Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Herbal Healing Bath Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan pada Ibu Postpartum di Puskesmas Tanoyan Hikma Saleh, Sitti Nurul; Hamzah, St Rahmawati; Muzayyana, Muzayyana; Alhidayah, Alhidayah; Gonibala, Alfiana Pramasita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7342

Abstract

Berdasarkan data Kemenkes RI kejadian tingkat kecemasan ibu postpartum masih tinggi di berbagai negara seperti Portugal (18,2%), Bangladesh (29%), Hongkong (54%), dan Pakistan (70%), sedangkan di Indonesia yang mengalami kecemasan (28,7%). Tingkat kecemasan yang terjadi pada Ibu primipara mencapai 83,4% dengan tingkat kecemasan berat, 16,6% kecemasan sedang sedangkan yang terjadi pada ibu multipara mencapai 7% dengan tingkat kecemasan berat, 71,5% dengan kecemasan sedang dan 21,5% dengan cemas ringan. Kecemasan yang terjadi secara terus menerus pada ibu postpartum dapat mengakibatkan depresi postpartum yang akan berdampak pada kemampuan ibu dalam mengasuh bayinya jika terus berlanjut dapat mempengaruhi terhadap perkembangan kognitif, emosional, sosial dan perilaku anak. Tujuan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang herbal healing bath dalam menurunkan tingkat kecamasan pada ibu postpartum. Kegiatan pengabdian ini meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Jumlah peserta sebanyak 15 ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Tanoyan. Setelah  dilakukan  intervensi terjadi  perubahan  yang signifikan  pada  tingkat  kecemasan  ibu  postpartum, sebanyak 73% ibu menunjukkan   penurunan   tingkat   kecemasan   ke   kategori   ringan, sedangkan  27% ibu  masih berada   pada   kategori   kecemasan   sedang. Perbedaan rata-rata skor pengetahuan peserta tentang herbal healing bath dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu adalah 7,31.
Edukasi Gentle Birth Untuk Persalinan Nyaman Pada Kelas Ibu Hamil Di UPTD Puskesmas Tanoyan Hamzah, Strahmawati; Saleh, Sitti Nurul Hikma; Muzayyana, Muzayyana
Journal of Excellence Humanities and Religiosity Vol. 3 No. 1 (2026): Januari (2026)
Publisher : Journal of Excellence Humanities and Religiosity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/joehr.v3i1.466

Abstract

Maternal and infant health is one of the important indicators of the success of a country’s health system. Childbirth is the final phase of pregnancy that requires optimal physical and psychological readiness because it carries a risk of serious complications. The labor process often triggers high levels of anxiety in pregnant women. High anxiety and medical interventions during childbirth not only affect the birth experience but also contribute to the risk of maternal and neonatal complications. Gentle birth is a childbirth preparation method that emphasizes a calm, minimally traumatic process and optimizes physiological capabilities. The purpose of this community service activity was to increase pregnant women’s knowledge of gentle birth for a comfortable childbirth experience. This activity consisted of three stages: the preparation and planning stage, which included the division of tasks among the service team and a pre-test; the implementation and process stage, which included gentle birth counseling; and the monitoring and evaluation stage, which included a post-test and an overall evaluation of the activity. The community service activity was carried out well and in accordance with the plan. There was an increase in pregnant women’s knowledge of gentle birth for comfortable childbirth, with a mean difference in participants’ knowledge scores before and after the counselingof 7.27.
Edukasi Diet Gizi Seimbang dan Suplementasi Tablet Tambah Darah Berbasis Bahan Pangan Lokal untuk Mencegah IUGR pada Ibu Hamil di Desa Tanoyan Utara Muzayyana Muzayyana; Alhidayah Alhidayah; Sitti Nurul Hikma Saleh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1307

Abstract

Intrauterine Growth Restriction (IUGR) merupakan kondisi janin gagal mencapai potensi pertumbuhan optimalnya, yang menjadi faktor risiko utama kejadian stunting dan kematian perinatal. Nutrisi ibu yang buruk dan rendahnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi penyebab utama di tingkat masyarakat. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam pemenuhan gizi seimbang berbasis pangan lokal serta kepatuhan konsumsi TTD sebagai upaya preventif IUGR. Metode: Kegiatan dilakukan di Desa Tanoyan Utara dengan sasaran 10 ibu hamil. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) yang meliputi edukasi interaktif, demo masak menu pangan lokal, dan pendampingan melalui kartu kendali TTD. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skor pre-test dan post-test menggunakan uji Paired T-Test. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan ibu hamil mengenai gizi seimbang dan pencegahan IUGR (p < 0,05). Selain itu, ibu hamil mampu mempraktikkan pengolahan bahan pangan lokal menjadi menu tinggi protein dan zat besi. Kesimpulan: Edukasi berbasis pangan lokal dan pendampingan konsumsi TTD efektif dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil untuk mencegah hambatan pertumbuhan janin. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk rutin melakukan demo menu sehat saat kelas ibu hamil.
Edukasi Isi Piringku Berbasis Pangan Lokal Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Matali Kotamobagu St Rahmawati Hamzah; Sitti Nurul Hikma Saleh; Kurniati Akhfar; Nia Rahmadani Tooy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1312

Abstract

Status gizi balita merupakan salah satu indikator kesehatan yang paling sensitif  untuk menentukan derajat kesehatan anak. Gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan normal serta perkembangan fisik dan kecerdasan anak. Masalah gizi di Indonesia masih sangat kompleks dan perlu mendapat perhatian yang lebih serius dari pemerintah. Data terakhir pada tahun 2024 laporan SSGI menunjukkan prevalensi kasus stunting di Kotamobagu sebanyak 23,1%, underweight sebanyak 16,1%, dan wasting sebanyak 5,4%. Pengetahuan ibu sangat mempengaruhi perilaku ibu dalam memilih bahan makanan yang tidak benar. Ibu seringkali memberikan makanan dengan jumlah makanan yang tidak cukup dan kurangnya keanekaragaman makanan, sehingga anak cepat bosan dan tidak mau makan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang pemenuhan gizi seimbang melalui isi piringku berbasis pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan yang dilakukan secara partisipatif bersama pemerintah kelurahan dan masyarakat setempat. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan intervensi yang artinya perilaku positif ibu tentang pemenuhan gizi seimbang melalui isi piringku berbasis pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting menjadi baik. Program ini diharapkan gizi seimbang harian anak yang berbasis pangan lokal terpenuhi dengan baik sehingga berimplikasi pada penurunan stunting.
Pengaruh Pijat Bayi terhadap Pertumbuhan Bayi Strahmawati Hamzah; Sitti Nurul Hikma Saleh; Kurniati Akhfar; Husnul Khatimah; Hamzah B
Journal of Language and Health Vol. 7 No. 2 (2026): Journal of Language and Health: June 2026
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v7i2.1903

Abstract

Berdasarkan laporan SSGI 2024 prevalensi kasus stunting di Indonesia sebanyak 19,8%, underweight sebanyak 16,8%. Berdasarkan umur, jumlah bayi (0-11 bulan) stunting sebanyak 21,6%, underweight sebanyak 9,9% dan wasting sebanyak 10,1%. Pijat bayi juga merupakan satu alternatif upaya untuk meraih derajat kesehatan yang paling sederhana yang bisa dilakukan di rumah, namun banyak ibu yang merasa takut melakukan pijat terhadap bayinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap pertumbuhan berat badan bayi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-experimental design dengan rancangan penelitian one group pretest-post-test design.   Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Motoboi Kecil. Sampel sebanyak 20 bayi usia 0-12 bulan. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar checklist. Data dianalisis menggunakan uji paired t test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata berat badan bayi sebelum dipijat adalah 4,61 kg dengan SD 0,75 dan rata-rata berat badan bayi setelah dipijat adalah 6,54 kg dengan SD 0,80. Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,001 (p<0,05) artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap pertumbuhan berat badan bayi. Terdapat perbedaan rata-rata skor berat badan bayi sebelum dan sesudah diberikan pijatan dengan perbedaan rata-rata sebesar 1,93, maka dapat disimpulkan pijat bayi dapat meningkatkan pertumbuhan berat badan bayi di wilayah kerja Puskesmas Motoboi Kecil.