Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah Dan Hamil) di Kantor Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi Dewanty, Devi Audina Putri; Vitasari, Leni; Wahyudiono, Andhika
YUME : Journal of Management Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v7i3.7099

Abstract

Permasalahan ini menunjukkan perlunya perbaikan pada sistem dan prosedur aplikasi ELSIMIL untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Studi ini mengidentifikasi dampak Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) di Kantor Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi, dengan 18 sampel. Data dianalisis dengan metode analisis kuantitatif termasuk uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji F dan T, serta Koefisien Determinasi. Analisis koefisien determinasi menunjukkan, bahwa dari lima dimensi hanya Kehandalan (X2) berpengaruh parsial signifikan pada Kepuasan Pelanggan (Y). Sementara Bukti langsung (X1), Daya tanggap (X3), Jaminan (X4), dan Empati (X5) tidak berpengaruh signifikan. Berdasarkan koefisien determinasi didapatkan nilai sebesar 70,8%. Kesimpulannya adalah terdapat variabel lain yang berkontribusi dalam kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan seperti komunikasi dan kompetensi sebesar 29,2%. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan; Kepuasan Pelanggan; Elsimil.
Optimalisasi Pencegahan Stunting melalui Peran Kemitraan Posyandu dan Pemanfaatan Aplikasi Smart Kampung Andhika Wahyudiono; Aryanda Valentio R; Adaline Amelia
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v1i2.396

Abstract

Stunting menjadi masalah kesehatan serius di Kecamatan Kalipuro Kelurahan Gombengsari, Banyuwangi, dengan peningkatan kasus dari 79 anak pada tahun 2023 menjadi 100 anak pada tahun 2024, yang menunjukkan perlunya tindakan segera. Program pengabdian ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting melalui pemantauan dan edukasi gizi dengan memanfaatkan aplikasi Smart Kampung Banyuwangi dan Tentang Anak. Metodologi kegiatan meliputi observasi data prevalensi stunting menggunakan aplikasi Smart Kampung Banyuwangi, diikuti dengan analisis kebutuhan untuk memahami faktor penyebab dan kebutuhan masyarakat. Selanjutnya, koordinasi dilakukan dengan kader Posyandu untuk merancang intervensi yang melibatkan edukasi gizi melalui aplikasi Tentang Anak dan penyuluhan kepada ibu mengenai pentingnya asupan gizi yang tepat. Pembahasan menunjukkan bahwa integrasi aplikasi dan kerjasama dengan kader Posyandu sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Kesimpulannya, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengurangi stunting, serta memperbaiki status gizi anak-anak di wilayah Gombengsari melalui pendekatan terintegrasi dan kolaboratif.
Optimalisasi Potensi Pemasaran Digital melalui Workshop Ipteks dan Pemberdayaan UMKM di Kalipuro Asri Andhika Wahyudiono; Bidara Loka Waluyo; Hendi Firman Aji Saputra
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v1i3.398

Abstract

Perkembangan digital saat ini, pemasaran online telah menjadi bagian penting dari strategi bisnis, terutama untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di Kalipuro Asri, banyak UMKM yang belum sepenuhnya memanfaatkan potensi pemasaran digital, sebagaimana ditemukan melalui survei yang melibatkan Ketua RT dan RW setempat. Program pengabdian masyarakat yang dijadwalkan pada 14 Juli 2024 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM mengenai pemasaran digital dan branding produk. Metodologi program meliputi observasi kondisi UMKM, penilaian kebutuhan, koordinasi dengan Ketua RT dan RW, serta pengajuan izin kepada kepala daerah. Program ini akan dilaksanakan dalam bentuk workshop interaktif yang mencakup sesi tanya jawab dan diskusi. Workshop dirancang untuk mengajarkan teknik pemasaran digital dan strategi branding yang efektif, serta membantu pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk mereka. Kesimpulan dari program ini adalah bahwa penerapan strategi pemasaran digital yang efektif akan membantu UMKM di Kalipuro Asri memperluas pangsa pasar, meningkatkan visibilitas produk, dan mencapai kesuksesan jangka panjang dengan memadukan teknologi dan metode pemasaran yang konsisten.
Integration of Local Culture and Ijen Geopark in Early Childhood Education Student Learning in Banyuwangi: Integrasi Budaya Lokal dan Geopark Ijen dalam Pembelajaran Siswa PAUD di Banyuwangi Riztika Widyasari; mahfud; Triana Kartika Santi; Andhika Wahyudiono
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 8 No 2 (2024): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v8i2.4625

Abstract

Early childhood education in Banyuwangi faces challenges in the integration of local culture and the potential of the Ijen Geopark. Around 40% of PAUD institutions implement a curriculum based on local culture. The limited understanding of educators and the lack of exploration activities hinder the use of Geoparks as a learning medium. The lack of community support and facilities in PAUD exacerbates this situation. The purpose of this research is to integrate local culture and the natural potential of the Ijen Geopark in early childhood education in Banyuwangi. This study assesses the challenges and opportunities for the implementation of cultural and environment-based learning. The research methodology uses a qualitative approach based on literature review. This study collected data from journals and relevant documents. The main focus of the research is the challenge in the application of culture-based learning in early childhood education. The results of the study show the importance of integrating contextual learning that links culture and environment in early childhood education in Banyuwangi. The Ijen Geopark offers great potential to enrich children's learning experience through direct interaction with nature and local culture. By utilizing a context-based learning approach, children can understand the environmental and cultural values that exist around them. An effective learning process requires a connection between new knowledge and the social context that the child recognizes, so that the learning experience gained becomes more profound and meaningful. The conclusion of the study shows that Early Childhood education in Banyuwangi faces challenges in the low implementation of the local culture-based curriculum, understanding of the Ijen Geopark, and limited facilities. Training, infrastructure upgrades, and collaboration are required for solutions.
Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Interaktif dalam Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar Muhammadiyah Merauke Papua Hanip, Rival; Wahyudiono, Andhika; Ruma Bay, Rudolfus
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v2i1.643

Abstract

Permasalahan utama dalam pendidikan di Papua terletak pada rendahnya kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran. Sebagian besar guru belum memperoleh pelatihan yang memadai dalam membuat media digital, termasuk video pembelajaran. Materi ajar yang disampaikan cenderung bersifat abstrak dan kurang menarik bagi siswa. Keterbatasan sumber belajar membuat proses pembelajaran menjadi monoton dan tidak efektif. Minimnya akses terhadap teknologi memperparah ketimpangan kualitas pendidikan di daerah ini. Pelatihan pembuatan video interaktif menjadi alternatif solutif yang sesuai dengan kebutuhan kontekstual wilayah. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan guru agar mampu membuat video pembelajaran yang efektif dan kontekstual. Peningkatan keterampilan teknologi diharapkan mendorong perubahan dalam metode mengajar yang lebih menarik dan partisipatif. Program ini juga menargetkan peningkatan motivasi belajar siswa melalui visualisasi materi yang lebih konkret. Keterlibatan guru dalam produksi konten dapat memperkuat pemahaman materi dan menumbuhkan rasa kepemilikan. Pendekatan ini bertujuan menciptakan transformasi pembelajaran yang berkelanjutan. Perubahan strategi mengajar menjadi indikator keberhasilan jangka pendek dari program ini. Metode pelaksanaan menggabungkan pelatihan langsung, praktik, dan diskusi kolaboratif. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap agar peserta memahami seluruh tahapan produksi video. Evaluasi dilakukan untuk mengukur perkembangan keterampilan secara berkala. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru menggunakan media digital. Respon peserta menunjukkan peningkatan motivasi dan antusiasme dalam mengajar. Rekomendasi mencakup penguatan dukungan lembaga dan pembentukan komunitas guru sebagai tindak lanjut program pengabdian.
Peran Tradisi Snap Mor dalam Pendidikan Kearifan Lokal di Papua: Perspektif Ilmu Sosial Kontemporer Hanip, Rival; Wahyudiono, Andhika; Ruma Bay, Rudolfus
Education Journal : Journal Educational Research and Development Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/ej.v9i2.2385

Abstract

The gap in access to adequate education for Papuan children, where 40% of them have not received sufficient education.This indicates the need for a more contextual and locally rooted educational approach to improve the quality of education.This research aims to explore the educational potential within the Snap Mor tradition as a solution to these challenges, as well as to strengthen the cultural identity and character of the younger generation.The research methodology used is qualitative based on literature, with a focus on the analysis of relevant literature.This approach allows researchers to understand social phenomena in depth without having to collect data directly from the field.Through the analysis of documents, articles, and previous research reports, researchers can identify themes and patterns related to the Snap Mor tradition and education.The research results show that the Snap Mor tradition has significant educational value in shaping character and cultural identity.The involvement of the younger generation in Snap Mor practices can enhance cultural awareness and strengthen their emotional bonds with the community.The conclusion of this study emphasizes the importance of integrating Snap Mor values into the formal education curriculum.The recommendations produced include the need for training for teachers to understand and effectively convey materials that contain local elements.
Perkembangan Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Tantangan Era Society 5.0 Wahyudiono, Andhika
Education Journal : Journal Educational Research and Development Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/ej.v7i2.1234

Abstract

Society 5.0 adalah masyarakat yang mengatasi tantangan dengan inovasi revolusi industri 4.0 seperti IoT, AI, Big Data, dan robot, untuk meningkatkan kualitas hidup. Era ini menghadirkan peluang dan tantangan bagi siswa untuk mengembangkan soft skill sebagai persiapan masa depan. Kurikulum dianggap penting dan harus dievaluasi secara dinamis mengikuti perkembangan IPTEK. Kurikulum Merdeka Belajar adalah kebijakan baru yang mendorong pembelajaran inovatif sesuai kebutuhan siswa. Era Society 5.0 adalah puncak kemajuan digital abad ke-21. Model pembelajaran abad ke-21 menekankan keterampilan 4C: berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan berkreasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan berdasarkan kajian literatur. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang perkembangan kurikulum merdeka belajar dalam tantangan era society 5.0.
Pengembangan Buku Ajar Mata Kuliah Pengembangan Materi Ajar PKn Hanip, Rival; Wahyudiono, Andhika; Nirtha, Eva; Bay, Rudolfus Ruma
Education Journal : Journal Educational Research and Development Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/ej.v8i1.1649

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan mengikuti model Borg dan Gall. Proses penelitian dilakukan dalam tiga fase, yakni pengembangan, validasi, dan uji coba buku ajar. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, kuesioner, lembar observasi, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian, Buku Ajar PKn yang dikembangkan terbukti valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran. Validitas Buku Ajar PKn dievaluasi oleh ahli bahasa sebesar 94% dan ahli materi sebesar 89%. Selain itu, buku ajar ini dinilai praktis dengan persentase angket penilaian mahasiswa pada tahap uji coba ketiga mencapai 90%. Secara keseluruhan, buku ajar ini juga efektif dalam mendukung proses pembelajaran, sebagaimana terlihat dari persentase lembar observasi pada uji coba terakhir, yaitu sebesar 92%.
PERAN PROGRAM BANYUWANGI MENGAJAR DALAM MENGURANGI KETIMPANGAN AKSES PENDIDIKAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH Wahyudiono, Andhika
JURNAL KATARSIS Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Katarsis
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/kts.v1i3.284

Abstract

The problem of inequality in access and quality of education in Banyuwangi is caused by the unequal distribution of resources, which affects the quality of human resources (HR) and the economy. The purpose of this study is to analyse inequality in access to education in remote areas and the role of education administration in addressing it. role of education administration in overcoming it. This research methodology uses a qualitative, literature-based approach to analyse qualitative, literature-based approach to analyse inequality in access to education and the impact of education administration on the regional economy. The results The results of this study show that collaboration between the government, the community and the private sector in the Banyuwangi Mengajar programme is crucial to private sector in the Banyuwangi Teaching Programme is essential to addressing education inequality in remote areas. The programme successfully programme has succeeded in improving the capacity of the teaching staff and ensuring equitable distribution of education resources. The research conclusions emphasise that this collaboration plays a crucial in improving access and quality of education in remote areas. The programme Banyuwangi Mengajar programme can strengthen synergies between parties, ensure equitable distribution of education resources and sustainably reduce education inequality, and sustainably reduce educational inequality. This research highlights the importance of an inclusive approach in education to build a better foundation for economic and social development in the area. a better foundation for economic and social development in underdeveloped areas. underdeveloped areas.
Implementation of Electronic Government through the Application of Efficiency of Land and Building Tax Online Services at the Regional Revenue Agency Office Cahya Aini, Nadia; Imaniar, Dimas; Wahyudiono, Andhika
Jurnal sosial dan sains Vol. 4 No. 3 (2024): Junral Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v4i3.1244

Abstract

Background: The use of information technology through E-Government has become an interesting topic, one of which is realized with the UN E-Counter Application which was developed due to complaints from the public about the long distance from the location of the UN service application which can only be done at MPP and PPP. Purpose: The purpose of this study is to describe, analyze and explain the application of E-Government through the UN E-Counter application at the office of the Regional Revenue Agency of Banyuwangi Regency. Method: The research method used is descriptive research with a qualitative approach. This approach was chosen because it aims to know and describe the application of electronic government through the application of the efficiency of the Land and Building Tax online service at the Office of the Regional Revenue Agency of Banyuwangi Regency. The UN E-Counter application is in accordance with the principles of implementing E-Government. Results: The results show that the principle of implementing E-Government in the UN E-Counter Application has been applied quite well, but it still needs improvement in the development of the application so that it can be used directly by the community without going through the intermediary of Village or Village devices Conclusion: The conclusion of this study shows that the application of E-Government through the UN E-Counter Application is in accordance with the principles of implementing E-Government according to Indrajit which consists of 6 components, namely the Benefits of E-Government, Success Factors for the implementation of E-Government, E-Government Challenges, Types of E-Government Services, Types of E-Government Relations, and Principles of E-Government Implementation