Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tranformasi Sastra Lisan Krinok ke dalam Komposisi Musik Musik Orkestra Gunawan, Indra; Handayani, Lusi; Irianto, Ikhsan Satria; Gustyawan, Tofan
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krinok oral literature can also be called performance literature because of its delivery by means of performance or show. In this article, it is discussed how the exploration of Krinok oral literature is transformed into a musical work or musical composition with an orchestral formation. The delivery style of Krinok oral literature with a singing style becomes the basis for the creation of the music itself such as singing text, tone, vocal melody, harmony, and development of structural forms. This music composition is titled “Bungo Bermada”, this title is made based on the meaning of praise. The method used is Mixed Method from qualitative and quantitative as the development of musical and extramusical ideas (philosophical aspects) into a musical composition “Bungo Bermada”,. The collection techniques consisted of interviews, observations, and literature studies. Meanwhile, the data analysis technique used consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. For testing this product is a prototype of musical composition in the form of Digital Scoring (digital audio visual). Abstrak Sastra lisan Krinok dapat juga disebut sastra pertunjukan karena penyampaian nya dengan cara di pertunjukan atau dipertontonkan. Dalam artikel ini, dibahas bagaimana eksplorasi sastra lisa Krinok ditranspormasikan menjadi karya musik atau komposisi musik dengan formasi orkestra. Gaya penyampaian sastra lisan Krinok dengan gaya nyanyian menjadi dasar penciptaan musik itu sendiri seperti teks nyanyian, nada, melodi vokal, harmoni dan pengembangan bentuk struktur. Komposisi musik ini diberi judul “Bungo Bermada”, judul ini dibuat berdasarkan makna puji-pujian. Metode yang digunakan adalah Mixed Method dari kualitatif dan kuantitatif sebagai pengembangan gagasan musikal dan ekstramusikal (aspek filosofi) menjadi komposisi musik “Bungo Bermada”,. Teknik pengumpulan yang dilakukan terdiri dari wawancara, observasi dan studi pustaka. Sedangkan untuk teknik analisis data yang digunakan terdiri dari, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk pengujian produk ini adalah prototipe komposisi musik berupa Scoring Digital (audio visual digital).
IDENTITAS DAN KRITIK DALAM STAND UP COMEDY Gustyawan, Tofan; Yuliadi, Koes
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 1 No 01 (2022): Cerano Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.565 KB) | DOI: 10.22437/cs.v1i01.18416

Abstract

Stand up comedy merupakan pertunjukan yang mengedepankan olah bahasa sering menjadi sarana dalam menyampaikan kritik. Kritik berfungsi sebagai alat untuk menganalisa, mengevaluasi sesuatu dengan tujuan memperluas apresiasi juga memperbaiki situasi. Indonesia sebagai negara yang menjamin kebebasan berpendapat, menjadi suatu peluang dalam menyampaikan berbagai macam kritik, terutama dalam stand up comedy.  Stand up comedy bukan sekedar menciptakan olah bahasa dari berbagai kegelisahan yang dibuat menjadi sebuah joke tanpa dasar. Namun lebih mendalam yaitu menyadari identitas sebagai bagian dari kirtik. Penciptaan pertunjukan stand up comedy berjudul Jalan Rusak sebagai wujud kritik dari refleksi atas identitas pengkarya. Identitas sebagai dasar yang tidak dilupakan dalam menyampaikan kritik. Identitas sebagai dasar yang dapat mengurangi ketegangan dalam menyampaikan kritik dalam komedi. Hal tersebut membuka ruang berpikir dalam bereksplorasi dalam proses penciptaan. Proses penciptaan membuka peluang seluas-luasnya dengan disiplin keilmuan yang lain dalam rangka membentuk karya. Stand up comedy menjadi pilihan yang ideal sebagai media seni dalam menyampaikan  pendapat terutama kritik agar  pendapat dapat diterima dengan baik.
JURNAL BENTUK GERAK DALAM RITUAL PENGOBATAN BESALE SUKU ANAK DALAM DI DESA NYOGAN, KABUPATEN MUARO JAMBI: Ritual Besale Anggraini, Alda Widya; Handayani, Lusi; Gustyawan, Tofan
Jurnal Prabung Seni : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 5 No. 1 (2026): Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jps.v5i1.43450

Abstract

Ritual Besale merupakan ritual pengobatan yang dilakukan Suku Anak Dalam di Desa Nyogan Kecamatan Mestong untuk mengobati orang sakit. Ritual ini dilakukan dengan menyiapkan sesajian dan melakukan gerak-gerak yang dipimpin oleh dukun. Ritual Besale dapat berlangsunmg selama berhari-hari apabila penyakit yang tdiganggu roh halus tersebut tidak kunjung sembuh. Tujuan pnelitian ini adalah untuk mengetahui bagimana bentuk gerak dalam ritual Besale. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah ritual Besale dilakukan oleh Suku Anak Dalam dengan dipimpin oleh dukun Sale. Ritual ini dilakukan dengan tiga gerak yaitu gerak berentak maju, gerak berentak mundur, dan gerak berentak berputar. Setiap gerak dilakukan oleh dukun yang diikuti anggota menari. Ritual ini dilengkapi dengan properti seperti jari lipan dan bale. Gerak dalam ritual besale disusun atas ruang, waktu dan tenaga. Tenaga dalam gerak Besale mulai dari lemah hingga kuat. Ruang dalam ritual Besalle adalah ruag sempit hingga luas, dan waktu dalam ritual Besale adalah waktu yang dibentuk oleh penari.