Claim Missing Document
Check
Articles

Found 52 Documents
Search
Journal : Journal of Muhammadiyah’s Application Technology

Muhammadiyah Sport Center dengan Pendekatan Arsitektur Modern Yusriadi, Yusriadi; Idrus, Irnawaty; Yusri, Andi; Latif, Sahabuddin; Paddiyatu, Nurhikmah; Amal, Citra Amalia
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.8868

Abstract

Berdasarkantinjauanlapanganbeberapatempat olahraga muhammadiyahsangat terbatas dari segi jumlah dan fasilitas yang kurang memadai. Masyarakat Muhammadiyah membutuhkan wadah yang ideal untuk melakukan olahraga sebagai kegiatan jasmani untuk memelihara kesehatan dan kebugaran tubuh. Oleh karenaituperludilakukanperencanaanMuhammadiyah sport centersebagai pusat kegiatan keolahragaan bagi masyarakat muhammdiyat.Untukmendapatkankonsepyangideal,maka dilakukansurveilokasi danstudiliteraturtentangtempat olahraga dengan tema arsitektur modern ataustudikasusdenganbangunansejenisdi beberapatempat.Hasildesain telahdilaksanakandenganmenghasilkangambardesaindenganluaskuranglebih39 ha, menerapkankonsepmodernyang dapatmenampilkanaplikasi modern dan masa kini pada bangunan. Muhammadiyah Sport Center ini memiliki enam gedung yaitu gedung olahraga diantaranya batminton, futsal, tennis lapangan, basketball, volley dan sepak takraw. Denganadanyabangunanini,maka kebutuhan pegiat olahraga akan terpenuhi.  
Perancangan Terminal Tipe B Dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular Di Kabupaten Sinjai Aswad, Hajarul; Abdullah, Ashari; Zainuddin, Salmiah; Nur, Khilda Wildana; nana, Rohana; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8921

Abstract

Terminal memiliki peranan penting dalam perkembangan ekonomi dan juga pembangunan daerah, karena sarana transportasi yang mamadai akan memicu pertumbuhan ekonomi dn pembangunan daerah. Keberadaan terminal berperan penting sebagai infrastruktur angkutan jalan raya dan mengatur keluar masuknya mobil bus Kabupaten ini memiliki luas wilayah 819,96 km2 dan memiliki penduudk sebanyak 268.496 jiwa Kabupaten sinjai saat ini memiliki terminal di kota, yang mana terminal tersebut tidak memadai dan tidak terawat bahkan banyak fasilitas umum  terminal tidak berfungsi dengan baik. Tidak dapat dipungkir bahwa keberadaan dan fungsi terminal sangat dibutuhkan bagi masyrakat sinjai, karena dengan adanya terminal masalah masyarakat di bidang transportasi diharapkan dapat tertangani dengan baik. Namun pada kenyataannya terminal-terminal penumpang yang ada saat ini tidak sepenuhnya memiliki fungsi yang sesuai seperti yang diharapkan. Sembrawut, kotor, dan tidak tertib telah menjadi image yang melekat erat pada Terminal Bongki di Sinjai Kota.  Pengambilan data dilakukan di lokasi terminal yang sudah ditentukan oleh pemerintah setempat dan dilanjutkann dengan observasi dengan metode studi kepustakaan, dokumentasi dan wawancara kepada responden terkait. Perancangan Terminal Tipe B dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular berada di Jl. Petta ponggawae di Kabupaten Sinjai dengan luas 3,54 Ha. Pada lantai 1 berfungsi sebagai staff administrasi dan lantai 2 berfungsi sebagai kantor pengelola dan ruang tunggu penumpang baik kedatangan maupun keberangkatan. Dengan demikian, pengolahan ruang pada Aristektur Neo Vernakular akan menciptakan keadaan yang efisien, sederhana, serta menyatukan unsur-unsur budaya sehingga terciptanya bangunan yang menarik dan bernuansa tradisional.KATA KUNCI :Terminal,  terminal tipe B,  neo vernakular
Perancangan Museum Kebudayaan Polewali Mandar dengan Pendekatan Arsitektur Etnis Rusli, Rusli; Rohana, Rohana; Yusri, Andi; Idrus, Irnawaty; Latif, Sahabuddin; Mustafa, Mursyid; Rasmawarni, Rasmawarni; Zainuddin, Salmiah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.9710

Abstract

ABSTRAK : Kabupaten Polewali Mandar memiliki suku dan budaya yang tersebar dibeberapa kecamatan yang dalam penerapannya cenderung mengalami degradasi, hal ini disebabkan tidak adanya wadah yang dapat  mengakomodir nilai kebudayaan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep arsitektur etnis pada museum kebudayaan serta mendesain museum kebudayaan diharapkan mampu mengakomodir nilai kebudayaan dan menjadi pusat studi kebudayaan di Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni studi literatur, pegumpulan data, dan analisis data yang sesuai dengan tema penelitian. Bangunan yang dirancang di Kec. Luyo, Kab. Polewali Mandar tepat di Jl. Poros Majene-Mamuju memiliki luas lahan 3,4 H, dengan tema arsitektur etnis ini mengedepankan aspek budaya Kabupaten Polewali Mandar mulai dari penggunaan matetrial, bentuk tampilan, orientasi bangunan, penataan massa, serta penataan ruang. Bangunan didesain dengan 2 lantai menggunakan bahan material kayu dan memiliki besaran ruang 8470 M² yang dibagi dalam beberapa zona yakni lantai 1 sebagai area penerimaan (zona publik) dan lantai 2 sebagai area pengelola (zona privat). Rancangan yang didesain dalam bentuk kawasan dimana bangunan utama dan penunjang dibuat terpisah. Bentuk bangunan yang diadopsi dari bentuk dasar perahu sandeq melambangkan keteguhan masyarakat polewali mandar dalam menjalani kehidupan. Bentuk penataan massa bangunan dan aksesibilitas pada site diadopsi dari bentuk hiasan sayyang pattuqduq yang ditranformasi sehingga tercipta penataan bangunan yang juga mengikuti filosofi rumah adat mandar sehingga menampilkan adat budaya mandar.  ABSTRACT : Polewali Mandar Regency has tribes and cultures that are scattered in several sub-districts which in its application tend to experience degradation, this is due to the absence of a forum that can accommodate these cultural values. Therefore, this study aims to compile the concept of ethnic architecture in a cultural museum and to design a cultural museum that is expected to be able to accommodate cultural values and become a center for cultural studies in Polewali Mandar Regency. The methods used in this research are literature study, data collection, and data analysis according to the research theme. The building designed in Kec. Luyo, Kab. Polewali Mandar right on Jl. The Majene-Mamuju axis has a land area of 3.4 H, with an ethnic architectural theme that puts forward the cultural aspects of Polewali Mandar Regency starting from the use of material, appearance, building orientation, mass arrangement, and spatial planning. The building is designed with 2 floors using wood materials and has a size of 8470 M² which is divided into several zones, namely the 1st floor as the reception area (public zone) and the 2nd floor as the management area (private zone). The design is designed in the form of an area where the main and supporting buildings are made separately. The shape of the building adopted from the basic shape of the sandeq boat symbolizes the steadfastness of the Polewali Mandar people in living life. The shape of the building mass arrangement and accessibility to the site was adopted from the shape of the sayyang pattuqduq decoration which was transformed so as to create a building arrangement that also follows the philosophy of the Mandar traditional house so that it displays the Mandar cultural customs. 
Perancangan Museum Kebudayaan Polewali Mandar dengan Pendekatan Arsitektur Etnis Rusli, Rusli; Rohana, Rohana; Yusri, Andi; Idrus, Irnawaty; Latif, Sahabuddin; Mustafa, Mursyid; Warni, Rasma; Zainuddin, Salmiah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.10126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep arsitektur etnis pada museum kebudayaan serta mendesain museum kebudayaan diharapkan mampu mengakomodir nilai kebudayaan dan menjadi pusat studi kebudayaan di Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni studi literatur, pegumpulan data, dan analisis data yang sesuai dengan tema penelitian. Bangunan yang dirancang di Kec. Luyo, Kab. Polewali Mandar tepat di Jl. Poros Majene-Mamuju memiliki luas lahan 3,4 H, dengan tema arsitektur etnis ini mengedepankan aspek budaya Polewali Mandar mulai dari penggunaan matetrial, bentuk tampilan, orientasi bangunan, penataan massa, serta penataan ruang. Bangunan didesain dengan 2 lantai menggunakan bahan material kayu dan memiliki besaran ruang 8470 M². Rancangan yang didesain dalam bentuk kawasan dimana bangunan utama dan penunjang dibuat terpisah. Bentuk bangunan yang diadopsi dari bentuk dasar perahu sandeq melambangkan keteguhan masyarakat polewali mandar dalam menjalani kehidupan. Bentuk penataan massa bangunan dan aksesibilitas pada site diadopsi dari bentuk hiasan sayyang pattuqduq.
Perancangan Pusat Penelitian Sains dan Teknologi Bidang Arsitektur dengan Konsep Arsitektur Futuristik Anti, Suriyanti; Latif, Sahabuddin; Osman, Wiwik Wahidah; Yusri, Andi; Amalia, Andi Annisa; Rasmawarni, Rasmawarni
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.10212

Abstract

Perkembangan pada dunia riset untuk menciptakan inovasi bidang sains dan teknologi di bidang arsitektur semakin berkembang. Oleh karena itu dibutuhkan sarana prasarana penunjang. Tulisan ini bertujuan untuk memuat konsep perancangan pusat penelitian sains dan teknologi bidang arsitektur dengan konsep arsitektur futuristik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengumpulan data primer, sekunder, analisis dan sintesis serta skema perancangan berdasarkan studi literature. Hasil perancangan pusat penelitian ini mencakup konsep analisis tapak, aktivitas pengguna, kebutuhan ruang, luas ruang, konsep penataan kawasan, konsep bentuk bangunan, dan dilanjutkan dengan gambar perancangan   master plan, denah, tampak, potongan, rencana struktur, detail struktur, rencana arsitektur, detail arsitektur, rencana mekanikal elektrikal plumbing, gambar tiga dimensi dan animasi sehingga dapat menjadi acuan dan referensi yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan perancangan sesuai dengan tujuan perancangan pusat penelitian sains dan teknologi bidang arsitektur.
Perancangan Pusat Butterfly Farm dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis di Kabupaten Maros Dewi, Prasasti Ekha Milleyanti Sula; Abdullah, Ashari; Yusri, Andi; Idrus, Irnawaty; Mustafa, Mursyid; Paddiyatu, Nurhukmah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.12399

Abstract

Kupu-kupu merupakan salah satu jenis serangga yang memiliki keindahan warna dan bentuk sayap. Di Indonesia sendiri terdapat sekitar 2.500 jenis kupu-kupu. Salah satu kawasan yang merupakan habitat kupu-kupu di Sulawesi Selatan adalah Taman Nasional Bantimurung. Selain itu, dengan terjadinya pemburuan kupu-kupu di kawasan Taman Nasional Bantimurung untuk komersialisasi kupu-kupu yang telah menjadi bisnis menimbulkan permasalahan yang serius sehingga memerlukan upaya untuk menjaga kupu-kupu dari bahaya, kepunahan, serta meningkatkan populasi dan kualitas kupu-kupu untuk menunjang kesejahteraan masyarakat. Butterfly Farm yang berlokasi di Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros yang sesuai dengan RTRW, ketersediaan utilitas sekitar tapak, luas lahan yang cukup dan termasuk lahan konservasi. Butterfly Farm yang direncanakan terdiri dari 3 fungsi utama yaitu menjadi sarana konservasi kupu-kupu, rekreasi, dan edukasi kupu-kupu dengan total luas sebesar 25.100 m2 dengan luas lahan terbangun sebesar 8.785 m2. Bentuk bangunan dasar yaitu mengambil bentuk kupu-kupu endemik yang merupakan kupu-kupu endemik di Provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri menjadi satu massa. Pada siteplan terdiri dari bangunan utama, ruang parkir, halte, jalan, taman. Perancangan yang dibuat menggunakan pendekatan  Arsitektur Ekologis. Arsitektur ekologis merupakan sebuah konsep arsitektur yang dalam perancangannya memperhatikan keseimbangan antara manusia, bangunan, dan lingkungan. Butterfly Farm yang direncanakan bertujuan untuk mewadahi kegiatan melestarikan kupu-kupu, sebagai konservasi, rekreasi, mengedukasikan, serta promosi ke masyarakat mengenai pelestarian kupu-kupu yang hampir terancam punah.
Perancangan Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Gowa dengan Pendekatan Arsitektur Hybrid Rinaldi, Riki; Rohana, Rohana; Paddiyatu, Nurhikmah; Abdullah, Ashari; Yusri, Andi; Amin, Siti Fuadillah A.
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i1.12439

Abstract

Pada zaman yang semakin kekinian dan modern ini, pendidikan adalah hal yang penting bagi setiap orang, perkembangan teknologi yang semakin meningkat meningkatkan kebutuhan akan sistem informasi dan komunikasi pada media digital dibandingkan dengan bersosialisasi di lingkungan sekitars sehingga budaya literasi kini semakin menurun yang pada akhirnya masyarakat menjadi malas membaca buku cetak yang berisi ilmu pengetahuan. Sedangkan ilmu pengetahuan dapat diperoleh dengan membaca maupun menulis buku. Oleh karena itu pendekatan Arsitektur Hybrid diperlukan untuk mempelajari dan memahami perilaku pengunjung perpustakaan agar banyak yang berkunjung dan beta untuk memanfaatkan fasilitas dalam mencari banyak ilmu. Dari hasil analisis ringkasan perpustakaan umum yang dirancang di Jl. HM Agus Salim Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa dengan luas 2,9 hektar, lantai 1 terdiri dari area lobi, café, taman baca,ruang baca anak-anak, area baca, toko buku, dan ruang baca khusus penyandang disabilitas, lantai 2 terdiri dari ruang baca, mushalla, aula, area koleksi referensi, area koleksi berkala, lantai 3 terdiri dari ruang seminar, bioskop mini, perpustakaan digital, ruang arsip, ruang staf keamanan, ruang rapat, lantai 4 khusus untuk ruang pengelola, sedangkan pada rooftop berfungsi sebagai tangki air daerah.
Perancangan Hotel Resort di Danau Biru Kolaka Utara Dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Alif, Nur; Mustafa, Mursyid; Yusri, Andi; Abdullah, Ashari; Idrus, Irnawaty; Paddiyatu, Nurhikmah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.12509

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada di daerah khatulistiwa. Dengan letak Indonesia yang berada di kawasan khatulistiwa ini, Indonesia memiliki iklim tropis. Iklim tropis ini merupakan berkah dari Allah SWT yang diberikan kepada bangsa Indonesia. Iklim tropis yang berhawa sejuk dan hangat sepanjang tahun salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berasal dari negara kawasan sub-tropis yang suhu rata-ratanya dapat lebih dingin apabila dibandingkan dengan kawasan tropis. Salah satu wilayah yang memiliki potensi alam yang berlimpah adalah Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Kolaka Utara atau lebih tepatnya di Danau Biru, sangat disayangkan jika keindahan alam yang dimiliki tidak diolah dan dimanfaatkan dengan bijak, salah satu bentuk pengolahannya adalah dengan menjadikan tujuan wisata. Kegiatan berwisata tersebut harus didukung dengan fasilitas hunian sebagai tempat tinggal sementara para wisatawan, dan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung dalam menginap selama berwisata ke Kolaka Utara. Pada perancangan hotel resort ini menggunakan pendekatan arsitektur tropis dimana material yang digunakan yaitu material yang berasal dari alam dan juga ramah lingkungan juga mudah untuk di dapatkan dan tentunya memiliki harga yang terjangkau, tujuannya untuk memanfaatkan hasil alam yang berada di Kab. Kolaka Utara dan juga mengurangi penggunaan energi yang berlebihan pada bangunan.
Perancangan Gedung Olahraga Tennis di Kabupaten Soppeng Trianto, Rio; Mustafa, Mursyid; Yusri, Andi; Syarif, Muhammad; Abdullah, Ashari; Idrus, Irnawaty
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.12521

Abstract

Gedung olahraga tenis ini adalah salah satu fasilitas yang digunakan sebagai sarana dalam mengembangkan minat dan bakat Masyarakat Kabupaten Seppeng terkait dengan olahraga tenis. Dengan adanya fasilitas gedung olahraga tenis ini tentunya diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta baru yang lahir dari tanah Soppeng ini sehingga diharapkan dapat mengembangkan minat masyarakat kepada olahraga tenis ini. Tujuan perancangan gedung olahraga ini tentunya dapat melahirkan atlet dan menumbuhkan minta masyrakat terhadap olahrga ini tentu dengan mengaplikasikan konsep neo vernacular pada bangunan sehingga dapat tetap menjadi bangunan dengan tidak melepaskan budaya arsitektur tradisional daerah Soppeng sehingga dapat menjadi salah satu icon bangunan di Kabupaten Soppeng. Metode yang digunakan dalam melakukan perancangan adalah melakukan pengambilan data penelitian yang akan digunakan sebagai acuan dalam melakukan konsep dan desain perancangan sesuai dengan format kaidah, aturan dan standar baik arsitektural maupun non arsitektural sesuai dengan judul perancangan. Hasil perancangan pusat penelitian ini tentunya mencakup konsep analisis tapak, aktivitas pengguna, kebutuhan ruang, luas ruang, konsep penataan
Perancangan Agrowisata Kopi dengan Pendekatan Arsitektur Organik di Tombolo Pao Kabupaten Gowa Basir, Nurmiati; Abdullah, Ashari; Yusri, Andi; Syahruddin, A.Syahriyunita; A Amin, Siti Fuadillah; Rohana, Rohana; Idrus, Irnawaty
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.12576

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki daya tarik potensial alam dan budaya yang dapat dikembangkan. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi wisata berbasis pertanian dan perkebunan. Kelurahan Tamaona Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa merupakan wilayah pengembangan agroindustri kopi yang memiliki prospek untuk meningkatkan nilai tambah produk kopi. Namun masalah yang dialami oleh masyarakat di wilayah tersebut adalah masih kurangnya bimbingan dan pendam- pingan dalam hal pengolahan biji kopi menjadi kopi bubuk. dengan hal tersebut merancang Agrowisata Kopi di Tombolo Pao Kabupaten Gowa dengan Arsitektur Organik yang bertujuan untuk mewadahi berbagai fasilitas utama yang disalurkan melalui potensi yang ada di Tombolo Pao di Kabupaten Gowa. Adapun metode perancangan yaitu terdapat dua jenis data yang diperoleh yaitu data primer dan sekunder kemudian pengumpulan data dengan melakukan survey dan observasi dan data dari instansi kemudian melakukan analisis data diantaranya yaitu analisis tapak, analisis fungsi dan program ruang, analisis bentuk dan material, analisis tema perancangan dan analisis sistem bangunan. Lokasi Perancangan Agrowisata Kopi berada di Kecamatan Tombolopao yang terletak didataran tinggi di Kabupaten Gowa dengan luas lahan 3,4 ha. Hasil Perancangan Agrowisata Kopi ini berfungsi sebagai wadah kegiatan wisata dan edukasi. Pada site plan terdiri atas bangunan utama, bangunan penunjang, mushollah, rumah kaca, cafetarian, area perkebunan kopi, area parkir dan beberapa ruang service lainnya. Bentuk bangunan merupakan metafora dari bentuk biji kopi yang di implementasikan dari arsitektur organik dengan menggunakan alam sebagai dasar ide desain.