Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

MUTASI GEN TMPRSS 6 TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA PETANI PADI YANG TERPAPAR PESTISIDA DI DESA TANGGONDIPO KECAMATAN UEPAI KABUPATEN KONAWE Titi Purnama; Tasman; Trisnawati
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.7.1.8

Abstract

Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara menggambarkan prevalensi anemia sebesar 67,3%, antara lain disebabkan oleh asupan gizi yang masih rendah. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 8 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan pengukuran kadar hemoglobin dengan jumlah sampel 7 responden. Pada penelitian ini sampel yang digunakan terdiri dari darah EDTA untuk mengukur kadar hemoglobin dan serum petani padi untuk mendeteksi mutasi gen TMPRSS 6. Hasil penelitian mutasi gen TMPRSS 6 pada petani yang memiliki kadar hemoglobin rendah di Puskesmas Uepai adalah genotipe CC (0%). Genotipe CT (57%) terdapat pada sampel 1, 2, 3 dan 7 ditandai dengan munculnya pita berukuran 331 bp, 225 bp dan 151 bp. Genotipe TT (42.85%) terdapat pada sampel 4, 5 dan 6 yang ditandai dengan muncul pita berukuran 331 dan 151 bp. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semua petani padi yang memiliki kadar hemoglobin rendah membawa alel T yang merupakan faktor resiko terjadinya anemia. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan sekuensing DNA untuk mengetahui jenis mutasi DNA gen TMPRSS 6 yang terjadi.
ANALISIS BILIRUBIN DAN PROTEIN PADA URINE PENDERITA TB PARU PASCA PENGOBATAN 6 BULAN DI PUSKESMAS POASIA Sugireng; Ria Ningsih; Tasman
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 7 No. 2 (2023): JURNALMEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.7.2.5

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan TB, yang dinamakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) harus dikonsumsi selama 6-8 bulan. Akan tetapi, OAT memiliki efek samping terutama menggangu fungsi hati dan ginjal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui analisis bilirubin dan protein pada urine penderita TB paru pasca pengobatan 6 bulan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif untuk melihat bilirubin dan protein pada urine penderita TB paru pasca pengobatan 6 bulan. Populasi sampel pada penelitian ini yaitu penderita TB paru pasca pengobatan 6 bulan sebanyak 20 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus Slovin sehingga di peroleh 16 sampel. Metode yang digunakan dalam pemeriksaan bilirubin dan protein pada urine yaitu menggunakan strip carik celup. Hasil penelitian dari 16 sampel yaitu pada pemeriksaan Bilirubin Urine di dapatkan sampel normal 12 (75%) dan sampel positif 4 (25%). Pada pemeriksan Protein Urine di dapatkan sampel normal 11 (68,75%), sampel trace 3 (18,75) dan sampel positif 2 (12,50%). Penyebab terjadinya kenaikan Bilirubin Urine yaitu karena penderita mengkonsumsi OAT secara terus menerus tanpa disertai dengan pola hidup sehat. Dan penyebab terjadinya kenaikan Protein Urine disebabkan oleh lamanya pengobatan, yang mana salah satu efek samping dari terapi OAT yaitu rifampisin dan streptomisin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemeriksaan urine pada penderita TB paru pasca 6 bulan didapatkan Bilirubin urine didapatkah hasil normal 12 (75%) dan positif 4 (25%). Dan pada pemeriksaan protein urine didapatkan hasil normal 11 (68,75%), trace 3 (18,75%) dan positif 2 (12,50%). Adapun saran kepada peneliti selanjutnya adalah dapat melakukan pemeriksaan bilirubin dan protein pada urine penderita TB paru pengobatan 1 bulan dan 2 bulan (pengobatan fase awal).
KARATERISTIK INTERLEUKIN 17 ( IL - 17 ) PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 YANG MENGALAMI ULKUS DIABETIK MENGGUNAKAN METODE SODIUM DODECYL SULPHATE POLY ACRYLAMIDE GEL ELEKTROFORESIS (SDS-PAGE) DI RSUD KOTA KENDARI Satriani Syarif; Anisa Ramadan; Tasman
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 7 No. 2 (2023): JURNALMEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.7.2.16

Abstract

Diabetes Melitus adalah salah satu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin. Komplikasi kronis dari diabetes mellitus salah satunya adalah ulkus diabetik. Ulkus ini berupa luka di kulit kaki yang disertai kerusakan atau kematian jaringan. Diabetes mellitus seringkali dikaitkan dengan keadaan proinflamasi pada saat terjadi ulkus. Interleukin-17 merupakan jenis sitokin yang memiliki peran pada saat terjadi proinflamasi. Dengan memahami hubungan antara Interleukin-17 dan ulkus diabetik, penelitian ini dapat menghasilkan solusi medis yang lebih tepat sasaran untuk pasien di RSUD Kota Kendari dengan meningkatkan kualitas perawatan dan pengembangan terapi yang lebih efektif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karateristik jenis protein Interleukin-17 pada penderita diabetes mellitus tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif untuk melihat ada tidaknya jenis protein interleukin-17 yang terdapat pada plasma pasien penderita diabetes mellitus tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik menggunakan metode Sodium Dodecyl Sulphate Poly Acrylamide Gel Elektroforesis (SDS-PAGE). Populasi pada penelitian ini yaitu 9 responden. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus slovin sehingga diperoleh 7 sampel. Hasil penelitian dari 8 sampel yaitu 7 sampel protein dari penderita diabetes mellitus tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik dan 1 sampel adalah kontrol yaitu penderita diabetes mellitus tipe 2 tanpa mengalami komplikasi ulkus diabetik menunjukkan bahwa sebanyak 7 sampel protein yang berhasil diidentifikasi dari pasien diabetes mellitus tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik adalah IL-17F dengan berat molekul sekitar 44 kDa sedangkan protein-protein IL-17 yang lain tidak muncul. IL-17F pada penderita DM yang mengalami ulkus diabetik menandakan adanya peningkatan keparahan peradangan pada luka. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa yang berhasil diidentifikasi protein interleukin-17 pada pasien diabetes mellitus tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik adalah interleukin-17F dengan berat molekul 44 kDa. Adapun saran kepada peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian mengidentifikasi jenis protein sitokin pada pasien diabetes mellitus tipe 2 menggunakan metode yang sama tetapi dengan kompikasi yang berbeda.
PEMANFAATAN BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) SEBAGAI PEWARNA ALTERNATIF PENGGANTI EOSIN 2 % DAN LUGOL 2 % PADA PEMERIKSAAN TELUR CACING SOIL TRASMITTED HELMINTH Syawal Abdurrahman; tasman; Ulis Safitri
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 4 No. I (2020): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.08.01.7

Abstract

Eosin 2 % merupakan salah satu reagen yang bersifat asam dan berwarna merah jingga yang berfungsi mewarnai latar belakang dari telur cacing menjadi berwarna merah agar telur cacing dapat terlihat dengan jelas. Lugol 2 % juga merupakan salah satu reagen yang berfungsi mewarnai latar belakang dari telur cacing menjadi bening serta kekuningan pada telur cacingnya sehingga dapat dengan jelas dibedakan dengan kotoran disekitarnya. Namun eosin dan lugol ini memiliki sifat toksik terhadap lingkungan karena sulit terurai, oleh karena itu diperlukan bahan alternatif yang memiliki kandungan antosianin salah satunya yaitu bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) dapat digunakan sebagai pewarna alternatif pengganti eosin 2 % dan lugol 2 % pada pemeriksaan telur cacing Soil Transmitted Helminth. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratorium yaitu pengamatan dengan melihat kekontrasan, penyerapan warna, dan kejelasan bagian telur cacing di mikroskop dengan variasi konsentrasi ekstrak bunga kembang sepatu 1 %, 2 %, dan 3 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) konsentrasi 3 % memberikan kualitas pewarnaan yang mendekati kualitas pewarnaan eosin (kontrol). Sedangkan konsentrasi 1 % memberikan kualitas pewarnaan yang mendekati kualitas pewarnaan lugol (kontrol). Hal ini terlihat bahwa lapangan pandang kontras, telur cacing menyerap warna dan bagian telur terlihat jelas. Hal ini menjadikan ekstrak bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) dapat digunakan sebagai pewarna alternatif pengganti eosin dan lugol dalam pemeriksaan telur cacing.
PEMANFAATAN BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) SEBAGAI PEWARNA ALTERNATIF PENGGANTI EOSIN 2 % DAN LUGOL 2 % PADA PEMERIKSAAN TELUR CACING SOIL TRASMITTED HELMINTH Syawal Abdurrahman; Tasman; Ulis Safitri
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 8 No. 1 (2024): JURNALMEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.08.01.07..

Abstract

Eosin 2 % merupakan salah satu reagen yang bersifat asam dan berwarna merah jingga yang berfungsi mewarnai latar belakang dari telur cacing menjadi berwarna merah agar telur cacing dapat terlihat dengan jelas. Lugol 2 % juga merupakan salah satu reagen yang berfungsi mewarnai latar belakang dari telur cacing menjadi bening serta kekuningan pada telur cacingnya sehingga dapat dengan jelas dibedakan dengan kotoran disekitarnya. Namun eosin dan lugol ini memiliki sifat toksik terhadap lingkungan karena sulit terurai, oleh karena itu diperlukan bahan alternatif yang memiliki kandungan antosianin salah satunya yaitu bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) dapat digunakan sebagai pewarna alternatif pengganti eosin 2 % dan lugol 2 % pada pemeriksaan telur cacing Soil Transmitted Helminth. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratorium yaitu pengamatan dengan melihat kekontrasan, penyerapan warna, dan kejelasan bagian telur cacing di mikroskop dengan variasi konsentrasi ekstrak bunga kembang sepatu 1 %, 2 %, dan 3 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) konsentrasi 3 % memberikan kualitas pewarnaan yang mendekati kualitas pewarnaan eosin (kontrol). Sedangkan konsentrasi 1 % memberikan kualitas pewarnaan yang mendekati kualitas pewarnaan lugol (kontrol). Hal ini terlihat bahwa lapangan pandang kontras, telur cacing menyerap warna dan bagian telur terlihat jelas. Hal ini menjadikan ekstrak bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) dapat digunakan sebagai pewarna alternatif pengganti eosin dan lugol dalam pemeriksaan telur cacing.
The Effect of Religious Instrumental Music Therapy on Anxiety in Breast Cancer Patients Ramadhana Fahira, Chyntia; Bahar, Idrawati; Tasman
Journal of Applied Holistic Nursing Science Vol. 1 No. 3 (2025): June 2025
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jahns.v1i3.198

Abstract

Background: Anxiety is a vague and uneasy feeling caused by discomfort or fear accompanied by a response. Anxiety in breast cancer patients is a psychological disorder due to facing uncertainty, worries about the effects of cancer treatment, and fear of disease progression which may lead to death. This study aimed to determine the effect of instrumental music therapy on anxiety levels in breast cancer (ca mamae) patients undergoing chemotherapy at Dr. M. Djamil Hospital, Padang Methods: This research used a pre-experimental design with a one-group pre-test post-test design. Anxiety levels were measured using the HARS questionnaire. Samples were selected using a purposive sampling technique, and data were analyzed using the T-test. Results: The results showed that the average anxiety score before the intervention was 26.79, and after the intervention, it was 19.07. There was a significant difference in anxiety scores before and after the intervention with a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of the intervention. Conclusion: In conclusion, instrumental music therapy had an effect on reducing anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy. It is recommended that nurses in chemotherapy wards consider instrumental music therapy as a non-pharmacological intervention to help reduce anxiety levels in patients undergoing chemotherapy
Meningkatkan Kesediaan Merawat Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) Pada Perawat Puskesmas Dengan Menggunakan Metode A Brief Intervention: Improving the Willingness to Care for People with HIV/AIDS (PLWHA) Among Health Center Nurses Using the Brief Intervention Method Ari Athiutama; Arina Widya Murni; Tasman
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 16 No. 2 (2020): NJK Volume 16, Number 2
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v16i2.146

Abstract

HIV/AIDS is a problem for health workers, especially nurses, which results in negative things such as the stigma of discrimination in health services so the treatment of PLWHA is being not optimal. The purpose of this study is to determine the effect of a brief intervention on the public health center nurses on the willingness to treat PLWHA. The design of this study is the Quasy Experiment Pre-Post Test With Control Group the sample is 48 nurses consisting of 24 nurses in the intervention group and 24 nurses in the control group selected by using total sampling techniques. Data were collected by using a nursing willingness questionnaire (NWQ) that was translated into Indonesian languages and analyzed using the paired sample t test and independent samples t test. The results showed there were differences in the willingness to care on pre and post-test intervention group (p value = 0.001) and there is difference in the willingness to care the intervention group and the control group (p value = 0.027). The conclusion of a brief intervention method is effective in increasing willingness to treat PLWHA on public health center nurses. A brief intervention method as an innovation method that can be used in public health center to share information, especially regarding willingness to treat PLWHA.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Pola Makan Dengan Kejadian Gastritis pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Sampara Kabupaten Konawe Suyadi, Zulqifar; Tasman; Anggarini, Sri
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v2i2.259

Abstract

Di Sulawesi Tenggara penderita penyakit gastritis meningkat selama tiga tahun terakhir, sama halnya dengan di wilayah kerja Puskesmas Sampara mengalami peningkatan dua kali lipat dari tahun 2019 ke tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada pasien rawat jalan di Puskesmas Sampara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Cross-Sectional Study. Jumlah populasi sebanyak 875 jiwa dan jumlah sampel sebanyak 90 responden. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square (X2). Hasil uji statistik hubungan antara jenis makan dengan gastritis diperoleh nilai X2 hitung = 21,254 dengan nilai Phi = 0,486. Hasil uji statistik hubungan antara waktu makan dengan gastritis diperoleh nilai X2 hitung = 17,523 dengan nilai Phi = 0,441. Hasil uji statistik hubungan antara frekuensi makan dengan gastritis diperoleh nilai X2 hitung = 20,967 dengan nilai Phi = 0,483. Sehingga disimpulkan berdasarkan hasil uji statistik, bahwa terdapat hubungan yang sedang antara jenis makan, waktu makan, dan frekuensi makan terhadap kejadian gastritis. Saran dari penelitian ini diharapkan adalah para petugas kesehatan puskesmas Sampara dapat selalu melakukan penyuluhan tentang penyebab penyakit gastritis.
UJI KARAKTERISTIK BAHAN BAKAR ALTERNATIF HASIL PENGOLAHAN LIMBAH SAMPAH PLASTIK DENGAN METODE PIROLISASI BERTINGKAT Baride, La Baride; Achmad , Muhamad Iqbal; Tasman
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 3 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i3.1561

Abstract

This study aims to determine the characteristics and quantity of oil produced from first and second level pyrolysis. The method in this research is an experiment with a pyrolysis tool designed in two levels. The advantage of this pyrolysis tool compared to other pyrolysis tools is that it is expected to produce two fuels with different physical and chemical properties. The results of the study showed that for the first level of pyrolysis PP plastic, 855.7 grams of oil was produced with the following characteristics: density @15°C = 754 kg/m³, final boiling point = 264.9°C, distillation @200°C = 71.8% v/v. while in the second level pyrolysis for the PP plastic type, it produces 138.5 grams of oil with the following characteristics: density @15°C = 718.5 kg/m³, distillation at 10% evaporation volume = 74.4°C, distillation at 50% evaporation volume = 123°C, and distillation at 90% evaporation volume = 142.1°C, final boiling point = 189.7°C. The first level pyrolysis process on HDPE plastic initially only produced 418 grams of oil with the following characteristics: density @15°C = 751.5 kg/m³, final boiling point = 279.4°C, distillation @200°C = 70.9%v/v. The fuel produced from the first level pyrolysis process has characteristics comparable to kerosene, while the fuel produced in the second level pyrolysis process has characteristics equivalent to 88 octane fuel.
Family Nursing Care for Pregnant Women with Hypertension in The Working Area of The Lapai Public Health Center, Padang City Sidik, Alivia; N. Rachmadanur; Tasman; Astuti, Verra Widhi; Amri, Lola Felnanda
proceedinginternational Vol. 4 (2024): Proceeding International Conference 1th February 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jd.v4i.51

Abstract

Pregnant women are at risk of experiencing health problems with increasing age, one of which is the risk of hypertension where systolic blood pressure is above 140 mmHg and diastolic blood pressure is above 90 mmHg or more. The aim of this research is to describe family nursing care for pregnant women with hypertension. Descriptive research method with a case study approach. The research was conducted at the Lapai Health Center, Padang City. The research population consisted of 4 people. Sampling used the Simple Random Sampling technique. The data collection instrument is a family nursing care assessment format. Data were analyzed by comparing research results based on theory and previous research. The results of the research showed that the client complained that she felt a headache, weak, and her body got tired easily. Data was collected using interviews, observations, physical examinations and documentation studies of swelling. In her first pregnancy, she also felt the same complaint. The client's family said the client often consumed salty foods and rarely consumed vegetables. The problems found were ineffective peripheral perfusion, risk of injury to the fetus, and anxiety. Nursing implementation carried out health education for pregnant women with hypertension, foot soaking technique therapy with warm water and lemongrass, carrying out deep breathing and guided imagination techniques, modifying a comfortable and safe environment for pregnant women with hypertension, and introduction of the nearest health facility services. Nursing evaluation found that some problems were resolved. It was concluded that the client had understood the education about hypertension in pregnancy, the anxiety felt had been resolved, the client was able to do the foot soaking technique with warm water and lemongrass. It is recommended that it can help in developing community health center programs in providing nursing care.