Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peran Inti Muda Papua terhadap Pendampingan Penularan HIV/AIDS pada Remaja Nasrianti, Nasrianti; Watunglawar, Crystin E; Patungo, Viertianingsih; Hasnia, Hasnia
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.7767

Abstract

This research aims to explore the role of Inti Muda Papua in preventing the transmission of HIV/AIDS to adolescents in Jayapura Regency. The method used is qualitative research with an exploratory phenomenology approach. The results of the study found four themes of facilities provided by the Papuan Youth Core organization to teenagers with HIV/AIDS, Monitoring and Evaluation Program in HIV/AIDS prevention, Experiences of members of the Papuan Youth Core organization, the role of the Papuan Youth Core organization is expected to be carried out by developing programs that structured in terms of reducing the spread of the HIV/AIDS virus by organizing and collaborating with other organizations throughout the world that are involved in reducing the spread of HIV/AIDS. In conclusion, the actions given by the organization to teenagers infected with HIV/AIDS and teenagers who are not infected are through the dissemination of information, apart from programs arranged by health services in undergoing treatment programs as well as support from the family and the surrounding environment. Keywords: HIV/AIDS, Mentoring, Adolescents
Upaya Promotif Preventif Untuk Mencegah Atritis Gouth (Asam Urat) Pada Lansia Di Posyandu BTN Sosial Handayani, Endah Purwanti; Lestari, Susi; Astutik, Eftya Ningrum Dwi Wahyu; Hasnia, Hasnia; Lestari, Tiyan Febriyani; Rahmawati, Yustika; Vitania, Wiwit; Putri, Herlinda W.; Nurhilmi, Nurhilmi; Dolvy, Dolly; Itlay, Ona; Sobolim, Heni; Nopeliana, Nopeliana; Demetaouw, Novalin; Wandik, Temide
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 11 (2024): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i11.662

Abstract

Penyakit gout adalah salah satu tipe dari arthristis (rematik) yang disebabkan terlalu banyaknya atau tidak normalnya kadar asam urat di dalam tubuh karena tubuh tidak bisa mengsekresikan asam urat secara normal/seimbang. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang atritis gout (asam urat) dan melakukan pemeriksaan kesehatan kadar asam urat. Metode yang digunakan yaitu pendekatan analisis kondisi wilayah sasaran, dilanjutkan identifikasi masalah, merencakan intervensi dan melaksanakan implementasi dalam mengatasi masalah yang direncakanan dengan melaksanakan kegiatan berupa pemberikan edukasi pencegahan penyakit atritis gout (asam urat)pada lansia dan peemriksaan kesehatan  Media promosi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan menggunakan leaflet. Hasil penelitian menunjukan bahwa lansia sangat tertarik dengan materi yang diberikan sehingga lansia tampak mengerti dengan materi yang diberikan dapat dilihat dari ada 7 lansia yang memberikan beberapa pertanyaan. Kesimpulan  kegiatan pengabdian masyarakat berupa Upaya Promotif Preventif Untuk Mencegah Atritis Gouth (Asam Urat) Pada Lansia dan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan didapatkan bahwa beberapa lansia mengalami peningkatan Atritis Gouth (Asam Urat)
Pemberian Edukasi Tentang Anemia Pada Remaja Kepada SMPIT Insan Cendekia Doyo Baru Lestari, Susi; Handayani, Endah Purwanti; Astutik, Eftyaningrum Dwi; Putri, Harlinda. W; Hasnia, Hasnia; Lestari, Tiyan Febriyani; Rahmawati, Yustika; Viania, Wiwit; Asmawati, Hardini Anna; Irianti, Oktavia Syam; Wamu, Alin; Agapa, Ancelince; Salla, Nirani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 11 (2024): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i11.664

Abstract

Minimnnya informasi yang tepat dan relevan tentang penyakit Anemia pada Remaja dan didukung sikap ingin tahu yang dimiliki remaja menyebabkan remaja termasuk salah satu populasi berperilaku risiko tinggi. Sehingga pengetahuan dan sikap memiliki peranan yang penting guna membentuk perilaku dalam pencegahan Anemia pada Remaja. Namun, dalam hal ini dibutuhkan pemberian informasi yang berupa edukasi guna meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki sikap itu sendiri. Adapun metode yang digunakan sehingga siswi dapat tertarik dan lebih cepat menyerap edukasi yang diberikan diperlukan metode yang tepat seperti pemberian edukasi melalui leaflet. Edukasi kesehatan menggunakan leaflet memberikan dampak peningkatan pengetahuan yang lebih signifikan dikarenakan remaja akan lebih tertarik dengan leaflet yang diberikan  tidak bosan untuk membaca. Hasil dari edukasi ini menunjukkan bahwa remaja sangat tertarik dengan materi yang diberikan sehingga remaja tampak mengerti dengan materi yang diberikan, dapat dilihat ada 16 siswi yang bisa menjawab pertanyaan Ketika sesi tanya jawab dibuka. Kesimpulan kegiatan pengabdian Masyarakat berupa pemberian Edukasi tentang Anemia Pada Remaja
Pemberian Pijatan Tuina Untuk Meningkatkan Nafsu Makan Pada Balita Di Klinik Bersalin Angel Hiromi Bumi Sehat Papua Tahun 2023 Lestari, Tiyan Febriyani; Handayani, Endah Purwanti; Hasnia, Hasnia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 11 (2024): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i11.679

Abstract

Permasalahan pertumbuhan yang sering muncul pada balita adalah masalah gizi yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti : hilangnya nafsu makan, gangguan fungsi saluran cerna, dan gangguan proses makanan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan nafsu makan balita dengan metode pemijatan tui na. metode yang dilakukan adalah memberikan kuesioner kepada ibu yang membawa balitanya ke Klinik AHBS Papua, kemudian memijat bayi dengan metode tui na selama dua bulan dengan frekuensi 1 minggu 3 kali dan setelah dua bulan maka ibu kembali diberikan kuesioner yang sama untuk menilai nafsu makan balita. Sasarannya adalah ibu-ibu yang memiliki balita yang nafsu makannya berkurang. Hasilnya : Terdapat 8 anak yang mengalami nafsu makan meningkat dan 2 anak mengalami kenaikan berat badan dan tidur pulas sedangkan yang 2 balita masih mengalami kesulitan makan akan tetapi frekuensi tidurnya sudah baik. Kesimpulannya : Pemberian pijat Tui Na sangatlah efektif dalam meningkatkan nafsu makan balita dan membuat balita rileks dan tidur dengan nyenyak
Asuhan Kebidanan Komprehensif Akseptor KB Suntik 3 Bulan pada Ny. D Umur 19 Tahun dengan Gangguan Menstruasi di Puskesmas Sentani Nurhijraheni, Pranita Kartika Candra; Dinge, Fenny; Hasnia, Hasnia; Nurhilmi, Nurhilmi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 9 (2025): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i9.341

Abstract

Latar Belakang: Keluarga berencana adalah bagian yang terpadu dalam program pembangunan nasional dan bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi, spiritual dan sosial budaya penduduk Indonesia agar dapat dicapai keseimbangan yang baik dengan kemampuan produksi nasional. Ada dua metode kontrasepsi yang digunakan yaitu kontrasepsi hormonal dan non hormonal. Penggunaan kontrasepsi suntik menurut World Health Organization diseluruh dunia sekitar 45%. Kontrasepsi di Indonesia paling banyak diminati yaitu kontrasepsi suntik sebesar 34,3%. Metode : Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penilitian deskriptif dengan studi kasus (case study). Instrumen yang digunakan yaitu pedoman pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi dalam bentuk format asuhan kebidanan 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP. Hasil: Penatalaksanaan Asuhan Keluarga Berencana suntik 3 bulan pada Ny. D  di Puskesmas Sentani sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Hasil pengkajian yang dilakukan pada tanggal 19 Mei 2023 Ny. D  mengatakan ingin menggunakan KB suntik 3 bulan dan menjarakkan kehamilan. Dilakukan pemeriksaan keadaan umum seperti tekanan darah dan pemeriksaan fisik. Kesimpulan: Asuhan kebidanan pada akseptor KB suntik 3 bulan Ny. D  dilakukan dengan asuhan 7 langkah varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP yang digunakan untuk proses penyelesaian masalah kebidanan, telah dilaksanakan pengkajian berupa pemantauan dan analisa data pada Ny. D  di Puskesmas Sentani, tidak ditemukannya komplikasi pada ibu ditandai dengan tanda-tanda vital dalam batas normal.
Empowerment of Youth Cadres in HIV/AIDS Prevention Efforts at Youth Health Post of Nurul Anwar Boarding School, Komba, Sentani Hasnia, Hasnia; Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Lestari, Susi; Nasrianti, Nasrianti; Said, Fathia Fakhri Inayati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.17994

Abstract

ABSTRACT The many reproductive health problems of adolescents, then the provision of information, services and education on reproductive health of adolescents becomes very important. Adolescent problems that are closely related to reproductive health are often rooted in the lack of information and understanding and awareness to achieve reproductive health. Adolescent access to these service places is very low. To overcome health problems that occur in adolescents, comprehensive efforts are needed, namely by forming a youth health post. Youth cadres have an important role in providing information to the community, especially about adolescent health. The important role of peers is as a source of knowledge other than that obtained within the family. Peers are a form of a teenager's external environment. If adolescents have peers who have good behavior and knowledge about HIV/AIDS, it will contribute greatly to preventing adolescents from contracting HIV/AIDS, so it is necessary to provide assistance and information to youth cadres so that they can help disseminate the information provided. The method used is through an analytical approach, problem identification, intervention planning and implementation, namely empowering youth cadres in preventing HIV/AIDS by providing information and teaching cadres to conduct basic health checks, namely general condition checks. Providing education about HIV/AIDS, risk behavior for HIV/AIDS transmission (free sex, drugs and alcohol) found that youth cadres were very enthusiastic and interested in learning the guidance provided so that youth cadres would be more confident in carrying out their duties as youth cadres at the Youth Health Post. Keywords: Youth Cadres, Education, HIV/AIDS, HIV/AIDS transmission risk behavior and HIV/AIDS prevention.
Edukasi Risiko HIV/AIDS pada Kalangan Remaja di Pondok Pesantren Nurul Anwar Komba Sentani Kabupaten Jayapura Said, Fathia Fakhri; Nasrianti, Nasrianti; Hasnia, Hasnia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18281

Abstract

ABSTRAK Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah Penyebab turun nya kekebalan tubuh karena sel darah putih yang terinfeksi oleh virus. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah hasil infeksi virus HIV yang memunculkan beberapa sekumpulan gejala sehingga sistem kekebalan tubuh menurun. HIV menghancurkan sel CD4, melemahkan kekebalan seseorang terhadap adanya infeksi oportunistik, seperti tuberkulosis dan infeksi jamur, infkesi bakteri dan beberapa kanker. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui  edukasi risikoHIV/AIDS pada kalangan remaja di pondok pesantren nurul anwar komba Sentani  Kabupaten Jayapura. Metode yang dilakukan adalah  penyuluhan atau edukasi Adapun Hasil setelah di lakukan penyuluhan pada kelompok remaja dengan kategeori pengetahuan baik 15 (60%). Kesimpulan dengan memberikan penyuluhan kegiatan tentang HIV/AIDS dapat meningkatkan pengetahuan pada remaja. Kata Kunci: Edukasi, HIV/AIDS, Remaja.  ABSTRACT Human Immunodeficiency Virus (HIV) is the cause of decreased immunity due to white blood cells infected by the virus. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) is the result of HIV infection which causes several sets of symptoms so that the immune system decreases. HIV destroys CD4 cells, weakening a person's immunity to opportunistic infections, such as tuberculosis and fungal infections, bacterial infections and several cancers. The purpose of this community service is to find out the education of HIV/AIDS risks among adolescents at the Nurul Anwar Komba Sentani Islamic Boarding School, Jayapura Regency. The method used is counseling or education. The results after counseling were carried out on adolescent groups with a good knowledge category of 15 (60%). The conclusion is that providing counseling activities about HIV/AIDS can increase knowledge in adolescents. Keywords: Education, HIV/AIDS, Adolescents
The The Role of Nurses in Managing Anxiety Levels of Patients with HIV/AIDS: A Phenomenological Study Nasrianti, Nasrianti; Said, Fatiah Fahri Inayati; Makualaina, Fenska Narly; Siauta, Viere Allanled; HAsnia, Hasnia
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6541

Abstract

This study aims to explore the role of nurses in managing anxiety levels in patients with HIV/AIDS: Phenomenological Study in Papua Province. The method used is an exploratory phenomenology approach , data collection with in-depth interviews , determination of participants in this study is purposive sampling . Participants in this study were nurses who treat patients with HIV/AIDS, with the number of participants in this study as many as 3 participants. The results of the study obtained 3 themes, namely anxiety, support from those closest to them, the experience of health workers in providing services. The conclusion of the results of the study obtained 3 themes, namely anxiety, support from family and the experience of health workers. Statements from participants based on the experience of health workers in handling patients with HIV/AIDS that special attention is needed for HIV/AIDS sufferers, especially in terms of carrying out control and consuming drugs.
Edukasi Pencegahan Penularan HIV/AIDS Ibu Ke Anak Pada Ibu Hamil Guna Persiapan Bersalin dan Nifas dalam Menghadapi Proses Laktasi Hasnia, Hasnia; Nasrianti, Nasrianti; Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Said, Fathia Fakhri Inayati; Makualaina, Fenska Narly
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.20197

Abstract

ABSTRAK Wanita hamil dan menyusui (masa nifas) yang hidup dengan HIV merupakan target pencegahan HIV dari ibu ke anak. Penularan HIV biasanya terjadi karena perilaku manusia, yang rentan infeksi. Infeksi HIV adalah sekelompok penyakit yang menular dan merupakan salah satu faktor meningkatkan kematian ibu dan anak. Ibu hamil yang terinfeksi akan malu karena stigma tentang penderita sehingga ada perasaan cemas dan takut untuk melakukan pemeriksaan. Upaya yang dilakukan mengatasi masalah tersebut adalah pemberian edukasi sejak dini mulai dari masa prenatal sehingga saat ibu masuk dalam masa nifas, ibu sudah siap melakukan pengobatan untuk pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak guna persiapan persalinan dan masa nifas. Pemberian edukasi menggunakan booklet melalui pendekatan, analisis kondisi wilayah sasaran, dilanjutkan identifikasi masalah, merencanakan intervensi dan melaksanakan implementasi. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian edukasi dengan nilai rata-rata sebelum edukasi sebesar 60 dan setelah edukasi meningkat menjadi 77,94. Nilai minimum yang diperoleh sebelum edukasi sebesar 57 dan maximum 70 sedangkan setelah diberikan edukasi dan terjadi peningkatan diperoleh nilai minimum 70 dan maximum 90. Booklet terbukti secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil setelah terjadi peningkatan pengetahauan maka diharapkan dapat merubah sikap ibu hamil untuk melakukan pencegahan penularan HIV/AIDS.  Kata Kunci: Edukasi, Pencegahan HIV/AIDS dari Ibu Ke Anak, Booklet, Ibu Hamil  ABSTRACT Pregnant and lactating women (postpartum period) living with HIV are the target of HIV prevention from mother to child. HIV transmission usually occurs due to human behavior, which is susceptible to infection. HIV infection is a group of infectious diseases and is one of the factors that increase maternal and child mortality. Pregnant women who are infected will be ashamed because of the stigma about the sufferer so that there is a feeling of anxiety and fear to undergo examination. Efforts made to overcome this problem are providing early education starting from the prenatal period so that when the mother enters the postpartum period, the mother is ready to undergo treatment to prevent HIV transmission from mother to child. To find out the increase in knowledge of pregnant women about preventing the transmission of HIV/AIDS from mother to child in preparation for childbirth and the postpartum period. The method used is providing education using booklets through an approach, analyzing the conditions of the target area, continuing with problem identification, planning interventions and implementing implementation. The results obtained showed an increase in knowledge of pregnant women before and after education with an average value before education of 60 and after education increasing to 77.94. The minimum value obtained before education was 57 and the maximum was 70, while after education was given and an increase occurred, the minimum value was 70 and the maximum was 90. The booklet has been proven to significantly increase the knowledge of pregnant women. After an increase in knowledge, it is hoped that it can change the attitude of pregnant women to prevent the transmission of HIV/AIDS. Keywords: Education, Prevention of HIV/AIDS from Mother To Child, Booklet, Pregnant Mother.
Edukasi Pelaksanaan Pemeriksaan HIV Pada Ibu Hamil sebagai Upaya Deteksi Dini Penularan dari Ibu Ke Bayi Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia; Pratami, Yustika Rahmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.19848

Abstract

ABSTRAK Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang berkontribusi terhadap angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Penularan HIV dari ibu ke bayi dapat terjadi selama kehamilan, persalinan, atau melalui ASI. Deteksi dini dan edukasi menjadi langkah penting dalam pencegahan penularan ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang HIV/AIDS, meningkatkan cakupan pemeriksaan HIV pada ibu hamil, serta memberikan deteksi dini dan pendampingan bagi ibu hamil yang terdiagnosis HIV positif.Penelitian ini menggunakan metode penyuluhan, pemeriksaan HIV sukarela, serta pendampingan bagi ibu hamil yang terdiagnosis HIV positif. Kegiatan dilakukan di Rumah Bersalin AHBS dengan melibatkan 30 ibu hamil sebagai peserta. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta dilakukan analisis terhadap cakupan pemeriksaan HIV dan tindak lanjut bagi ibu hamil dengan hasil reaktif. Sebelum penyuluhan, hanya 30% ibu hamil yang memiliki pemahaman tentang HIV/AIDS, namun setelah penyuluhan, pemahaman meningkat hingga 85%. Cakupan pemeriksaan HIV pada ibu hamil mencapai 80%, lebih tinggi dibandingkan dengan cakupan nasional yang berkisar 60-75%. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 2 ibu hamil dengan hasil reaktif HIV yang kemudian dirujuk untuk mendapatkan terapi ARV guna mencegah penularan ke bayi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap HIV/AIDS, meningkatkan cakupan pemeriksaan HIV, serta memberikan deteksi dini dan pendampingan bagi ibu hamil dengan HIV positif. Keberlanjutan program ini diperlukan untuk memastikan lebih banyak ibu hamil mendapatkan akses ke edukasi, pemeriksaan, dan perawatan yang diperlukan. Kata Kunci: HIV/AIDS, Ibu Hamil, Pencegahan, Penyuluhan  ABSTRACT Infection of Human Immunodeficiency Virus (HIV) in pregnant women is one of the major health issues in Indonesia, contributing to maternal and infant morbidity and mortality rates. Mother-to-child HIV transmission can occur during pregnancy, childbirth, or through breastfeeding. Early detection and education are essential steps in preventing this transmission. This study aims to improve pregnant women's understanding of HIV/AIDS, increase the coverage of HIV testing among pregnant women, and provide early detection and assistance for those diagnosed with HIV. This study employs methods such as counseling, voluntary HIV testing, and assistance for pregnant women diagnosed with HIV. The activities were conducted at AHBS Maternity Clinic, involving 30 pregnant women as participants. Data were collected through pre-tests and post-tests to measure the improvement in understanding, and an analysis was conducted on the coverage of HIV testing and follow-up for pregnant women with reactive results. Before counseling, only 30% of pregnant women had an understanding of HIV/AIDS. However, after the counseling session, understanding increased to 85%. The coverage of HIV testing among pregnant women reached 80%, which is higher than the national coverage rate of around 60-75%. From the test results, two pregnant women were found to be HIV-reactive and were subsequently referred for antiretroviral therapy (ARV) to prevent transmission to their babies. This program has proven effective in increasing pregnant women's awareness of HIV/AIDS, expanding HIV testing coverage, and providing early detection and assistance for pregnant women with HIV. The sustainability of this program is necessary to ensure that more pregnant women have access to education, testing, and necessary healthcare services. Keywords: HIV/AIDS, Pregnant Women, Prevention, Counseling