Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Ilmu Amtsal Al-Qur’an Dalam Memahami Ayat-Ayat Hukum Ekonomi Syariah Najmah Salamah; Prinisa Hamdani; Septian Nugraha; Mochammad Syukria Mauladi; Nandang Ihwanudin
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 2 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n2.137-156

Abstract

Ilmu amtsal Al-Qur‟an merupakan salah satu aspek dari kajian tafsir dan ilmu tafsir. Dalam perkembangan ilmu tafsir. Ilmu ini memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perkembangan berpikir umat Islam dalam mendalami dan memahami Al-Qur‟an, tidak terkecuali pada ranah Hukum Ekonomi Syariah (HES). Ilmu amtsal Al-Qur‟an penting diimplementasikan dalam memahai ayat-ayat HES. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan implementasi Ilmu amtsal Al-Qur‟an terhadap ayat-ayat yang terkait dengan tematema HES. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersumber dari jurnal, artikel, dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengimplementasikan Ilmu amtsal Al-Qur‟an dapat diambil simpulan bahwa terdapat amtsal dalam Al-Qur‟an yang mengandung tema HES, yaitu antara lain QS. 2: 261 dan ayat 275. Dalam ayat 261 dijelaskan mengenai urgensi infak bagi orang yang berinfak (munfik), bahwa pahalanya dilipatgandakan seperti sebutir biji yang ditanam menumbukan tujuh tangkai dan tiap tangkainya menumbuhkan seratus bulir (1:700), demikian pahala bagi orang yang berinfak. Sedangkan dalam ayat ke 275 diumpamakan/dimisalkan orang transaksi riba tidak akan dapat berdiri dengan sempurna, melainkan seperti berdirinya orang yang tidak waras karena dirasuki setan. Hal ini menunjukkan, betapa besar dampak negative bagi orang-orang yang terjerumus melakukan praktik riba. 
Instrumen Distribusi dalam Ekonomi Islam untuk Meningkatkan Kesejahteran Umat Nandang Ihwanudin; Annisa Eka Rahayu
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 5, No 1 (2020): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v5n1.143-146

Abstract

Pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari keadilan distribusi bagi setiap individu. Namun pada realitanya, nampak terjadi ketidakadilan dan ketimpangan dalam pendistribusian pendapatan dan kekayaan, sehingga berdampak pada peningkatan jumlah kemiskinan. Kebijakan distribusi dalam Islam menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan yang didasarkan pada al-Qur’an, yakni agar kekayaan tidak beredar hanya pada satu kelompok saja. Untuk menciptakan kesejahteraan umat maka diperlukan instrumen dalam distribusi diantara: zakat, wakaf, waris, infak dan sedekah. hal ini bertujuan pendapatan atau kekayaan agar tidak menguntungkan pihak yang bermodal dan berakibat pada penumpukan harta pada golongan tertentu. Selain itu, masyarakat dituntut untuk menyadari akan peran pentingnya menciptakan keadilan distribusi dan mempersempit kesenjangan ekonomi. Jika instrumen distribusi tersebut dapat diimplementasikan secara bersama-sama, diharapkan akan membentuk jaminan sosial yang akan menciptakan kesejahteraan umat.
Penerapan Asas – Asas Muamalah dan Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terhadap Jual Beli Kosmetik Preloved Widiyanti; Nandang Ihwanudin; Shindu Irwansyah
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.153 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.156

Abstract

Abstract. The cosmetics and skincare marketplace facebook group is a facebook group that trades preloved cosmetics. Where preloved cosmetics are defined as cosmetics that have been liked by previous users or used cosmetics. The purpose of this study is to find out how the practice of buying and selling preloved cosmetics and the application of the principles of muamalah and law number 8 of 1999 to the sale and purchase of preloved cosmetics in the cosmetics and skincare marketplace facebook group. The research method used is descriptive qualitative with a normative sociological approach. This type of research is field research with data collection techniques, namely observation, interviews and documentation. The results of this study are some of the buying and selling practices that are appropriate and that are not in accordance with the concept of buying and selling, the principles of muamalah and law number 8 of 1999 concerning consumer protection. Abstrak. Grup facebook marketplace kosmetik dan skincare merupakan grup facebook yang memperjual belikan kosmetik preloved. Dimana kosmetik preloved diartikan sebagai kosmetik yang pernah disukai oleh pengguna sebelumnya atau kosmetik seken (bekas). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana praktik jual beli kosmetik preloved serta penerapan asas – asas muamalah dan undang – undang nomor 8 tahun 1999 terhadap jual beli kosmetik preloved di grup facebook marketplace kosmetik dan skincare. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis normatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian praktik jual beli ada yang sesuai dan ada yang tidak sesuai dengan konsep jual beli, asas – asas muamalah dan undang – undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.
Analisis Hukum terhadap Putusan Perkara Nomor 5530/Pdt.G/2017/Pa.Badg Akibat Wanprestasi Nasabah pada Pembiayaan Akad Musyarakah Alfadilah Rizki Hasanah; Nandang Ihwanudin; Mohamad Andri Ibrahim
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.233 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.163

Abstract

Abstract. This research aims to find out the procedure for handling problematic musyarakah financing in BNI Syari'ah and analyze the legal basis for the verdict of case number 5530 / Pdt.g / 2017 / Pa.Badg due to customer default on the financing of musyarakah agreement. In this study, the author used the Qualitative Research Approach of Case Studies with Normative Legal Study analysis, namely to decipher secondary data in the form of The Bandung City Religious Court Ruling. Referring to PERMA No. 14 of 2016 on the procedure for resolving sharia economic cases there is a provision that all decisions or court determinations in the field of Sharia economy must contain sharia principles. Based on the results of research on the legal basis of judge consideration, the Bandung Religious Court Judges Have referred to the legal basis in accordance with material law and formil law, but in this case the legal basis used by judges still has not optimized sharia economic law, so it is still not optimal in containing sharia principles. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur penanganan terhadap pembiayaan musyarakah bermasalah Di BNI Syari’ah sampai terjadinya eksekusi lelang jaminan dan menganalisis dasar hukum terhadap putusan perkara nomor 5530/Pdt.g/2017/Pa.Badg akibat wanprestasi nasabah pada pembiayaan akad musyarakah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Pendekatan Penelitian Kualitatif Studi Kasus dengan analisis Normatif Legal Study yaitu untuk menguraikan data sekunder berupa Putusan Pengadilan Agama Kota Bandung. Merujuk kepada PERMA No. 14 Tahun 2016 tentang tata cara penyelesaian perkara ekonomi syariah harus memuat prinsip-prinsip syariah. Berdasarkan hasil penelitian tentang dasar hukum pertimbangan hakim, Majelis Hakim Pengadilan Agama Kota Bandung sudah merujuk kepada dasar hukum sesuai dengan hukum materiil dan hukum formil, namun pada perkara ini dasar hukum yang digunakan hakim masih belum mengoptimalkan hukum ekonomi syariah, sehingga masih belum optimal dalam memuat prinsip-prinsip syariah.
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Jual Kaid Di Toko Mas Tasik Sari 1 Kabupaten Tasikmalaya Novita Siti Mulyasari; Nandang Ihwanudin; Intan Nurrachmi
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.747 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.190

Abstract

Abstract. Jual kaid is the name of a gold pawn in Tasikmalaya Regency which is one of the traditions of the Tawangbanteng Village community. The Mas Tasik Sari 1 store is one of the places that provides this product jual kaid. The jual kaid financing system carried out at Toko Mas Tasik Sari 1, in practice the cost of storage and maintenance (ujrah) depends on the amount of money borrowed. The purpose of this study was to determine the determination of ujrah and the review of fiqh muamalah on the practice of jual kaid carried out at the Mas Tasik Sari Store 1. The research method used in this study was qualitative with a sociological juridical approach. The data collection technique uses descriptive, namely the preparation of the results of the data obtained from the field which includes observation, interviews, documentation and literature study. Then it is processed based on written sources to become an accurate answer. The results of the study indicate that the practice of jual kaid at Toko Mas Tasik Sari 1 is not in accordance with the fatwa of DSN MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 which states that the amount of storage and maintenance costs for marhun should not be based on the size of the loan. Abstrak. Jual kaid merupakan sebutan gadai emas di Kabupaten Tasikmalaya yang menjadi salah satu tradisi masyarakat Desa Tawangbanteng. Toko Mas Tasik Sari 1 merupakan salah satu tempat yang menyediakan produk jual kaid ini. Sistem pembiayaan jual kaid yang dilakukan di Toko Mas Tasik Sari 1 ini, pada praktiknya biaya penyimpanan dan pemeliharaan (ujrah) tergantung pada besarnya jumlah uang pinjaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penentuan ujrah dan tinjauan fikih muamalah terhadap praktik jual kaid yang dilakukan di Toko Mas Tasik Sari 1. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis. Teknik pengumpulan datanya menggunakan deskriptif, yaitu penyusunan hasil data-data diperoleh dari lapangan yang mencakup observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Kemudian diolah berdasarkan sumber-sumber tertulis untuk menjadi suatu jawaban yang akurat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dalam praktik jual kaid di Toko Mas Tasik Sari 1 belum sesuai dengan fatwa DSN MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 yang menyebutkan bahwa besar biaya penyimpanan dan pemeliharaan marhun tidak boleh berdasarkan jumlah besar pinjaman.
Tinjauan Fatwa DSN-MUI Nomor. 04/DSN-MUI/IV/2000 dan PBI Nomor.07/46/PBI/2005 terhadap Akad Murabahah Bil Wakalah Sekarini Teguh Pramesti; Nandang Ihwanudin; Iwan Permana
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.368 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.229

Abstract

Abstract. Murabahah Bil Wakalah contract is a multi-contract consiting of a Murabahah and Wakalah contract. According to the DSN-MUI Fatwa Number 05 of 2000 and PBI Number 07 of 2005, the Murabahah Bil Wakalah contract used in the Koperasi Mitra Dhuafa, acording to the DSN-MUI Fatwa Number 04 to 2000 and PBI Number 07 of 2995, should be that if the bank wants to represent (wakalah) to the costomer to buy goods, then the Murabahah contract must be carried out after the good are legally become the property of the Bank. In practice the Murabahah Bil Wakalah contract is carried out simultaneously. This study aims, fristly, to find out the implementation of the Murabahah Bil Wakalah contract at the Koperasi Mitra Dhuafa Majenang Branch, secondly to find out the riview of the DSN-MUI fatwa Number 04 of 2000 and PBI Number 07 of 2005 on the Murabahah Bil Wakalah contarct at the Koperasi Mitra Dhuafa Majenang Branch. The author uses a qualitative resaerch method with a case study reasearch approach. Types of field research data, primary and secondary data sources, data collection techniques with documentation observation and intervews. The results of this study are: first, the mechanism of the Murabahah Bil Wakalah contract is im accprdance with the DSN-MUI Fatwa Number 04 of 2000 and PBI Number 07 of 2005; second, the implemntation of the Murabahah Bil Wakalah contract is not in accordance wirh Fatwa point 9 and PBI ayat 1, because the Murabahah contract is carried out before the Wakalah contract in wich the sale and purchase of goods before becoming a bank principle, and proof of receipt is the end of the financing process, not the end of the Wakalah contract. Abstrak. Akad Murabahah Bil Wakalah merupakan multi akad yang terdiri dari akad Murabahah dan akad Wakalah. Akad Murabahah Bil Wakalah yang digunakan pada Koperasi Mitra Dhuafa, menurut Fatwa DSN-MUI Nomor 04 tahun 2000 dan PBI Nomor 07 Tahun 2005 yang seharusnya adalah jika bank hendak mewakilkan (wakalah) kepada nasabah untuk membeli barang, maka akad Murabahah harus dilakukan setelah barang secara prisnip menjadi milik Bank. Praktiknya akad Murabahah Bil Wakalah dilakukan secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan, yang pertama, untuk mengetahui pelaksaan akad Murabahah Bil Wakalah di Koperasi Mitra Dhuafa Cabang Majenang, kedua untuk mengetahui tinjauan fatwa DSN-MUI Nomor 04 tahun 2000 dan PBI Nomor 07 Tahun 2005 pada akad Murabahah Bil Wakalah di Koperasi Mitra Dhuafa Cabang Majenang. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Jenis data penelitian lapangan, sumber data primer dan sekunder, teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, obeservasi dan wawancara.Hasil penelitian ini yaitu: Pertama, mekanisme akad Murabahah Bil Wakalah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI Nomor 04 Tahun 2000 dan PBI Nomor 07 Tahun 2005; kedua, pelaksaan akad Murabahah Bil Wakalah tidak sesuai dengan Fatwa point 9 dan PBI ayat 1, karena akad Murabahah dilakukan sebelum akad Wakalah yang mana Jual beli barangnya sebelum menjadi prinsip bank, dan pembuktian kwitansi adalah akhir dari proses pembiayaan bukan akhir dari akad Wakalah.
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Penggunaan Dana Arisan Kurban Idul Adha Krisdianti Budi Lestari; Nandang Ihwanudin; Arif Rijal Anshori
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.675 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.252

Abstract

Abstract. There are many ways that can be taken by Muslims to be able to carry out sacrificial worship, one of which is social gathering. According to muamalah fiqh, gathering uses a qardh contract and a wadi'ah contract. In this sacrificial social gathering practice, there is an agreement that the collected funds may not be used. However, the funds collected are used by the deposited party. This has an impact on the purchase of sacrificial animals. This study aims to review in terms of fiqh muamalah how the practice of social gathering for sacrifice in Jatimulya Village, North Sumedang District, Sumedang Regency. The research method used descriptive qualitative using a case study research approach. Sources of data used are primary data and secondary data. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation. This study concludes that the practice of social gathering for sacrifice is in accordance with the pillars and conditions, but there are debt and credit ethics and elements of wadi'ah that are violated. The implementation of the qardh contract in the implementation of the gathering on the recipient of the deposit uses the arisan money for personal interests and also lies in the seven qurban winners who owe it to themselves and the six gathering members who have not become arisan winners. Whereas in wadi'ah contracts, the social gathering for the sacrifice is identified as the object, namely money or funds that are deposited with the party who receives the gathering money deposited. Abstrak. Banyak cara yang dapat ditempuh oleh umat Islam untuk dapat melaksanakan ibadah kurban, salah satunya adalah dengan arisan. Menurut fikih muamalah arisan menggunakan akad qardh dan akad wadi’ah. Dalam praktik arisan kurban ini terdapat kesepakatan yaitu dana yang terkumpul tidak boleh digunakan. Namun, dana yang terkumpul digunakan oleh pihak yang dititipkan. Hal tersebut berdampak pada pembelian hewan kurban. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dari segi fikih muamalah bagaimana praktik arisan kurban di Desa Jatimulya Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskripstif dengan menggunakan pendekatan penelitian studi kasus. Sumber data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik arisan kurban sudah sesuai dengan rukun dan syarat, namun terdapat etika utang piutang dan unsur wadi’ah yang dilanggar. Penerapan akad qardh dalam pelaksanaan arisan terletak pada pihak yang menerima titipan menggunakan uang arisan tersebut untuk kepentingan pribadi dan juga terletak pada tujuh orang pemenang kurban melakukan utang piutang terhadap dirinya dan enam anggota arisan yang belum menjadi pemenang arisan. Sedangkan dalam akad wadi’ah, arisan kurban ini diidentifikasi terletak pada objeknya yaitu uang atau dana yang dititipikan kepada pihak yang menerima titipan uang arisan.
Tinjauan Akad Ijarah dalam Fiqih Muamalah terhadap Penyewaan Pakaian Kebaya Mutia Maulia Nanda; Nandang Ihwanudin; Muhammad Yunus
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.528 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.335

Abstract

Abstract. Ijarah contract is a form of exchange whose object is in the form of benefits accompanied by certain rewards. In the practice of renting kebaya clothes online on the @Scaia.co Instagram account by entering into a rental contract between the business owner and the tenant, for the sake of mutual safety and comfort, but in practice the @Scaia.co account has been quite disappointing to the consumers, where the owner of this account does not notify of additional costs outside the contract. The purpose of this study is to find out the @Scaia.co rental system, and to find out the review of the ijarah contract in fiqh muamalah on the rental of kebaya clothes on the @Scaia.co account. The approach in this study uses a qualitative research approach with descriptive analysis and uses field research data. Data collection techniques used by interview, observation, documentation, and literature. The data analysis used is data reduction, data presentation, and data conclusion. The result of this research is that the owner of the @Scaia.co account has violated the pre-approved contract, namely violating the transaction in buying and selling. It should have certain properties and have useful values, and in the provisions of the ijarah contract there should be no fraud from either mu'ajir or mustajir, then the object of the ijarah transaction must be something that is permissible, not something that is illegitimate. Abstrak. Akad ijarah adalah bentuk pertukaran yang objeknya berupa manfaat dengan disertai imbalan tertentu. Dalam praktik sewa menyewa pakaian kebaya online di akun Instagram @Scaia.co dengan melakukan kontrak sewa antara pemilik usaha dengan pihak penyewa, demi keamanan dan kenyamanan bersama, namun pada praktiknya yang dilakukan oleh akun @Scaia.co ini telah cukup mengecewakan para konsumennya, dimana pemilik akun ini tidak memberitahu akan adanya tambahan biaya-biaya di luar akad. Dalam tujuan penelitian ini untuk mengetahui system sewa-menyewa @Scaia.co, dan mengetahui tinjauan akad ijarah dalam fikih muamalah terhadap penyewaan pakaian kebaya di akun @Scaia.co. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan deskriptif analisis dan menggunakan jenis data penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data digunakan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi, dan kepustakaan. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, menyimpulkan data. Hasil dari penelitian ini bahwa pemilik akun @Scaia.co telah melanggar akad yang telah disetujui sebelumnya, yaitu melanggar transaksi dalam jual beli. Seharusnya memiliki sifat tertentu dan mempunyai nilai yang bersifat manfaat, serta di dalam ketentuan akad ijarah tidak boleh adanya penipuan baik dari mu‟ajir atau mustajir, maka obyek transaksi ijarah haruslah berupa sesuatu yang mubah, bukan sesuatu yang haram.
Tinjauan Fatwa DSN MUI No. 85/DSN-MUI/Xii/2012 tentang Perjanjian pada Akad Muzaraah terhadap bagi Hasil Panen Padi Solihat; Nandang Ihwanudin; Iwan Permana
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.155 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.2621

Abstract

Abstract. Muzara'ah contract is a profit sharing system in agriculture where one party owns the land and the other party acts as a cultivator, with a profit sharing system as agreed by both parties. In Cioyod Village the majority are farmers, one of the agricultural products in Cioyod Village is rice. The farmers in Cioyod Village in making cultivation agreements use the muzara'ah system, but its implementation it is suspected that it is not in accordance with the Fatwa of DSN MUI No. 85/DSN-MUI/XII/2012. Researchers in this study formulate the formulation of the problem as follows: How is the practice of sharing the results of the muzara'ah contract in Cioyod Village; How is the review of the DSN MUI fatwa No. 85/DSN-MUI/XII/2012 on the profit sharing agreement of the muzara'ah contract in Cioyod village; The purpose of this research is to answer the problems that occur in Cioyod Village. This research is a field research, using qualitative descriptive analysis techniques. The results of his research that in Cioyod Village the muzara'ah profit sharing system is interpreted as a cooperation agreement; the practice of muzara'ah in Cioyod Village is not in accordance with the DSN MUI Fatwa No. 85/DSN-MUI/XII/2012. Abstrak. Akad Muzara’ah adalah sistem bagi hasil dalam pertanian dimana satu pihak mempunyai lahan dan pihak yang satu berperan sebagai penggarap, dengan sistem bagi hasil sesuai dengan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Di Kampung Cioyod mayoritas adalah petani, salah satu hasil tani di Kampung Cioyod adalah padi. Para petani di Kampung Cioyod dalam melakukan perjanjian penggarapan menggunakan sistem muzara’ah, akan tetapi pada pelaksanaanya diduga tidak sesuai dengan Fatwa DSN MUI No.85/DSN-MUI/XII/2012. Peneliti dalam penelitian ini merumuskan rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana praktik perjanjian bagi hasil akad muzara’ah di Kampung Cioyod; Bagaimana tinjauan fatwa DSN MUI No.85/DSN-MUI/XII/2012 terhadap perjanjian bagi hasil akad muzara’ah di kampung Cioyod; adapun tujuan dari penelitian ini yaitu menjawab permasalahan yang terjadi di Kampung Cioyod. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat lapangan, menggunakan teknik analisis deskripstif kualitatif. Hasil penelitiannya bahwa di Kampung Cioyod sistem bagi hasil muzara’ah di artikan sebagai akad kerjasama; praktik muzara’ah di Kampung Cioyod tidak sesuai dengan Fatwa DSN MUI No.85/DSN-MUI/XII/2012.
Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap ‎Tukar Tambah Handphone pada Situs ‎Belanja Online Blibli.com Dina Rahmania; Nandang Ihwanudin; Iwan Permana
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.282 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.2831

Abstract

Abstract. Buying and selling online at this time continues to experience the dynamics ‎of development in line with the needs of the community. One of the online buying ‎and selling practices that are in great demand by the public today is buying and ‎selling mobile phones through a trade-in system such as what Blibli.com does. ‎However, there are several elements that are not in accordance with the principles ‎of buying and selling according to sharia economic law. Based on these problems, ‎the focus of the research is formulated in the form of questions as follows: How is ‎the practice of trade-in on the online shopping site Blibli.com? The research method ‎used is descriptive qualitative analysis with a normative juridical approach. The ‎results show that the practice of buying and selling cellphones in the trade-in ‎program on the online shopping site BliBli.com is one of the consumer services ‎where buyers can simply do all activities at home without the hassle of going to the ‎store directly, and the practice of buying and selling cellphones the trade-in ‎program on the BliBli online shopping site contains a conditional contract or al-‎uqud al-mutaqabilah which is only valid according to Sharia Economic Law. ️‎ Abstrak. Jual beli online pada masa sekarang terus mengalami dinamika ‎perkembangan seiiring dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu praktik jual beli ‎online yang banyak diminati masyarakat dewasa ini adalah jual beli handphone ‎melalui system tukar tambah seperti yang dilakukan Blibli.com. Namun demikian, ‎terdapat beberapa unsur yang belum sesuai dengan prinsip-prinsip jual beli ‎menurut hukum ekonomi syariah. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka fokus ‎penelitian dirumuskan ke dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut : Bagaimana ‎praktik tukar tambah pada situs belanja onlie Blibli.com?‎ Dan bagaimana tinjauan ‎Hukum Ekonomi Syariah terhadap tukar tambah pada situs ‎belanja online ‎Blibli.com?‎ Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis kualitatif ‎dengan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Praktik ‎jual beli handphone pada program tukar tambah pada situs belanja online ‎BliBli.com merupakan salah satu pelayanan konsumen dimana pembeli cukup ‎melakukan segala aktifitas di rumah tanpa perlu ribet untuk pergi ke toko ‎langsung, dan Praktik jual beli handphone pada program tukar tambah pada situs ‎belanja online BliBli mengandung adanya akad bersyarat atau al- uqud al-‎mutaqabilah yang sah saja dilakukan menurut Hukum Ekonomi Syariah. ‎
Co-Authors Agnia Ruslani Muftin Agus Prakarsa Yuristama Ahmad Rifai Alam Alam Muizzali Alfadilah Rizki Hasanah Ali Mursyid, Ali Aliya Putri Fitria Nuryanti Alya Syifa Utami Handriansyah Amaliah Al Azmi, Amaliah Al Annisa Eka Rahayu Arky Nafisa Beladiena Boki Nurasiah Bunga Citra Mustika Wardhani Cecep Kusmana Deden Gandana Madjakusumah Dena Febriani Deny Az Nasta Ramadhana desta dwi Dina Rahmania Effendi, Rachmat Ega Maulana Gandana, Deden Gandara Catur Prasetya Geugeut Kinasih Wahyuni Handri Handri Handri, Handri Hoerurohman, Aditya Ihsan Permana, Muhamad Intan Nurrachmi Iwan Permana Iwan Permana Iwan Permana Krisdianti Budi Lestari M Munir Asrori M Zulfan Nurfalah M. Burhanudin M. Burhanudin M. Burhanudin Maharticha Sarikahemi Kabalmay Manarul, Achmad Mochammad Syukria Mauladi Mohamad Andri Ibrahim Muhammad Fath Ar-rahman Muhammad Risandi Lampah Muhammad Yunus Muhammad Yunus Muhammad Yunus Muhardi Muhardi Mulyani, Heni Mutia Maulia Nanda Najmah Salamah Neneng Hasanah Neng Dewi Himayasari Ni'mawati, Ni'mawati Ni’mawati Ni’mawati Novita Siti Mulyasari Nunung Nurhayati Nunung Nurhayati Nunung Nurhayati NUR EFENDI Nura Habiba Nurdin Nurdin Nurul Huda, Siti Nurul Izzah Popon Srisulawati Popon Srisusilawati Prinisa Hamdani Rachmat Effenedi, Muhammad Rivany Rida Firdaus ROHIMAH, INTAN Sabila Azzahra Safira Muthia Rosyid Salma Almira Nurazizah savira andjani Sekarini Teguh Pramesti Septian Nugraha Shindu Irwansyah Siregar, Muhammad Rafi Siti Hadija Solihat Suryani Suryani Taufik Hidayat Tjandra, William Udin Saripudin Ummah Karimah, Ummah Wardiana, Taufiq Akbar Wibowo, Marsudi Fitro Widiyanti Widuri, Andi Fika windy sepiyanti Yayat Rahmat Hidayat Yovanka Graciela Yuristama, Agus Prakarsa