Claim Missing Document
Check
Articles

Bioremediasi Timbal (Pb) Menggunakan Bakteri Indigenous Dari Sungai Tercemar Limbah Cair Pertambangan Emas Martabe Batang Toru Nurcahyani, Nadya; Mayasari, Ulfayani; Nasution, Rizki Amelia
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8679

Abstract

Penurunan kualitas air sungai disebabkan beberapa aktivitas masyarakat diantaranya limbah rumah tangga, pertanian, dan yang sangat berdampak yaitu limbah industri. Salah satu industri yang dikembangkan di Indonesia ialah industri pertambangan. Salah satu sumber kerusakan lingkungan akibat industri pertambangan adalah logam berat seperti Pb. Tujuan dari penelitiaan ini untuk mengetahui isolat bakteri Indigenous yang mampu mereduksi Pb dari sungai tercemar limbah cair pertambangan emas Martabe Batang Toru dan mengetahui potensi isolat tersebut sebagai agen bioremediasi. Penelitian ini tergolong penelitian eksperimental dengan jenis rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Parameter yang diamati berupa karakteristik makroskopik dan mikroskopik bakteri, serta uji reduksi Pb dengan konsentrasi 100 ppm dan uji penurunan kadar Pb dengan konsentrasi 100 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 isolat bakteri yang memiliki kemampuan menurunkan kandungan logam berat timbal (Pb) yaitu isolat bakteri Micrococcus sp., dengan persentase penurunan 91,27%, dan isolat bakteri Pseudomonas sp., dengan persentase penurunan 85,6%. Terdapat 2 isolat bakteri indigenous dari sungai tercemar limbah cair pertambangan emas Martabe Batang Toru yang dapat menjadi agen bioremediasi logam timbal (Pb) yaitu dari genus Micrococcus sp., dan Pseudomonas sp.
Penapisan Bakteri Kitinolitik Dari Limbah Udang Sebagai Daya Hambat Terhadap Jamur Patogen Fusarium oxysporum Agatha, Cyndy Tri; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8487

Abstract

Limbah udang merupakan hasil akhir dari produksi udang dalam bentuk olahan yang berupa cangkang ataupun kepala udang. Pengolahan limbah udang hanya digunakan sebagai bahan campuran makanan ternak. Fusarium oxysporum merupakan salah satu jamur patogen yang menyebabkan penyakit layu pada tanaman. Spesies jamur Fusarium oxysporum dapat merugikan para petani karena serangan jamur menyebabkan tanaman mengalami layu patologis yang biasanya akan berakhir dengan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan bakteri kitinolitik dari limbah udang sebagai daya hambat terhadap jamur patogen Fusarium oxysporum. Metode penelitian ini dilakukan dengan tahapan isolasi bakteri kitinolitik, pemurnian, karakterisasi morfologi, uji aktivitas kitinase, dan uji antagonis. Hasil penelitian ini ditemukan 6 isolat bakteri kitinolitik yang memiliki aktivitas kitinase dengan kategori tinggi yaitu lebih besar dari 2 (IK2) dan terdapat 1 isolat bakteri kitinolitik dengan genus Bacillus sp. yang memiliki daya hambat kategori tinggi sebesar 12,1 mm terhadap pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum. Kesimpulan penelitian ini adalah diperoleh isolat bakteri genus Bacillus sp. dari limbah udangyang mampu menghambat pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum
Uji Aktivitas Antimikroba dari Fungi Endofit yang Berasosiasi pada Akar Mangrove Avicennia marina dari Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Sumatera Utara Ariska, Nila; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8474

Abstract

Fungi endofit memiliki kemampuan untuk menghasilkan senyawa bioaktif baik yang sama maupun tidak sama dengan inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba dari fungi endofit yang diperoleh dari akar mangrove Avicennia marina dari Desa Tanjung Rejo dan untuk mengetahui jenis fungi endofit yang memiliki aktivitas antimikroba tertinggi. Uji aktivitas antimikroba menggunakan metode Kirby-Bauer dengan empat tahap penelitian yaitu isolasi, karakterisasi, kultivasi dan ekstraksi fungi endofit, dan uji aktivitas antimikroba dari fungi endofit terhadap bakteri Vibrio cholerae, Bacillus subtilis dan fungi Trichophyton rubrum. Hasil isolasi dan pemurnian diperoleh tiga isolat fungi endofit dengan kode isolat L1P1, L1P4 dan L2P2. Uji aktivitas antimikroba isolat L2P2 merupakan isolat yang memiliki aktivitas antibakteri tertinggi terhadap bakteri Vibrio cholerae sebesar ± 3,8 mm dan terhadap bakteri Bacillus subtilis sebesar ± 18,3 mm, sedangkan isolat L1P1 merupakan isolat yang memiliki aktivitas antifungal tertinggi terhadap fungi Trichophyton rubrum dengan zona hambat sebesar ± 4,1 mm. Berdasarkan hasil identifikasi isolat L1P1 merupakan genus Aspergillus sp dan isolat L2P2 merupakan genus Penicilium sp.  Kata Kunci : Aktivitas Antimikroba, Fungi endofit, Akar, Avicennia marina
UTILIZATION OF KECOMBRANG FRUIT PEEL (Etlingera elatior (Jack) RMSm) AS A MOUTHWASH TO PREVENT MOUTH ULCERS AND DENTAL CARIES Rahmadina, Rahmadina; Mayasari, Ulfayani
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.8591

Abstract

Kecombrang fruit is used by the community as a food ingredient but actually the skin of this kecombrang fruit can be used as a mouthwash for the development of dental caries. This study aims to evaluate the preparation of mouthwash formulations with the addition of kecombrang fruit peel extract. The work procedure starts from extraction, phytochemical testing, antimicrobial testing of extracts, and evaluation of mouthwash preparations. The results contained secondary metabolites in the form of alkaloids, fla-vonoids, tannins, and saponins. Evaluation of mouthwash preparation with pH test is 5.0-5.6, organoleptic test which does not change significantly, viscosity test at 20% and 30% concentration is 1.0193 cP and 1.0061 cP, and antimicrobial test with inhibi-tion diameter on Streptococcus mutans and Candida albicans is 11.3 mm and 11.1 mm. In conclusion, mouthwash with added extracts can inhibit the growth of microbes that cause mouth ulcers and tooth decay.
Potensi Formulasi Sediaan Hair Tonic Herbal Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Sebagai Antifungi Pityrosporum ovale dan Microsporum canis Secara In Vitro sundari, wiwik; Mayasari, Ulfayani; Nasution, Rizki Amelia
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.14986

Abstract

Pityriasis capitis (ketombe) adalah kelainan kulit kepala yang ditandai dengan sisik putih terasa gatal yang disebabkan oleh sejumlah jamur. Hair tonic yang beredar banyak berasal dari bahan sintetis seperti minoxidil, metil paraben dan lain sebagainya yang dapat menyebabkan iritasi kulit. Daun sirih (Piper betle L.) memiliki senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, terpenoid dan steroid yang berperan sebagai antifungal yang dimodifikasi menjadi produk sediaan herbal hair tonic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan zona hambat ekstrak daun sirih (Piper betle L.) terhadap pertumbuhan Pityrosporum ovale dan Microsporum canis serta mengetahui kemampuan zona hambat sediaan hair tonic herbal ekstrak daun sirih (Piper betle L.) dalam pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale dan Microsporum canis. Dalam penelitian ini digunakan 4 perlakuan konsentrasi ekstrak daun sirih (Piper batle L.) dan 3 ulangan menggunakan metode difusi cakram. Hasil yang diperoleh ekstrak daun sirih (Piper betle L.) memiliki efektivitas dalam menghambat pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale dengan konsentrasi 15% (1.71 mm), 20% (8.88 mm), 25% (10.03 mm) dan 30% (11.28 mm). Pada jamur Microsporum canis ekstrak daun sirih (Piper betle L.) tidak memiliki efektivitas dalam menghambat pertumbuhan jamur. Sediaan hair tonic herbal ekstrak daun sirih (Piper betle L.) memiliki efektivitas dalam menghambat pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale dengan konsentrasi 20% (1,15%), 25% (5,61) dan 30% (10,01). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan sediaan herbal hair tonic ekstrak daun sirih (Piper betle L) dapat menghambat jamur Pityrosporum ovale Kata kunci : Microsporum canis, Pityrosporum ovale, Hair tonic ekstrak daun sirih
POTENSI ANTIBAKTERI DAUN BIDARA (Ziziphus spina-christi L.) SEBAGAI SHEET MASK GEL TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Propionibacterium acnes Nasution, Rahmadani Sandra; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15794

Abstract

Daun bidara (Ziziphus spina-christi L.) telah dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologis, serta mengandung senyawa saponin yang memiliki kemampuan sebagai agen antibakteri yang efektif sehingga cocok untuk dijadikan produk inovatif berbentuk masker gel. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan aktivitas dari gel daun bidara sebagai sheet mask gel berbahan alami terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes untuk pengobatan jerawat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium, ekstrak daun bidara dibuat dengan konsentrasi 10%,15%,20%,25% dan 30%. Ekstraksi daun bidara dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol sebesar 96%. Pengujian aktivitas ekstrak daun bidara menggunakan metode difusi cakram dengan kontrol positif klindamisin dan kontrol negatif DMSO dengan tiga kali pengulangan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, uji aktivitas antibakteri pada ekstrak daun bidara terhadap Propionibacterium acnes konsentrasi 10%,15%,20%,25% dan 30% membentuk zona bening sebesar 1,87 mm; 4,83 mm; 6,68 mm ; 10,7 mm; dan 14,15mm. Sehingga uji aktivitas antibakteri pada sediaan sheet mask gel ekstrak daun bidara terhadap Propionibacterium acnes yaitu konsentrasi 25% dan 30% dengan zona hambat 10,7 mm dan 14,15 mm tergolong zona hambat kuat. Hasil uji organoleptik yang paling disukai adalah 30% berdasarkan warna dan bau, 25% berdasarkan bentuk dan tekstur. Hasil uji iritasi, uji pH ,uji Viskositas, uji daya sebar dan uji homogenitas telah memenuhi standar mutu sediaan masker sheet mask gel. Kata kunci : ekstrak daun bidara, Sheet mask gel, antibakteri,zona bening, Propionibacterium acnes
Formulation of Edible Film Preparation from Musk Orange Essential Oil (Citrus Microcarpa Bunge) in Inhibiting the Growth of Streptococcus mutans Bacteria and Candida Albicans sp Fungus Anggraini, Chorry Dwi; Mayasari, Ulfayani
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 3 (2025): September
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i3.17369

Abstract

This study aims to describe the formulation of edible film preparations from musk orange essential oil (Citrus Microcarpa Bunge) in inhibiting the growth of Streptococcus mutans and Candida Albicans sp. Fungus. The data collection technique uses laboratory-based experimental testing. Musk lime plants were taxonomically identified at the Herbarium Medanase (MEDA) laboratory, USU Campus, Medan, then processed using the steam distillation method to produce essential oils. The essential oil activity test uses concentrations (1%, 2%, 3%, 4% and 5%) to test its antibacterial and antifungal activity. Musk orange essential oil made in the form of an edible film was then tested for its physical properties as well as antibacterial and antifungal activity against the fungi S. mutans and C. albicans. The yield of essential oils was 0.93539gr/ml from 15kg of 8.5ml sample. The test results of the edible film preparation of the essential oil of musk orange have a distinctive aroma of fresh menthol and musk orange, orange color, smooth texture, sweet taste. Testing the ability of edible film preparations from essential oils has the highest inhibition zone results at a concentration of 4%, 5% which has natural antimicrobial substances. The yield of essential oils was 0.93539gr/ml from 15kg of 8.5ml sample. Essential oil activity tests produced the highest inhibition zones in bacteria and fungi at concentrations of 4% and 5%. The test results of the edible film preparation of the essential oil of musk orange have a distinctive aroma of fresh menthol and musk orange, orange color, smooth texture, sweet taste. Testing the ability of edible film preparations from essential oils has the highest inhibition zone results at a concentration of 4%, 5% which has natural antimicrobial substances.
Isolation and Identification of Biosurfactantproducing Bacteria from the Aerobic Pond of Oil Palm Liquid Waste at PT. Aek Loba Plantation Andini, Diah Ayu; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i4.7811

Abstract

Biosurfactants are natural surfactants derived from bacteria which can degrade oil content in soil or water. Most of these biosurfactant-producing bacteria are often  found in areas polluted by oil and grease, such as aerobic ponds of palm oil liquid waste. The purpose of this research was to isolate and identify biosurfactant-producing bacteria from aerobic ponds of palm oil wastewater at PT. Aek Loba Plantation. This research was conducted using descriptive and identification methods through emulsification tests, morphological characterization, gram staining, biochemical tests, and PCR (Polymerase Chain Reaction) methods for bacteria that had the highest emulsification index values. Based on the results of the emulsification test, it was found that 8 biosurfactant-producing bacterial isolates consisted of 6 bacterial genera and 1 bacterial species that had different emulsification indexes, namely 1 Citrobacter genus isolate (30%), 1 Enterobacter genus bacterial isolate (42.2%) , 2 isolates from the genus Eschericia (35.9% and 36.5%), 1 isolate from the genus Pseudomonas (32%), 1 isolate from the genus Micrococcus (37.5%), 1 isolate from the genus Bacillus, and 1 species of bacteria Klebsiella variicola (42.8%) which is a biosurfactant producing bacteria that has the highest emulsification index value.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sintrong (Crassocephalum crepidiodies) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus || Antibacterial Activity Assay From Sintrong Leaf (Crassocephalum crepidiodies) Against Staphylococcus aureus Bacteria Maimunah, Siti; Pratama, Harji Anggia; Mayasari, Ulfayani
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 6, No 1: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus Maret 2020
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v6i1.1607

Abstract

Sintrong (Crassocephalum crepidioides) adalah sejenis tumbuhan suku Asteraceae. Kegunaannya sebagai bahan obat tradisional seperti mengatasi gangguan perut, sakit kepala, dan luka bekas bisul biasa dilakukan oleh masyarakat Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesifikasi tentang karakteristik, golongan senyawa kimia dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun Sintrong (C. crepidioides) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Sampel yang digunakan adalah daun sintrong (C. crepidioides) yang diambil dari desa Mupakat Jadi, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Metode penelitian ini dilakukan secara purposif dengan tahapan penelitian yaitu pengambilan bahan tumbuhan, identifikasi, pembuatan simplisia, karakterisasi simplisia, skrining fitokimia, pembuatan ekstrak dan pengujian aktivitas antibakteri. Pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi menggunakan kertas cakram. Parameter yang diamati yaitu diameter zona hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus di area kertas cakram. Hasil uji aktivitas antibakteri memperlihatkan tingkat efektivitas sedang, dengan konsentrasi 2,5 mg/ml memberikan diameter daerah hambat (9,5 mm) terhadap bakteri Staphylococcus aureus, konsentrasi 5 mg/ml memberikan diameter daerah hambat (10,7 mm) terhadap Staphylococcus aureus, konsentrasi 7,5 mg/ml memberikan diameter daerah hambat (10,9 mm) terhadap S. aureus, dan konsentrasi 10 mg/ml memberikan diameter daerah hambat (11,5 mm) terhadap S. aureus.Sintrong (Crassocephalum crepidioides) is Asteraceae's family plant. In Medan in addition used as a vegetable, sintrong leaves also be used as traditional medicine; among them to cope with stomach disorders, headache, and ulcer scars. The purpose of this research was spesification about characteristic, determination of chemical compounds group and antibacterial activity of ethanol extract, n-heksana fraction, ethylacetate fraction and water fraction of sintrong leaves against Staphylococcus aureus. The sample used was sintrong (Crassocephalum crepidioides) taken from Mupakat Jadi Village, Bukit Subdistrict, Bener Meriah districts. This research purposive stages, namely materials plant, identification, preparation and characterization simplisia, determination the class of chemical compounds of simplex, preparation extract and antibacterial activity tested. Test of antibacterial activity by agar diffusion method used paper disc. Parameters measured were inhibition zone of Staphylococcus aureus. Antibacterial activity test results shows are effectivity, with a concentration of 2,5 mg/ml provides inhibition area diameter (9,5 mm) against Staphylococcus aureus bacteria, a concentration of 5 mg/ml provides inhibition area diameter (10,7 mm) to Staphylococcus aureus, a concentration of 7,5 mg/ml provides inhibition area diameter (10,9 mm) to Staphylococcus aureus, and a concentration 10 mg/ml provides inhibition area diameter (11,5 mm) to Staphylococcus aureus.
Bioremediasi Merkuri (Hg) Dengan Pemanfaatan Bakteri Indigenous dari Kawasan Sungai Tercemar Limbah Pertambangan Emas Batangtoru Amalia, Annisa; Mayasari, Ulfayani; Nasution, Rizki Amelia
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 1 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i1.350

Abstract

Aktivitas penambangan emas bisa menghasilkan peningkatan kerusakan lingkungan akibat pembuangan limbah dengan konsentrasi dan kualitas tertentu.Salah satu contoh dari limbah pertambangan emas yaitu terdapat adanya logam berat yaitu merkuri (Hg) pada limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri dalam menurunkan kadar logam merkuri (Hg) dari kawasan sungai tercemar limbah pertambangan emas Batangtoru. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif.Hasil penelitiandidapatkan 5 isolat yang berasal dari kawasan sungai tercemar limbah pertambangan emas Batangtoru.Parameter yang diamati berupa makroskopis dan mikroskopis serta uji resistensi bakteri dengan konsentrasi merkuri 100 ppm. Hasil uji penurunan kadar logam dilakukan menggunakan alat AAS dimana terdapat 3 isolat bakteri yang mampu menurunkan kadar merkuri yaitu Bacillus dengan persentase penurunan 89, 02%, Micrococcusdengan persentase penurunan 90,56%, Clostridiumdengan persentase penurunan 94,44%.Kata Kunci:     Bakteri Resistensi, Bioremediasi, Limbah Tambang, Logam Berat Hg