitian pengembangan ini menghasilkan suatu produk berupa video sebagai bahan ajar atau panduan untuk merancang bahan ajar. Hasil penelitian yang dilakukan dari persepsi secara keselurahan, yang terdiri dari Guru di Kelompok Bermain memperoleh hasil dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian pengembangan menghasilkan suatu produk berupa video sebagai bahan ajar guru maupun mahasiswa, agar kedepannya dapat membuat model video pembelajaran sentra muatan lokal anak usia dini berbasis budaya alam Minangkabau kreatif dan inovatif.
Literasi Multimodal pada Keterampilan Menyimak dan Berbicara Anak Usia Dini Citra Dewi, Ayu; Fitri, Fitri; Novi Yanti, Silvia; De Vega, Asla; Laini, Alif; Maulida, Rahma
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1301

Abstract

Di era digital, anak usia dini mengalami kesulitan menyimak dan berbicara, ditandai ketidakmampuan memahami perintah, kurangnya fokus, keterbatasan kosakata, dan kesulitan mengekspresikan diri. Literasi multimodal mengintegrasikan stimulus visual, auditori, dan kinestetik melalui bercerita interaktif, role play, gerak-lagu, dan video. Penelitian ini bertujuan untuk Mengkaji dan menganalisis efektivitas literasi multimodal dalam meningkatkan keterampilan menyimak dan berbicara untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak usia dini secara holistik.  Penelitian ini mengkaji efektivitas literasi multimodal menggunakan metode Action Research Kemmis dan Mc Taggart dengan dua siklus (perencanaan, tindakan, observasi, refleksi) bertema kebersihan diri. Dari 11 anak usia 4-5 tahun di RA Rahmah El Yunusiyyah, 90,9% mencapai perkembangan sangat baik dalam menyimak dan memahami cerita, sementara minimal 72,7% berkembang sesuai harapan dalam keterampilan berbahasa lainnya. Literasi multimodal terbukti efektif mengoptimalkan perkembangan bahasa anak usia dini secara holistik. Penerapan literasi multimodal melalui media audio storytelling merupakan strategi yang efektif untuk mengembangkan keterampilan bahasa anak usia dini. Implementasi pendekatan ini, dengan memperhatikan rekomendasi yang diberikan, berpotensi memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan bahasa pada jenjang PAUD.
Efektifitas Kompetensi Keterampilan Dasar Mengajar Guru Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di MAN 1 Pasaman Yanti, Herina; Novi Yanti, Silvia; Azima, Fauzan
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i3.1601

Abstract

One of the key factors determining students’ learning success lies in the teacher’s proficiency in delivering the subject matter. Therefore, teachers must possess strong competence in basic teaching skills so that learning objectives can be effectively achieved. This study aims to analyze the effect of teachers' basic teaching competencies on students' learning outcomes. A quantitative correlational method was used, with data collected from 40 respondents out of a total population of 260 using a questionnaire on two examined variables. The respondents were selected through a simple random sampling technique from a senior high school. The data were analyzed using correlation analysis techniques. The statistical results show a strong relationship between teachers’ basic teaching competencies and students’ learning outcomes in Islamic Religious Education classes. This finding underscores the importance for teachers to continually improve their teaching skills, as it significantly impacts students’ academic achievement. The practical implication of this study highlights the need for ongoing teacher training programs to enhance basic instructional skills within adaptive and student-centered learning environments.ABSTRAKSalah satu aspek yang menentukan keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi kemahiran guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Oleh karena itu, guru mesti memiliki kemahiran yang tinggi terkait keterampilan dasar mengajar, sehingga hasil pembelajaran dapat dicapai dengan baik sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana efek kompetensi keterampilan dasar mengajar guru terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis korelasional. Sumber data diambil dari empat puluh orang responden dari total dua ratus enam puluh populasi dengan menggunakan kuesioner terhadap dua variabel yang diteliti. Seluruh responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari sebuah sekolah menengah atas. Data dianalisis dengan teknik analisis korelasi. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kompetensi keterampilan dasar mengajar guru terhadap hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Hasil ini perlu menjadi perhatian khusus bagi seluruh guru untuk selalu meningkatkan kompetensinya, karena terbukti berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Implikasi praktis dari temuan ini menunjukkan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru guna memperkuat keterampilan dasar mengajar dalam konteks pembelajaran yang adaptif dan berpusat pada peserta didik.
Meningkatkan Pemahaman Pentingnya Makan Makanan Bergizi Seimbang melalui Kegiatan Makan Bersama di RA Al-Qur’an Kecamatan Benteng Yanti, Silvia Novi; Fitri, Fitri; Putri, Vebionita Megi; Maswar, Rezi; Haramain, Genta; Yulianti, Rika Sri
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1734

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendorong anak-anak di RA Al Qur'an Kecamatan Benteng untuk menerapkan pola hidup sehat dengan memberi mereka sarapan yang sehat. Makanan yang seimbang sangat penting karena usia dini adalah periode penting dalam perkembangan fisik dan kognitif anak. Program ini berfokus pada sarapan bergizi yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Studi kasus ini dilakukan di RA Al Qur'an Kecamatan Benteng dengan metode kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan murid tentang pentingnya makan makanan bergizi seimbang melalui kegiatan makan bersama. Sebelum merencanakan acara makan bersama, guru memberi tahu orang tua tentang kegiatan parenting, kemudian membagikan informasi lebih lanjut melalui pesan WhatsApp. Selanjutnya, mereka menginstruksikan orang tua untuk memberi anaknya makanan yang sehat dan seimbang. Guru memantau bekal anak sebelum acara, menayakan bekal apa yang mereka bawa, dan menjelaskan manfaat dan kandungan dari makanan yang mereka bawa. Guru juga memberikan penghargaan kepada anak-anak atas makanan yang mereka bawa. Tanya orang tua tentang kesulitan dan keuntungan makan bersama dengan menu makanan yang sehat. Pada anak usia 5 hingga 6 tahun dikategorikan berkembang sangat baik, kesadaran akan pentingnya makan makanan bergizi seimbang dapat ditingkatkan dengan menilai pencapaian tujuan, mengembangkan strategi baru, dan menyimpulkan kegiatan makan bersama. Adapun hasil observasi terhadap pengenalan gizi seimbang pada akhir siklus / pertemuan ke-3 adalah sebagai berikut. Dari data ditas dapat diketahui pengenalan gizi seimbang pada akhir siklus / pertemuan ke-3 adalah sebagai berikut. 1) Anak membawa dan menghabiskan makanan yang dibawanya sebagai bekal (lauk, sayur dan buah) yang dikategorikan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 10 orang atau sebesar 83,3% dari 12 anak . 2) Anak menyebutkan jenis-jenis makanan bergizi yang dikategorikan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 10 anak atau sebesar 83,3% dari 12 orang. 3) Anak menyebutkan manfaat makanan seperti lauk, sayur dan buah bagi kesehatan tubuh yang dikategorikan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 11 anak atau sebesar 91,6% dari 12 anak.
Tingkat Emosional Ibu pada Masa Prenatal Mempengaruhi Perkembangan Bayi Pascanatal Pentiernitasari, Eka; Lina, Lina; Novi Yanti, Silvia
ALAYYA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025): (September 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/alayya.v5i2.1144

Abstract

Seorang ibu yang menjalani masa prenatal merupakan masa yang sangat penting yang perlu diperhatikan dikarenakan pada masa ini perkembangan janin berkembang secara menyeluruh dari semua aspek. Tidak hanya kebutuhan nutrisi yang perlu dijaga akan tetapi aspek psikologis ibu hamil juga perlu diperhatikan. Secara psikologis, aspek ini salah satunya berkaitan dengan emosional yang mana meliputi perasaan sedih, senang, cemas, takut dan lain sebagainya. Begitu pun pada penelitian ini yang memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui bagaimana tingkat emosional seorang ibu hamil dalam memberikan pengaruh pada perkembangan bayi pada masa pascanatal. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi perasaan sedih atau cemas pada ibu hamil maka akan berdampak juga pada aspek emosional yang dialami pada janin yang ada dalam kandungan hingga bayi dilahirkan.
Stimulasi Neuroedukasi Spesifik-Bakat untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an pada Siswa TPQ di Kecamatan Lubuk Sikaping Sri Yulianti, Rika; Novi Yanti, Silvia; Purnama Sari, Yulia; Mulya Tama, Aditya; Fauziah, Adilla
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v6i2.16526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan stimulasi neuroedukasi spesifik-bakat dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kecamatan Lubuk Sikaping. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis fenomenologis, berfokus pada TPQ di Jorong Sungai Pandahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab lemahnya kemampuan membaca Al-Qur’an adalah rendahnya keterlibatan edukatif orang tua akibat tekanan ekonomi, distraksi digital, serta metode pengajaran tradisional yang tidak sesuai dengan keunikan neurologis siswa. Penerapan model Neuroeducation-Based Tahfizh Learning Model (MP-TBN) yang mencakup stimulasi kognitif, emosional, sensorik, dan spiritual terbukti signifikan meningkatkan kelancaran membaca, penguasaan tajwid, konsistensi murojaah, dan kedalaman spiritual siswa, dengan nilai N-gain mencapai 0,71. Disimpulkan bahwa stimulasi neuroedukasi spesifik-bakat merupakan solusi transformatif yang memadukan sains otak dan nilai-nilai Al-Qur’an, namun keberlanjutannya memerlukan dukungan kebijakan daerah, pelatihan guru, dan peran aktif orang tua.