Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Water activity: recommendations for reducing blood glucose levels Pramono, Bayu Agung; Mustar, Yetty Septiani; Marsudi, Imam; Hariyanto, Agus; Ashadi, Kunjung
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 6 No 1 (2020): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.519 KB) | DOI: 10.29407/js_unpgri.v6i1.13979

Abstract

Olahraga merupakan aktivitas fisik yang dapat mengontrol kadar glukosa pada pasien diabetes mellitus. Hanya saja, masyarakat kesulitan dalam menemukan konsep untuk menjalankan aktivitas olahraga yang tepat dan menjadi malas dalam beolahraga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan mengedukasi masyarakat tentang bentuk aktivitas fisik yang efektif dan tidak membosankan dalam menurunkan kadar glukosa darah. 27 mahasiswa mengikuti penelitian ini dengan rata-rata umur 19 tahun. Sampel terbagi menjadi 3 kelompok yaitu 9 mahasiswa dengan aktivitas permainan air, 9 mahasiswa dengan aktivitas berenang dan 9 mahasiswa dengan aktivitas jogging. Semua peserta melakukan aktivitas selama 30 menit. Pengecekan glukosa darah menggunakan tenaga ahli kesehatan. Alat yag digunakan untuk mengecek kadar glukosa darah menggunakan Accu Check Active. Hasil penelitian menyajikan data rerata penurunan kadar glukosa darah pada aktivitas permainan air adalah 0,6 mmol/dl, aktivitas renang dan jogging turun 0,5 mmol/dl serta nilai ttabel ketiga kelompok lebih besar dari thitung dan signifikan. Berdasarkan hal tersebut, disimpulkan bahwa aktivitas air merupakan bentuk perlakuan fisik yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini terbatas pada 3 jenis aktivitas air. Oleh karena itu, penambahan jenis aktivitas air lainnya dapat dipertimbangkan penggunaannya dalam menurunkan kadar glukosa.
EFEK POSISI TUBUH SETELAH BERLATIH TERHADAP MASA PEMULIHAN Pramono, Bayu Agung; Sifaq, Aghus; Bulqini, Arif
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 1, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v1n1.p25-29

Abstract

Latihan fisik memiliki konsekwensi yang cukup besar terhadap perubahan sistem anatomi dan fisiologi tubuh seorang atlet. Perubahan yang paling besar dan langsung terjadi adalah pada perubahan ritme denyut nadi sebelum, saat dan setelah melaksanakan aktifititas fisik olahraga. denyut nadi pemulihan adalah salah satu contoh perubahan yang sangat jelas setelah melakukan aktifitas fisik olahraga. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan denyut nadi pemulihan dengan proses penghitungan yang berbeda yaitu berdiri, duduk dan tidur. 12 lelaki dewasa umur kurang lebih 19 tahun mengikuti penelitian ini, mereka dibagi menjadi tiga kelompok pengukuran denyut nadi. Seluruh sampel akan melakukan prosedur tes naik turun tanggan menggunakan protokol YMCA step test. Setelah melakukan protokol tes semua sampel akan dihitung denyut nadi pemulihan setelah 3 menit istirahat. Dari hasil penelitian didapat prosentase penurunan denyut nadi pemulihan setelah istirahat 3 menit adalah dengan pengukuran posisi berdiri sebesar 28.9%, posisi duduk 31.7% dan pada posisi tidur 34.4%. kesimpulan pada penelitian ini adalah posisi tubuh saat pengukuran denyut nadi memiliki kontribusi yang berbeda-beda dimana proses pemulihan dengan tidur terlentang memiliki prosentase tertinggi dalam menurunkan denyut nadi.
Work and rest ratios: optimization for physical exercise enhancement to increase leg muscle power Hariyanto, Agus; Pramono, Bayu Agung
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 6 No 3 (2020): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1616.765 KB) | DOI: 10.29407/js_unpgri.v6i3.14459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode dan jenis latihan fisik pada peningkatan power otot tungkai. Metode eksperimental digunakan dalam penelitian ini, 48 siswa laki-laki berusia 18-20 tahun dibagi menjadi 4 kelompok, yang masing-masing memiliki 12 sampel dengan rincian kelompok squat thrust dengan rasio 1:2, kelompok squat thrust dengan rasio 1:3, kelompok jump rope dengan rasio 1:2 dan kelompok jump rope dengan rasio 1:3. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Sport Science Fitness Center (SSFC), Universitas Negeri Surabaya selama 8 minggu. Tes daya dilakukan pada awal dan akhir menggunakan Force plate / Accu Power Version 1.3. Data dianalisis menggunakan uji statistik ANOVA, nilai Fhitung = 168,208 dan nilai probabilitas P<0,05, yang berarti bahwa ada perubahan hasil perlakuan antar kelompok, perbedaan rata-rata antara metode pelatihan interval adalah 22,33 watt dimana nilai perubahan terbesar dalam metode latihan interval adalah 1:3 sedangkan jenis pelatihan ada perbedaan 28,58 watt di mana jenis pelatihan lompat tali jump rope lebih signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah latihan menggunakan metode rasio interval 1:3 dengan jenis latihan jump rope memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan power otot tungkai atlet.
Perbandingan Pola Aktivitas Olahraga Sebelum Dan Selama Masa Covid-19 Pada Mahasiswa Fakultas Olahraga Dan Fakultas Non-olahraga Ashadi, Kunjung; Andriana, Laily Mita; Pramono, Bayu Agung
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 6 No 3 (2020): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2367.351 KB) | DOI: 10.29407/js_unpgri.v6i3.14937

Abstract

Pandemi Covid-19 beresiko menyebabkan pola sedentary lifestyle dalam kehidupan manusia, namun tidak cukup banyak penelitian terkait perubahan pola aktivitas olahraga yang dilakukan mahasiswa selama pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pola aktivitas olahraga pada mahasiswa fakultas olahraga dan mahasiswa fakultas non-olahraga sebelum dan selama masa pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan disajikan secara deskriptif. Data didapatkan melalui survey online questionnaire dengan menggunakan Google Form yang diisi oleh 573 mahasiswa. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan perhitungan persentase dan Wilcoxon test. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan pola aktivitas olahraga yang meliputi kebiasaan olahraga, frekuensi latihan, dan jenis aktivitas olahraga pada mahasiswa fakultas olahraga dan mahasiswa fakultas non-olahraga pada sebelum dan selama masa pandemi Covid-19 (p < 0,05).
Efek Latihan Jogging Jalan Dengan 2 Metode Terhadap Penurunan Kolesterol Pada Mahasiswi Kamaril, Nurlatifah; Faisal, Agung Yongki; Firda, Dinasti Annisa; Lestari, Andini Rana Tri; Lestari, Dwi; Aisyah, Nadilia Syafridatul; Khoirina, Silfa; Pramono, Bayu Agung
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 4 No 3 (2024): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v4i3.1692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang perubahan sebelum dan setelah melakukan aktivitas fisik jogging dan jalan dengan menggunakan motode kombinasi latihan 15:15 (H15) dan 30:30 (H30) dengan rasio work and recovery time terhadap penurunan kadar kolesterol darah pada mahasiswi. Sampel berjumlah 12 orang mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Latihan ini berdurasi selama 30 menit dengan kecepatan rata-rata jogging pace 8 min/km dan kecepatan jalan pace 12 min/km. Uji paired sample t-test digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan uji paired samples t-test, nilai Pretest-Posttest samples t-test 5 (Sig>0,05) artinya tidak ada pengaruh dalam metode H15 dan H30 terhadap penurunan kolesterol setelah 5 menit pemberian treatment. Pada Pretest-Posttest 60 (Sig>0,05) artinya ada pengaruh yang signifikan dalam metode H15 dan H30 terhadap penurunan kolesterol mahasiswi H15 sebesar 15,84% dan H30 sebesar 9,44%, 60 menit setelah pemberian treatment. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa latihan jogging jalan metode H15 dan H30 memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kolesterol 60 menit setelah latihan, hal ini akan memberikan manfaat jika dilakukan secara konsisten.
Analysis Of 30 Minute Circuit Training And Walking Exercises Results On Body Components Siantoro, Gigih; Ramadhani, Destha Rizky; Ardiansyah, Okta; Permatasari, Tesya Fitria; Khoirunisa, Marsya Dwi; Rahman, Ach. Faidir; Sabela, Ahmad Riyan; Pramono, Bayu Agung
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijok.v4n1.p41-46

Abstract

Background: This study aims to determine the effectiveness of reducing weight, BMI and fat with fun exercise through circuit training. Methods: This research uses a quantitative approach method. This research was conducted at Surabaya State University on March 15 2024 - April 5 2024. 20 students with an average age of 18 - 20 years participated in this research, they were divided into 2 groups, namely 10 students in the circuit training treatment group and 10 students in the circuit training treatment group. 30 minute walking treatment. Training is carried out within 3 weeks carried out 4 times a week. They carry out physical activity in the form of aerobic exercise which consists of exercise stations, namely between 8-16 exercise stations. The exercise is done by moving from post one to post two until the last post. Body composition was carried out using the Tanita scale measuring instrument version BC-545N. The urgency of this research was carried out because there are many teenagers who are obese in Indonesia. Results: The results of this research were that circuit training, which was carried out 4 times a week, and carried out for 3 weeks, was successful in reducing weight, BMI, and FAT. Conclusions: In conclusion, circuit training and walking for 30 minutes has an effect on reducing body weight, BMI and FAT
Variations In Weekly Load, Training Monotony, and Strain In DBL Academy Students Amalina, Salma; Pramono, Bayu Agung; , Muhammad; Kusuma, I Dewa Made Aryananda Wijaya; Binti Tengku Alam, Tengku Melissa Fitrah
JUARA : Jurnal Olahraga Vol 9 No 1 (2024): JUARA: Jurnal Olahraga
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/juara.v9i1.3723

Abstract

The objective of this study was to examine and quantitatively assess the correlation between training load, strain, and RPE adolescent basketball athletes. 10 athletes who were DBL Academy students participated in the study. selected athletes are athletes who are prepared to participate in the DBL championship on the Hoops stage. They practice 3 times in semingu for 3 weeks consisting of technical, tactical, physical, and game programs. The ANOVA and Turkey statistic tests were used to see the difference in training results per week divided into weekly training load, monotony training, and training strains, The coefficient of variation (CV) in a week represents the average CV of all players in each week considering all training sessions. The result of this study was that weekly exercise load variation increased by 21% in the first week and decreased by 3% from the second week to the third week while the coefficient of variation in the week was highest in the first week at 19% and feel stagnant by 18% in the second and third weeks. Average monotony training per week was 1.8 AU and training strain 3508.5 and any strength relation between weekly training load and training strain (r=0.990; sig. 0.000). This study concluded that exercises carried out for 3 weeks had a variety of exercises that supported an increase in exercise load per week which also increased exercise tension. Coaches are important in monitoring weekly training loads; monitoring monotony and strain training will help in preparing athletes to participate in championships optimally.
Evaluation of Tabata Training Results on Changes in Body Composition of Overweight and Obese Adolescents Noor Haq, Rr. Hazima Zavier; Muhammad; Pramono, Bayu Agung; Tri Ulul Albab, Muhammad Syaikha; Nurma Wijayanti, Marsyela Dwi; Tama Suwarno, Rizky Adi; Savitri, Erlina
Journal of Sport and Exercise Science Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v7n1.p8-13

Abstract

Purpose: Obesity in adolescents is currently experiencing a significant increase. Caused by an unbalanced lifestyle and lack of physical activity. Materials and Methods: This study uses the Tabata method of physical exercise which aims to determine the impact of physical activity on body composition and weight loss in adolescents. This study used 30 samples of active college students who engaged in physical activity with moderate intensity, which is around 75-85%, for 30 minutes every day. This study used data collection methods with a descriptive approach and statistical analysis, such as the Wilcoxon test. The Wilcoxon test was used to see differences before and after doing physical activity Tabata exercise. Result: The results showed a significant difference in body composition before and after doing a physical activity program with the Tabata method regularly carried out 4 times a week for 3 weeks, with a p value <0.05, then training using the Tabata method in this study can only reduce Body Weight (BW), Body Mass Index (BMI), and Body Fat Percentage (BFP). Conclusion: The conclusion of this study shows that physical exercise with the Tabata method can reduce body weight (BW), Body Fat Percentage (BFP), and Body Mass Index (BMI) in adolescents aged 18-21 years. this study shows that Tabata exercise has benefits in controlling weight and reducing the risk of non-communicable diseases such as diabetes, ischemic heart disease, and cancer. In addition, Tabata training can also improve the well-being of adolescents by increasing physical fitness and increasing self-confidence in adolescents, Tabata training can be an effective strategy and improve the overall quality of life of adolescents.
Analysis of 30 Minute Joging and Walking Exercises Results on Body Components Firdaus, Mochammad Eka Rizqi; Herdyawan, Cikal Triadi; Setyaningrum, Nindy; Ningrum, Erieke Dwi Lutfia; Adilah, Zulfa Marsha; Leksono, Mario Felix Adi Joko; Kurniawan, Endra Ferdy; Pramono, Bayu Agung
Journal of Sport and Exercise Science Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v7n1.p1-7

Abstract

Purpose: This study aims to determine the effectiveness of reducing weight, BMI as well as fat with enjoyable exercise through treatment and control exercises. Materials and Methods: This research utilizes a quantitative approach method. This research was conducted at Surabaya State University on March 15 2024 - April 5 2024. 20 students with an average age of 18 - 20 years participated in this research, they were divided into 2 groups, namely 10 students in the circuit training treatment group and 10 students in the circuit training treatment group. 30 minute walking treatment. Training is carried out within 3 weeks carried out 5 times a week. They do physical activities in the form of jogging and walking. Body composition was carried out using the Tanita scale measuring instrument version BC-545N. The urgency of this research was carried out because there are many teenagers who are obese in Indonesia. Result: The results of this research were that treatment, carried out 5 times a week, and carried out for 3 weeks, was successful in reducing BMI, FAT, MUSCLE, BMR, METABOLIC AGE, dan VISCERAL FAT Conclusion: In conclusion, control training for 30 minutes has an influence on reducing Water, FAT, Muscle, dan Visceral fat
Efek Posisi Tubuh Setelah Berlatih Terhadap Masa Pemulihan Pramono, Bayu Agung; Sifaq, Aghus; Bulqini, Arif
Journal of Sport and Exercise Science Vol. 1 No. 1 (2018): March
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v1n1.p25-29

Abstract

Latihan fisik memiliki konsekwensi yang cukup besar terhadap perubahan sistem anatomi dan fisiologi tubuh seorang atlet. Perubahan yang paling besar dan langsung terjadi adalah pada perubahan ritme denyut nadi sebelum, saat dan setelah melaksanakan aktifititas fisik olahraga. denyut nadi pemulihan adalah salah satu contoh perubahan yang sangat jelas setelah melakukan aktifitas fisik olahraga. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan denyut nadi pemulihan dengan proses penghitungan yang berbeda yaitu berdiri, duduk dan tidur. 12 lelaki dewasa umur kurang lebih 19 tahun mengikuti penelitian ini, mereka dibagi menjadi tiga kelompok pengukuran denyut nadi. Seluruh sampel akan melakukan prosedur tes naik turun tanggan menggunakan protokol YMCA step test. Setelah melakukan protokol tes semua sampel akan dihitung denyut nadi pemulihan setelah 3 menit istirahat. Dari hasil penelitian didapat prosentase penurunan denyut nadi pemulihan setelah istirahat 3 menit adalah dengan pengukuran posisi berdiri sebesar 28.9%, posisi duduk 31.7% dan pada posisi tidur 34.4%. kesimpulan pada penelitian ini adalah posisi tubuh saat pengukuran denyut nadi memiliki kontribusi yang berbeda-beda dimana proses pemulihan dengan tidur terlentang memiliki prosentase tertinggi dalam menurunkan denyut nadi.