Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Penyebab Lama Waktu Tunggu Pasien Rawat Jalan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional Di Poli Saraf RSU Annisa Kabupaten Bogor Tahun 2024 Muslimah, Annisaa Nuur; Nurmawaty, Dwi; Nabila, Anggun; Shorayasari, Susi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.8389

Abstract

This study aims to analyze the causes that can affect the length of waiting time for outpatients with JKN participants at the Neurology clinic of RSU Annisa. This research is a type of mix method research with observations and interviews using a systems approach. The calculation of the length of waiting time starts from the patient registering at the registration until getting a poly examination by analyzing the causes through a system approach including human resources (adequacy of the number of human resources and performance), infrastructure (availability and quality) and standard operating procedures (availability and implementation). The result of this study is that the average waiting time for outpatients with JKN participants in the Neurology clinic of Annisa Hospital is the longest in the average doctor's examination time, which is 87 minutes. What can cause the waiting time to lengthen based on HR, infrastructure and SPO is the mismatch of practice schedules with the arrival of doctors, down systems or decreased performance of SIMRS and bridging with BPJS Health for a long time, as well as changes in service flow due to policy changes or acceleration of services. Therefore, it is expected to carry out scheduled periodic monitoring and evaluation of the doctor's practice schedule and service flow, for infrastructure facilities to continue to be maintained according to a predetermined schedule.
GAMBARAN PROSES PENYIMPANAN OBAT DI UNIT FARMASI LOGISTIK RSUD KELAS D TELUK PUCUNG TAHUN 2024 Widiastuti, Eni; Nurmawaty , Dwi; Nabila, Anggun; Shorayasari , Susi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43203

Abstract

Unit farmasi sebagai bagian pelayanan penunjang pada rumah sakit bertanggungjawab dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian yang bertugas memenuhi kebutuhan kefarmasian pada pasien. Penyimpanan obat bertujuan mempertahankan mutu obat dari kerusakan akibat peyimpanan yang tidak baik dan memudahkan pencarian serta pengawasan obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses penyimpanan obat di Unit Farmasi Logistik RSUD Kelas D Teluk Pucung Kota Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, melalui wawancara mendalam kepada informan, observasi langsung dan telaah dokumen. Hasil penelitian diperoleh temuan sebagai berikut: Pertama, pengaturan tata ruang belum optimal, beberapa kendala diantaranya luas ruangan masih kurang, jumlah rak dan pallet yang tersedia masih kurang tidak sebanding dengan jumlah obat yang ada. Kedua, penyusunan stok obat belum terlaksana secara optimal, beberapa kendala diantaranya ketersediaan rak, pallet dan lemari khusus yang terbatas, maka banyak obat-obat yang belum tersusun dengan baik sesuai dengan alfabetis dan nama obat di rak, prinsip FEFO dan FIFO belum dilaksanakan secara optimal. Ketiga, pencatatan obat sudah dijalankan tetapi belum optimal. Prosedur penerimaan sudah dijalankan dengan baik, sedangkan prosedur pengeluaran obat terkadang masih belum tercatat dengan baik. Pelaksanaan stok opname dan pelaporan dilakukan setiap akhir bulan tetapi prosesnya sulit dilakukan karena tata letak obat yang tidak tersusun dengan baik.
HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP LOYALITAS PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD BALARAJA Nurholifah, Siti; Silviana Mustikawati, Intan; Nabila, Anggun; Heryana, Ade; Nitami, Mayumi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.26185

Abstract

Loyalitas merupakan bentuk perilaku pasien dalam pengambilan Keputusan untuk melakukan kunjungan secara terus menerus untuk melakukan pengobatan dan pemeriksaan disuatu rumah sakit yang dipilih. Berdasarkan studi pendahuluan pada 10 pasien rawat jalan ditemukan bahwa tingkat loyalitas pasien sebesar 50%, penelitian ini berujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan pasien dengan loyalitas pasien rawat jalan di RSUD Balaraja. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dari 97 responden pasien rawat jalan yang sudah berkunjung ? 2 kali, analisis data univariat dan bivariate korelasi sperman. Penelitian ini dilakukan pada Januari 2024. Hasil univariat ditemukan karakteristik usia responden terbanyak pada katagori dewasa 84 responden (86,6%), jenis kelamin terbanyak pada responden laki laki 50 (51,5%), status pernikahan menikah sebanyak 56 (57,7%), tingkat pendidikan menengah sebanyak 47 responden (48,5%), pekerjaan tertinggi berada pada katagori dan lain – lain 49 responden (49%), nilai rata – rata kepuasan pasien 65,00 dengan proporsi nilai rata – rata tertinggi pada dimensi kehandan yaitu 17 , nilai rata – rata loyalitas 31. Terdapat hubungan antara kepuasan, kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik dengan loyalitas pasien. diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pasien pasien terhadap pelayanan rawat jalan di RSUD Balaraja sehingga terciptanya loyalitas pada pasien.
Pengaruh Budaya Organisasi dan Perilaku Manajerial terhadap Efektivitas Penganggaran dan Keberlanjutan Keuangan Perusahaan Novia Ardana Siregar; Misjelina Br Surbakti; Anggun Nabila; Yusril Anwar; Muammar Khaddafi
Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Vol. 4 No. 4 (2025): Desember: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupiman.v4i4.5749

Abstract

Organizational culture and the way managers think and act significantly influence the quality of the budgeting process and the overall financial stability of a company. A work environment characterized by strong shared values, clear rules, ethical standards, and effective communication can enhance collaboration among employees and contribute to more accurate, transparent, and realistic budgeting practices. Conversely, managers’ behavior reflected through consistency, integrity, accountability, leadership commitment, and sound decision-making skills also plays a crucial role in determining the accuracy of budget implementation, monitoring, and expenditure control. When organizational culture and managerial behavior are aligned and mutually reinforcing, the budgeting process becomes more efficient, disciplined, and adaptive to organizational needs. This alignment supports better allocation of financial resources and reduces the risk of budget deviations. As a result, organizations are better positioned to maintain financial control and achieve long-term financial sustainability. Therefore, the integration of a strong organizational culture with positive managerial behavior serves as an essential foundation for establishing a sound, flexible, and sustainable financial management system that supports organizational performance and strategic objectives.
Upaya Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bermain Bola di TK MONICA Binjai Nabila, Anggun; Nst, Putri; Lubis, Siti; Hasibuan, Rabitha
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan melempar dan menangkap bola terhadap kemampuan motorik kasar anak di TK Monica, Binjai Timur. Penelitian ini berfokus pada peningkatan kemampuan anak dalam menggunakan otot-otot besar, seperti berjalan, berlari, melompat, keseimbangan, kekuatan, dan kelenturan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak usia dini di TK Monica. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui permainan melempar dan menangkap bola yang dirancang secara terstruktur untuk menstimulasi perkembangan motorik kasar anak. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi untuk menilai kemampuan motorik kasar anak sebelum tindakan, pada Siklus I, dan Siklus II. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui perubahan dan peningkatan kemampuan fisik anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan motorik kasar anak setelah diterapkannya kegiatan permainan bola. Pada observasi awal, sebagian besar anak menunjukkan kemampuan motorik kasar yang rendah. Setelah pelaksanaan Siklus I, anak mulai menunjukkan peningkatan dalam koordinasi, keseimbangan, dan kekuatan otot, meskipun beberapa anak masih memerlukan bimbingan. Pada Siklus II, sebagian besar anak mencapai kategori baik hingga sangat baik dalam perkembangan motorik kasar, yang ditunjukkan melalui peningkatan keseimbangan, kekuatan, kelenturan, dan koordinasi. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan melempar dan menangkap bola efektif dalam meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia dini. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk mendukung perkembangan fisik anak di lingkungan taman kanak-kanak.
Analysis of the Relationship Between Age and Acute Respiratory Infection Claim Costs in the Health Insurance Program of PT XYZ Anggun Nabila; Dwi Nurmawaty
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 6 No. 02 (2026): Jurnal Multidisiplin Sahombu, 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The frequency of health insurance claims in corporate insurance systems continues to increase, making the understanding of case characteristics and cost determinants essential for effective health risk management. This study aims to analyze the characteristics of patients with acute respiratory infection (ARI) and to examine the relationship between age and health insurance claim costs, measured by total charges and approved costs. A quantitative approach with a cross-sectional design was applied using secondary data from 401 health insurance claims at PT XYZ, including 46 ARI cases. Data normality was assessed using the Shapiro–Wilk test, and bivariate analysis was conducted using Spearman’s rho correlation. The proportion of ARI cases accounted for 11.5% of all claims, with children representing the largest group of patients. The results indicate a significant negative correlation between age and total claim costs (r = −0.350; p = 0.017) as well as approved costs (r = −0.316; p = 0.032). These findings suggest that younger age groups, particularly children, tend to incur higher claim costs compared to older age groups. However, given the limited number of ARI cases, the results should be interpreted with caution and cannot be broadly generalized. Further studies with larger sample sizes and additional explanatory variables are recommended to strengthen the evidence base for health insurance risk management.