Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Pengaruh Arsitektur Terapeutik dalam Meningkatkan Kesehatan Penghuni Rusunawa Depok Palupi, Kirana Woro; Agustin, Dyan
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i1.14748

Abstract

Mental and psychological health factors significantly influence daily life, and public housing plays a vital role in residents' well-being. By optimizing therapeutic architecture, it is expected that the overall comfort of residents, including mental, behavioral, spiritual, and psychological aspects, can be improved. This study uses a qualitative descriptive method, including literature review, field observation, and interviews, to investigate the impact of therapeutic architecture on physical and psychological health balance in public housing. The results show that design elements like green spaces, natural lighting, ventilation, and calming color schemes contribute to creating an environment that reduces stress and enhances comfort. This study reveals that the application of therapeutic architecture can improve both mental and physical health, ultimately leading to a better quality of life for residents
Analisis Konsep Therapeutics Architecture Pada Rustic Market Graha Natura Surabaya Ramadhani, Defianty Nabilah; Agustin, Dyan
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.8174

Abstract

Banyaknya penduduk di perkotaan, khususnya kota besar Surabaya, memiliki kemungkinan penduduk yang terkena gangguan stress perkotaan dikarenakan kondisi kota yang ramai. Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018, terdapat lebih dari 19 juta penduduk Indonesia usia lebih dari 15 tahun memiliki gangguan mental emosional. Mengutuip laman Sehat Negeriku Kemenkes, Indoneisa memiliki pravelensi orang dengan gangguan jiwa kurang lebih 1 dari 5 orang. Jika dikaitkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa, jumlah mereka yang rentan mengalami masalah ganguan jiwa mencapai 20 persen dari populasi penduduk negeri ini. Permasalahan baru yang muncul yaitu bagaimana peran arsitektur dalam memberikan ruang relaksasi pikiran untuk membantu manajemen stress perkotaan. Pada hal ini, peran arsitektur dapat secara langsung terlibat dalam mendukung proses relaksasi pikiran dengan menerapkan konsep therapeutic architecture. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui konsep dan aspek therapeutic architecture, serta penerapannya pada Rustic Market by The Lake, Graha Natura, Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan mencari data dari observasi lapangan, wawancara pengguna, dan studi literatur yang terkait dengan penelitian. Analisis penelitian dilakukan dengan menggunakan dua teori, yaitu teori therapeutic space (Chrysikou) dan teori nature and psychotherapy (Jordan). Hasil analisis menghasilkan kajian bahwa Rustic Market Graha Natura, Surabaya menerapkan konsep therapeutic architecture dengan memenuhi kriteria teori therapeutic space dan teori nature and psychotherapy.
Diversifikasi Produk Home Décor dan Mainan Edukasi Berbahan Kayu Pada UMKM Legowo Tulangan Sidoarjo Agustin, Dyan; Hasya, Astrini Hadina; Anggraeny, Fetty Tri; Ayuningrum, Agnes Athalia; Abu Musa, Hammam Bara; Faturrahman Rahardjo, Iqbal Raihan; Novarina, Fitria
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 2 (2025): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Oktober)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v7i2.25406

Abstract

UMKM Legowo yang berada di Tulangan Sidoarjo merupakan usaha yang bergerak dibidang kerajinan home décor dan mainan edukasi berbahan kayu yang saat ini menghadapi tantangan dalam pengembangan produk. Permintaan pasar yang terus berkembang menuntut inovasi lebih pada produk agar lebih variatif dan mempunyai nilai tambah. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk melakukan diversifikasi dengan menambah variasi produk home decor dan mainan edukasi berbahan kayu. Juga untuk meningkatkan nilai jual melalui inovasi desain dan fungsi. Metode  pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, antara lain tahap pertama sosialisasi produk home decor (bingkai foto, nampan, kap lampu) dan mainan edukasi (puzzle, balok susun) berbahan kayu, tahap kedua memberikan pelatihan pembuatan dan tahap ketiga pendampingan pemasaran. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan UMKM Legowo akan memiliki variasi produk baru yang lebih kreatif dan bernilai ekonomi tinggi sehingga bisa meningkatkan omzet penjualan dan dapat meningkatkan perekonomian lokal di Tulangan Sidoarjo Jawa Timur
Kajian Arsitektur Ekologi pada Kusuma Agrowisata Resort dan Convention Hotel Haikal, Muhammad Husam; Agustin, Dyan
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 5, No 1 (2024): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2024.v5i1.5785

Abstract

Dalam era modern ini telah banyak bangunan yang telah dibangun, beberapa diantaranya dibangun diatas lokasi yang mengharuskan penggusuran alam eksisting agar mempermudah dan juga menyesuaikan desain rancangan yang diinginkan. Maka sebagai perancang harus sadar dan memikirkan cara untuk melestarikan alam akan tetapi tetap memenuhi standar kenyamanan yang dibutuhkan, salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah dengan mengimplementasikan arsitektur ekologi, yaitu sebuah arsitektur yang memasukkan alam kedalam perancangannya, menggunakan unsur-unsur alam yang ada untuk menciptakan kesinambungan antar bangunan dengan alam sekitar, dalam artikel ini akan membahas Kusuma Agrowisata dan Convention hotel yang berada di kota Batu, bangunan ini merupakan satu dari banyak jenis wisata yang dimana memanfaatkan pertanian atau perkebunan sebagai objek utamanya,. Disamping itu terdapat juga hotel resort yang menjadi penunjang kebutuhan para wisatawan agrowisata tersebut, yaitu hunian. Terletak di dataran tinggi kota Batu mengharuskan desain dari agrowisata dan hotel ini, untuk beradaptasi dari kondisi kontur yang ekstrim. Dalam hal ini Kusuma Agrowisata Resort & Convention Hotel mengimplementasikan arsitektur ekologi. Penataan massa yang sesuai kontur, penggunaan material yang aman bagi lingkungan, serta menghadirkan aspek alam sekitar kedalam tapak, menjadikan bangunan Kusuma Agrowisata Resort & Convention Hotel ini menjadi sebuah bangunan yang layak dan aman bagi para pengunjung maupun alam tempat bangunan tersebut berada. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang sumber informasinya berdasarkan dari internet maupun dengan dilakukan survey secara langsung pada tapak.
PENERAPAN TATA RUANG DALAM GALERI SELASAR SUNARYO ART SPACE Bandhawa, Raga Anggaraksa; Agustin, Dyan
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 7 No. 2 (2024): JAUR April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v7i2.11620

Abstract

A gallery is a place or building that is intended as a place for the exhibition of artworks and other art activities. Space will be an important aspect in the arrangement of a gallery building because it certainly supports the arrangement and appearance of each work of art. Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) is a gallery established with the aim of supporting the development of practice, art studies, and culture in visual form in Indonesia. SSAS is one of the gallery cultural centers visited by every circle in Indonesia so that the role of architecture in buildings is needed to support art activities in it. This makes SSAS an interesting object to research in the aspect of spatial arrangement. Therefore, this study aims to determine the spatial pattern in the gallery as an art activity facility. The research was conducted using qualitative methods through direct survey and secondary data review from other journal references. The observation results show that the inner spatial pattern of SSAS is made related between spaces so that the circulation pattern created becomes flexible for users.  
TRANSFORMASI KORIDOR MENJADI RUANG SOSIAL: STUDI PERILAKU PENGHUNI RUSUN MRANGGEN, KABUPATEN SLEMAN Octaviano, Dioni; Agustin, Dyan
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.98

Abstract

Koridor pada rumah susun, yang secara desain berfungsi sebagai jalur sirkulasi dan ruang transisi antar unit hunian, dalam praktiknya sering dimanfaatkan secara lebih luas oleh penghuni. Dalam hunian vertikal dengan keterbatasan ruang privat, penghuni cenderung melakukan adaptasi ruang untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Koridor yang seharusnya bersifat komunal mengalami pergeseran fungsi akibat tekanan spasial dan kebutuhan akan ruang tambahan, seperti untuk menyimpan barang, menjemur pakaian, atau menerima tamu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku penghuni terhadap fungsi koridor di Rumah Susun Mranggen Gedung Hijau, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, khususnya dalam konteks pemanfaatan ruang di luar batas privat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara mendalam, dokumentasi visual, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penghuni memanfaatkan koridor sebagai ruang tambahan dengan fungsi yang bersifat lebih pribadi. Adaptasi ini mencerminkan respons terhadap keterbatasan ruang hunian dan kebutuhan fungsional harian. Pergeseran fungsi koridor ini berdampak pada terganggunya sirkulasi, berkurangnya kenyamanan ruang komunal, serta terbentuknya batas baru antara ruang publik dan privat. Temuan ini menegaskan bahwa desain ruang komunal dalam rumah susun perlu mempertimbangkan fleksibilitas penggunaan oleh penghuni, agar tetap mampu memenuhi kebutuhan individual tanpa mengorbankan fungsi sosial dan efisiensi tata ruang secara keseluruhan.