Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Students Errors of Using Suffix ‘-S’, ‘-ES’ in Writing Simple Present Tense Annisah, Annisah; Roza, Veni
Journal of Language Intelligence and Culture Vol. 4 No. 1 (2022): Journal of Language Intelligence and Culture
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jlic.v4i1.66

Abstract

This research aimed to determine and to describe the students’ error of using suffix ‘-s’, ‘-es’ writing in simple present tense. This research was designed as form of qualitative research, particularly in writing simple present tense. The subject of this research is class VII that consists of 30 students. The data were collected using observation, tests, and interviews as the research instrument. The results showed that the student's comprehension in using suffix ‘-s’, ‘-es’ categorized as “good”, with a total score of 47%. The recommendation of this research is the students can improve their skill about how to use the suffix ‘-s’, and ‘-es’ of simple present tense.
Strategi Efektif untuk Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Inggris Bagi Mahasiswa Waliyudin, Waliyudin; Annisah, Annisah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i3.737

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi efektif dalam meningkatkan pembelajaran Bahasa Inggris bagi mahasiswa non-jurusan Bahasa Inggris, khususnya mahasiswa semester pertama program studi Ilmu Hukum di Universitas Muhammadiyah Bima. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui angket dan observasi yang dilakukan pada bulan September 2024, melibatkan 33 mahasiswa. Setelah data terkumpul, peneliti menggunakan teknik analisis dalam tiga tahap, yakni; mengklasifikasi data, penyajian dengan mendeskripsikan data, dan menyimpulkan. Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa menghadapi tantangan dalam menguasai keterampilan berbahasa Inggris, terutama dalam hal kosa kata, struktur kalimat, serta pemahaman pesan. Tiga strategi utama diidentifikasi sebagai kunci dalam meningkatkan keterampilan berbahasa, yaitu effective production strategy, comprehension reaction strategy, dan reinforcing comprehension strategy. Effective production strategy membantu mahasiswa menghasilkan ujaran meskipun dengan keterbatasan bahasa, menggunakan teknik seperti beralih ke bahasa ibu, sinonim, dan meminta bantuan. Comprehension reaction strategy berfokus pada cara mahasiswa bereaksi terhadap pesan dengan mencatat dan menerjemahkan bagian tertentu untuk memperdalam pemahaman. Sementara itu, reinforcing comprehension strategy digunakan untuk memperkuat pemahaman melalui klarifikasi dan kerja sama dengan rekan sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi-strategi ini secara sinergis membantu mahasiswa mengatasi keterbatasan dalam berkomunikasi, memperkuat pemahaman mereka terhadap materi, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan Bahasa Inggris.
Meningkatkan Kemampuan Menulis dan Self-Efficacy Mahasiswa Pada Mata Kuliah Intermediate Writing Dengan Metode Self-Assessment Annisah, Annisah; Samsudin, Samsudin; Waliyudin, Waliyudin
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 4 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v7i4.2389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis dan self-afficacy mahasiswa dengan menggunakan metode penilaian self-assessment. Penelitian ini akan diterapkan pada mata kuliah Intermediate Writing. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain one pretest dan posttest.   Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah mahasiswa semester II Program Studi pendidikan Bahasa Inggris STKIP Taman Siswa Bima yang berjumlah satu kelas. Tahap penelitian dilakukan dalam 3 tahap yang mencakup; Tahap I: melakukan observasi dan wawancara, penyusunan instrument, penyusunan materi ajar, validasi instrument, uji coba instrument, menganalisis hasil uji coba instrument untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Tahap II: melakukan pretest, treatment, observasi, dan posttest. Tahap III: mengolah data hasil pretest, posttest, dan instrument lainnya, membandingkan hasil sebelum dan sesudah pemberian treatment, memberikan saran dan kesimpulan. Hasil yang diperoleh pada penelitian adalah terjadi peningkatan kemampuan menulis dan self-efficacy mahasiswa pada mata kuliah Intermediate Writing. hasil pre-test menunjukkan nilai minimum yang diperoleh mahasiswa adalah 43 dan nilai maksimum adalah 65, sedangkan pada post test terjadi peningkatan yang cukup baik yaitu nilai minimum yang diperoleh mahasiswa adalah 75 dan nilai maksimum adalah 90.
Peningkatan Kreatifitas dan Hasil Belajar Mahasiswa Dengan Menggunakan Pembelajaran Heuristik Pada Matakuliah Basic Reading Waliyudin, Waliyudin; Ahmadin, Ahmadin; Annisah, Annisah; Sagaf, Umar
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 4 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v7i4.2500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas dan hasil belajar mahasiswa semester II program studi pendidikan bahasa Inggris di STKIP Taman Siswa Bima tahun ajaran 2020/2021 pada mata kuliah basic reading dengan menggunakan strategi Heuristik. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan menggunakan one group pretest-posttest. Peneliti sebelumnya memberikan pre-test kepada kelompok yang akan diberikan perlakuan. Kemudian peneliti melakukan perlakuan atau treatment. Setelah selesai perlakuan, peneliti memberikan post-test. Penelitian ini dilakukan di STKIP Taman Siswa Bima, dan yang menjadi sampel adalah mahasiswa Program studi pendidikan Bahasa Inggris semester II yang berjumlah 22 orang mahasiswa yang terdiri dari satu kelas. Pada penelitian ini mahasiswa diberikan pre-test untuk mengetahui pengetahuan, kemampuan awal pada skil basic reading, dan tingkat kreatifitas yang dimiliki oleh mahasiswa. Lalu diberikan treatment berupa pengajaran dengan menggunakan strategi heuristik, setelah itu dilakukan post-test untuk mengetahui peningkatan kreatifitas dan hasil belajar mahasiswa. Adapun hasil penelitian ini menggambarkan bahwa terdapat peningkatan kreatifitas dan hasil belajar mahasiswa setelah melakukan tretmen dengan menggunakan strategi pembelajaran heuristik. Hal ini terlihat dari skor minimum yang didapat oleh mahasiswa dari hasil post-test yaitu 73, sedangkan nilai maksimum 96, sehingga nilai rata-rata yang diperoleh mahasiswa adalah 81,09.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS MAHASISWA MELALUI METODE SELF-ASSESSMENT Waliyudin, Waliyudin; Annisah, Annisah
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 21 No 2 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v21i2.1822

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan metode self-assessment untuk meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa pada mata kuliah Intermediate Writing. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental dengan one group pre and post test design. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Taman Siswa Bima. Sampel pada penelitian ini adalah satu kelas yang mendapat perlakuan dengan menggunakan metode self-assessment. Sampelnya adalah semester II tahun pelajaran 2021/2022 yang terdiri dari 22 mahasiswa pada kelas mata kuliah Intermediate Writing. Pengambilan data dilakukan melalui beberapa langkah antara lain: a) pre-test dengan menggunakan tes essay, b) menilai kemampuan menulis mahasiswa dengan menggunakan metode self-assessment, c) post-test dengan menggunakan tes essay. Dalam pelaksanaan penelitian ini mahasiswa menulis 5 jenis teks, seperti teks deskriptif, opini, instruksi, recount, dan naratif. Mahasiswa menulis, menilai, dan mengevaluasi hasil tulisan mereka sendiri sebanyak 11 kali dengan menggunakan metode self-assessment.
Optimalisasi Kapabilitas Guru melalui E- Evaluation dan Media Ajar Storyline dalam Pembelajaran Berdiferensiasi di MAS Al-Husainy Kota Bima: Dampak pada Efektivitas Evaluasi Pembelajaran Irawati, Ika; Annisah, Annisah; Ilyas, Ilyas; Meirawan, Deddyn
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 7 No. 3 (2025): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v7i3.605

Abstract

In the digital era, teachers are required to continuously enhance their capacity to integrate educational technology into the learning process. Interactive learning media and digital evaluation (e-evaluation) play an essential role in supporting differentiated learning. However, many private schools still rely on traditional approaches, such as paper-based tests, Google Forms, whiteboards, and PowerPoint. This condition highlights the need for digital teaching media and e-evaluation tools such as Articulate Storyline to improve learning quality and outcomes. This community service program was designed with four objectives: (1) to improve private school teachers’ skills in using technology, (2) to enhance their understanding of e-evaluation, (3) to strengthen their ability to apply digital learning media, and (4) to broaden their insights into designing assessments and learning media based on differentiated learning. The program employed presentations, demonstrations, and practical training, carried out through several stages: Focus Group Discussions (FGD), training and mentoring, monitoring, and evaluation. The outcomes indicate significant achievements: 95% of teachers actively participated, 83% gained competence in developing digital media with Storyline, and 80% understood the application of e-evaluation for differentiated learning. Furthermore, 90% of students obtained recognition in related courses such as Human-Computer Interaction, Teaching Strategies, and Learning Evaluation. Additional outputs include an e-evaluation guidebook, teacher certificates, visual posters, a published article in Gema Ngabdi Journal, media coverage, and a documented video on the university’s YouTube channel.
EFEKTIVITAS METODE STORYTELLING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAKNA DAN PENGGUNAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS DI SDN 11 MANGGEMACI KOTA BIMA Waliyudin, Waliyudin; Annisah, Annisah
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol 9 No 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v9i2.5939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi praktis bagi guru sekolah dasar dalam memilih metode pembelajaran yang tepat, sekaligus memberikan wawasan teoretis mengenai efektivitas metode storytelling dalam pengajaran kosakata Bahasa Inggris. Fokus utama penelitian adalah menganalisis bagaimana metode storytelling dapat meningkatkan pemahaman makna, penggunaan kosakata, serta motivasi dan minat belajar siswa melalui proses pembelajaran yang menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah desain pre-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, yang bertujuan untuk mengukur pengaruh penerapan metode storytelling terhadap kemampuan kosakata siswa secara sistematis, melalui Pre dan Post Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode storytelling merupakan salah satu metode yang efektif dalam pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar. Metode ini mampu meningkatkan pemahaman kosakata siswa sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menarik. Namun demikian, penerapan metode storytelling memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang dari guru, karena tidak semua siswa dapat dengan mudah memahami makna cerita yang disampaikan. Oleh karena itu, guru disarankan untuk memberikan penjelasan awal, ilustrasi contoh, serta motivasi sebelum mengaplikasikan metode storytelling agar proses pembelajaran berjalan lebih optimal dan efektif.