Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS HAK PATEN KOPI DAN LOCAL WISDOM DALAM TEORI GOOD GOVERNANCE UNTUK KESEJAHTERAAN PETANI LOKAL Wahyudiono, Andhika; Supranoto; Edy Wahyudi; Panca Oktawirani; Wheny Khristianto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/sg9cxh32

Abstract

Kesejahteraan petani kopi Banyuwangi masih rendah meskipun produksi tahunan menunjukkan peningkatan signifikan. Oleh karena itu, integrasi local wisdom dan hak paten kopi diperlukan menjaga nilai komersial produk. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi mekanisme tata kelola berbasis good governance untuk memperkuat kesejahteraan petani. Selain itu, penelitian menganalisis integrasi budaya lokal, indikasi geografis, serta perlindungan hak kekayaan intelektual secara kontekstual. Dengan demikian, penelitian memberikan kontribusi teoritis maupun praktis pada tata kelola kopi Banyuwangi. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif desk study dengan teori administrasi publik Waldo serta konsep nilai publik. Selain itu, penelitian menggunakan teori good governance untuk menelaah prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam konteks perlindungan hak paten. Data penelitian bersumber dari laporan produksi BPS, kajian Basalamah, serta panduan DJKI mengenai indikasi geografis. Selanjutnya, triangulasi digunakan memperkuat validitas data agar interpretasi akademik menjadi konsisten. Oleh sebab itu, metodologi ini menekankan integrasi teori administrasi publik dan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan hak paten dan indikasi geografis meningkatkan posisi tawar petani kopi. Selain itu, diferensiasi produk berbasis kearifan lokal memperkuat daya saing ekonomi daerah. Pembahasan memperlihatkan integrasi hukum dan budaya menciptakan sinergi keberlanjutan sektor kopi Banyuwangi. Kesimpulan menegaskan tata kelola inklusif meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan. Rekomendasi diarahkan pada pemerintah daerah serta asosiasi petani untuk memperkuat perlindungan hukum.
Pluralisme Hukum dalam Layanan Publik: Model Perlindungan Kopi Indikasi Geografis Banyuwangi Berbasis Aturan Lokal Petani Wahyudiono, Andhika; Supranoto, Supranoto; Wahyudi, Edy; Oktawirani, Panca; Khristianto, Wheny
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 12 (2025): GJMI - Desember
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i12.1911

Abstract

Rendahnya penerjemahan aturan lokal (petik merah) ke standar layanan publik formal, sehingga IG berisiko menjadi dokumen administratif tanpa kontrol kualitas riil. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi model layanan publik pluralistik yang mengharmonisasikan hukum negara dan living law komunitas petani untuk menjaga reputasi serta nilai ekonomi kopi. Metodologi menggunakan desain yuridis empiris kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara informan purposif, dan dokumen legal. Analisis memakai triangulasi teori. Teori utama mencakup pluralisme hukum Griffiths, tata kelola komunal Ostrom, dan perspektif budaya kekayaan intelektual Coombe. Lokasi penelitian mencakup empat kecamatan produsen kopi seluas 9.959 Ha. Hasil menunjukkan formalisasi IG oleh DJKI berdampak pada kenaikan harga Green Bean hingga 62% dan harga petik merah menyentuh Rp90.000/kg karena kepatuhan SOP komunal yang dimonitor MPIG. Kesimpulan menegaskan model layanan publik pluralistik yang fasilitatif memperkuat legitimasi aturan lokal dan keberlanjutan kualitas. Rekomendasi mencakup institusionalisasi model LPP di Pemkab, penguatan MPIG, standar verifikasi substantif, dan replikasi kebijakan IG komoditas lokal secara nasional.
Optimalisasi Pemasaran Digital UMKM melalui Pemanfaatan Whatsapp Business dan Marketplace) Wahyudiono, Andhika
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v1i2.14

Abstract

Kendala yang dihadapi pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital sangat beragam. Banyak pelaku usaha mengalami kesulitan dalam memahami cara penggunaan aplikasi dan platform digital secara efektif. Pengetahuan yang terbatas mengenai strategi pemasaran digital membuat mereka tidak mampu mengoptimalkan alat yang tersedia. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan literasi digital pelaku UMKM dan membekali mereka dengan pengetahuan tentang pemasaran digital yang efektif. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait dan narasumber. Workshop mengadopsi metode ceramah dan praktik, diikuti dengan diskusi interaktif untuk menggali solusi permasalahan UMKM. Program pengabdian ini melibatkan 50 pelaku UMKM yang bergerak di sektor usaha kecil dan menengah di bidang kuliner dan kerajinan. Sebanyak 75 peserta mengikuti workshop yang diselenggarakan dengan metode ceramah, praktik langsung, serta diskusi interaktif.  Hasil pengabdian masyarakat melalui workshop menunjukan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dalam pemasaran digital. Pelaku UMKM menghadapi berbagai tantangan terkait literasi digital, yang menghambat kemampuan mereka untuk mengelola pemasaran secara efektif. Melalui ceramah dan sesi praktik, peserta diajarkan cara menggunakan whatsapp business dan marketplace untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar. Antusiasme peserta terlihat dalam diskusi interaktif, yang mencerminkan kebutuhan mereka untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan solusi atas masalah yang dihadapi. Kesimpulan pengabdian adalah pemasaran digital penting bagi perkembangan UMKM di era digital. Pelatihan ini meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri peserta. Keberlanjutan program mendukung pertumbuhan UMKM melalui pemanfaatan teknologi secara optimal.