Claim Missing Document
Check
Articles

Penapisan Bakteri Kitinolitik Dari Limbah Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) Sebagai Daya Hambat Terhadap Jamur Patogen Sclerotium rolsfii. Hutagalung, Nuriyah Azami; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8091

Abstract

Limbah rajungan merupakan hasil akhir dari olahan yang berupa cangkang. Limbah dari cangkang rajungan tersebut akan mudah sekali busuk sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Sclerotium rolfsii adalah salah satu jenis penyakit pada tanaman yang menyebabkan busuk pada batang tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya keberadaan bakteri kitinolitik pada limbah cangkang rajungan. Metode penelitian meliputi beberapa tahapan yaitu isolasi bakteri kitinolitik, pemurnian dan identifikasi bakteri kitinolitik, uji aktivitas kitinase bakteri kitinolitik, pewarnaan gram, uji antagonis bakteri kitinolitik terhadap jamur patogen Sclerotium rolfsii, dan uji biokimia. Hasil isolasi diperoleh 6 isolat bakteri kitinolitik dari limbah cangkang rajungan. Lima isolat bakteri kitinolitik mmeiliki kemampuan dalam menghambat jamur patogen Sclerotium rolfsii. Uji antagonis isolat bakteri kitinolitik terhadap jamur patogen Sclerotium rolfsii menunjukkan bahwa KR3 memiliki daya hambat paling tinggi sebesar 10,1 mm dan isolat KR6 memiliki daya hambat paling rendah sebesar 6,3 mm dalam memghambat jamur patogen Sclerotium rolfsii. Isolat KR1 memiliki daya hambat sebesar 8,8 mm, KR2 memiliki daya hambat sebesar 8,5, dan KR4 memiliki daya hambat sebesar 9 mm. Uji biokimia pada uji katalase diperoleh hasil postif, bersifat motil, serta tidak dapat memproduksi jenis gula. Keenam bakteri kitinolitik yang ditemukan merupakan bakteri dari gram positif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa isolat bakteri kitinolitik yang diduga genus Bacillus mampu menghambat jamur patogen Sclerotium rolfsii
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI AZOTOBACTER DARI RHIZOSFER TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI DESA SEI MENCIRIM KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG Masyitah, Lidya Angraeni; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7334

Abstract

Bakteri penambat nitrogen hidup bebas di tanah yaitu Azotobacter. Bakteri penambat nitrogen memiliki enzim nitrogenase yang berperan mereduksi gas N2 dari udara menjadi amoniak yang dapat dimanfaatkan oleh sel bakteri dan tumbuhan dalam metabolisme nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri penambat nitrogen Azotobacter sp. yang terdapat disekitar perakaran tanaman yang berasal dari rhizosfer tanaman jagung di Desa Sei Mencirim Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan pada penelitian ini dimulai dengan isolasi tanah dari sampel ke dalam media Lacto Glucose Infused (LGI) yang merupakan media untuk pertumbuhan Azotobacter dengan pengenceran serial. Berdasarkan hasil isolasi ditemukan 5 isolat Azotobacter memiliki ciri Gram negatif dengan bentuk coccus dan steptobasil Kelima Isolat memiliki warna yang berbeda yaitu ada yang berwarna putih dan putih keruh. Hasil uji biokimia pada uji katalase positif, bersifat motil, hasil uji indol bereaksi positif, uji hidrolisis pati bereaksi positif, hasil gelatin menunjukkan negatif, uji sitrat bereaksi positif. Berdasarkan hasil uji biokimia ditemukan spesies Azotobacter Chroococcum dan spesies Azotobacter Agilis.
POTENSI BAKTERI Bacillus subtilis SEBAGAI AGEN BIODEGRADASI LIMBAH STYROFOAM Maisyaroh, Dinda; Mayasari, Ulfayani; Nasution, Rizki Amelia
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3192

Abstract

Styrofoammerupakan polimer plastik jenis polistirena yang memiliki rantai panjang dan berulang. Penumpukan sampah styrofoamyang terakumulasi menyebabkan pencemaran pada lingkungan. Solusi yang dapat diterapkan dalam permasalahan ini ialah dengan memanfaatkan mikroorganisme melalui proses biodegradasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan bakteri Bacillus subtilis dalam mendegradasi styrofoam. Uji kemampuan biodegradasi dilakukan pada media MSM dengan menambahkan potongan styrofoamdan di inkubasi menggunakan inkubator shaker dengan kecepatan 50 rpm selama 40 hari pada suhu ruang, dengan interval waktu pengecekan 10 hari, 20 hari, 30 hari dan 40 hari. Setiap perlakuan dilakukan dengan pengulangan sebanyak empat kali. Uji kemampuan biodegradasi menunjukkan bahwa isolat bakteri Bacillus subtilis memiliki kemampuan dalam mendegradasi limbah styrofoamdengan interval waktu inkubasi 10, 20, 30 dan 40 hari menghasilkan persentase kehilangan berat sebesar 11%, 22%, 32% dan 53% dan tidak terjadi perubahan regangan. Hasil uji menunjukkan bahwa terjadi perubahan kecil pada kemampuan isolat bakteri Bacillus subtilis dalam mendegradasi limbah styrofoam. Kata Kunci: Biodegradasi, Styrofoam, Bacillus subtilis
Potensi Bakteri Selulolitik Sebagai Biofertilizer Secara In Vitro dari Limbah Padat Pabrik Kelapa Sawit Eliza Rahma, Maudy; Mayasari, Ulfayani; Rasyidah, Rasyidah
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3247

Abstract

Perkebunan kelapa sawit adalah salah satu komoditas dengan nilai tertinggi pada perekonomian di Indonesia sehingga dapat menciptakan limbah yang dibuang sangat banyak seperti limbah tandan kosong kelapa sawit. salah satu bakteri yang dimanfaatkan untuk biofertilizer adalah bakteri selulotik dengan potensi memecah selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bakteri selulotik sebagai biofertilizer secara in Vitro pada limbah padat kelapa sawit dan mengetahui genus dari bakteri selulotik pada limbah padat kelapa sawit . Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2023. Metode penelitian menggunakan eksperimental laboratorium dengan analisis data secara deskriptif kualitatif serta kuantitatif Hasil isolasi didapatkan 12 isolat kemudian dilakukan screening hingga didapatkan 5 isolat Bakteri yang potensial yaitu isolate TL 2, TL 4, TL 5, TL 6 dan TL 8. Aktivitas selulolitik tertinggi adalah isolate TL 6 yaitu sebesar 2,04 mm. Selain isolate TL 6, isolate TL 2, TL 4, TL 5 dan TL 8 juga berpotensi sebagai biofertilizer didasarkan kemampuannya. Hasil dari identifikasi bakteri selulolitik terdapat 4 genus bakteri yang dinyatakan sebagai genus dari bakteri selulolitik yaitu Genus Monococcus, Genus Lysinibacillus, Genus Pseudomonas dan Genus Bacillus. Kata Kunci: Bakteri Selulolitik, Biofertilizer, Genus, Tandan kosong kelapa sawit
PERBANDINGAN BAKTERI Pseudomonas putida DAN Bacillus cereus DALAM MENURUNKAN KADAR COD BOD PADA LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT Riwanda, Ayu; Mayasari, Ulfayani; Rasyidah, Rasyidah
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3248

Abstract

Limbah cair kelapa sawit memiliki potensi sebagai bahan pencemar lingkungan karena memiliki kandungan Chemical Oxygen Demand (COD), Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan padatan tersuspensi yang tinggi sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran yang dapat menurunkan kualitas suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk Mengetahui Penurunan Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) dengan Penambahan Bakteri Pseudomonas putida dan Bakteri Bacillus cereus Pada Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit. Analisis data pada penelitian ini menggunakan data deskriptif kuantitatif. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan menguji kadar COD dan BOD menggunakan Metode SNI-6989.2-2019.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Penambahan bakteri Pseudomonas putida mampu menurunkan Kadar COD tertinggi sebesar 39.050mg/l dengan persentase penurunan 49.44% dibandingkan bakteri Bacillus cereus hanya mampu menurunkan kadar COD Sebesar 39.825mg/l dengan persentase penurunan 48.44%. Dan hasil penelitian menunjukkan Penambahan bakteri Pseudomonas putida mampu menurunkan Kadar BOD tertinggi sebesar 414.5 mg/l dengan persentase penurunan 97.92% dibandingkan bakteri Bacillus cereus hanya mampu menurunkan kadar BOD Sebesar 503.5 mg/l dengan persentase penurunan 97.48% Kata Kunci: Bacillus cereus, BOD, COD, Limbah cair pabrik kelapa sawit, Pseudomonas putida
BIOREMEDIASI KROMIUM (Cr) MENGGUNAKAN BAKTERI INDIGENOUS DARI LIMBAH CAIR DI SUNGAI DELI MEDAN Sandi, Najmi Maulidina El; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3656

Abstract

Kerusakan lingkungan dan penurunan kualitas air pada air sungai, danau dan waduk dapat terjadi akibat adanya pembuangan limbah cair yang bersumber dari kegiatan domestik dan industrri. Salah satu pencemaran logam berat pada limbah cair di sungai yaitu kromium (Cr). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui isolat bakteri indigenous yang berasal dari air Sungai Deli Medan yang memiliki kemampuan mereduksi kromium (Cr) dan mengetahui potensinya sebagai agen bioremediasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari 14 isolat bakteri hasil isolasi bakteri terdapat 7 isolat bakteri yang memiliki kemampuan dalam mereduksi kadar logam berat kromium (Cr) dan 3 isolat bakteri dengan kemampuan mereduksi kadar logam berat kromium (Cr) yaitu isolat BAI 08 dari genus Pseudomonas (94,03%), isolat BAI 10 dari genus Micrococcus (96,43%), dan isolat BAI 14 dari genus Bacillus (97,39%). Bakteri indigenous yang berasal dari air Sungai Deli Medan mampu menjadi agen bioremediasi pada logam berat kromium (Cr). Kata Kunci: Bakteri indigenous, Kromium (Cr), Bioremediasi, Sungai Deli Medan
AKTIVITAS BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DENGAN PENAMBAHAN EKOENZIM PADA PROSES DEGRADASI POPOK SEKALI PAKAI Syahputri, Sufi Amir; Mayasari, Ulfayani; Nasution, Rizki Amelia
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3687

Abstract

Popok sekali pakai (diapers) merupakan sampah anorganik yng sulit untuk diurai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri Pseudomonas aeruginosa dengan penambahan ekoenzim dalam mendegradasi popok sekali pakai. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non-faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P0= Kontrol, P1= Bakteri Pseudomonas aeruginosa (5%), P2= Ekoenzim (5%), P3= Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Ekoenzim (5%). Untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan digunakan uji Anova dan dilanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikasi α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengurangan berat kering popok sekali pakai pada perlakuan P0= 3.7%, P1 = 41.8%, P2 = 50.1% dan P3 = 59.1%. Pada hasil pengurangan ukuran popok sekali pakai pada perlakuan P0 = 0.08, P1 = 0.09, P2 = 0.19 dan P3 = 0.2. Aktivitas bakteri Pseudomonas aeruginosa dengan penambahan ekoenzim mampu mendegradasi popok sekali pakai pada pengurangan berat kering popok sekali pakai tetapi tidak mampu dalam mengurangkan ukuran pada degradasi popok sekali pakai. Kata Kunci: degradasi, Pseudomonas aeruginosa, ekoenzim
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PENGHASIL ENZIM GELATINASE DI MUARA PANTAI LUBUK TUKKO TAPANULI TENGAH Purba, Gusmita Enda Lorenza; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v16i1.3072

Abstract

Gelatinase enzyme is an enzyme that plays an important role in the food and non- food industries. Gelatinase enzymes can come from animals, plants and microorganisms. This study aims to determine whether there are bacteria that produce gelatinase enzymes, and the characterization of gelatinase enzyme-producing bacteria found in the estuary of Lubuk Tukko Beach, Tapanuli Tengah. The research was carried out from September to November 2021 at UPT Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Daerah Jl. Williem Iskandar, Medan. This research was divided into several stages, namely isolation and inoculation, gelatin test, gram stain test, dan biochemical test. Isolation of bacteria found 15 pure isolates and it was known that seven of the pure isolates were bacteria producing gelatinase enzymes with isolate codes SS141, SS144, SS241, SS342, SS353, SS361 and SS363. The results obtained were characterized by gram staining and biochemical tests and obtained the results of 1 bacterial isolate of the genus Micrococcus with code SS361 and other bacterial isolates of the genus Bacillus.
UTILIZATION OF KECOMBRANG FRUIT PEEL (Etlingera elatior (Jack) RMSm) AS A MOUTHWASH TO PREVENT MOUTH ULCERS AND DENTAL CARIES Rahmadina, Rahmadina; Mayasari, Ulfayani
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.8591

Abstract

Kecombrang fruit is used by the community as a food ingredient but actually the skin of this kecombrang fruit can be used as a mouthwash for the development of dental caries. This study aims to evaluate the preparation of mouthwash formulations with the addition of kecombrang fruit peel extract. The work procedure starts from extraction, phytochemical testing, antimicrobial testing of extracts, and evaluation of mouthwash preparations. The results contained secondary metabolites in the form of alkaloids, fla-vonoids, tannins, and saponins. Evaluation of mouthwash preparation with pH test is 5.0-5.6, organoleptic test which does not change significantly, viscosity test at 20% and 30% concentration is 1.0193 cP and 1.0061 cP, and antimicrobial test with inhibi-tion diameter on Streptococcus mutans and Candida albicans is 11.3 mm and 11.1 mm. In conclusion, mouthwash with added extracts can inhibit the growth of microbes that cause mouth ulcers and tooth decay.
Optimasi formula salep ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) sebagai antijamur terhadap Candida albicans dan Malassezia fur fur secara in-vitro Siagian, Irvina; Mayasari, Ulfayani; Nasution, Rizki Amelia
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i3.56860

Abstract

Daun sirih hijau adalah salah satu tanaman herbal yang mudah ditemukan dan dibudidayakan di lingkungan masyarakat. Jamur Candida albicans dan Malassezia furfur merupakan penyebab infeksi yang paling umum di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas salep yang diformulasikan dari ekstrak daun sirih hijau terhadap pertumbuhan C. albicans dan M. furfur secara in-vitro. Dua teknik eksperimen digunakan dalam penelitian ini: difusi sumur dan difusi Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun sirih hijau mengandung metabolit sekunder flavonoid, alkaloid, terpenoid, steroid, tanin, dan saponin. Ekstrak dari daun sirih hijau mempunyai daya hambat kuat hingga sangat kuat terhadap C. albicans (zona hambat 27,4 ± 3,074 mm) dan M. furfur (25,8 ± 4,010 mm) pada konsentrasi 50%. Sebaliknya, salep ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dengan konsentrasi 25% dan 50% hanya menunjukkan daya hambat lemah, yaitu 2,4 ± 0,556 mm dan 7,8 ± 0,378 mm terhadap C. albicans, serta 2,0 ± 1,006 mm dan 4,9 ± 1,761 mm terhadap M. furfur. Penurunan khasiat salep diduga akibat terbatasnya difusi dan stabilitas senyawa aktif selama formulasi. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih hijau berpotensi menjadi antijamur alami yang efisien, namun khasiatnya berkurang bila digunakan sebagai salep.