Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Validated Culturally Responsive Science Assessment Using Integrated Content and Construct Analysis Ali, Aisyah; Bektiarso, Singgih; Walukow, Auldry Fransje; Narulita, Erlia; Kadir, Akhmad
Academia Open Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.12776

Abstract

(General Background) The alignment of science assessment with students’ socio-cultural contexts is essential to ensure fairness and meaningful measurement of learning outcomes. (Specific Background) However, most contextualized assessments in science education emphasize content validity without empirically confirming their construct structure, limiting their interpretive strength. (Knowledge Gap) There remains a lack of studies that integrate content, empirical, and construct validity evidence in culturally responsive instruments, particularly those designed in parallel pre–post forms. (Aims) This study aimed to develop and validate an ethnoscience-based pre–post instrument by linking Aiken’s Content Validity Ratio (CVR, 4-point scale) with Confirmatory Factor Analysis (CFA, CR/AVE). (Results) Findings from five expert reviews showed 22 of 40 items exceeded the conservative threshold (Aiken’s V ≥ 0.80; CVR = 1.00). Field trials (N = 50) demonstrated moderate difficulty and positive discrimination, while CFA confirmed a three-factor structure with good fit (χ² = 34.203, df = 24, p = 0.083; CFI = 0.94; TLI = 0.92; RMSEA = 0.065). Composite reliability ranged from 0.718–0.797, and AVE was adequate for two factors (0.506; 0.568) and marginal for one (0.459). (Novelty) The study presents a transparent “content–empirical–construct” decision trail rarely reported in ethnoscience assessment. (Implications) This integrative validation framework demonstrates that cultural responsiveness and psychometric rigor can coexist, guiding fair and contextual science learning evaluations. Highlights: Integrates Aiken–CVR and CFA for comprehensive validity evidence. Confirms three-factor model with strong reliability and moderate AVE. Demonstrates synergy between cultural relevance and measurement rigor. Keywords: Content Validity, Confirmatory Factor Analysis, Ethnoscience, Culturally Responsive Assessment, Psychometric Validation
Gambaran Jenjang Pendidikan dengan Tingkat Pengetahuan Orang Tua tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue pada Anak Defianda, Amelia Ramadhanty; Rauf, Syarifuddin; Artati, Ratna Dewi; Darma, Sidrah; Kadir, Akhmad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14701

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit endemis di beberapa daerah di dunia. Mengetahui bagaimana gambaran jenjang pendidikan dengan tingkat pengetahuan orang tua tentang pencegahan demam berdarah dengue pada anak. Jenis penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang akan dibagikan kepada orang tua pasien anak di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh data berdasarkan usia sebagian besar berusia 30-39 tahun yaitu sebanyak 38 (44.7%) dan yang paling sedikit usia 50-59 tahun yaitu 1 orang (1.2%). Berdasarkan jenis kelamin, sebagian besar responden perempuan yaitu 72 orang (84.7%) dan laki-laki sebanyak 13 orang (15.3%). Berdasarkan pekerjaan didapatkan hasil responden yang bekerja sebanyak 47 orang (55.3%) dan yang tidak bekerja sebanyak 38 orang (44.7%).
KARAKTERISTIK PASIEN PASCA STROKE DENGAN GEJALA DEPRESI DI RS BHAYANGKARA MAKASSAR Lalu, Hermawan Ranova; Darussalam, Andi Husni Esa; Kadir, Akhmad; Jafar, Muh Alfian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24766

Abstract

Stroke adalah  keadaan dimana hilangnya sebagian atau seluruh fungsi neurologis (defisit neurologik fokal atau global) yang terjadi secara mendadak, dan berlangsung   lebih dari 24 jam. Depresi secara signifikan lebih sering terjadi pada pasien stroke. Studi longitudinal sistematis  pertama dari depresi pasca-stroke menemukan tingkat keparahan gangguan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, fungsi sosial, dan fungsi kognitif yang terkait dengan depresi pasca-stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien pasca stroke dengan gejala depresi berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis stroke, dan tingkatan gejala depresi di RS Bhayangkara Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang. Teknik pengumpulan data digunakan data primer melalui wawancara dan pengisian kuesioner BDI II. Dari penelitian ini didapatkan 100 sampel pasien, dengan karakteristik pasien pasca stroke dengan gejala depresi berdasarkan usia paling banyak >60 tahun dengan jumlah 42 orang. Karakteristik berdasarkan jenis kelamin paling banyak didapatkan pada perempuan dengan jumlah 52 orang. Karakteristik  berdasarkan pendidikan paling banyak didapatkan pada pendidikan SMA dengan jumlah 39 orang. Karakteristik berdasarkan jenis stroke paling banyak didapatkan pada stroke iskemik 84 orang. Karakteristik berdasarkan tingkatan gejala depresi didapatkan gejala depresi ringan paling banyak dijumpai dengan jumlah 56 orang.
Designing Creative Economy through Community-based Ecotourism: A Case Study of Youtefa Bay Park, Jayapura, Indonesia Kadir, Akhmad; Hijjang, Pawenari; Sokoy, Fredrik; Mano, Matias Benoni
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2025.9.2.27625

Abstract

Efforts to enhance a creative economy via community-based ecotourism are vital for regional development. Using a qualitative method, this study examines the state of ecotourism, indigenous community involvement, and the challenges faced in fostering creative economy practices in Youtefa Bay Park. The findings highlight the area's potential to boost the local economy through ecotourism that integrates indigenous knowledge, exploiting its natural beauty, cultural assets, and historical heritage. Collaborative management involving the government, private sector, and local communities is essential for sustainable growth. The study emphasizes the need for local regulations and initiatives to increase regional income and development, demonstrating ecotourism's role as a driver for economic and cultural preservation in Papua. The collaborative model in tourism management with recognition of customary assets in Youtefa Bay has become an urgent demand for the government to establish a blueprint for inclusive and community rights-based ecotourism development policies within the framework of special autonomy.