Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

MENANGGULANGI KENAKALAN REMAJA, KRIMINALITAS, DAN PENGANGGURAN: PERAN KRUSIAL SIKAP MASYARAKAT DI JALAN MENDAWAI, PALANGKA RAYA Saputra, Ahkmad Ade; Wisman, Yossita
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 6 No. 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v6i1.114

Abstract

Permasalahan sosial merupakan sebuah gejala atau fenomena yang muncul dalam realitas kehidupan masyarakat. Sikap adalah kecenderungan untuk bertindak, berpresepsi, berfikir dan merasa dalam menghadapi obyek, ide situasi atau nilai. Berdasarkan permasalahan sosial dalam masyarakat dapat diatasi dengan berbagai sikap atau tindakan yang dilakukan masyarakat dalam prosesnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sikap, faktor pendukung dan penghambat masyarakat mendawai komplek sosial dalam menanggulangi masalah sosial; kenakalan remaja, kriminalitas dan pengangguran. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya permasalahan sosial yang ada yakni; kenakalan remaja, kriminalitas dan pengangguran di Jalan mendawai komplek sosial. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yaitu menggambarkan dan menganalisis permasalahan yang ditemukan. Penelitian ini didasarkan pada data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Berdasarkan wawancara peneliti bersama informan masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut, sikap masyarakat dalam menanggulangi permasalahan sosial tersebut sangat beragam, misalnya menegur, saling perduli satu sama lain hingga mendamaikan saat terjadi permasalahan yang sedang berlangsung. Terdapat beberapa faktor pendukung dalam upaya menanggulangi permasalahan yang terjadi misalnya; pemberian akses pendidikan, menyediakan sarana, memberikan wejangan hingga memperbaiki keadaan lingkungan sekitar. Selain faktor pendukung, ada juga faktor yang menghambat dalam menanggulangi permasalahan sosial misalnya; kebudayaan masyarakat, kondisi lingkungan serta pola fikir masyarakat itu sendiri yang belum paham akan pentingnya menangani sebuah permasalahan. Hendaknya masyarakat saling tenggang rasa dan peduli terhadap keadaan masyarakat demi terciptanya lingkungan yang baik, rukun dan damai.
Economic Development of Communities with Sustainable Living Approach in Block A Ex-Million-Hectare Land Project in Mangkatip Village Nasir, Darmae; Wisman, Yossita; Hidayat, Nasrullah
JURNAL GEOGRAFI Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v16i2.56422

Abstract

This type of research is Participatory Rural Appraisal (PRA) method research, namely planning, observing, implementing and evaluating activities together in empowerment activities. Data collection techniques were collected using questionnaires and interviews from the community. This research shows that a sustainable livelihood development program in the context of community economic development on a rural scale needs to be carried out, as is the case with Mangkatip Village, a village located in the Ex-Peatland Project Area (PLG). The people's economy in Mengkatip Village is still based on agriculture and is highly dependent on natural resources. A community economic development approach with a sustainable livelihood approach can be implemented in household economic development in a Mengkatip village. Developing a household economy based on a sustainable livelihood approach is a responsible way to maintain ecological and social balance. The Million Hectare Land Project is a project that is considered to cause various environmental problems. Not only about the physical environment but also about society and the humanities. To address this, a sustainable approach has been taken. Therefore, planning for economic empowerment through sustainable resource development is very important in areas experiencing environmental degradation.Keywords: Development; Social Economy; Sustainable.
Correlation Between Screen Time and Levels of Physical Activity and Health Indicators Among Adolescents at SMAN 2 Palangka Raya Siskaevia, Siskaevia; Ulfa, Zuly Daima; Hasanah, Uswatun; Dony, Garry William; Wisman, Yossita; Abdullah , Abdullah; Alamsyah , Iwan Noor; Bernisa , Bernisa; Sigit , Cahyo Nugroho
Jurnal Porkes Vol 9 No 1 (2026): Maret: Article in Progress
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v9i1.32749

Abstract

Introduction: The high ownership of smartphones among teenagers in Central Kalimantan, supported by increasingly widespread internet penetration, indicates the intense use of digital technology in everyday life. A national survey reveals that the majority of adolescents have a screen time of more than 3 hours per day, reflecting the dominance of screen-based activities. This condition has the potential to encourage a shift from healthy lifestyles towards sedentary lifestyles. Methods : This study is a correlational study with a cross-sectional approach in July-August 2025 involving 151 students from SMAN 2 Palangka Raya using simple random sampling. The inclusion criteria used were students of SMAN 2 Palangka Raya aged 14-17 years who had provided informed consent. Instruments used included the Screen Time Questionnaire, International Physical Activity Questionnaire, Pittsburgh Sleep Quality Index, Patient Health Questionnaire Adolescent, BMI measurement sheet, and blood pressure recording. Then, the type of data used was ordinal, which was analyzed using Somers' d, with SPSS version 25. Results: There was a significant relationship between sleep quality p (0.000 <0.05), d (-0.181), mental health p (0.003<0.05), d (0.199), and BMI p (0.032 < 0.05), d (0.161). Meanwhile, no significant relationship was found in other variables (p > 0.05). Conclusion: School-based interventions and school–parent collaboration are needed to promote balanced digital use, healthy sleep habits, and physical activity among students. This study is limited by its cross-sectional design, self-reported data, and small single-school sample, which restrict causal inference and generalizability.