Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Work life balance terhadap Turnover intention dengan Stress Kerja sebagai Variabel Mediasi pada Karyawan Generasi Z di Wilayah DIY Safitri, Mardiana; Musoli
Jurnal Ekonomi Efektif Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL EKONOMI EFEKTIF
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/JEE.v8i1.53530

Abstract

Dominasi Generasi Z dalam struktur demografi dan tenaga kerja di Indonesia membawa dinamika baru, khususnya terkait tingginya tingkat turnover di Yogyakarta. Generasi ini dikenal mengutamakan fleksibilitas serta keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh work life balance terhadap turnover intention pada karyawan Generasi Z di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan menjadikan stres kerja sebagai variabel mediasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan sampel sebanyak 120 responden karyawan Generasi Z di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh negatif signifikan terhadap turnover intention (β = -0,359; Sig. 0,000), work life balance berpengaruh negatif signifikan terhadap stres kerja (β = -0,381; Sig. 0,000), stres kerja berpengaruh positif signifikan terhadap turnover intention (β = 0,384; Sig. 0,000), dan serta stres kerja terbukti memediasi pengaruh work life balance terhadap turnover intention secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa work life balance dan stres kerja merupakan faktor penting dalam memengaruhi perilaku turnover pada karyawan Generasi Z. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk merancang kebijakan yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja untuk menekan stres kerja dan mempertahankan talenta muda.
PENGARUH KONFLIK KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI STRES KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Kasus Pada RS PKU Muhammadiyah Gamping) Ardianti; Musoli
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.6386

Abstract

Konflik kerja dan stress kerja merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan dalam organisasi pada lingkungan rumah sakit seperti RS PKU Muhammadiyah Gamping, karyawan non-medis memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran pelayanan kesehatan. Namun, konflik dan stres ditempat kerja sering disebabkan oleh dinamika pekerjaan, beban tugas, perbedaan persepsi, dan tuntutan lingkungan kerja. Kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya produktivitas, efektivitas, dan kualitas kerja karyawan. oleh karena itu, penring untuk memahami sejauh mana konflik kerja dan stres kerja yang mempengaruhi kinerja karyawan serta apakah stres kerja berperan sebagai variabel mediasi. Untuk mengetahui pengaruh konflik kerja karyawan non-medis RS PKU Muhammadiyah Gamping melalui stres kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner online menggunakan google form. Data di analisis menggunakan uji regresi linear sederhana dan uji sobel untuk melihat hubungan langsung dan pengaruh mediasi stres kerja. Uji hipotesis parsial (uji t) menunjukan bahwa konflik kerja terhadap kinerja karyawan berpengaruh positif dan tidak signifikan (P=0,142), serta konflik kerja terhadap stres kerja berpengaruh positif dan signifikan (P <0,05). Sementara itu, stres kerja terhadap kinerja karyawan berpengaruh positif dan tidak signifikan (P=0,065). Uji mediasi menggunakan uji sobel menunjukan bahwa stres kerja tidak mampu memediasi pengaruh konflik kerja terhadap kinerja karyawan (P >0,05). Penelitian ini menemukan bahwa konflik kerja tidak berpengaruh signifikan tehadap kinerja karyawan. namun, berpengaruh signifikan meningkatkan stres kerja. Sementara itu, stres kerja juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja sehingga tidak dapat memediasi hubungan antara konflik kerja dan kinerja. Dengan demikian meskipun konflik dapat menimbulkan stres, kondisi tersebut tidak terbukti menurunkan kinerja karyawan. manajemen RS PKU Muhammadiyah Gamping disarankan untuk mengelola konflik melalui komunikasi yang efektif, perbaikan lingkungan kerja, dan dukungan psikologi bagi karyawan. lingkungan kerja yang harmonis dapat mejaga kenyaman, kestabilan emosi, dan mendukung peningkatan kinerja karyawan.