Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Posisi Semi Fowler dan Diaphragmatic Breathing Exercise dalam Meningkatkan Saturasi Oksigen pada Pasien Penyakitparu Obstruktif Kronik (Ppok) di Icu Rumah Sakit Umum Daerah (Rsud) Dr. Soediran Mangun Sumarso Prasetya, Daffa Sucika Wulan; Pamukhti, Bagas Biyanzah Drajad; , Sumardi
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 01 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit kronis yang menyebabkan penurunan saturasi oksigen akibat gangguan pertukaran gas di paru-paru. Penurunan ini berdampak serius terhadap kondisi fisiologis pasien, kualitas hidup, dan peningkatan risiko komplikasi. Intervensi nonfarmakologis seperti posisi semi fowler dan latihan pernapasan diafragma (diaphragmatic breathing exercise) diketahui dapat memperbaiki oksigenasi melalui peningkatan ventilasi paru dan efisiensi kerja diafragma. Mengetahui pengaruh kombinasi posisi semi fowler dan diaphragmatic breathing exercise terhadap peningkatan saturasi oksigen pasien PPOK di ICU RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua responden. Intervensi dilakukan rutin sesuai SOP. Terdapat peningkatan signifikan saturasi oksigen dari nilai di bawah normal menjadi ≥95% setelah intervensi. Kombinasi posisi semi fowler dan diaphragmatic breathing exercise terbukti efektif dan aman meningkatkan saturasi oksigen pada pasien PPOK dan dapat menjadi terapi penunjang di ruang ICU.
Penerapan Terapi Dzikir dalam Mengontrol Halusinasi Pendengaran pada Pasien Skizofrenia di Rsjd Dr. Arif Zainudin Surakarta Cahyaningsih, Ayu Marlina; Pamukhti, Bagas Biyanzah Drajad; , Suyatno
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 01 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai salah satunya dengan halusinasi pendengaran. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi hidup sehari-hari dan meningkatkan risiko bagi diri sendiri maupun orang lain. Terapi psikoreligius seperti dzikir diketahui dapat membantu menurunkan intensitas halusinasi dan memberikan ketenangan. Mengetahui efektivitas terapi dzikir dalam mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan desain deskriptif, melibatkan dua responden yang menjalani terapi dzikir selama tiga hari berturut-turut. Tingkat halusinasi diukur menggunakan instrumen Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Terjadi penurunan tingkat halusinasi pendengaran pada kedua responden. Tn. I mengalami penurunan dari kategori berat (skor 32) menjadi sedang (skor 17), sedangkan Tn. S dari sedang (skor 22) menjadi ringan (skor 10). Terapi dzikir efektif dalam membantu menurunkan tingkat halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia.
Penerapan Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Lina Khomariah; Bagas Biyanzah Drajad Pamukhti; Isti Wulandari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 5 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i5.1705

Abstract

Respon psikologis yang muncul sebelum dilakukan tindakan operasi merupakan suatu reaksi emosional yang berupa kecemasan. Kecemasan adalah reaksi yang antusias terhadap suatu evaluasi yang menggambarkan suatu kondisi ketegangan dan ketakutan. Untuk mengurangi kecemasan pasien pre operasi dapat diberikan aromaterapi lavender. Tujuan: Mengetahui hasil penerapan aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi. Metode: Dilakukan dengan metode deskriptif studi kasus kepada 2 pasien pre operasi yang mengalami kecemasan. Kecemasan diobservasi sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender, pengukuran skala kecemasan menggunakan skala Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil: Terjadi penurunan tingkat kecemasan yang dialami oleh kedua pasien pre operasi setelah diberikan aromaterapi lavender, Tn. A (responden 1) sebelum diberikan aromaterapi lavender mengalami kecemasan sedang, kemudian setelah diberikan aromaterapi lavender mengalami kecemasan ringan dan Ny. H (responden 2) sebelum diberikan aromaterapi lavender mengalami kecemasan ringan, kemudian setelah diberikan aromaterapi lavender tidak ada kecemasan. Kesimpulan : Aromaterapi lavender yang dilakukan oleh penulis terhadap pasien pre operasi mampu menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pencegahan HIV/AIDS pada Ibu Rumah Tangga di Desa Kroyo Karangmalang Sragen Yudistika Alya Islami; Bagas Biyanzah Drajad Pamukhti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i2.6636

Abstract

HIV/AIDS is a global health problem with a prevalence of 39.9 million cases and 40.4 million deaths worldwide by the end of 2022, of which 53% are women (World Health Organization, 2023). HIV cases in Indonesia continue to increase and are described as an iceberg phenomenon, with 70.2% of the spread occurring in the 25–49 age group and around 5,100 housewives infected each year, 35% of whom are infected from their partners. (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2023). Objective; To find out the description of the level of knowledge and attitudes towards HIV/AIDS prevention among housewives in Kroyo Village, Karangmalang, Sragen. Method; The research method uses quantitative descriptive with cluster random sampling with a population of 323 housewives and a sample of 76 respondents. Results; The level of knowledge of HIV/AIDS among housewives in Kroyo Village, Karangmalang is mostly in the good category, namely 33 respondents or 43.3%. The attitude of HIV/AIDS prevention among housewives in Kroyo Village, Karangmalang is mostly in the positive category, namely 39 respondents or 51.3%. Conclusion; The majority of respondents had good knowledge and positive preventive attitudes about HIV/AIDS.   Kata Kunci :  Ibu Rumah Tangga, Pencegahan HIV/AIDS;Pengetahuan;Sikap
PENYULUHAN PERTOLONGAN PERTAMA DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENANGANAN LUKA BAKAR PADA REMAJA Wahyu Putri Lestari; Sri Sundari; Yully Kurniawati; Zulfa Aulia Rahma; Bagas Biyanzah Drajad Pamukhti
Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v4i1.1336

Abstract

Luka bakar adalah cedera pada kulit atau jaringan yang disebabkan oleh panas, listrik, gesekan, atau kontak dengan bahan kimia. Ini adalah jenis trauma dengan morbiditas (kecatatan) dan mortalitas (kematian) yang tinggi. Kebiasaan masyarakat yang kurang tepat akibat kurangnya informasi dan pengetahuan, banyak orang memberikan pertolongan pertama pada luka bakar dengan mengoleskan pasta gigi, mentega, kecap, dan minyak pada area yang terluka. Tujuan dari program ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan remaja dalam pemberian pertolongan pertama luka bakar. Metode yang digunakan penyuluhan ini diberikan penjelasan tentang cara memberikan pertolongan pertama pada luka bakar, melalui penggunaan kuisioner dan wawancara. Hasil pengabdian ini setelah dilakukan penyuluhan peserta diberikan 10 pertanyaan tentang materi yang sudah diberikan untuk mengukur atau melihat pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan, hasil pengetahuan siswa meningkat, dengan 12 siswa memperoleh hasil semua benar, 4 siswa memperoleh hasil benar 9, 4 siswa memperoleh hasil benar 8, 1 siswa memperoleh hasil benar 7, dan 6 siswa memperoleh hasil benar 6. Dengan program  ini mampu meningkatkan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada luka kabar. Disimpulkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan terhadap hasil yang diperoleh siswa MTs Aswaja sebelum dan sesusah dilakukan penyuluhan kesehatan pemberian pertolongan pertama luka bakar
UPAYA PENCEGAHAN STROKE PADA LANSIA MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DAN SENAM ANTI STROKE DI POSYANDU LANSIA DAHLIA GODANGREJO KARANGANYAR Muhammad Imroni, Maulida Nur Istanti; Sadimin, Lailatul Salsabela; Puryatno, Meilinda putri maharani; Ngadino, Lativa Rahmawati; Bagas Biyanzah Drajad Pamukhti
Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v4i1.1348

Abstract

Stroke merupakan cerebrovaskuler disease yaitu gangguan fungsi otak yang berhubungan dengan penyakit pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak dan selalu terjadi secara tiba-tiba dengan gejala yang beragam seperti badan yang lumpuh separo dan/atau disertai dengan penurunan kesadaran. Tujuan program ini adalah untuk mengetahui  pengaruh senam anti stroke terhadap tekanan darah penderita hirpertensi dan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penyakit Stroke. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode quasy eksperimen dengan penyuluhan kesehatan non-equivalent control grup. Pengambilan sempel menggunakan tekhnik purposive sampling dengan jumlah responden 23 lansia. Lansia diberikan intervensi tentang penyakit stroke dan senam anti stroke selama 30 menit. Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Hasil uji statistik menunjukan penyuluhan ini dinilai signifikan karena lebih dari 80% lansia dapat menjawab pertanyaan yang diberikan. Dimana sebelum dilakukannya penyuluhan, hanya sekitar 20% yang belum mengerti mengenai penyakit stroke. Itu artinya terjadi peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan. Didalam pengabdian masyarakat juga diberikan senam anti stroke sebagai usaha menurunkan angka tekanan darah
PENERAPAN SENAM TERA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN PURWODININGRATAN Khusnul Khotimah; Bagas Biyanzah Drajad Pamukhti; Tri Harwanto
PENA NURSING Vol 3 No 02 (2025): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit tidak menularyang sering dialami oleh lansia dan dapat menimbulkankomplikasi serius. Penerapan senam tera terbukti efektif sebagaiterapi non-farmakologis untuk membantu menurunkan tekanandarah pada lansia penderita hipertensi. Senam ini dapat dijadikanalternatif intervensi keperawatan promotif dan preventif di Masyarakat. Tujuan : untuk mengetahui penerapan senam tera terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di RW 10 Joyoraharjan, Kelurahan Purwodiningratan. Metode: deskriptif terhadap dua lansia dengan hipertensi, yang melakukan senam tera dua kali sehari selama tiga hari. Hasil : setelah dilakukan penerapan senam tera, didapatkan pengukuran tekanan darah menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah penerapan senam tera. Penurunan yang terjadi bervariasi setiap harinya, baik pada pagi maupun sore hari. Kesimpulan : terdapat penurunan tekanan darah setelah dilakukan penerapan senam tera pada lansia dengan hipertensi.
Intervensi Sosial Support dalam Menurunkan Stigma Pada Pasien HIV/AIDS : Scoping Review Pamukhti, Bagas Biyanzah Drajad; Ardika, Noviana Ayu; Soleman, Sitti Rahma
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v11i2.2454

Abstract

Human immunodeficiency virus (HIV) menyerang sistem imun tubuh khususnya sel darah putih dapat berkembang menjadi acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). HIV/AIDS adalah penyakit menular yang hingga saati ini belum ada vaksin maupun obat untuk menyembuhkannya. Ketakutan akan tertularnya HIV menyebabkan diskriminasi dan stigma. Stigma tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, mental dan kesejahteraan, akan tetapi juga meningkatkan risiko penularan HIV serta kepatuhan minum obat. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intervensi social support dalam menurunkan stigma pada pasien HIV/AIDS. Metode yang digunakan yaitu scoping review dengan kerangka Arskey dan O’Malley. Hasil penelitian ini mengidentifikasi 8 artikel yang menunjukkan intervensi social support baik secara individu, keluarga maupun masyarakat sekitar terbukti efektif dalam mengurangi stigma dan diskriminasi orang dengan HIV/AIDS. Dukungan terhadap ODHA dapat dilakukan dalam bentuk pemberian informasi, konseling dan psikoedukasi baik melalui media elektronik maupun secara langsung, peer support, diskusi kelompok dengan melibatkan teman sebaya (sesama penderita), kerabat terdekat maupun tetangga dilingkungan tempat tinggalnya. Kompleksitas intervensi yang telibat (individu, keluarga, teman, tetangga, masyarakat, tenaga kesehatan, sekolah, kelompok agama, tokoh masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat) sangat membantu mengurangi stigma HIVDukungan Sosial, HIV/AIDS, Intervensi Penurunan Stigma, ODHA.
Pengaruh Empowerment Terhadap Self Concept Pasien Dengan HIV/AIDS Drajad Pamukhti, Bagas Biyanzah; Khusna, Lailya; Margatot, Didik Iman
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i1.2919

Abstract

Pendahuluan: Human immuno-defisiensi virus (HIV) adalah virus yang melemahkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan segala penyakit yang menyerang tubuh yang menyebabkan beberapa penyakit menyerang tubuh (AIDS). Perubahan-perubahan bentuk tubuh akibat HIV/AIDS dan pengobatannya dapat menyebabkan gangguan konsep dirinya yaitu fisik, sosial dan psikologi. Gangguan konsep diri seperti penurunan berat badan berlebihan, perubahan penampilan, penurunan berat badan, gangguan kulit, dan mudah lesu, stigmasisasi, diskriminasi, isolasi sosial,  stres, keyakinan diri rendah, mengalami kecemasan dan depresi. Empowerment memiliki aspek penting karena berhubungan dengan hal yang paling dibutuhkan klien untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi khususnya masalah kesehatan, dan respons terhadap informasi (responding to information) merupakan tanggapan pasien terhadap berbagai informasi yang diperoleh dari sumber daya yang ada. Metode: Penulisan ini menggunakan metode literature review. Sumber kepustakaan berasal dari buku, jurnal dan artikel dengan kata kunci “empowerment”, “self concept“ dan “HIV/AIDS”. Hasil: Proses empowerment dapat meningkatkan self concept pasien terhadap HIV/AIDS  dengan melalui pengetahuan, dan sikap respon terhadap informasi, karena pasien memilik hak untuk menerima layanan yang sesuai, menerima informasi yang sesuai dan memadai, pasien juga dapat memilih secara bebas dan memutuskan layanan kesehatan, serta memiliki hak untuk mengakses sistem pengaduan yang efektif. Kesimpulan: Empowerment dapat mempengaruhi self concept melalui pengetahuan, dan sikap respon terhadap informasi
Gambaran Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Terkait Bantuan Hidup Dasar (BHD) Di Universitas ‘Aisyiyah Surakarta Margatot, Didik Iman; Khusna, Lailya; Drajad Pamukhti, Bagas Biyanzah
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i1.2921

Abstract

Insiden henting jantung atau henti nafas merupakan kejadian gawat darurat yang sering ditemui di berbagai tempat yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti memiliki riwayat penyakit jantung dan yang disebabkan oleh kecelakaan. Berdasarkan data dari Wolrd Health Organization (WHO, 2021) menyebutkan bahwa penyebab kematian nomor satu secara global adalah penyakit jantung. Sebanyak 17,8 juta jiwa setiap tahun mengalami kematian karena serangan jantung. Tahun 2020 sebanyak 1,9 juta orang meninggal setiap tahun dikarenakan kecelakaan lalu lintas yang ada di Indonesia. Berbagai penanganan kegawatdaruratan yang dapat di implementasikan pada kejadian henti nafas maupun henti jantung, salah satunya yaitu pemberian Bantuan Hidup Dasar (BHD). Bantuan hidup dasar merupakan tindakan yang paling penting dalam memberikan pertolongan pertama dan sangat membantu saat seseorang mengalami henti jantung, sumbatan nafas, hingga tidak sadarkan diri agar dapat mencegah keadaan yang lebih parah. Pemberian pelatihan bantuan hidup dasar sangat penting dimiliki oleh masyarakat umum hingga mahasiswa agar dapat membantu korban yang mengalami henti jantung maupun henti nafas yang berdampak pada kematian. Apabila seorang memiliki pengetahuan yang baik terkait bantuan hidup dasar maka akan memiliki motivasi yang tinggi untuk menolong korban yang mengalami kecelakaan, henti jantung, serta henti nafas.