Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Kemampuan Penalaran Formal Dengan Prestasi Kimia Siswa Kelas XII Dan Kontribusinya Terhadap Tingkat Pemahamannya Di Pendidikan Tinggi Pratiwi, Yunilia Nur; Analita, Rizky Nur; Rohmah, Rosyidah Syafa’atur; Rahayu, Widi
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang
Publisher : FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jikt.v15i1.324

Abstract

This study aims to determine the level of formal reasoning ability of high school students and its relationship to their chemistry learning outcomes on the topic of colligative properties. This non-experimental survey research involved 67 12th-grade science students who plan to continue their education to higher education as respondents. The data collection instruments consisted of the Test of Logical Thinking (TOLT), which describes the students' formal reasoning abilities, and the colligative properties achievement test, which indicates the students' learning achievements. The results showed a significant positive correlation between formal reasoning skills and students' learning achievements, with a high correlation level (r = 0.544). Based on the coefficient of determination, it was found that nearly 30% of students' colligative properties achievements are influenced by their formal reasoning abilities. Further analysis revealed that proportional and probabilistic reasoning had a higher percentage (both 61.94%) compared to control variables and correlational reasoning (both 52.985%). The regression analysis results indicated that reasoning ability significantly influences students' understanding of colligative properties with the equation y = 4.386 + 0.744x. This indicates that reasoning ability positively contributes to predicting their understanding of concepts in higher education. Additionally, other cognitive factors that are presumed to influence students' preparation before entering college or university need to be understood.
Scientific literacy on peatland across various study programs, genders, and current domicile of University Students in Borneo Sidauruk, Suandi; Ni'mah, Fatchiyatun; Meiliawati, Ruli; Analita, Rizki Nur; Rahmadani, Agung; Budi, Firman Shantya; Adhani, Aidhil
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 19, No 1: February 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v19i1.21794

Abstract

Scientific literacy is the ability that students must have to analyze and apply science concepts in solving everyday life problems. Students’ scientific literacy on peatlands can be acquired by students from daily interaction with peatlands, understanding that comes from parents and the community, as well as from learning in the classroom. This study aims to analyze the scientific literacy skills of students from several campuses in Borneo on the topic of peatlands. In this study, scientific literacy is described into scientific knowledge and scientific competencies domain. The research was conducted using a survey method with 528 respondents from several universities in Borneo, Indonesia. Research results show that even half of the respondents live around the peatland area, students’ scientific literacy is in the low category. The students’ scientific competencies need serious attention. A proper learning resources and comprehensive learning is needed to improve student overall scientific literacy.
Green tea (Camellia sinensis L.) potential to liver of hyperuricemia rats (Rattus norvegicus) fed with high purine diet NUGRAHENI, PUTRANTY WIDHA; MAHDI, CHANIF; RAHMAWATI, FITRIA; ANALITA, RIZKI NUR
Jurnal Natural Volume 24 Number 3, October 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jn.v24i3.29599

Abstract

Uric acid is produced in tissues containing xanthine oxidases, like the small intestine and liver, as involved in the purine metabolism of adenine and guanine. High uric acid levels cause damage to cell membranes due to the lipid peroxidase chain reaction. Foods containing high purines will activate the xanthine oxidase (XOD), causing an increase in free radicals. Free radicals attack polyunsaturated fatty acids (PUFA) by forming lipid peroxides. PUFA molecules contain multiple double bonds, which make them susceptible to oxidation by reactive oxygen species (ROS), such as free radicals. PUFA will be broken into simple compounds such as pentane, ethane, and aldehydes, leading to malondialdehyde (MDA) formation. High MDA levels illustrate the process of cell membrane oxidation leading to cell membrane damage. Hyperuricemia is often treated using synthetic drugs such as allopurinol; however, it can cause side effects. Some people will choose medicinal plants with minimal side effects. Green tea (Camellia sinensis L.) contains many polyphenol antioxidants, especially flavonoids, which also have a strong antioxidant effect by exerting multiple mechanisms such as inhibiting several enzymes, including antiphospholipid peroxidase, free radical scavengers, metal bonds, and xanthine oxidase (XOD). Statistical analysis results proved that green tea with a dose of 600 mg/kg BW could decrease the level of MDA in the liver by 84.87% (p 0.01) and reduce the activity of XOD by 35.36% (p 0.01). Taken together, green tea can improve liver histopathology.
PEMANFAATAN CANGKANG PUPA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI KITOSAN PADA PRODUKSI HANDSANITIZER Dewi, Renie; Nur Analita, Rizki; Erlita, Isyana; Husada Noor, Zakiah; Musrifatuttazkiyah, Siti; Rudi Febrissa, Mohammad; Wardani, Ika Kusuma; Taufiqurrahman, Irham
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v8i1.7783

Abstract

Masyarakat di wilayah sekitar sungai Barito Kuala sebagian besar menjadikan air sungai sebagai sarana keperluan pemanfaatan air pada kehidupan sehari-hari salah satunya mencuci tangan. Tangan merupakan bagian tubuh yang sering kali berinteraksi sehingga dapat menjadi media penyebaran bakteri dan virus. Penggunaan cairan handsanitizer yang dapat digunakan oleh masyarakat pinggiran sungai Barito Kuala dapat digunakan sebagai alat sterilisasi tangan agar terhindar dari wabah penyakit yang disebabkan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kitosan merupakan polisakarida alami nontoxic, biodegradable dan biocompatible. Kitosan memiliki sifat antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen termasuk bakteri Gram-positif dan Gram-negatif. Tujuan. Melatih pembudidaya BSF yang bekerjasma dengan CV Larvanesia Kalimantan Selatan dan guru sekolah Adiwiyata di Banjarmasin untuk membuat handsanitizer dari bahan limbah cangkang pupa BSF sebagai mitra. Metode. Pertama-tama memberikan materi tentang pemanfaatan limbah cangkang pupa BSF dibidang kesehatan kepada mitra kemudian mempersiapkan bahan dasar pembuatan handsanitizer yaitu kitosan cangkang pupa BSF yang sudah dilakukan tes uji antibakteri. Tahap berikutnya bersama mitra membuat handsanitizer agar dapat diproduksi dan dikomersialkan dikemudian hari. Hasil. Terdapat peningkatan pengetahuan mengenai pemfaatan limbah cangkang pupa BSF di bidang kesehatan dan meningkatkan keterampilan mitra tentang cara pembuatan handsanitizer untuk kesehatan.
Sosialisasi Peningkatan Kompetensi dan Kualitas Guru: Pelatihan dan Pembuatan Instrumen Soal High Order Thinking Skill (HOTS) dengan Konteks Lingkungan Lahan Basah Kusasi, Muhammad; Syahmani, Syahmani; Keyman, Keyman; Analita, Rizki Nur; Khairani, Ahmad; Ulkulbi, Muhammad Syifa
SERIBU SUNGAI: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Master Program of Natural Science Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/seru.v3i1.360

Abstract

Jurusan Pendidikan Kimia FKIP Universitas Lambung Mangkurat melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berorientasi pada peningkatan mutu dan kompetensi guru melalui pelatihan penyusunan instrumen soal berbasis High Order Thinking Skill (HOTS) dengan mengangkat konteks lingkungan lahan basah. Kegiatan ini diikuti oleh 22 guru Kimia yang tergabung dalam MGMP Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan. Program dilaksanakan melalui sosialisasi formal secara luring maupun daring, dengan pendekatan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Dari hasil pelatihan, guru memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai konsep HOTS, terampil dalam menyusun soal sesuai kaidah, serta mampu mengintegrasikan instrumen pembelajaran yang memanfaatkan kearifan lokal. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kreativitas dan keterampilan guru dalam merancang soal yang menstimulasi kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta pemecahan masalah pada siswa. Penerapan soal HOTS berbasis lahan basah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran kimia sekaligus menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap lingkungan di sekitarnya.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK PADA MATERI SEL ELEKTROKIMIA DENGAN MODEL PROJECT-BASED LEARNING BERBASIS ETNOSAINS Rilia Iriani; Nur Annisa Bella Agustianingsih; Rizki Nur Analita; Iriani Bakti
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol. 8 No. 1 (2024): JCAE AGUSTUS 2024
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v8i1.2750

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kreatif pada materi sel elektrokimia ketika menerapkan model Project-based Learning (PjBL) berbasis etnosains dengan model Problem-based Learning (PBL) berbasis etnosains. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode quasy experiment dengan desain nonequivalent control group design. Sampel diambil dari salah satu SMA di Banjarmasin yaitu kelas XII IPA 1 menerapkan PjBL berbasis etnosains (kelompok eksperimen) dan kelas XII IPA 2 menerapkan PBL berbasis etnosains (kelompok kontrol). Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen tes berpikir kreatif dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Secara keseluruhan, hasil dari penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kreatif antara kedua kelompok, dengan kelompok eksperimen memiliki rata-rata skor lebih tinggi sebesar 84,86 dalam kategori sangat kreatif, sedangkan kelompok kontrol memiliki skor 69,99 kategori kreatif. Kesimpulan, penelitian ini bahwa siswa yang diajarkan PjBL berbasis etnosains lebih baik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran sel elektrokimia dan aspek yang paling berkembang adalah aspek kemampuan berpikir flexibility