Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Dampak Pariwisata terhadap Aspek Sosial Budaya Masyarakat Desa Adat Kemiren di Kabupaten Banyuwangi Wahyudiono, Andhika; Imaniar, Dimas
representamen Vol 7 No 01 (2021): Jurnal Representamen Volume 7 No 01 April 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/representamen.v7i01.5123

Abstract

Cultural tourism is the main attraction in the traditional village of Kemiren, Banyuwangi Regency. Macananegara tourists as well as domestic tourists visit the traditional village of Kemiren to witness first-hand the life of the Osing tribe which is still traditional. This research was conducted to determine the impact of tourism on the socio-cultural aspects of the people of the Kemiren traditional village, Banyuwangi Regency. This research is a qualitative research. Meanwhile, the strategy carried out by the government is in the form of preventive actions such as outreach to MSME players, making local regulations on tourism and study tours of tourism management with tourism business actors. The basic conclusion in this study later is, as a cultural tourism destination in general, the ongoing tourism industry activities affect the socio-cultural aspects of the Osing community, the Kemiren traditional village, Banyuwangi Regency. In addition, the increase in the community's economy is also encouraged due to changes in the livelihoods of local residents, as well as local government strategies in the form of policy making are expected to be able to minimize the negative impact of tourism. Cultural tourism in the traditional village of Kemiren, Banyuwangi Regency is used as a tool to maintain the cultural existence of the Kemiren traditional village, which is currently being abandoned by the Osing tribe, the traditional village of Kemiren, Banyuwangi Regency.Keywords: Tourism, Socio-culture, Osing Tribe
PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS MULTIKULTURAL DI DESA PATOMAN Yudiana, I Kadek; Wahyudiono, Andhika
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v9i2.22358

Abstract

Kemultikulturan merupakan suatu kekuatan dan kelemahan bagi sebuah bangsa oleh karena itu, kemultikulturan harus dikelola untuk menghindari disintegrasi. Salah satu solusi alternative dalam mengelola kemultikulturan pada pedesaan adalah dengan cara mengemas kemultikulturan tersebut menjadi daya tarik wisatawa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis wujud multikultural masyarakat Desa Patoman Blimbingsari, Banyuwangi dan menganalisis model desa wisata berbasis multikulturalisme di Desa Patoman, Blimbingsari, Banyuwangi.  Metode penelitan yang digunakan adalah Deskriftif Kualitatif. Teknik pengambilan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumen. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud kemultikulturan terintegrai dalam nilai-nilai yang terkandung dalam kemultikulturan masyarakat Desa Patoman meliputi: Nilai Social, Simpati, Toleransi dan Empati, Religious, Nasionalisme, Gotong Royong, Demokrasi, Bersahabat/Komunikatif, kecintaan terhadap lingkungan, cinta damai, dan peduli sosial. Selain itu, terjadi interaksi intra dan antar agama dengan pola interaksi asosiatif. Sedangkan model desa wisata berbaisis multikultur yang berkembang menggunakan model terpadu dan berkelanjutan. Hal ini dapat dilihat dari indikator yang ada berupa demand, suplay, dan ekternal factor dengan didukung oleh sistem pemberdayaan masyarakat desa.
PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN, PENGALAMAN BERWIRAUSAHA, DAN JENIS KELAMIN TERHADAP SIKAP BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA Wahyudiono, Andhika
JURNAL EKONOMI PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jepk.v4n1.p76-91

Abstract

This study aims to determine the effect of entrepreneurship education, entrepreneurship experience, and gender of the entrepreneurship attitude either partially or simultaneously. The population in this study were students S1 class of 2012 and 2013 the Faculty of Economics, University of Muhammadiyah Surabaya consists of two majors, namely accounting and management which all are 206 students with a sample of 103 people. The data collection techniques used were questionnaires, interviews, and documentation. The method of analysis used multiple linear regression analysis. The results showed that entrepreneurship education, entrepreneurship experience, and the gender type have significant effect on the attitude of berwirusaha either partially or simultaneously
PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS MULTIKULTURAL DI DESA PATOMAN I Kadek Yudiana; Andhika Wahyudiono
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v9i2.22358

Abstract

Kemultikulturan merupakan suatu kekuatan dan kelemahan bagi sebuah bangsa oleh karena itu, kemultikulturan harus dikelola untuk menghindari disintegrasi. Salah satu solusi alternative dalam mengelola kemultikulturan pada pedesaan adalah dengan cara mengemas kemultikulturan tersebut menjadi daya tarik wisatawa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis wujud multikultural masyarakat Desa Patoman Blimbingsari, Banyuwangi dan menganalisis model desa wisata berbasis multikulturalisme di Desa Patoman, Blimbingsari, Banyuwangi.  Metode penelitan yang digunakan adalah Deskriftif Kualitatif. Teknik pengambilan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumen. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud kemultikulturan terintegrai dalam nilai-nilai yang terkandung dalam kemultikulturan masyarakat Desa Patoman meliputi: Nilai Social, Simpati, Toleransi dan Empati, Religious, Nasionalisme, Gotong Royong, Demokrasi, Bersahabat/Komunikatif, kecintaan terhadap lingkungan, cinta damai, dan peduli sosial. Selain itu, terjadi interaksi intra dan antar agama dengan pola interaksi asosiatif. Sedangkan model desa wisata berbaisis multikultur yang berkembang menggunakan model terpadu dan berkelanjutan. Hal ini dapat dilihat dari indikator yang ada berupa demand, suplay, dan ekternal factor dengan didukung oleh sistem pemberdayaan masyarakat desa.
ISLAM, SUMBER DAYA MANUSIA, DAN MOTIVASI KERJA: DINAMIKA KINERJA PERANGKAT DESA SE-KECAMATAN WONGSOREJO BANYUWANGI Andhika Wahyudiono
Jurnal MD Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1828.6 KB) | DOI: 10.14421/jmd.2017.32-05

Abstract

Humans descended as a khalifa on earth that one of its duties is to realize the prosperity of the ummah. In the context of Indonesia, one of the roles of khalifa is manifested in a governmental structure such as a village apparatus. Of course in carrying out the task a khalifa should have high motivation of work as a form of professionalism like the hadith narrated by Ahmad. This study aims to determine the relevance of human resource and work motivation in the performance dynamics of village office apparatus in Wongsorejo Subdistrict either partially or simultaneously. The population in this study is the government officials in the villages in entire Wongsorejo sub-district consists of 12 villages totaling 206 with a sample of 103 people selected by proportional random sampling. And then the data is analizing by using multiple linear regression analysis. The result of the research shows that the positive and significant influence of human resources and work motivation has significant effect to the performance dynamics either partially or simultaneously. The influence of human resources and work motivation to the dynamics of performance are by 42 percent.
PERAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BANYUWANGI DALAM REVITALISASI MANAJEMEN MASJID DI WILAYAH BANYUWANGI Niko Pahlevi Hentika; Andhika Wahyudiono
Jurnal MD Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.427 KB) | DOI: 10.14421/jmd.2018.41-04

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kondisi masjid yang hanya berfungsi sebagai tempat shalat. Padahal fungsi ideal masjid lebih luas dari sekedar tempat shalat saja. Di sisi lain peran stakeholder dalam memperbaiki masjid belum dapat merubah kondisi masjid. Oleh karena itu, perlu diteliti dan dilihat lebih jauh bagaimana peran stakehoder dalam memperbaiki manajemen masjid. Maka dipilih rumusan masalah penelitian, bagaimanakah peran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam memperbaiki manajemen masjid dan bagaimanakah hubungan diantara keduanya. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam peran kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam revitalisasi manajemen masjid di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kantor Kementerian Agama Banyuwangi berperan pada revitalisasi manajemen masjid di wilayah Banyuwangi melalui tiga aspek yaitu idarah (organisasi masjid), imarah, dan ri’ayah. 
KAJIAN BAHASA OSING DALAM MODERENITAS Andhika Wahyudiono
FKIP e-PROCEEDING 2018: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #4 EKSPLORASI BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA JAWA TIMURAN SEBAGAI UPAYA
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Banyuwangi memliki keanekaragaman wisata budaya, wisata kuliner dan wisata alam sehingga memunculkan konsep Ecotourism melalui penyediaan dan pengembangan berbagai fasilitas yang menunjang yang berbasis pada kearifan lokal yang berfokus pelestarian dan pengembangan budaya lokal. Adanya bahasa daerah menambah khasanah dalam memperkenalkan kebudayaan Banyuwangi. Kajian Bahasa Osing dalam moderenitas bermaksud memprespektifkan diri dari berbagai aspek kehidupan. Adapun moderenitas disini bermaksud menganalisis dimulai dari sejarah Bahasa Osing, Bahasa Osing sebagai simbol bahasa daerah, Bahasa Osing dalam pergaulan masyarakat, Budaya Idea, Budaya Artefak sampai dengan peran pendidikan Bahasa Osing. Hal ini bertujuan ranah dari kajian Bahasa Osing. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Adapun dalam mengumpulkan data dalam hal ini menggunakan kajian pustaka yaitu mengumpulkan data dan informasi dari sumber leterasi terpecaya melalui kajian penelitian dan tulisan ahli. Selain itu juga data yang diolah juga diperoleh dari wawancara langsung dengan ahli budaya di Banyuwangi. Hal ini bertujuan kajian yang diperoleh lebih berfokus pada gambaran akan suatu kondisi Bahasa Osing dalam suatu moderenitas Kata kunci : Bahasa Osing, Moderenitas, Suku Osing, Banyuwangi
STRATEGI PENGEMBANGAN DAN BAURAN PEMASARAN POTENSI KOMODITAS KOPI DALAM RANGKA PENGUATAN PASAR PRODUK PERTANIAN SECARA INTEGRATIF DENGAN SEKTOR PARIWISATA DI KABUPATEN BANYUWANGI Dimas Imaniar; Andhika Wahyudiono
JOURNAL OF APPLIED BUSINESS ADMINISTRATION Vol 2 No 2 (2018): Journal of Applied Business Administration - September 2018
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.213 KB) | DOI: 10.30871/jaba.v2i2.1120

Abstract

The one of commodities that contribute economies in agricultural sector, has an integrated competitiveness and agribusiness that can improve the welfare of the famers is coffee. This research aims to find out; Formulating development strategy on coffee commodities in order to strengthen agricultural product market in integrative with tourism sector in Banyuwangi Regency. The research area is determined purposively, that is in Banyuwangi Regency. This research uses descriptive and analytic method. Sampling method is conducted purposively (purposive sampling). This research is analyzed using Location Quotient, Marketing Mix and Force Field Analysis tools. The research results show that by formulation of strategy model of development of coffee commodities in order to strengthen agricultural product market in integrative with tourism sector in Banyuwangi Regency which can be used on of the government policy and provide better life expectancy of coffee farmers.
STRATEGI PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI DALAM MENINGKATKAN INDUSTRI PARIWISATA MELALUI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) Dimas Imaniar; Andhika Wahyudiono
REFORMASI Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.208 KB) | DOI: 10.33366/rfr.v9i2.1411

Abstract

Banyuwangi Regency's economy shows a positive trend which is realized in the form of creative economic innovation supported by innovation in the field of tourism based on local wisdom. This causes an increase in population income with a projected Economic Growth (PE) of 6.57 percent in 2018. The government achievement target is to maintain public consumption and encourage the effectiveness of regional spending. The descriptive qualitative research method aims to obtain a description (description) of the role of MSMEs in developing the welfare of rural communities in Banyuwangi Regency. The results of the study showed that the production process of MSME entrepreneurs in Jelun village, Gumuk village, Pakel village, and Kluncing village was still very simple and capital was minimal so it was difficult to develop their businesses. In addition the procurement of raw materials is limited. As for the narrow marketing reach.
Event Tradisi Sebagai Daya Tarik Kunjungan Wisatawan: Studi Kasus Pasar Kampong Koepat di Kabupaten Banyuwangi Safrieta Jatu Permatasari; Andhika Wahyudiono; Dimas Imaniar
PRoMEDIA Vol 7, No 1 (2021): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v7i1.4585

Abstract

AbstractEffective promotional activities are very essential in the development of tourism in an area. Promotional mix is one of the marketing tools, it can be used to inform, persuade and remind potential tourists. Apart from its natural beauty, Banyuwangi is also famous for its traditional culture which can attract many tourists to come. Together with tourism development, traditional culture is carried out as a tourist place. This study analyzes the development of the Koepat village market in Boyolangu Village, Giri District, Banyuwangi Regency, as an atourist attraction. This tradition has been praised by many people since it was held in 2018, the community adopted it as “Kumpul tekO Punjer paPAT” (KOEPAT) with two goals, namely to support Banyuwangi Regency as a "tourism city" and to carry out the tradition in a more professional festival. so that not only to maintain the pride of the younger generation of the local community to preserve their traditions, but also as a unique tourist attraction in urban areas. The method used is descriptive qualitative, data collection techniques are by observation and interviews with the head of the lurah, the social service office, the sub-district head and the staff of the Banyuwangi Regency Dispar, and literature studies. The author's interest in raising this case is because first, there is no community empowerment to increase public awareness in increasing economic independence through a local cultural tradition. Second, seeing that Banyuwangi is currently getting the title as the best festival city in Indonesia, this can be an alternative for Banyuwangi Regency in empowering the community through local cultural traditions in each region to increase tourist visits.Keywords: Event Tradition, Tourism, Pasar Kampong KoepatAbstraksiKegiatan promosi yang efektif merupakan hal yang sangat esensial dalam pengembangan pariwisata di suatu daerah.  Bauran  promosi merupakan salah satu alat pemasaran, dapat digunakan untuk menginformasikan, membujuk dan mengingatkan calon wisatawan. Terlepas dari keindahan alamnya, Banyuwangi juga terkenal dengan tradisional budayanya yang dapat menarik banyak wisatawan untuk datang. Bersama dengan pengembangan pariwisata, budaya tradisional dilakukan sebagai tempat wisata. Penelitian ini menganalisis perkembangan pasar kampong koepat di Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi, sebagai daya tarik atourist. Tradisi ini telah dipuji banyak orang mulai sejak digelar pada tahun 2018 lalu, masyarakat mengadopsinya sebagai “Kumpul tekO Punjer paPAT ”(KOEPAT) dengan dua tujuan, yaitu adalah untuk mendukung Kabupaten Banyuwangi sebagai "kota pariwisata" dan untuk melakukan tradisi dalam festival yang lebih profesional sehingga tidak hanya untuk mempertahankan kebanggaan generasi muda dari komunitas lokal untuk melestarikan tradisi mereka, tetapi juga sebagai daya tarik wisata yang unik di perkotaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, teknik  pengumpulan data yaitu dengan observasi dan wawancara dengan kepala lurah, kantor dinas sosial, camat giri dan Staf Dispar Kabupaten Banyuwangi, serta studi literatur. Adapun ketertarikan penulis mengangkat kasus ini dikarenakan Pertama, belum adanya suatu pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kemandirian ekonomi melalui suatu tradisi budaya lokal. Kedua, melihat dewasa ini Banyuwangi mendapatkan predikat sebagai kota festival terbaik di Indonesia, hal ini bisa menjadi alternatif Kabupaten Banyuwangi dalam melakukan pemberdayaan masyarakat melalui tradisi budaya lokal di setiap wilayahnya untuk meningkatkan kunjungan wisatawanKata Kunci: Event Tradisi, Pariwisata, dan Pasar Kampong KOEPAT