Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Upaya Pengelolaan Skabies dengan Pendekatan Pelayanan Kedokteran Keluarga pada Anak Usia 9 Tahun Wahyuni, Hendra; Zara, Noviana; Syafridah, Anita; Zahara, Cut Ita; Namira, Isra
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 3 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2023
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v2i3.10023

Abstract

Tingginya prevalensi skabies dapat disebabkan oleh kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, higienitas yang buruk, ketersediaan air bersih serta kepadatan penghuni rumah. Skabies di Indonesia menduduki urutan ke tiga dari dua belas penyakit kulit tersering. Pasien An. P usia 9 tahun dengan jenis kelamin perempuan, mengeluhkan gatal pada sela jari tangan yang dirasakan sejak dua bulan yang lalu, dan memberat dalam 2 hari ini. Namun pasien masih memiliki derajat fungsional 1 dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Faktor internal pada pasien yaitu higienitas pribadi yang buruk seperti handuk diunakan bersama dan tidur bersama dengan anggota keluarga yang lain. Faktor eksternal pada pasien yaitu lingkungan rumah yang tidak bersih, rendahnya pengetahuan pasien dan keluarga mengenai penyakit skabies. Upaya penatalaksanaan secara holistik dan komprehensif menggunakan pendekatan kedokteran keluarga berupa edukasi mengenai penyebab, penularan, pengobatan serta pencegahan penyakit. Penyakit skabies sulit diberantas bila tidak disertai dengan perubahan pola hidup bersih dan sehat
Upaya Penanganan pada Pasien Perempuan Usia 4 Tahun dengan Enterobiasisis di Puskesmas Nisam Tahun 2025 Fitri Rahima, Yusriah; Wahyuni, Hendra
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 5 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i5.23375

Abstract

Enterobiasis ialah infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis) yang sebagai suatu penyakit parasit usus yang paling sering terjadi, terutama pada anak-anak usia sekolah. Penularan terjadi melalui jalur fekal-oral dengan autoinfeksi yang sering menyebabkan gatal hebat di daerah perianal pada malam hari. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis adanya keluhan gatal perianal, gangguan tidur, dan pemeriksaan langsung menggunakan metode swab perianal atau tes “selofan tape”. Seorang anak perempuan usia 49 bulan datang dengan keluhan gatal pada anus yang semakin parah pada malam hari hingga mengganggu tidur. Ibu pasien mengaku melihat adanya cacing berwarna putih, halus seperti serabut kelapa yang keluar melalui anus pasien. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya kulit perianal yang tampak hiperemis, yang menunjukkan adanya peradangan akibat iritasi mekanis berulang dari aktivitas menggaruk Pasien diberikan terapi farmakologis dengan albendazole 400 mg per oral dan edukasi mengenai kebersihan diri untuk mencegah reinfeksi. Berlandaskan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik, pasien didiagnosis enterobiasis.
Sirkumsisi Menjaga Kebersihan dan Mencegah Risiko Infeksi serta Keganasan Penis Ultsany, Mutia; Lubis, Putri Sabrina; Fauzan, Ahmad; Akbar, Teuku Ilhami Surya; Rizal, Muhammad Ifani Syarkawi; Wahyuni, Hendra; Rizaldy, Muhammad Bayu; Iqbal, Teuku Yudhi; Millizia, Anna
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.18345

Abstract

Pendahuluan: sirkumsisi dalam dunia medis bermakna pemotongan kulit pada ujung penis atau prepusium untuk mencegah penumpukan kuman atau kotoran yang dapat menyebab infeksi yang paling sering diderita anak adalah infeksi saluran kemih (ISK) dan dapat juga meningkatkan resiko Infeksi Menular Seksual (IMS). Tujuan: pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan membantu masyarakat dengan memberikan pelayanan sirkumsisi secara gratis kepada mereka yang membutuhkan. Metode: melakukan intervensi langsung berupa tindakan sirkumsisi kepada setiap peserta. Hasil: hasil kegiatan pengabdian ini mendapatkan jumlah peserta yang mendaftar 70 orang, dan memenuhi syarat semua untuk dilakukan sirkumsisi. Semua peserta yang telah dilakukan sirkumsisi diberikan obat antibiotik dan analgetik serta dilakukan pembukaan verban pada peserta terhitung 3 hari dari hari telah dilakukannya tindakan sirkumsisi tersebut.
Model Kampanye Kesehatan Tuberkulosis: Kolaborasi Akademik dan Lembaga Pemasyarakatan untuk Pencegahan TB di Lapas Kelas IIA Lhokseumawe Wahyuni, Hendra; Ikhsan, Maulana; Khairunnisa, Cut; Hurairah, Abi; Fitriadi, Muhammad Yadi
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25366

Abstract

Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan kelompok yang sangat rentan untuk terinfeksi tuberkulosis, mengingat mereka tinggal di tempat dengan kepadatan manusia yang sangat tinggi. Lapas Kota Lhokseumawe menyebutkan terjadi peningkatan kasus tuberkulosis sebesar 13 kali lipat dari tahun 2022 hingga 2023. Tingginya kasus TB di lapas disebabkan oleh kepadatan penghuni, penyakit komorbid, perokok dan riwayat kontak dengan pasien TB serta masih rendahnya pengetahuan warga binaan terhadap upaya pencegahan penularan TB dan ketidaktahuan akan gejala awal dari infeksi tuberkulosis. Oleh karena itu, pada kegiatan pengabdian ini akan dilakukan kampanye tentang tuberkulosis melalui kolaborasi akademik dan Lapas. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa skrining, pelatihan dan pembinaan terhadap warga binaan tentang pencegahan dan deteksi dini tuberkulosis. Pada akhir kegiatan pengabdian diperoleh hasil 4 orang warga binaan positif menderita tuberkulosis dan terdapat peningkatan pengetahuan pada warga binaan tentang tuberkulosis baik upaya pencegahan, gejala yang timbul, upaya pengobatan dan tatacara deteksi dini tuberkulosis. Berdasarkan uji statistik menunjukkan bahwa intervensi edukasi kesehatan yang diberikan memiliki pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan pada warga binaan.