Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia cattapa L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Vibrio cholerae dan Streptococcus viridans Putri, Reza Malina; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7996

Abstract

 Penyakit infeksi merupakan salah satu permasalahan kesehatan di masyarakat yang sulit diatasi secara tuntas, salah satu penyebab terjadinya infeksi adalah bakteri.  Adapun bakteri yang menyebabkan infeksi adalah Vibrio cholerae dan Streptococcus viridans. Daun ketapang (Terminalia catappa L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki senyawa antibakteri seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid/steroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan efektivitas ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio cholerae dan Streptococcus viridans serta mengetahui konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio cholerae dan Streptococcus viridans. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu identifikasi tumbuhan ketapang, pembuatan ekstrak daun ketapang, uji skrining fitokimia, pewarnaan gram serta uji efektivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA (Analysis of Varians). Hasil penelitian didapatkan adanya zona hambat yang terbentuk. Pada bakteri Vibrio cholerae rata-rata diameter yang terbentuk yaitu konsentrasi 20% (10.55 mm), 40% (12.55 mm), 60% (13.42 mm), 80% (14.37 mm), dan 100% (15.67 mm) sedangkan pada bakteri Streptococcus viridans rata-rata diameter yang terbentuk yaitu 20% (11.32 mm), 40% (13.1 mm), 60% (14.12 mm), 80% (14.47 mm), dan 100% (16.8 mm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa L.) efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio cholerae dan Streptococcus viridans
BIOREMEDIASI OLEH BIOKOMPOS PADA TANAH BENGKEL YANG TERCEMAR LIMBAH OLI BEKAS DI KOTA MEDAN Saila, Saila; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8381

Abstract

Pencemaran tanah yang disebabkan oleh pembuangan oli bekas semakin meningkat. Oli bekas dihasilkan dari berbagai macam aktivitas manusia contohnya kegiatan otomotif atau perbengkelan kendaraan bermotor. Agar pemulihan lingkungan yang tercemar oleh limbah oli bekas berjalan dengan efektif maka dilakukan bioremediasi. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh danmengetahui informasi konsentrasi berapakah yang paling baik dalam mendegradasi TPH (Total Petroleum Hidrokarbon) dan populasi mikroorganisme dengan menggunakan teknik composting. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan kualitatif dan analisis statistic SPSS ANOVA (Analysis of Variance) One Way, untuk melihat pengaruh penambahan variasi komposisi kompos selama proses bioremediasi. Penelitian dilakukan selama 30 hari dengan memvariasikan konsentrasi penambahan kompos, yaitu 0%, 30%, 50%, dan 70% dapat mendegradasi TPH sebesar 9,9%, 1,9%, 0,9%, dan 0,00%. Hasil pengujian suhu dan pH mengalami peningkatanyaitu sebesar 28-330C dan 5-6,5. Hasil pengujian kadar air mengalami penurunan sebesar 18,5%-55,1% selama 30 hari. Biokompos dengan konsentrasi 70% dapat menjadi agen bioremediasi paling baik pada tanah bengkel yang tercemar limbah oli bekas dengan hasil 0,00% yang masih berada di bawah ambang batas kandungan TPH pada sampel sesuai dengan KepMenLH No. 128 Tahun 2008 dengan kadar TPH 1%. Penurunan dan peningkatan hasil pada setiap parameter dimulai dari peningkatan suhu sebesar 28-330C, peningkatan pH sebesar 5-6,5, penurunan kadar air sebesar 18,5%-55,1%, penurunan TPH sebesar 10,17%-0,00%, dan populasi koloni bakteri mengalami fase naik turun sebesar 62 x 105, 251 x 105, 176 x 105 hingga 35 x 105.
Penapisan Bakteri Kitinolitik Dari Limbah Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) Sebagai Daya Hambat Terhadap Jamur Patogen Sclerotium rolsfii. Hutagalung, Nuriyah Azami; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8091

Abstract

Limbah rajungan merupakan hasil akhir dari olahan yang berupa cangkang. Limbah dari cangkang rajungan tersebut akan mudah sekali busuk sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Sclerotium rolfsii adalah salah satu jenis penyakit pada tanaman yang menyebabkan busuk pada batang tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya keberadaan bakteri kitinolitik pada limbah cangkang rajungan. Metode penelitian meliputi beberapa tahapan yaitu isolasi bakteri kitinolitik, pemurnian dan identifikasi bakteri kitinolitik, uji aktivitas kitinase bakteri kitinolitik, pewarnaan gram, uji antagonis bakteri kitinolitik terhadap jamur patogen Sclerotium rolfsii, dan uji biokimia. Hasil isolasi diperoleh 6 isolat bakteri kitinolitik dari limbah cangkang rajungan. Lima isolat bakteri kitinolitik mmeiliki kemampuan dalam menghambat jamur patogen Sclerotium rolfsii. Uji antagonis isolat bakteri kitinolitik terhadap jamur patogen Sclerotium rolfsii menunjukkan bahwa KR3 memiliki daya hambat paling tinggi sebesar 10,1 mm dan isolat KR6 memiliki daya hambat paling rendah sebesar 6,3 mm dalam memghambat jamur patogen Sclerotium rolfsii. Isolat KR1 memiliki daya hambat sebesar 8,8 mm, KR2 memiliki daya hambat sebesar 8,5, dan KR4 memiliki daya hambat sebesar 9 mm. Uji biokimia pada uji katalase diperoleh hasil postif, bersifat motil, serta tidak dapat memproduksi jenis gula. Keenam bakteri kitinolitik yang ditemukan merupakan bakteri dari gram positif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa isolat bakteri kitinolitik yang diduga genus Bacillus mampu menghambat jamur patogen Sclerotium rolfsii
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI AZOTOBACTER DARI RHIZOSFER TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI DESA SEI MENCIRIM KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG Masyitah, Lidya Angraeni; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7334

Abstract

Bakteri penambat nitrogen hidup bebas di tanah yaitu Azotobacter. Bakteri penambat nitrogen memiliki enzim nitrogenase yang berperan mereduksi gas N2 dari udara menjadi amoniak yang dapat dimanfaatkan oleh sel bakteri dan tumbuhan dalam metabolisme nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri penambat nitrogen Azotobacter sp. yang terdapat disekitar perakaran tanaman yang berasal dari rhizosfer tanaman jagung di Desa Sei Mencirim Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan pada penelitian ini dimulai dengan isolasi tanah dari sampel ke dalam media Lacto Glucose Infused (LGI) yang merupakan media untuk pertumbuhan Azotobacter dengan pengenceran serial. Berdasarkan hasil isolasi ditemukan 5 isolat Azotobacter memiliki ciri Gram negatif dengan bentuk coccus dan steptobasil Kelima Isolat memiliki warna yang berbeda yaitu ada yang berwarna putih dan putih keruh. Hasil uji biokimia pada uji katalase positif, bersifat motil, hasil uji indol bereaksi positif, uji hidrolisis pati bereaksi positif, hasil gelatin menunjukkan negatif, uji sitrat bereaksi positif. Berdasarkan hasil uji biokimia ditemukan spesies Azotobacter Chroococcum dan spesies Azotobacter Agilis.
POTENSI BAKTERI Bacillus subtilis SEBAGAI AGEN BIODEGRADASI LIMBAH STYROFOAM Maisyaroh, Dinda; Mayasari, Ulfayani; Nasution, Rizki Amelia
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3192

Abstract

Styrofoammerupakan polimer plastik jenis polistirena yang memiliki rantai panjang dan berulang. Penumpukan sampah styrofoamyang terakumulasi menyebabkan pencemaran pada lingkungan. Solusi yang dapat diterapkan dalam permasalahan ini ialah dengan memanfaatkan mikroorganisme melalui proses biodegradasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan bakteri Bacillus subtilis dalam mendegradasi styrofoam. Uji kemampuan biodegradasi dilakukan pada media MSM dengan menambahkan potongan styrofoamdan di inkubasi menggunakan inkubator shaker dengan kecepatan 50 rpm selama 40 hari pada suhu ruang, dengan interval waktu pengecekan 10 hari, 20 hari, 30 hari dan 40 hari. Setiap perlakuan dilakukan dengan pengulangan sebanyak empat kali. Uji kemampuan biodegradasi menunjukkan bahwa isolat bakteri Bacillus subtilis memiliki kemampuan dalam mendegradasi limbah styrofoamdengan interval waktu inkubasi 10, 20, 30 dan 40 hari menghasilkan persentase kehilangan berat sebesar 11%, 22%, 32% dan 53% dan tidak terjadi perubahan regangan. Hasil uji menunjukkan bahwa terjadi perubahan kecil pada kemampuan isolat bakteri Bacillus subtilis dalam mendegradasi limbah styrofoam. Kata Kunci: Biodegradasi, Styrofoam, Bacillus subtilis
Potensi Bakteri Selulolitik Sebagai Biofertilizer Secara In Vitro dari Limbah Padat Pabrik Kelapa Sawit Eliza Rahma, Maudy; Mayasari, Ulfayani; Rasyidah, Rasyidah
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3247

Abstract

Perkebunan kelapa sawit adalah salah satu komoditas dengan nilai tertinggi pada perekonomian di Indonesia sehingga dapat menciptakan limbah yang dibuang sangat banyak seperti limbah tandan kosong kelapa sawit. salah satu bakteri yang dimanfaatkan untuk biofertilizer adalah bakteri selulotik dengan potensi memecah selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bakteri selulotik sebagai biofertilizer secara in Vitro pada limbah padat kelapa sawit dan mengetahui genus dari bakteri selulotik pada limbah padat kelapa sawit . Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2023. Metode penelitian menggunakan eksperimental laboratorium dengan analisis data secara deskriptif kualitatif serta kuantitatif Hasil isolasi didapatkan 12 isolat kemudian dilakukan screening hingga didapatkan 5 isolat Bakteri yang potensial yaitu isolate TL 2, TL 4, TL 5, TL 6 dan TL 8. Aktivitas selulolitik tertinggi adalah isolate TL 6 yaitu sebesar 2,04 mm. Selain isolate TL 6, isolate TL 2, TL 4, TL 5 dan TL 8 juga berpotensi sebagai biofertilizer didasarkan kemampuannya. Hasil dari identifikasi bakteri selulolitik terdapat 4 genus bakteri yang dinyatakan sebagai genus dari bakteri selulolitik yaitu Genus Monococcus, Genus Lysinibacillus, Genus Pseudomonas dan Genus Bacillus. Kata Kunci: Bakteri Selulolitik, Biofertilizer, Genus, Tandan kosong kelapa sawit
PERBANDINGAN BAKTERI Pseudomonas putida DAN Bacillus cereus DALAM MENURUNKAN KADAR COD BOD PADA LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT Riwanda, Ayu; Mayasari, Ulfayani; Rasyidah, Rasyidah
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3248

Abstract

Limbah cair kelapa sawit memiliki potensi sebagai bahan pencemar lingkungan karena memiliki kandungan Chemical Oxygen Demand (COD), Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan padatan tersuspensi yang tinggi sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran yang dapat menurunkan kualitas suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk Mengetahui Penurunan Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) dengan Penambahan Bakteri Pseudomonas putida dan Bakteri Bacillus cereus Pada Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit. Analisis data pada penelitian ini menggunakan data deskriptif kuantitatif. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan menguji kadar COD dan BOD menggunakan Metode SNI-6989.2-2019.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Penambahan bakteri Pseudomonas putida mampu menurunkan Kadar COD tertinggi sebesar 39.050mg/l dengan persentase penurunan 49.44% dibandingkan bakteri Bacillus cereus hanya mampu menurunkan kadar COD Sebesar 39.825mg/l dengan persentase penurunan 48.44%. Dan hasil penelitian menunjukkan Penambahan bakteri Pseudomonas putida mampu menurunkan Kadar BOD tertinggi sebesar 414.5 mg/l dengan persentase penurunan 97.92% dibandingkan bakteri Bacillus cereus hanya mampu menurunkan kadar BOD Sebesar 503.5 mg/l dengan persentase penurunan 97.48% Kata Kunci: Bacillus cereus, BOD, COD, Limbah cair pabrik kelapa sawit, Pseudomonas putida
BIOREMEDIASI KROMIUM (Cr) MENGGUNAKAN BAKTERI INDIGENOUS DARI LIMBAH CAIR DI SUNGAI DELI MEDAN Sandi, Najmi Maulidina El; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3656

Abstract

Kerusakan lingkungan dan penurunan kualitas air pada air sungai, danau dan waduk dapat terjadi akibat adanya pembuangan limbah cair yang bersumber dari kegiatan domestik dan industrri. Salah satu pencemaran logam berat pada limbah cair di sungai yaitu kromium (Cr). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui isolat bakteri indigenous yang berasal dari air Sungai Deli Medan yang memiliki kemampuan mereduksi kromium (Cr) dan mengetahui potensinya sebagai agen bioremediasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari 14 isolat bakteri hasil isolasi bakteri terdapat 7 isolat bakteri yang memiliki kemampuan dalam mereduksi kadar logam berat kromium (Cr) dan 3 isolat bakteri dengan kemampuan mereduksi kadar logam berat kromium (Cr) yaitu isolat BAI 08 dari genus Pseudomonas (94,03%), isolat BAI 10 dari genus Micrococcus (96,43%), dan isolat BAI 14 dari genus Bacillus (97,39%). Bakteri indigenous yang berasal dari air Sungai Deli Medan mampu menjadi agen bioremediasi pada logam berat kromium (Cr). Kata Kunci: Bakteri indigenous, Kromium (Cr), Bioremediasi, Sungai Deli Medan
AKTIVITAS BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DENGAN PENAMBAHAN EKOENZIM PADA PROSES DEGRADASI POPOK SEKALI PAKAI Syahputri, Sufi Amir; Mayasari, Ulfayani; Nasution, Rizki Amelia
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3687

Abstract

Popok sekali pakai (diapers) merupakan sampah anorganik yng sulit untuk diurai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri Pseudomonas aeruginosa dengan penambahan ekoenzim dalam mendegradasi popok sekali pakai. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non-faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P0= Kontrol, P1= Bakteri Pseudomonas aeruginosa (5%), P2= Ekoenzim (5%), P3= Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Ekoenzim (5%). Untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan digunakan uji Anova dan dilanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikasi α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengurangan berat kering popok sekali pakai pada perlakuan P0= 3.7%, P1 = 41.8%, P2 = 50.1% dan P3 = 59.1%. Pada hasil pengurangan ukuran popok sekali pakai pada perlakuan P0 = 0.08, P1 = 0.09, P2 = 0.19 dan P3 = 0.2. Aktivitas bakteri Pseudomonas aeruginosa dengan penambahan ekoenzim mampu mendegradasi popok sekali pakai pada pengurangan berat kering popok sekali pakai tetapi tidak mampu dalam mengurangkan ukuran pada degradasi popok sekali pakai. Kata Kunci: degradasi, Pseudomonas aeruginosa, ekoenzim
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PENGHASIL ENZIM GELATINASE DI MUARA PANTAI LUBUK TUKKO TAPANULI TENGAH Purba, Gusmita Enda Lorenza; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v16i1.3072

Abstract

Gelatinase enzyme is an enzyme that plays an important role in the food and non- food industries. Gelatinase enzymes can come from animals, plants and microorganisms. This study aims to determine whether there are bacteria that produce gelatinase enzymes, and the characterization of gelatinase enzyme-producing bacteria found in the estuary of Lubuk Tukko Beach, Tapanuli Tengah. The research was carried out from September to November 2021 at UPT Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Daerah Jl. Williem Iskandar, Medan. This research was divided into several stages, namely isolation and inoculation, gelatin test, gram stain test, dan biochemical test. Isolation of bacteria found 15 pure isolates and it was known that seven of the pure isolates were bacteria producing gelatinase enzymes with isolate codes SS141, SS144, SS241, SS342, SS353, SS361 and SS363. The results obtained were characterized by gram staining and biochemical tests and obtained the results of 1 bacterial isolate of the genus Micrococcus with code SS361 and other bacterial isolates of the genus Bacillus.