Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Improving Teachers' Knowledge Sharing Behavior with Islamic Work Ethics Musoli; Seto Satriyo Bayu Aji
IECON: International Economics and Business Conference Vol. 3 No. 1 (2025): International Conference on Economics and Business (IECON-3)
Publisher : www.amertainstitute.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65246/wr788e46

Abstract

The purpose of this study is to empirically examine teachers' perceptions of their work at school. The research design uses a quantitative approach through research instruments. The unit of analysis in this study is school teachers in Yogyakarta who have worked and taught at school for at least one year. Data were collected through the direct distribution of questionnaires by the research team. Purposive sampling was used to collect samples in this study. The number of respondents in this study was 32, who were school teachers in Yogyakarta. The results of this study indicate that the hypothesis stating that Islamic work ethics have a positive but insignificant influence on knowledge-sharing behavior is rejected.
Pengaruh Beban Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Studi pada Kantor Pos Besar Yogyakarta) Hijriah; Musoli
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i3.700

Abstract

Keberhasilan sebuah perusahaan dalam mencapai tujuannya tidak bisa lepas dari sumber daya manusia yang di miliki, karena Sumber Daya Manusia (SDM) berperan dalam memastikan keberhasilan perusahaan. PT Pos Indonesia merupakan sebuah badan usaha milik negara (BUMN) yang terutama menyediakan layanan Pos. Hubungan antara beban kerja, lingkungan kerja, dan kepuasan kerja karyawan. Beban kerja yang berlebihan dan lingkungan kerja yang kurang mendukung dapat menurunkan kepuasan kerja, sementara beban kerja yang sesuai dan lingkungan kerja yang positif dapat meningkatkan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan di Kantor Pos Besar Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan teknik sensus sampling. Sampel yang digunakan adalah karyawan yang bekerja di Kantor Pos Besar Yogyakarta. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang disebarkan secara offline. Penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh negatif dan signifikan beban kerja terhadap kepuasan kerja karyawan, terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan. Dan secara simultan terdapat pengaruh negatif dan positif signifikan beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan.
PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN SECURITY YANG DITEMPATKAN DI PERUSAHAAN KLIEN PT PUTRA DAYUNG BERSAUDARA Febri Ferdinan; Musoli; Fitri Maulidah Rahmawati
Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi Dan Akuntansi (JIMEA) Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jimea.v3i1.5866

Abstract

Latar Belakang: Pelatihan dan pengembangan karyawan security memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan pengalaman yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas serta tanggung jawab mereka. Program pelatihan yang dirancang dengan baik membantu karyawan dalam menghadapi tantangan di lingkungan kerja, baik yang bersifat rutin maupun dinamis. Dalam industri jasa keamanan, karyawan security memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tempat kerja. Salah satu perusahaan yang memiliki divisi keamanan yang cukup besar adalah PT Putra Dayung Bersaudara. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pelatihan pengembangan terhadap kinerja karyawan security yang ditempatkan di perusahaan klien PT. Putra Dayung Bersaudara. Metode: Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan survei melalui penyebaran kuesioner tertutup secara online menggunakan google formulir Hasil: Uji Hipotesis Parsial (t) X1 dan X2 menggunakan Coefficients menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan pengembangan terhadap kinerja karyawan security (p=0,04, p=0,00). Uji Simultan (f) menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa Pelatihan dan Pengembangan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan security (p=0,00). Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan security di PT Putra Dayung Bersaudara, baik secara parsial maupun simultan. Saran: Perusahaan disarankan untuk mengombinasikan pelatihan dengan program pengembangan berkelanjutan agar karyawan memiliki keterampilan teknis sekaligus kemampuan adaptasi.
PENGARUH STRES KERJA DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP KINERJA GURU PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 4 SLEMAN Kasil Sri Indriani; Musoli
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i2.6029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan karakteristik individu terhadap kinerja guru di MAN 4 Sleman. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kinerja guru sebagai faktor utama dalam mencapai tujuan pendidikan, di mana stres kerja dan karakteristik individu dapat menjadi faktor yang memengaruhi kualitas kerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi adalah seluruh guru di MAN 4 Sleman, dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berdampak negatif terhadap kinerja guru, sedangkan karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, stres kerja dan karakteristik individu berdampak signifikan terhadap kinerja guru. Temuan ini menunjukkan pentingnya manajemen stres dan pemahaman karakteristik individu dalam upaya peningkatan kinerja guru di lingkungan pendidikan.
Peran Komitmen Organisasi Dalam Memediasi Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Organizational Citizenship Behavior (Studi Pada Anggota BEM Fakultas Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta) Amanda Fidya Febriana; Musoli
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6101

Abstract

Budaya organisasi memiliki peran penting dalam membentuk perilaku anggota organisasi, termasuk pada organisasi mahasiswa seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Fenomena rendahnya partisipasi, inisiatif dan loyalitas anggota BEM Fakultas Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menunjukkan bahwa budaya organisasi belum optimal dalam mendorong organizational citizenhsip behavior (OCB), yaitu perilaku sukarela anggota yang melampaui tugas formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap OCB dengan peran mediasi komitmen organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner berbasis skala Likert yang disebarkan secara daring kepada 112 anggota BEM sebagai responden. Data dianalisis melalui uji validitas, realibilitas, regresi linier berganda, path analysis, serta uji Sobel unntuk menguji peran mediasi dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap koitmen organisasi dan OCB. Komitmen organisasi juga berpengaruh signifikan terhadap OCB serta terbukti memediasi secara parsial hubungan budaya organisasi dengan OCB. Temuan ini menegaskan bahwa budaya organisasi yang kuat dapat meningkatkan komitmen organisasi anggota dan memperkuat perilaku OCB. Implikasi penelitian ini diharapkan menjadi masukan praktis bagi pengurus BEM dalam membangun organisasi yang lebih efektif dan berkemajuan.
PERAN KECERDASAN EMOSIONAL DALAM MEMODERASI PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI Firda Raudoh; Musoli
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 1 (2025): September
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i1.5667

Abstract

Tingginya tuntutan kerja seringkali memicu stres yang secara langsung menurunkan kinerja pegawai dan produktivitas organisasi. Namun, dampak stres tidak konsisten pada setiap individu. Kecerdasan emosional menjadi faktor kunci yang dapat memoderasi hubungan ini, bertindak sebagai penyangga (buffer) terhadap efek negatif dari stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja pegawai dan pengaruh kecerdasan emosional terhadap hubungan antara stres kerja dan kinerja pegawai. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai bagian staf manajemen RSUD Prembun. Pada penelitian ini menggunakan metode sensus, responden diambil dari seluruh pegawai bagian staf manajemen sebanyak 42 orang. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dan moderating. Hasil dari analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan. Sedangkan hasil dari analisis moderating menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memoderasi pengaruh stres kerja terhadap kinerja. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan emosional melemahkan pengaruh stres kerja terhadap kinerja.
Pengaruh Work life balance terhadap Turnover intention dengan Stress Kerja sebagai Variabel Mediasi pada Karyawan Generasi Z di Wilayah DIY Safitri, Mardiana; Musoli
Jurnal Ekonomi Efektif Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL EKONOMI EFEKTIF
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/JEE.v8i1.53530

Abstract

Dominasi Generasi Z dalam struktur demografi dan tenaga kerja di Indonesia membawa dinamika baru, khususnya terkait tingginya tingkat turnover di Yogyakarta. Generasi ini dikenal mengutamakan fleksibilitas serta keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh work life balance terhadap turnover intention pada karyawan Generasi Z di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan menjadikan stres kerja sebagai variabel mediasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan sampel sebanyak 120 responden karyawan Generasi Z di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh negatif signifikan terhadap turnover intention (β = -0,359; Sig. 0,000), work life balance berpengaruh negatif signifikan terhadap stres kerja (β = -0,381; Sig. 0,000), stres kerja berpengaruh positif signifikan terhadap turnover intention (β = 0,384; Sig. 0,000), dan serta stres kerja terbukti memediasi pengaruh work life balance terhadap turnover intention secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa work life balance dan stres kerja merupakan faktor penting dalam memengaruhi perilaku turnover pada karyawan Generasi Z. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk merancang kebijakan yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja untuk menekan stres kerja dan mempertahankan talenta muda.
PENGARUH KONFLIK KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI STRES KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Kasus Pada RS PKU Muhammadiyah Gamping) Ardianti; Musoli
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.6386

Abstract

Konflik kerja dan stress kerja merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan dalam organisasi pada lingkungan rumah sakit seperti RS PKU Muhammadiyah Gamping, karyawan non-medis memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran pelayanan kesehatan. Namun, konflik dan stres ditempat kerja sering disebabkan oleh dinamika pekerjaan, beban tugas, perbedaan persepsi, dan tuntutan lingkungan kerja. Kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya produktivitas, efektivitas, dan kualitas kerja karyawan. oleh karena itu, penring untuk memahami sejauh mana konflik kerja dan stres kerja yang mempengaruhi kinerja karyawan serta apakah stres kerja berperan sebagai variabel mediasi. Untuk mengetahui pengaruh konflik kerja karyawan non-medis RS PKU Muhammadiyah Gamping melalui stres kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner online menggunakan google form. Data di analisis menggunakan uji regresi linear sederhana dan uji sobel untuk melihat hubungan langsung dan pengaruh mediasi stres kerja. Uji hipotesis parsial (uji t) menunjukan bahwa konflik kerja terhadap kinerja karyawan berpengaruh positif dan tidak signifikan (P=0,142), serta konflik kerja terhadap stres kerja berpengaruh positif dan signifikan (P <0,05). Sementara itu, stres kerja terhadap kinerja karyawan berpengaruh positif dan tidak signifikan (P=0,065). Uji mediasi menggunakan uji sobel menunjukan bahwa stres kerja tidak mampu memediasi pengaruh konflik kerja terhadap kinerja karyawan (P >0,05). Penelitian ini menemukan bahwa konflik kerja tidak berpengaruh signifikan tehadap kinerja karyawan. namun, berpengaruh signifikan meningkatkan stres kerja. Sementara itu, stres kerja juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja sehingga tidak dapat memediasi hubungan antara konflik kerja dan kinerja. Dengan demikian meskipun konflik dapat menimbulkan stres, kondisi tersebut tidak terbukti menurunkan kinerja karyawan. manajemen RS PKU Muhammadiyah Gamping disarankan untuk mengelola konflik melalui komunikasi yang efektif, perbaikan lingkungan kerja, dan dukungan psikologi bagi karyawan. lingkungan kerja yang harmonis dapat mejaga kenyaman, kestabilan emosi, dan mendukung peningkatan kinerja karyawan.