Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Edukasi Mengolah Buah Durian sebagai Industri Rumah Tangga di Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara Untung; Kartini Marzuki; Nasrah Natsir; Rahmawati; Yolandika Arsyad
Tasnim Journal for Community Service Vol. 6 No. 2 (2025): Tasnim
Publisher : Anotero Lembaga Scientific Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55748/tasnim.v6i2.365

Abstract

Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, merupakan salah satu sentra penghasil durian dengan produksi melimpah pada musim panen. Kondisi ini kerap menurunkan harga durian secara drastis, bahkan menimbulkan pembusukan akibat keterbatasan daya simpan buah, sehingga petani mengalami kerugian. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi pengolahan buah durian menjadi produk olahan bernilai tambah sebagai bentuk industri rumah tangga. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan dan pembinaan partisipatif melalui praktik langsung pembuatan berbagai produk, seperti dampok durian, pancake durian, nastar durian, dan pukis durian. Kegiatan berlangsung Februari–Juli 2024, melibatkan dosen, mahasiswa, petani durian, pengelola PKBM, serta dukungan pemerintah dan tokoh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi petani dalam mengelola buah durian, serta terbentuknya komunitas petani durian yang berorientasi usaha. Produk olahan yang dihasilkan berpotensi bersaing di pasar apabila memenuhi standar mutu, kemasan, labeling, dan legalitas. Program ini juga menginisiasi kolaborasi dengan pengusaha lokal sebagai mitra pemasaran dan permodalan. Kesimpulannya, edukasi pengolahan buah durian mampu menjadi strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan, sekaligus solusi atas fluktuasi harga durian pada musim panen. Rekomendasi diberikan pada tiga aspek: (1) akademik, berupa integrasi praktik kewirausahaan dalam pendidikan nonformal; (2) praktis, berupa penguatan manajemen usaha rumah tangga berbasis potensi lokal; dan (3) kebijakan, berupa dukungan pemerintah daerah dalam pembinaan berkelanjutan, akses modal, serta sertifikasi produk.
Peningkatan Kualitas Pendidikan Pada Mata Pelajaran PAI Dan Bahasa Inggris Di Sekolah Kampung Tasuk Untung; Mardian; Reka Oktavia; Riska Widiyanti; Nely Novita; Mu,ayyina; Elhiyana; Yudhi Setiawan Majid
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat letak geografis Kampung Tasuk yang Tidak begitu jauh, menyebabkan jarak tempuh yang digunakan kurang lebih waktunya 30 menit. Akan tetapi, Kondisi kampungan Tasuk memiliki suasana perkampungan yang terpencil, hal ini disebabkan akses jaringan internet yang kurang baik sehingga kesederhanaan kampung Tasuk terlihat secara jelas. Begitupun lembaga pendidikan yang ada di kampung Tasuk itu sendiri. Dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di kampung Tasuk khususnya mata pelajaran PAI dan Bahasa Inggris yang bertujuan Untuk mencapai tujuan pembentukan karakter generasi muda di kampung tasuk agar lebih siap menghadapi tantangan dimasa depan. Hal ini, untuk mengejar ketertinggalan dari sekolah-sekolah yang berada dikota. Bentuk upaya itu sendiri dilakukan mahasiswa KKN STITM dalam Memperkenalkan Pelajaran PAI dan Bahasa Inggris secara mendalam mengetahui minimnya ilmu pengetahuan tersebut bagi murid di sekolah kampung Tasuk dan ditunjang dengan pengadaan Les Bahasa Arab, Kaligrafi, Les Komputer dan Les Bahasa Inggris.
PELAKSANAAN PENDIDIKAN NONFORMAL BAGI ANAK BERHADAPAN HUKUM (STUDI KASUS PADA SENTRA WIRAJAYA MAKASSAR) Gaffar, Fatmawati; Untung; Nur Alamsyah; Yolandika Arsyad; Kartini Marzuki
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.2.94-103

Abstract

Pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan belajar bagi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang seringkali terpinggirkan dari sistem pendidikan formal. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan nonformal bagi ABH, mencakup bentuk program, strategi pembelajaran, serta hambatan dan solusinya. Metode penulisan menggunakan kajian literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan nonformal bagi ABH dilakukan melalui program kejar paket, keterampilan hidup (life skills), konseling, dan pembinaan kepribadian. Tantangan yang muncul antara lain keterbatasan sarana, stigma masyarakat, serta kurangnya tenaga pendidik yang terlatih dalam konteks pendidikan rehabilitatif. Pendidikan nonformal terbukti mampu menjadi media integrasi sosial, pemulihan psikologis, serta peningkatan kompetensi bagi ABH menuju reintegrasi ke masyarakat