Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peanut Ball Dan Relaksasi Optimal: Strategi Manajemen Nyeri Kala I Yang Inovatif Vitania, Wiwit; Yustika Rahmawti Pratami; Hasnia, Hasnia; Astutuik, Eftyaningrum Dwi Wahyu; Handayani, Endah Purwanti; Nurhijraheni, Pranita Kartika Candra; Dinge, Fenny; Paisal, Fitrah Ivana; Yuliana, Yuliana; Wahyuni, Ike Sri
Al-Su’aibah Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (2025): June
Publisher : STIKES Al-Su’aibah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69597/amj.v3i1.33

Abstract

Nyeri persalinan kala I merupakan tantangan besar yang dihadapi ibu bersalin. Metode non-farmakologis semakin banyak digunakan untuk mengurangi nyeri tanpa efek samping bagi ibu dan janin. Peanut ball merupakan salah satu metode inovatif yang membantu ibu mempertahankan posisi optimal, meningkatkan relaksasi, dan mengurangi nyeri selama persalinan. Penelitian ini menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif berupa kuasi-eksperimen dengan pretest-posttest dengan kelompok kontrol, sementara pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam untuk mengeksplorasi pengalaman ibu dalam menggunakan peanut ball. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari kelompok intervensi (menggunakan peanut ball) dan kelompok kontrol (tanpa peanut ball). Pengukuran nyeri dilakukan dengan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan setelah intervensi. Analisis data kuantitatif menggunakan uji Wilcoxon dan uji Man-Whitney, sementara data kualitatif dianalisis dengan analisis tematik. Penggunaan peanut ball secara signifikan menurunkan intensitas nyeri kala I dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,05). Wawancara mendalam menunjukkan bahwa ibu merasa lebih nyaman, rileks, dan lebih mudah menghadapi kontraksi dengan bantuan peanut ball. Peanut ball terbukti sebagai strategi inovatif dalam manajemen nyeri persalinan kala I. Oleh karena itu, tenaga kesehatan disarankan mengintegrasikan peanut ball dalam praktik klinis sebagai metode nonfarmakologis yang efektif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampaknya terhadap durasi persalinan dan keberhasilan persalinan pervaginam spontan.
Penyuluhan Premarital Skrining HIV/AIDS Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Hasnia, Hasnia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.19938

Abstract

ABSTRAKPremarital screening HIV/AIDS merupakan langkah penting dalam upaya deteksi dini untuk mencegah penularan HIV dari pasangan ke pasangan serta dari ibu ke anak di masa depan. Meskipun pemeriksaan ini memiliki manfaat yang signifikan, tingkat kesadaran dan partisipasi pasangan yang akan menikah masih tergolong rendah di Indonesia. Faktor stigma, kurangnya informasi, serta keterbatasan akses menjadi kendala utama dalam implementasi premarital screening HIV/AIDS. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman calon pengantin mengenai pentingnya premarital screening HIV/AIDS, meningkatkan cakupan pemeriksaan HIV sebelum pernikahan, serta mengurangi stigma terhadap pasangan yang menjalani pemeriksaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan kepada pasangan yang akan menikah, pemberian layanan konseling, serta fasilitasi pemeriksaan HIV secara sukarela. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah interaktif dengan media presentasi dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, serta analisis tingkat partisipasi dalam pemeriksaan HIV. Penyuluhan diikuti oleh 8 pasangan yang akan menikah, di mana sebelum kegiatan, hanya 50% peserta yang memiliki pemahaman baik tentang premarital screening HIV/AIDS. Setelah penyuluhan, angka ini meningkat menjadi 88%. Dari total peserta. Kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan premarital screening HIV/AIDS terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman calon pengantin mengenai pentingnya deteksi dini HIV. Edukasi yang berkelanjutan serta dukungan kebijakan yang lebih kuat diperlukan untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan dan mengurangi stigma di masyarakat. Kata Kunci: Premarital Screening, HIV/AIDS, Deteksi Dini, Penyuluhan, Calon Pengantin.  ABSTRACT Premarital screening for HIV/AIDS is a crucial step in early detection efforts to prevent HIV transmission between partners and from mother to child in the future. Although this screening offers significant benefits, awareness and participation levels among couples planning to marry remain relatively low in Indonesia. Factors such as stigma, lack of information, and limited access serve as major barriers to the implementation of premarital HIV/AIDS screening. This initiative aims to enhance engaged couples' understanding of the importance of premarital HIV/AIDS screening, increase the coverage of HIV testing before marriage, and reduce stigma toward couples undergoing the screening. The methods used in this initiative include educational counseling for engaged couples, the provision of counseling services, and the facilitation of voluntary HIV testing. The educational sessions were conducted through interactive lectures utilizing presentations and group discussions. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to assess participants’ knowledge improvement, along with an analysis of the participation rate in HIV screening. The counseling sessions were attended by ten engaged couples, of whom only 50% had a good understanding of premarital HIV/AIDS screening before the sessions. Following the education program, this figure increased to 85%. The educational and premarital HIV/AIDS screening activities proved effective in raising awareness and understanding among engaged couples about the importance of early HIV detection. Continuous education and stronger policy support are needed to increase screening coverage and reduce societal stigma. Keywords: Premarital Screening, HIV/AIDS, Early Detection, Counseling, Engaged Couples.
Providing Education about HIV/AIDS in Smks. Santo Yosef Nazaret Jayapura District Hasnia, Hasnia; Lestari, Susi; Pratimi, Yustika Rahmawati; Lestari, Tiyan Febriani; Narianti, Narianti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13210

Abstract

ABSTRACT The lack of appropriate and relevant information about HIV/AIDS and supported by the curious attitude of teenagers causes teenagers to be one of the populations with high risk behavior. Apart from that, the problem of HIV/AIDS in adolescents does not only have a negative physical impact, but can also affect mental health, emotions, economic conditions and social welfare in the long term. This not only affects teenagers themselves, but also families, society and the nation so that knowledge and attitudes have an important role in shaping behavior in preventing HIV/AIDS. However, in this case it is necessary to provide information in the form of education to increase knowledge and improve their own attitudes. The method used in this service so that students can be interested and absorb the education provided more quickly is providing education through audio-visual media (video) and print media (leaflets). Health education using videos and leaflets has a more significant impact on increasing knowledge because teenagers will be more interested in videos and leaflets, making teenagers less bored of watching and reading. Keywords: Education about HIV/AIDS, Knowledge and attitudes of female students, HIV/AIDS Videos and Leaflets, SMKS. Santo Yosef Nazareth, Jayapura Regency.
Providing Education about Hypertension in the Elderly at the Tresna Werdha Elderly Age Private House Posts 7 Sentani, Jayapura District Nasrianti, Nasrianti; Hasnia, Hasnia; Patungo, Viertianingsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13211

Abstract

ABSTRACT Background The elderly group can trigger the emergence of various diseases such as arthritis, heart and blood vessels, hypertension. Body mass index (BMI) is directly correlated with blood pressure, especially systolic blood pressure. Elderly people who have a history of hypertension take hypertension medication, receive less education regarding hypertension, but are given regular check-ups, namely posyandu, by the nearest health center. Based on this, it is necessary to provide regular education or counseling about hypertension in the elderly. The method of implementing activities is carried out through an approach, namely analyzing the conditions of the target area, followed by identifying problems, planning interventions and carrying out implementation to overcome the planned problems by carrying out activities in the form of providing education, namely health promotion. associated with hypertension. As a result of observations from this health education activity, there were 3 elderly people who actively asked the instructor. Then the instructor answered questions from the elderly. After getting answers to their questions, the elderly people who asked seemed to understand. By administering traditional medicine to the elderly, several elderly people with hypertension experienced a reduction in blood pressure of 130/80 mmHg. Keywords: Education, Hypertension, Elderly
Sosialisasi Penularan HIV/AIDS Pada Remaja di SMK YPKP Sentani Lestari, Lestari; Hasnia, Hasnia; Utami, Arum Surya; Utami, Endah Purwanti; Widia, Harlinda; Sembiring, Putri Lisma Natalia Br
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.18116

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran remaja putra dan putri kelas VII di SMK YPKP Sentani terkait penularan HIV/AIDS. Remaja merupakan kelompok rentan terhadap penyebaran HIV/AIDS, terutama karena kurangnya informasi yang akurat mengenai cara penularan dan pencegahan penyakit ini. Program ini melibatkan penyuluhan yang dilakukan sebanyak empat kali pada remaja putra dan putri kelas VII SMK YPKP dengan menggunakan metode ceramah yang interaktif, serta sesi diskusi yang mendorong partisipasi aktif. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya perilaku sehat dan bertanggung jawab dalam mencegah penularan HIV/AIDS di kalangan remaja. Media yang digunakan dalam penyulahan ini adalah leaflet yang berisi informasi dasar mengenai defenisi HIV/AIDS, mekanisme penularan, gejala, serta cara-cara pencegahan yang dapat dilakukan. Setiap sesi penyuluhan berlangsung selama 30-40 menit, selama penyuluhan peseta antusias dan dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bahwa penyuluhan yang dilakukan secara berulang menggunakan media yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta, seperti leaflet, dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai penularan HIV/AIDS. Edukasi yang berkelanjutan mengenai penularan HIV/AIDS, sangat penting dalam membentuk perilaku sehat di kalangan remaja. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi model program edukasi serupa di kelas-kelas lainnya dalam rangka pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja. Kata Kunci: HIV/AIDS, Penyuluhan, Penularan, Pencegahan, Remaja, SMK YPKP Sentani.  ABSTRACT This community service activity aims to increase knowledge, understanding and awareness of class VII young men and women at SMK YPKP Sentani regarding the transmission of HIV/AIDS. Adolescents are a vulnerable group to the spread of HIV/AIDS, especially due to the lack of accurate information regarding how to transmit and prevent this disease. This program involves counseling carried out four times for young men and women in class VII of SMK YPKP Sentani using interactive lecture methods, as well as discussion sessions that encourage active participation. Apart from that, this activity also emphasizes the importance of healthy and responsible behavior in preventing the transmission of HIV/AIDS among teenagers. The media used in this education are leaflets which contain basic information regarding the definition of HIV/AIDS, transmission mechanisms, symptoms, and preventive methods that can be taken. Each counseling session lasts 30-40 minutes, during which the counseling participants are enthusiastic and can answer questions correctly. The conclusion from this service activity is that outreach carried out repeatedly using media that suits the needs and characteristics of participants, such as leaflets, can increase teenagers' understanding of HIV/AIDS transmission. Continuous education regarding reproductive health and sexually transmitted diseases, including HIV/AIDS, is very important in shaping healthy behavior among adolescents. It is hoped that this activity can become a model for similar educational programs in other classes in the context of preventing HIV/AIDS among teenagers. Keywords: HIV/AIDS, Counseling, Transmission, Prevention, Teenagers, SMK YPKP Sentani.
Pemberian Edukasi Pada Ibu Nifas di Klinik Bersalin Angel Hiromi Bumi Sehat (AHBS) Pratami, Yustika Rahmawati; Lestari, Susi; Hasnia, Hasnia; Lestari, Tiyan Febriani; Handayani, Endah Purwanti; Putri, Harlinda Widia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.13971

Abstract

ABSTRAK Masih banyak ibu yang belum memahami apa itu masa nifas. Kurangnya pengetahuan tentang perubahan-perubahan masa selama masa nifas, seperti bagaimana berubahan yang normal dan tidak normal selama masa nifas serta perawatan masa nifas masih menjadi masalah pada mitra pengabdian kepada masyarakat kali ini. Permasalahan mitra ini kami lakukan pemberian edukasi terkait masa nifas pada seluruh peserta ibu nifas yang dapat menghadiri kegiatan di klinik bersalin AHBS. Metode dalam pemberian edukasi ini melalui tiga tahapan pertama pemberian edukasi yang dibandu dengan media leaflet dan penyuluhan, kedua melakukan tanya jawab serta menanyakan keluhan peserta ketiga melakukan pemechan masalah dari peserta mitra pengabdian kepada masyarakat ini. Hasil kegiatan ini masih ditemukan ibu dengan masalah terkait masa nifas salah satunya kurangnya pengetahuan. Kesimpulannya kegiatan ini masih harus terus dilakukan untuk membantu seluruh ibu untuk lebih mengetahui dan memahami tentang masa nifasnya. Kata Kunci: Masa Nifas, Perubahan Masa Nifas, Perawatan Perineum.  ABSTRACT There are still many mothers who don't understand what the postpartum period is. Lack of knowledge about changes during the postpartum period, such as normal and abnormal changes during the postpartum period and postpartum care, is still a problem for community service partners this time. The problem with this partner is that we provide education regarding the postpartum period to all postpartum mother participants who can attend activities at the AHBS maternity clinic. The method for providing this education is through three stages: first, providing education guided by leaflets and outreach media, second, conducting questions and answers and asking for participants' complaints, third, problem solving from community service partner participants. The results of this activity still found mothers with problems related to the postpartum period, one of which was a lack of knowledge. In conclusion, this activity must continue to be carried out to help all mothers know and understand more about the postpartum period. Keywords: Postpartum Period, Postpartum Changes, Perineal Care
Sosialisasi Pencegahan Stunting pada Masa Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Lestari, Susi; Hasnia, Hasnia; Pratimi, Yustika Rahmawati; Handayani, Endah Purwanti; Putri, Harlinda Widia; Astutik, Eftyaningrum Dwi Wahyu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.13965

Abstract

ABSTRAK Perkiraan prevalensi balita stunting di tahun 2024 mencapai 16.1% yang masih jauh dari target 14%. Salah satu faktor risiko yang berkontribusi dalam stunting adalah anemia, KEK pada ibu hamil. Dalam rangka percepatan penurunan prevalensi balita stunting, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil, pemberian penyuluhan terkiat stunting. Data yang cukup tinggi dan masih berada diatas target mengindentifikasikan pemahaman ibu hamil belum maksimal. Pengetahuan memiliki peranan yang penting untuk merubah perilaku ibu dalam menghidari terjadinya stunting. Adapun penyuluhan ini dilakukan selama 4 x di puskesmas harapan dengan metode penyuluhan dan membagikan leaflet, selama penyuluhan peseta antusias dan dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Dengan demikian hasil pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting. Diharapkan kepada Puskesmas Harapan untuk melakukan penyuluhan dan menyediakan informasi seperti poster atau media informasi yang lain tentang Kesehatan khususnya tentang pencegahan, tanda-tanda dan penanganan stunting. Kata Kunci: Hamil, Ibu, Pencegahan, Stunting ABSTRACT The estimated prevalence of stunting toddlers in 2024 reaches 16.1%, which is still far from the target of 14%. One of the risk factors that contribute to stunting is anemia, SEZ in pregnant women. In order to accelerate the reduction in the prevalence of stunting toddlers, one of the efforts made is through improving the quality of health services for pregnant women, providing counseling related to stunting. That is quite high and still above the target identifies the understanding of pregnant women is not optimal. Knowledge has an important role to change maternal behavior in avoiding stunting. This counseling was carried out for 4 times at the Harapan Health Center with the method of counseling and distributing leaflets, as long as the counseling peseta was enthusiastic and could answer questions correctly. Thus, the results of this service can increase the knowledge of pregnant women about stunting prevention. It is expected that Puskesmas Harapan will conduct counseling and provide information such as posters or other information media about health, especially about the prevention, signs and handling of stunting. Keywords: Pregnant, Mother, Prevention, Stunting
Edukasi Pentingnya Melakukan Tes HIV Pada Ibu hamil dan Pasangan Selama Hamil di Papua Pratami, Yustika Rahmawati; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3424

Abstract

Kurangnya partisipasi pasangan ibu hamil untuk emalkukan skrining tes HIV selama ibu dalam masa kehamilan dan maraknya kejadian penularan HIV dari ibu ke janin selama masa kehamilan menjadi salah satu masalah yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Kurangnya pengetahuan masayarakat terkait pentingnya melakukan tes HIV menjadi salah satu masalah mitra. Kegiatan ini bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan ibu dan keikutsertaan ibu hamil dan pasnagannya dalam melakukan tes HIV terutama saat ibu hamil. Metode pada kegiatan ini dilakuakn dengan 4 tahapan dengan 4 kali sesi pertemuan dengan tujuan memberikan edukasi. Hasil kegiatan ini ditemukan kurangnya pengetahuan ibudan pasangan terkait pentingnya melakukan tes HIV selama masa kehamilan menjadi alasan pasnagan tidka termotivasi untuk ikut serta melakukan tes HIV.
OPTIMALISASI KESEHATAN MENTAL IBU HAMIL MELALUI PROGRAM DANCE PREGNANCY BERBASIS KOMUNITAS: OPTIMISATION OF MATERNAL MENTAL HEALTH THROUGH A COMMUNITY-BASED PREGNANCY DANCE PROGRAMME Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Hasnia, Hasnia; Makualaina, Fenska Narly; Paisal, Fitrah Ivana; Yuliani, Vini
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2976

Abstract

Kesehatan mental ibu hamil merupakan aspek penting dalam kehamilan yang berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu dan janin. Perubahan fisik, hormonal, dan psikologis selama kehamilan dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan gangguan emosional apabila tidak dikelola dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan mental ibu hamil melalui Program Dance Pregnancy berbasis komunitas di RB AHBS Papua. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dan pelatihan praktik, meliputi penyuluhan kesehatan mental, pelatihan gerakan Dance Pregnancy, serta pembentukan kelompok dukungan ibu hamil. Kegiatan diikuti oleh 10 ibu hamil dan dilaksanakan secara bertahap. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta, serta observasi untuk menilai respons dan keterlibatan peserta selama kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah edukasi, serta respons positif terhadap pelatihan Dance Pregnancy yang ditandai dengan perasaan lebih rileks, tenang, dan nyaman secara emosional. Pembentukan komunitas ibu hamil juga memberikan dampak sosial berupa meningkatnya dukungan emosional dan rasa kebersamaan antar peserta. Dapat disimpulkan bahwa Program Dance Pregnancy berbasis komunitas merupakan intervensi promotif dan preventif yang efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk mendukung kesehatan mental ibu hamil. Program ini berpotensi untuk diintegrasikan dalam pelayanan antenatal sebagai bagian dari asuhan kebidanan holistik, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan mental.
Khasiat daun sirih hijau dan merah sebagai tanaman khas papua dalam penurunan pembengkakan payudara ibu nifas post sc Hasnia, Hasnia; Nasrianti, Nasrianti; Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Astutik, Eftyaningrum Dwi Wahyu
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.1934

Abstract

Background: Breastfeeding is essential for the healthy growth and development of infants, but it often fails due to a lack of maternal preparation during pregnancy. A common problem is breast engorgement, which has a prevalence of approximately 65-75% among breastfeeding mothers. If left untreated, this condition can lead to complications such as blocked milk ducts, mastitis, and breast abscesses. One local Papuan wisdom to address this problem is the use of green and red betel leaves, which contain compounds such as flavonoids, tannins, and essential oils that have analgesic and anti-inflammatory effects. Purpose: To analyze the efficacy of green and red betel leaves, native to Papua, in reducing breast engorgement in post-cesarean section mothers. Method: A quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 20 postpartum mothers experiencing breast engorgement (10 participants in the green betel group and 10 participants in the red betel group) at the Khomba Waliyauw Community Health Center. The intervention consisted of warm betel leaf compresses for 20 minutes twice daily (morning and evening), followed by breast care according to standard operating procedures (SOP). The level of swelling was measured using the Six-Point Swelling Scale (SPES) on days 5, 12, 19, and 26. Results: This study demonstrated a significant effect in reducing breast swelling in both groups (p=0.05). The significance value for the green betel leaf group was 0.007 and for the red betel leaf group 0.004. The effectiveness of red betel leaf compresses was proven to be more effective in reducing swelling than green betel leaf compresses in postpartum women after cesarean section (p-value 0.029 <0.05). The effectiveness of red betel leaf is supported by its higher flavonoid and polyphenol content, which act as antioxidants and pain relievers. By day 26, all participants experienced no swelling, while in the green betel leaf group, the reduction only reached 70%. Conclusion: Both green and red betel leaves are effective in reducing breast engorgement in post-cesarean mothers, but the use of red betel leaves combined with breast care is more effective in reducing breast engorgement than green betel leaves. Suggestion: Health workers can increase education on proper breastfeeding techniques during postpartum visits to prevent early breast engorgement.   Keywords: Efficacy; Green Betel Leaves; Papuan Plants; Post-Cesarean Section; Postpartum Mothers; Reducing Breast Engorgement; Red Betel Leaves.   Pendahuluan: Proses menyusui merupakan hal penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat, sering kali tidak berjalan dengan baik karena kurangnya persiapan ibu saat hamil. Masalah yang sering muncul, seperti pembengkakan payudara (bendungan ASI) yang memiliki prevelensi sekitar 65-75% dikalangan ibu menyusui. Kondisi ini jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan komplikasi, seperti tersumbatnya saluran air susu, mastitis hingga abses payudara. Salah satu kearifan lokal masyarakat Papua untuk mengatasi hal ini adalah penggunaan daun sirih hijau dan merah yang mengandung senyawa, seperti flavonoid, tanin, dan minyak atsiri yang memiliki efek analgetik dan anti-inflamasi. Tujuan: Untuk menganalisis khasiat daun sirih hijau dan merah sebagai tanaman khas papua dalam penurunan pembengkakan payudara ibu nifas post sc. Metode: Penelitian quasy-experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 20 ibu nifas mengalami bendungan ASI (10 partisipan kelompok sirih hijau dan 10 partisipan kelompok sirih merah) di Puskesmas Khomba Waliyauw. Intervensi berupa kompres daun sirih yang telah dihangatkan selama 20 menit sebanyak 2 kali sehari (pagi dan sore) diikuti dengan perawatan payudara sesuai dengan SOP. Tingkat pembengkakan diukur menggunakan Six Point Engirgement Scale (SPES) pada hari ke-5,12,19, dan 26. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan pada dua kelompok dalam menurunkan pembengkakan payudara (p=0.05). Nilai signifikan pada kelompok daun sirih hijau 0.007 dan kelompok daun sirih merah 0.004. Efektivitas kompres daun sirih merah terbukti lebih efektif menurunkan pembengkakan, dibandingkan kompres daun sirih hijau pada ibu nifas pasca operasi SC (p-value 0.029 < 0.05). Efektivitas sirih merah didukung oleh kandungan flavonoid dan polifenol yang lebih tinggi, berperan sebagai antioksidan dan penghilang rasa nyeri. Pada hari ke-26, seluruh partisipan tidak mengalami pembengkakan, sedangkan pada kelompok daun sirih hijau penurunan hanya mencapai 70%. Simpulan: Jenis daun sirih hijau dan daun sirih merah efektif untuk menurunkan pembengkakan pada payudara ibu nifas pasca SC, tetapi penggunaan daun sirih merah yang disertai perawatan payudara lebih efektif menurunkan pembengkakan payudara dibandingkan daun sirih hijau. Saran: Petugas kesehatan dapat meningkatkan edukasi mengenai teknik menyusui yang benar selama kunjungan masa nifas, sehingga dapat mencegah secara dini kejadian bendungan ASI.   Kata Kunci: Daun Sirih Hijau; Daun Sirih Merah; Ibu Nifas; Khasiat; Penurunan Pembengkakan Payudara; Post SC; Tanaman Khas Papua.