Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Membentuk Ekuitas Merek Dapat Meningkatkan Margin Penjualan Pada Bisnis Industri Kopi Nako Di Kalisari, Pasar Rebo Rebo Jakarta Timur Brata Ismaya, Sakti; Yulianti, Sri; Indrajaya, Titus; Hammad, Hammad; Rushadiyati, Rushadiyati; Supriyani, Mei
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v14i1.4192

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini untuk memberikan edukasi tentang bisnis industri kopi yang membentuk Brand Equlity. Dalam masa yang belum pandemi ini banyak permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat skala mikro khususnya para pelaku usaha yang masih kesulitan dalam melakukan brand equity pada produknya, melihat permasalahan tersebut maka perlu adanya kegiatan PKM ini, dengan langkah-langkah yang dapat dilakukan. upaya kewirausahaan untuk memberdayakan para pelaku usaha industri kopi di kafe, kedai kopi dan kedai atau kedai kopi dalam membentuk ekuitas merek untuk meningkatkan margin penjualan dalam pemasaran offline dan digital. Metode yang digunakan adalah metode pembelajaran dalam pelatihan bagaimana menciptakan ekuitas merek yang dapat meningkatkan penjualan. Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan upaya pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa dan pelaku usaha industri kopi skala mikro berbasis digital. Dan dapat ditempuh dengan mengikuti pelatihan offline, melakukan pemasaran offline dan online dalam aplikasi digital, memperoleh tips sukses membentuk ekuitas merek secara offline melalui workshop dan sosialisasi secara bertahap hingga membentuk ekuitas merek karena menjadi kekuatan merek yang menjanjikan nilai yang diharapkan konsumen bagi konsumen. suatu produk sehingga pada akhirnya konsumen akan merasakan kepuasan yang lebih jika dibandingkan dengan produk lainnya. Sebuah merek dituntut untuk memiliki ekuitas yang tinggi. Kemajuan teknologi memudahkan produk untuk direplikasi. Konsumen dihadapkan pada terlalu banyak pilihan, namun sayangnya informasi mengenai kualitas produk di pasaran sangat minim. Merek yang kuat akan menjanjikan konsumen untuk mendapatkan nilai yang lebih tinggi dan tentunya hal ini akan menjadi bahan perbandingan bagi konsumen dalam memilih merek tertentu. Kata Kunci: Ekuitas Merek, Digital Marketimg, Margin Penjualan, Industri Kopi
Pelatihan Membuat Telur Asin Rempah Produk Rumahan Berbasis UMKM di Kelurahan Mekar Jaya, Kota Depok Sova, Maya; Yulianti, Sri; Agustin, Dinni; Hammad, Hammad; Indrajaya, Titus; Suryani, Mei; Suryanih, Suryanih
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v10i2.7900

Abstract

Salted herbal eggs are a traditional processed food product with significant economic potential to be developed as a home-based micro, small, and medium enterprise (MSME). This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of the residents of Mekar Jaya Village, Depok City, in producing high-quality herbal salted eggs as a viable home industry product. The program involved 52 participants consisting of housewives, youth organization members (Karang Taruna), and MSME actors. The implementation methods included lectures, demonstrations, hands-on practice, and evaluation using pre-test and post-test instruments. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge across several aspects, including production techniques, food hygiene, marketing strategies, and basic financial management. The highest improvement was observed in marketing and branding competencies. Post-training monitoring indicated that 88% of participants successfully initiated small-scale production and were able to market their products locally through both offline and online channels. This program demonstrates that practice-based training combined with continuous mentoring is effective in empowering communities and fostering the development of sustainable MSMEs. The findings are expected to contribute to local economic development and provide a replicable model for community-based entrepreneurship programs
Transformasi Motivasi Anak Rantau dalam Bisnis Tenun NTT: Pelestarian Budaya Ekonomi Berkelanjutan Damayanti, Suhra; Lebu, Jhon Avrianto; Anggrain, Fairuzziah; Indrajaya, Titus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5878

Abstract

Penelitian ini menganalisis perubahan motivasi anak rantau dalam mendirikan usaha tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) serta hubungannya dengan pelestarian budaya dan keberlanjutan ekonomi. Anak rantau, yang merupakan individu yang berpindah dari daerah asal ke wilayah lain, memiliki peran penting dalam memperkenalkan dan mengembangkan potensi budaya lokal di ruang sosial dan ekonomi yang lebih luas. Dalam konteks ini, tenun tradisional NTT tidak hanya dilihat sebagai produk ekonomi, tetapi juga sebagai warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah, identitas, dan kearifan lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai sumber tertulis yang relevan, termasuk buku, artikel jurnal ilmiah, laporan penelitian, serta dokumen kebijakan yang membahas motivasi kewirausahaan, ekonomi kreatif berbasis budaya, dan pelestarian tenun tradisional NTT. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan deskriptif-kualitatif untuk mengidentifikasi pola perubahan motivasi anak rantau serta peran kewirausahaan dalam menjaga keberlanjutan budaya dan ekonomi. Hasil kajian menunjukkan adanya pergeseran motivasi yang signifikan, dari orientasi pada keuntungan ekonomi individu menuju motivasi kolektif yang menekankan pelestarian budaya, pemberdayaan perajin lokal, serta keberlanjutan ekonomi jangka panjang. Pergeseran ini ditandai dengan munculnya inovasi produk, penguatan kolaborasi antara anak rantau dan komunitas asal, serta pemanfaatan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana pemasaran. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa motivasi individu anak rantau memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi budaya tenun NTT sekaligus menciptakan peluang ekonomi kreatif yang berkelanjutan di tengah dinamika globalisasi.