Articles
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Ba’i Taljiah pada Jual Beli Makanan Ringan di Kp. Borolong Desa Cilampunghilir Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya
Salma Almira Nurazizah;
Nandang Ihwanudin;
Neng Dewi Himayasari
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (273.922 KB)
|
DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.3620
Abstract. Buying and selling is an activity carried out by humans to fulfill one of the needs in everyday life. Buying and selling transactions must be based on mutual pleasure between the two parties and not elements of coercion. This occurs in the practice of ba'i taljiah in the sale and purchase of snacks in Kp. Borolong, Cilampunghilir Village, Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya. The purpose of this study was to determine the practice of Ba'i Taljiah in the sale and purchase of snacks and to know the review of fiqh muamalah on the practice of Ba'i Taljiah in the sale and purchase of snacks in Kp. Borolong Village Cilampunghilir Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya. The method used is descriptive qualitative with descriptive analysis approach. This type of research data uses field data with data sources in the form of primary data and secondary data taken using data collection techniques in the form of observations, interviews, documentation and literature studies. The data were analyzed using data analysis techniques in the form of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this thesis research state that the practice of ba'i taljiah in buying and selling snacks in Kp. Borolong Village Cilampunghilir Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya contains elements that are suspected to be coercive and coercive in the ongoing transaction, so it can be concluded that the practice of buying and selling is not in accordance with one of the principles of muamalah fiqh. Abstrak. Jual beli merupakan suatu kegiatan yang dilakukan manusia untuk memenuhi salah satu kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Transaksi jual beli dilakukan harus berdasarkan rasa saling ridha antara kedua belah pihak dan tidak unsur paksa memaksa. Hal ini terjadi pada praktik ba’i taljiah pada jual beli makanan ringan di Kp.Borolong Desa Cilampunghilir Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui praktik Ba’i Taljiah pada jual beli makanan ringan dan mengetahui tinjauan fikih muamalah terhadap praktik Ba’i Taljiah pada jual beli makanan ringan di Kp. Borolong Desa Cilampunghilir Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan deskriftif analisis. Jenis data penelitian menggunakan data lapangan dengan sumber data berupa data primer dan data sekunder yang diambil menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian skripsi ini menyebutkan bahwa praktik ba’i taljiah pada jual beli makanan ringan di Kp. Borolong Desa Cilampunghilir Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya ini mengandung unsur yang diduga paksa memaksa dalam transaksi berlangsung, maka dapat disimpulkan bahwa praktik jual beli tersbut tidak sesuai degan salah satu prinsip fikih muamalah.
Tinjauan Maqashid Syariah terhadap Halal Life Style Busana Bermotif Kalimat Thayyibah pada Remaja di Kota Bandung
Yovanka Graciela;
Nandang Ihwanudin;
Neng Dewi Himayasari
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.761 KB)
|
DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.4432
Abstract. Maqashid Syariah aims to uphold the benefit of humans as social beings, in which he must be responsible for himself later on to Allah, as is the case in modern times there is the use of fashion styles with the thayyibah sentence motif or sellers who sell thayyibah-patterned clothing. As it is known that the thayyibah sentence is a holy sentence and a good sentence. This study aims to determine how consumer behavior and how the sharia maqashid review of the halal life style of clothing patterned with thayyibah sentences in teenagers in the city of Bandung. This research method uses descriptive qualitative with the type of field research data and data taken based on the results of observations, and interviews with consumers or buyers of clothing patterned with thayyibah sentences, clothing sellers with thayyibah sentences, religious leaders who understand the law wearing clothes with thayyibah motifs, and lecturers. Faculty of Sharia, Islamic University of Bandung. Regarding the results of this study, there are 2 opinions that allow and do not allow wearing or selling clothes with the pattern of thayyibah sentences. Abstrak. Maqashid Syariah bertujuan untuk menegakkan kemaslahatan manusia sebagai makhluk sosial, yang mana ia harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri nanti pada Allah, sebagaimana yang terjadi di zaman yang modern ini terdapat pemakaian style busana bermotif kalimat thayyibah ataupun para penjual yang menjual busana bermotif kalimat thayyibah. Seperti yang diketahui bahwa kalimat thayyibah itu kalimat yang suci dan kalimat yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku konsumen dan bagaimana tinjauan maqashid syariah terhadap halal life style busana bermotif kalimat thayyibah pada remaja dikota bandung. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan jenis data field research dan data yang diambil berdasarkan hasil observasi, dan wawancara dengan pihak kosumen atau pembeli busana bermotif kalimat thayyibah, penjual busana bermotif kalimat thayyibah, tokoh agama yang memahami hukum memakai busana bermotif kalimat thayyibah, dan Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung. Terkait hasil penelitian ini ada ada 2 pendapat yang memperbolehkan dan tidak memperbolehkan memakai atau menjual busana bermotif kalimat thayyibah.
Analisis Perilaku Konsumsi Kpop Fans Ditinjau dari Teori Konsumsi Al-Ghazali
desta dwi;
Nandang Ihwanudin;
Neng Dewi Himayasari
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.135 KB)
|
DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.4600
Abstract. Along with the development of the times, not a few people think that tertiary needs can be said to be needs that must be met, even though Islam teaches to prioritize dharuriyat over hajiyat in order to maintain maqashid sharia. This phenomenon occurs in female students who want something because of their liking for things related to the kpop wave. Indicates israf behavior that occurs in sharia faculty students who are not in accordance with Imam Al-Ghazali's consumption theory. The purpose of this study is to determine the behavior of sharia faculty students towards the consumption of merchandise and to determine the analysis of the behavior of kpop fans in terms of Al Ghazali's consumption theory. The method used is qualitative with a descriptive analysis approach and data collection using the field (field research), the data sources used are primary data and secondary data. The data collection technique is by interview and documentation. And data analysis techniques in the form of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study state that the consumption behavior of kpop fans of students of the Islamic faculty of Unisba based on Al-Ghazali's consumption theory is inappropriate and deviant. seen from the consumption activities of Unisba Sharia Faculty students who only care about the desire to obtain satisfaction and in spending their wealth very excessively or israf without seeing the benefits of goods that are only for display because of a hobby. Abstrak. Dengan perkembangan zaman, banyak orang beranggapan bahwa dapat dikatakan kebutuhan tersier harus dipenuhi, meskipun Islam mengajarkan untuk mengutamakan dharuriyat daripada hajiyat guna menjaga maqashid syariah. Fenomena ini terjadi pada mahasiswi yang menginginkan sesuatu karena menyukai hal-hal yang berhubungan dengan kpop wave. Hal ini menunjukan perilaku israf yang terjadi pada mahasiswa fakultas syariah yang tidak sesuai dengan teori konsumsi Imam Al-Ghazali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku mahasiswa fakultas syariah terhadap konsumsi barang merchandise dan untuk mengetahui analisis perilaku kpop fans ditinjau dari teori konsumsi Al Ghazali. Metode kualitatif yang digunakan dengan pendekatan deskriptif analisis dan pengumpulan data menggunakan lapangan (field reseacrh), sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaiu dengan cara wawancara dan dokumentasi. Dan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perilaku konsumsi kpop fans mahasiswa fakultas syariah unisba berdasarkan teori konsumsi Al-Ghazali tidak sesuai dan menyimpang. dilihat dari aktivitas konsumsi mahasiswa Fakultas Syariah Unisba yang hanya mementingkan keinginan untuk memperoleh kepuasa dan dalam membelanjakan hartanya sangat berlebihan atau israf tanpa melihat manfaat barang yang hanya untuk dijadikan pajangan karena suatu hobi.
Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap Arisan Qurban
Alam Alam Muizzali;
Nandang Ihwanudin;
Iwan Permana
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (196.728 KB)
|
DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.4793
Abstract. There are many ways that can be taken by Muslims to be able to carry out qurban worship, one of which is with social gathering. According to sharia economic law, social gathering uses qardh and wadiah contracts. The purpose of this study was to find out the Sacrificial Arisan System at SMPN 8 Ciamis and to know the Sharia Economic Law Review of the Sacrificial Arisan System at SMPN 8 Ciamis. The method used in this research is descriptive analytical method using a juridical empirical research approach and literature. Sources of data used are primary data sources and secondary data. The data collection techniques used are interviews, observation and documentation. This study concludes that the qurban social gathering practice is in accordance with the pillars and requirements of the principles of Islamic Economic Law. Abstrak. Banyak cara yang dapat ditempuh oleh umat Islam untuk dapat melaksanakan ibadah qurban, salah satunya adalah dengan arisan. Menurut hukum ekonomi syariah arisan menggunakan akad qardh dan wadiah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Sistem Arisan Kurban di SMPN 8 Ciamis dan mengetahui Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Sistem Arisan Kurban di SMPN 8 Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitif dengan menggunakan pendekatan penelitian yuridis empiris dan kepustakaan. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik arisan qurban sudah sesuai dengan rukun dan syarat prinsip-prinsip Hukum Ekonomi Syariah.
Tinjauan Hukum Islam terhadap Akad Muzara’ah Antara Pemilik Modal dan Petani
windy sepiyanti;
Nandang Ihwanudin;
Muhammad Yunus
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.526 KB)
|
DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.4840
Akad Muzara’ah merupakan akad kerja sama atas tanah pertanian berdasarkan bagi hasil antara pemilik tanah dengan petani atas dasar petani menerima bagi hasil dari hasil mengerjakan tanah pertanian. Dengan kata lain pemilik tanah memberikan modal kepada petani untuk menggarap lahannya atas dasar petani berhak dapat sebagian hasil pertanian tersebut, terdapat perjanjian kerja sama yang dapat dikatakan akad muzara’ah yaitu di Kp. Cibogo Kab. Sukabumi. Namun pada pelaksanaannya, p Abstract. Muzara'ah contract is a cooperation agreement on agricultural land based on profit sharing between land owners and farmers on the basis of farmers receiving profit sharing from the results of working on agricultural land. In other words, land owners provide capital to farmers to work on their land on the basis that farmers are entitled to some of the agricultural products, there is a cooperation agreement that can be called a muzara'ah contract, namely in Kp. Cibogo Kab. Sukabumi. However, in practice, the cooperation agreement has a discrepancy with the terms of the muzara'ah contract. This study aims to determine the mechanism of the implementation of the muzara'ah contract in Kp. Cibogo Kab. Sukabumi and to find out how the review of Islamic law on the muzara'ah contract between the owners of capital and farmers in Kp. Cibogo Kab. Sukabumi. The research method is qualitative research with a field study approach. The research data sources are primary data sources, namely land owners and sharecroppers and secondary. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and documentation. The data analysis technique used inductive technique. Based on the perspective of Islamic law on the cooperation between the owners of capital and farmers in Kp. Cibogo this contract is included in the false contract because one of the muzara'ah contracts is not fulfilled, namely the period of cultivation is not determined. Abstrak. Akad Muzara’ah merupakan akad kerja sama atas tanah pertanian berdasarkan bagi hasil antara pemilik tanah dengan petani atas dasar petani menerima bagi hasil dari hasil mengerjakan tanah pertanian. Dengan kata lain pemilik tanah memberikan modal kepada petani untuk menggarap lahannya atas dasar petani berhak dapat sebagian hasil pertanian tersebut, terdapat perjanjian kerja sama yang dapat dikatakan akad muzara’ah yaitu di Kp. Cibogo Kab. Sukabumi. Namun pada pelaksanaannya, perjanjian kerja sama tersebut terdapat ketidaksesuaian dengan syarat-syarat akad muzara’ah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai mekanisme pelaksanaan akad muzara’ah di Kp. Cibogo Kab. Sukabumi dan untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum islam terhadap akad muzara’ah antara pemilik modal dan petani di Kp. Cibogo Kab. Sukabumi. Metode penelitiannya adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Sumber data penelitiannya adalah sumber data primer yaitu pemilik lahan dan petani penggarap dan skunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik induktif. Berdasarkan perspektif hukum islam terhadap kerja sama antara pemilik modal dan petani di Kp. Cibogo akad ini termasuk kepada akad yang bathil karena tidak terpenuhinya salah satu akad muzara’ah yaitu tidak ditentukan jangka waktu penggarapannya.
Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap Produk Reksa Dana Syariah
M Zulfan Nurfalah;
Nandang Ihwanudin;
Iwan Permana
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5230
Abstract. Young people are increasingly aware of investing for their future life, because the needs of human life never end. Investment is an option to benefit from fulfilling the necessities of life. Investment is a form of investment made by investors that will bring returns in the future. Mutual funds are an investment alternative for investors, especially small investors and investors who don't have much time and expertise to calculate the risk of their investment. The purpose of his research is to examine in more depth the Islamic mutual fund products in the Bibit.ID application. The research method used is a qualitative method which type of research is field research whose activities include interviews. By using primary data sources obtained from interviews, observations and secondary data referring to reference books that will complement the results of existing observations and interviews. Based on the results of the explanation above, it can be concluded that basically mutual funds in Islam are permissible as long as they do not deviate from Islamic law and are one of the most recent forms of buying and selling. Abstrak. Makin sadarnya kalangan anak muda dalam berinvestasi yang bertujuan untuk kehidupannya di masa depan, dikarnakan kebutuhan hidup manusia tidak pernah ada habisnya. Investasi menjadi pilihan untuk mendapatkan keuntungan dari pemenuhan kebutuhan hidup tersebut. Investasi merupakan salah satu bentuk penanaman modal yang dilakukan investor yang akan mendatangkan return di kemudian hari. Reksa dana merupakan salah satu alternatif Investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung resiko atas investasi mereka. Tujuan penelitiannya untuk meneliti secara lebih mendalam mengenai produk reksa dana syariah pada aplikasi Bibit.ID. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang jenis penelitiannya adalah penelitian lapangan yang kegiatannya meliputi wawancara. Dengan menggunakan sumber data primer yang diperoleh dari wawancara, observasi dan data sekunder mengacu pada buku-buku referensi yang akan melengkapi hasil observasi dan wawancara yang ada. Berdasarkan hasil pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya reksa dana dalam Islam dibolehkan selama tidak menyimpang dari syariat Islam dan merupakan salah satu bentuk jual beli yang kekinian.
Tinjauan Hukum Islam terhadap Penerapan Pembayaran Royalti Buku
Nurul Izzah;
Nandang Ihwanudin;
Yayat Rahmat Hidayat
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5599
Abstract. Royalties are compensation for the use of the economic rights of a work or related product received by the creator or owner of the related right. There are differences of opinion regarding the payment of royalties based on a syirkah contract. This study aims to determine the application of book royalty payments in terms of Islamic law. The method used is qualitative and the type of research is field research and literature. The data collection technique used was interviews with managers of Magama Publishing publishers and Despersa writers. The data sources used come from primary and secondary data sources and are then analyzed using a normative juridical analysis approach. The object of this research is the payment of book royalties at publishers. The results of this study are that the amount of royalties given to writers ranges from 7% - 15%. Royalties will be paid after the book is published until the contract period expires. The practice of paying book royalties at Magama Publishing is in accordance with the views of the scholars, whether the distribution of royalties is based on an agreement or the distribution of royalties based on capital. Abstrak. Royalti adalah imbalan atas pemanfaatan hak ekonomi suatu ciptaan atau produk terkait yang diterima oleh penipta atau pemilik hak terkait. Terdapat perbedaan pendapat tentang pembayaran royalti berdasarkan akad syirkah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembayaran royalti buku yang ditinjau dari hukum Islam. Metode yang diterapkan yakni kualitatif dan jenis penelitiannya penelitian lapangan dan kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara terhadap pengelola penerbit Magama Publishing dan penulis Despersa. Sumber data yang digunakan berasal dari sumber data primer dan sekunder kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis yuridis normatif. Adapun yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah tentang pembayaran royalti buku di penerbit. Hasil penelitian ini yaitu besaran royalti yang diberikan untuk penulis berkisar 7% - 15%. Royalti akan dibayarkan setelah buku diterbitkan hingga masa kontrak habis. Praktik pembayaran royalti buku di Magama Publishing sudah sesuai dengan pandangan para ulama baik pembagian royalti berdasarkan kesepakatan ataupun pembagian royalti berdasarkan modal.
Dampak Label Syariah terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Mikro Kecil Menengah
Muhammad Fath Ar-rahman;
Nandang Ihwanudin;
Iwan Permana
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.7028
Abstract. Laundry Services is a washing service which is one type of business that is currently developing a lot and scattered in the midst of society, especially urban areas. Meanwhile, whether the use of sharia labels can increase income as done by the belia fresh sharia laundry service. This research aims to find out the system, strategy, and influence of sharia labels on increasing income. The research approach used is quantitative with descriptive methods. Type of field research data Research. This study used primary and secondary data sources. Data collection techniques through questionnaires, data analysis techniques using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, and simple regression analysis techniques. The results of this study, first: show that the system and strategy used is to take advantage of space on the road and social media. Second: that sharia labels have an impact of 30.5% on increasing income from Belia Fresh laundry services. Abstrak. Jasa Laundry adalah jasa mencuci yang merupakan salah satu jenis usaha yang saat ini banyak berkembangan dan bertebaran di tengah-tengah masyarakat khususnya daerah perkotaan. Sementara itu, apakah dengan penggunaan label syariah dapat meningkatkan pendapatan seperti yang dilakukan oleh jasa laundry syariah Belia Fresh. Peneletian ini memiliki tujuan untuk mengatahui sistem, strategi, dan pengaruh label syariah terhadap peningkatan pendapatan. Pendekatan penelitian yang digunakan kuantitatif dengan metode deskriptif. Jenis data penelitian field Research. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui kuisioner, teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, dan teknik analisis regresi sederhana. Hasil dari penelitian ini, pertama: menunjukan bahwa sistem dan strategi yang digunakan adalah dengan memanfaatkan space di jalan dan media sosial. Kedua: bahwa label syariah berdampak sebesar 30,5 % terhadap peningkatan pendapatan dari jasa laundry Belia Fresh
Filsafat Sebagai Ilmu Dalam Praktik Bisnis dan Pembentukan Merek Dagang
Savira Andjani;
Nandang Ihwanudin
Eco-Iqtishodi : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 (2022): Eco-Iqtishodi : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Institut Manajemen Koperasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32670/ecoiqtishodi.v4i1.1851
Business philosophy is a set of principles and beliefs owned by the company or every business actor to move and navigate the company to achieve success based on moral principles, human rights and business ethics. The brand as a moral policy and and nothing is covered up ethically, socially, or politically. To cover the brand is done through IPR, as an object in the rahn agreement. In Islamic branding, the competitive elements of naffus and ta‟awun (Competition and help) are taught as islamic business philosophies. Some of the business philosophies of a large company that are already well-known and have underlying its business map are the Google company, including: a. You can make money without committing a crime; b. It is best to do one thing very well. This philosophy, as the Google company does, may relate to Profitability, Customers, Employees, Services, and Products.
FILOSOFI KEDUDUKAN DAN FUNGSI HARTA DALAM ISLAM
Siti Hadija;
Nandang Ihwanudin
Ad-DA'WAH Vol 19 No 02 (2021): Volume 19 Nomor 02 Agustus 2021
Publisher : INSTITUT PEMBINA ROHANI ISLAM JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (483.416 KB)
|
DOI: 10.59109/addawah.v19i02.7
Penulis menginterprestasikan dan menjelaskan tentang kedudukan harta dan fungsi harta sendiri dalam Islam, Seseorang atau sekelompok orang pada dasarnya dapat dengan leluasa menikmati, membelanjakan dan atau menggunakan harta benda/harta kekayaannya tanpa ada yang bisa menghalangi sepanjang harta yang diperolehnya itu dengan cara ‘halal’. Namun hak untuk menikmati harta benda milik pribadi tersebut tidak bisa bersifat absolut karena di dalam prinsip hukum Islam, “Di dalam harta seorang Muslim terdapat hak orang lain”. Membelanjakan uang untuk membeli sesuatu barang terkadang lebih mengedepankan keinginan ketimbang kebutuhan. Harta yang dipergunakan lebih mengarah kepada hal – hal yang bersifat konsumtif dari pada bernilai produktif yang bermuara pada kegiatan, penelitian ini akan menitikberatkan pada aspek kesadaran seorang hamba akan keberadaan harta benda yang dimilikinya dan ketaatan seorang hamba itu kepada rabbnya dalam membelanjakan rezeki yang telah Allah Swt berikan kepada hamba- Nya. Apakah ia tergolong hamba yang syukur atau kufur.