Claim Missing Document
Check
Articles

Found 52 Documents
Search
Journal : Journal of Muhammadiyah’s Application Technology

Pendekatan Prinsip Nature in Space pada Perancangan Terminal Pelabuhan Fery di Desa Appatana Kabupaten Kepulauan Selayar Asriadi, Asriadi; Amin, Siti Fuadillah A.; Abdullah, Ashari; Latif, Sahabuddin; Yusri, Andi; Syarif, Muhammad
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16082

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan konsep Arsitektur Biofilik pada perancangan Terminal Pelabuhan Fery di desa Appatana Kabupaten kepulauan Selayar. Arsitektur Biofilik berfokus pada integrasi elemen alam ke dalam desain bangunan dalam tiga parameter desain, yakni Nature In Space Patters, Natural Analogues Patterns dan  Nature Of  The Space Patterns. Pada penelitian ini khusus mengindentifikasi strategi desain yang mengintegrasikan elemen alam ke dalam ruang terminal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kajian literatur dan analisis studi kasus terminal pelabuhan fery yang menerapkan prinsip Arsitektur Biofilik, khususnya pada aspek Nature In Space. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perancangan terminal fery, dari tujuh indikator aspek Nature In Space, menerapkan Visual connection with nature, Non-visual connection with nature,. Non-ryhthmic sensory Stimuli, Thermal & airflow Variabillty Penelitian, Presence of water. ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perancang dalam menciptakan fasilitas publik yang selaras dengan alam.
Identifikasi Penerapan Prinsip Arsitektur Neo Vernakuler pada Perancangan Bangunan Rest Area Type A di Kota Palopo Rapi, Adam; A Amin, Siti Fuadillah; Amalia, Andi Annisa; Amal, Citra Amalia; Syahruddin, A. Syahriyunita; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i3.16162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan prinsip arsitektur neo vernakuler dalam perancangan bangunan Rest Area Tipe A di Kota Palopo. Arsitektur neo vernakuler merupakan pendekatan desain yang memadukan elemen-elemen arsitektur tradisional dengan konsep modern, sehingga menciptakan bangunan yang tidak hanya fungsional tetapi juga mencerminkan kearifan lokal. Kota Palopo, dengan kekayaan budaya dan sejarahnya, menjadi lokasi yang relevan untuk penerapan prinsip arsitektur ini guna mempertahankan identitas lokal dalam fasilitas publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kajian literatur mengenai arsitektur neo vernakuler, observasi lapangan, serta analisis desain bangunan Rest Area yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen-elemen arsitektur lokal, seperti bentuk atap, penggunaan material lokal, serta pola ruang tradisional, dapat memperkuat identitas budaya setempat tanpa mengorbankan fungsi modern dari bangunan Rest Area. Selain itu, prinsip-prinsip desain berkelanjutan, seperti penggunaan ventilasi alami dan pencahayaan yang efisien, juga dapat diintegrasikan dengan estetika vernakuler untuk menciptakan bangunan yang ramah lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa penerapan prinsip arsitektur neo vernakuler pada Rest Area Tipe A di Kota Palopo dapat meningkatkan nilai estetika, memperkuat identitas lokal, serta memberikan kenyamanan bagi pengguna. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pengembang dan perencana dalam merancang bangunan publik yang berkelanjutan dan selaras dengan budaya lokal.
Perancangan Innovation Centre dengan Pendekatan Green Building di Kota Makassar Fahrul, Ahmad; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Abdullah, Ashari; Latif, Sahabuddin; Idrus, Irnawaty
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16173

Abstract

Dalam mencapai ambisi Indonesia Emas 2045, fokus pada pengembangan Human Capital & Research serta kebijakan infrastruktur riset dan inovasi menjadi krusial. Perlu meningkatkan dukungan dan peluang bagi inovator di seluruh Indonesia, mengatasi keterbatasan pada pilar input, dan mendorong hilirisasi karya riset dan teknologi. Meskipun infrastruktur riset dan inovasi sudah ada sejak 1994, pusat inovasi masih terpusat di Pulau Jawa, sehingga penting untuk memperluas dukungan ke luar Jawa. Kota Makassar diidentifikasi sebagai potensi pengembangan inovasi di Indonesia Timur, dengan perancangan Innovation Centre sebagai ruang kolaborasi. Penelitian ini mengusulkan pendekatan Green Building di Kota Makassar, yang tidak hanya mencerminkan proyek lokal tetapi juga manifestasi dari komitmen terhadap keberlanjutan dan perubahan positif dalam lingkungan perkotaan. Adapun metode perancangan yang digunakan yaitu melalui pengumpulan data primer dan data sekunder kemudian dari data survey dan observasi serta data dari instansi selanjutnya melakukan analisis data diantaranya yaitu analisis tapak, analisis fungsi dan program ruang, analisis bentuk dan material, analisis tema perancangan dan analisis sistem bangunan. Lokasi perancangan Innovation Centre berada di Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, dengan luas lahan 1,4 Ha. Hasil dari perancangan Innovation Centre ini diharapkan tidak hanya sebagai struktur fisik, tetapi juga sebagai pernyataan tekad mendukung visi Indonesia Emas 2045. Dengan fokus pada praktik-praktik green building, termasuk penghematan energi, penghawaan alami, dan pengelolaan air, Makassar Innovation Centre bertujuan menjadi pusat inovasi yang tidak hanya mendukung keberlanjutan lokal tetapi juga memberikan kontribusi positif pada tujuan global keberlanjutan.
Pendekatan Konsep Arsitektur Hijau pada Perancangan Terminal Angkutan Umum Tipe B di Kabupaten Bantaeng Akbar, Muhammad Fauzan; Idrus, Irnawaty; Abdullah, Ashari; Syarif, Muhammad; Latif, Sahabuddin; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16174

Abstract

Terminal angkutan umum memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial, khususnya di Kabupaten Bantaeng, sehingga memerlukan sistem transportasi dan pelayanan yang berkualitas. Penerapan konsep arsitektur hijau menawarkan solusi untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi karbon, dan menciptakan sistem transportasi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan elemen arsitektur hijau dalam perancangan terminal angkutan umum Tipe B di Kabupaten Bantaeng. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan dan analisis data berdasarkan pendekatan arsitektur hijau. Kajian difokuskan pada penerapan prinsip-prinsip utama, seperti pemanfaatan pencahayaan dan penghawaan alami, penyediaan ruang terbuka hijau sebagai elemen esensial, penggunaan material alami untuk meningkatkan kenyamanan, serta pemanfaatan material daur ulang sebagai bentuk kepedulian lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan arsitektur hijau dapat menciptakan terminal yang tidak hanya berfungsi secara efisien, tetapi juga ramah lingkungan dengan memaksimalkan penggunaan sumber daya seperti air, listrik, dan material secara optimal. Terminal yang dirancang dengan konsep ini mampu menyediakan pelayanan yang baik sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan ekosistem. Dengan demikian, perancangan terminal angkutan umum berbasis arsitektur hijau di Kabupaten Bantaeng dapat menjadi model desain yang inovatif untuk fasilitas transportasi di masa depan.
Konsep Arsitektur Organik pada Perancangan Kawasan Wisata Eco Park Mangrove di Kabupaten Kepulauan Selayar Ahmad, Andi Firman; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Latif, Sahabuddin; Amal, Citra Amalia; Rohana, Rohana
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.17565

Abstract

Hutan Mangrove Matalalang di Kabupaten Kepulaun Selayar memiliki potensi yang cukup unik dan alamiah yaitu kekayaan biodiversitasnya. Mulai dari persebaran tumbuhan mangrovenya juga biota laut yang melimpah. Namun keadaan Kawasan hutan mangrove tersebut sudah lama terbengkalai akibat abrasi, alih fungsi lahan, dan kurangnya pemahaman masyarakat sekitar pentingnya ekosistem mangrove. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep dan perancangan arsitektur organik pada Eco Park Mangrove di Kabupaten Kepulauan Selayar. Konsep arsitektur organik merupakan perancangan arsitektur yang menggabungkan ruang dan bentuk dengan pusat pemikiran pada harmoni antara manusia dan alam. Adapun metode penelitian yang digunakan yakni pengumpulan data dan analisis data yang sesuai dengan tema perancangan dan pendekatan arsitektur organik. Dari hasil perancangan, Eco Park Mangrove yang berlokasi di Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar. Total luas tapak sebesar 38.000 m2 dan luas lahan terbangun sebesar 15.200 m2. Bentuk bangunan mengadopsi bentuk daun mangrove yang berupa bidang berbentuk elips dengan dua bidang lengkung. Siteplan terdiri dari bangunan utama wisata mangrove, cafetaria, rumah kreatif mangrove, cottage, rumah pembibitan mangrove (rumah kaca mangrove), mangrove tracking, kolam pemancingan, mushollah, area hutan mangrove, dermaga, plaza, area parkir, dan jembatan pedestrian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kawasan wisata Eco Park Mangrove agar tetap selaras dengan alam dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Pendekatan Arsitektur Smart Building pada Perancangan E-Sport Arena di Kota Makassar Huddin, Misba; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Abdullah, Ashari; Amal, Citra Amalia; A Amin, Siti Fuadillah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.17567

Abstract

Arsitektur Smart Building merupakan suatu pendekatan arsitektur yang mewujudkan bangunan hemat energi dengan prinsip bagaimana konsumsi energi tersebut dapat dikurangi serta memberi kemudahan dan kenyamanan kepada pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip smart building yang diterapkan pada bangunan E-Sport Arena di Kota Makassar. Penerapan prinsip-prinsip smart building dapat dilihat pada bagian Fasad, sistem penghawaan, dan area outdoor bangunan Arena E-Sports tersebut. Sistem penghawaan yang memanfaatkan udara alami dengan menggunakan cuttingan ACP sehingga udara dapat masuk kedalam bangunan hal tersebut akan mengurangi penggunaan sistem penghawaan yang menggunakan energi listrik. Penerapan prinsip smart building juga dapat dilihat pada fasad bangunan dengan memberikan LED Wall disetiap sisi bangunan. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan kemudahan, kenyamanan, dan efisiensi pada para pengguna bangunan tersebut.
Penerapan Konsep Arsitektur Bioklimatik pada Perancangan Pondok Pesantren di Gowa Fikri, Muhammad; Abdullah, Ashari; Paddiyatu, Nurhikmah; Rohana, Rohana; Latif, Sahabuddin; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.18543

Abstract

Kabupaten Gowa memiliki karakter iklim tropis lembap yang ditandai oleh suhu tinggi, kelembapan yang konsisten, dan intensitas radiasi matahari yang signifikan sepanjang tahun. Kondisi ini menuntut pendekatan desain bangunan yang mampu merespons iklim secara adaptif untuk menciptakan kenyamanan termal, khususnya pada lingkungan pendidikan berasrama seperti pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan konsep arsitektur bioklimatik dalam perancangan pondok pesantren dengan mengacu pada indikator bioklimatik menurut Ken Yeang (1994) dan Norbert Lechner (2007). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur, analisis iklim mikro tapak, dan interpretasi desain berbasis prinsip bioklimatik. Hasil studi menunjukkan bahwa strategi seperti orientasi bangunan, ventilasi silang, penggunaan shading device, dan integrasi vegetasi, sebagaimana dikemukakan oleh Yeang dan Lechner, berkontribusi signifikan terhadap kenyamanan pasif dan efisiensi energi. Penerapan konsep ini pada rancangan pondok pesantren tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memperkuat fungsi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang menghargai alam. Desain ini diharapkan menjadi prototipe arsitektur pesantren tropis yang adaptif, hemat energi, dan humanis.
Pendekatan Arsitektur Tropis pada Perancangan Pelabuhan Kapal Feri di Maluku Tengah Akit, Afdin; Yusri, Andi; Syarif, Muhammad; Abdullah, Ashari; Alhumairah, Siti Fuadillah; Rohana, Rohana
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.18559

Abstract

Pelabuhan kapal feri memegang peranan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang di wilayah kepulauan, seperti di Maluku Tengah. Namun, desain arsitektural pelabuhan sering kali kurang mempertimbangkan karakteristik iklim tropis, seperti suhu tinggi curah hujan yang tinggi, dan intensitas radiasi matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan arsitektur tropis dalam perancangan Pelabuhan kapal feri di Maluku Tengah.yang responsif terhadap iklim yang meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan termal sekaligus mengurangi ketergantungan pada pendinginan mekanis. Tujuan utamanya adalah untuk mengintegrasikan teknik pendinginan pasif, seperti ventilasi alami, perangkat peneduh, dan penggunaan bahan hemat energi, untuk menciptakan infrastruktur yang berkelanjutan secara lingkungan dan ekonomi.Pendekatan ini difokuskan padaaspek manajemen panas dan radiasi matahari, pengelolaan air dan kelembapan, efesiensi energi dan penerangan alami dan integrasi dengan alam, adaptasi sosial dan budaya, performa termal bangunan. Metode penelitian yang digunakan study literatur, analisis Lokasi dan evaluasi kasus pada perancangan Pelabuhan kapal feri di Maluku Tengah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi desain Pelabuhan yang ramah lingkungan nyaman bagi pengguna dan hemat energi. Dengan demikian penelitian ini berkontribusi pada pengembangan arsitektur yang selaras dengan kebutuhan masyarakat local dan tantangan lingkungan di kawasan tropis khususnya di Maluku Tengah.
Pendekatan Arsitektur Inklusif pada Perancangan Mall Pelayanan Publik di Kabupaten Takalar Yusri, Andi; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia; Syahruddin, Andi Syahriyunita; Syarif, Muhammad; Abduh, Muhammad
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/hq1v5p61

Abstract

ABSTRAKMall Pelayanan Publik (MPP) merupakan inovasi pelayanan terpadu yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan pemerintah kepada masyarakat. Namun, banyak fasilitas MPP yang belum sepenuhnya memperhatikan aspek aksesibilitas bagi seluruh kelompok pengguna, khususnya penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. Penelitian ini bertujuan merancang Mall Pelayanan Publik di Kabupaten Takalar dengan pendekatan arsitektur inklusif guna mewujudkan fasilitas pelayanan publik yang adil, setara, dan mudah diakses oleh semua kalangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode perancangan arsitektur, melalui studi literatur, observasi tapak, analisis kebutuhan ruang, serta studi banding terhadap proyek sejenis di dalam dan luar negeri. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan prinsip universal design mampu meningkatkan kualitas aksesibilitas melalui penyediaan ramp standar, lift, sirkulasi ramah disabilitas, sistem wayfinding berbasis visual dan warna, serta fasilitas pendukung seperti toilet disabilitas, ruang laktasi, dan ruang bermain anak. Selain itu, pemilihan material yang aman dan tidak licin turut meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi prinsip arsitektur inklusif sejak tahap perencanaan sangat penting dalam menciptakan ruang pelayanan publik yang manusiawi, responsif, dan berkelanjutan.Kata Kunci: Arsitektur Inklusif, Pelayanan Publik, Disabilitas, Aksesibilitas, Universal Design.ABSTRACTPublic Service Malls (Mall Pelayanan Publik/MPP) are integrated service facilities aimed at improving the efficiency and quality of public services. However, many existing MPP buildings have not fully considered accessibility for all user groups, particularly people with disabilities, the elderly, pregnant women, and other vulnerable communities. This study aims to design a Public Service Mall in Takalar Regency using an inclusive architectural approach to ensure equal, safe, and convenient access to public services. The research adopts a qualitative descriptive method based on architectural design processes, including literature review, site observation, spatial needs analysis, and comparative studies of similar projects at national and international levels. The design results demonstrate that the application of universal design principles significantly improves accessibility through standard-compliant ramps, elevators, disability-friendly circulation, visual and color-based wayfinding systems, and inclusive supporting facilities such as accessible toilets, lactation rooms, and child-friendly spaces. In addition, the use of safe and non-slip materials enhances user comfort and safety. This study emphasizes that integrating inclusive design principles from the early planning stage is essential for creating public service facilities that are humane, responsive, and sustainable, while also supporting equitable access to government services.Keyworsds: Inclusive Architecture, Publik Service, Disability, Accesibility, Universal Design.
Menerapkan Pendekatan Eco-Tech pada Perancangan Agrowisata di Kabupaten Enrekang Abdullah, Ashari; Amin, Siti Fuadillah Alhumairah; Idrus, Irnawaty; Yusri, Andi; Syarif, Muhammad; hatta, ramadhan
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/3h17ss38

Abstract

ABSTRAKIndonesia, dengan iklim tropisnya, menawarkan beragam potensi wisata dari Sabang sampai Merauke. Kabupaten Enrekang di Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah dengan kekayaan alam yang menonjol, terutama dalam sektor pertanian sayuran. Secara geografis, 84,96% wilayah Kabupaten Enrekang didominasi oleh bukit dan gunung, dengan hanya 15,04% area datar dari total luas 46.717,48 km². Kabupaten ini terdiri dari 12 kecamatan dengan populasi 234,47 ribu jiwa pada tahun 2024, mayoritas berprofesi sebagai petani yang menghasilkan komoditas seperti bawang merah, sayuran, kopi, dan buah-buahan. Melihat potensi tersebut, perancangan Agrowisata menjadi sangat relevan untuk Kabupaten Enrekang, ditunjang oleh iklim yang mendukung, pemandangan pegunungan yang indah, dan mata pencaharian masyarakat. Proyek ini diharapkan menjadi destinasi wisata yang diminati baik oleh masyarakat Sulawesi Selatan maupun pengunjung dari luar daerah, sekaligus mengembangkan potensi daerah. Pendekatan Arsitektur Ekologi dan Teknologi (eco-tech) dipilih sebagai tema perancangan, yang menggabungkan kelestarian lingkungan dengan teknologi canggih dan terbarukan. Dengan pendekatan ini, Agrowisata Kabupaten Enrekang diharapkan memiliki desain yang harmonis dengan alam dan berkelanjutan.Kata Kunci: Agrowisata, Arsitektur Ekologi dan Teknologi, Eco-Tech Architecture, Kawasan Wisata, Pertanian Sayuran ABSTRACTIndonesia, with its tropical climate, offers a wide range of tourism potential stretching from Sabang to Merauke. Enrekang Regency in South Sulawesi is one of the regions with outstanding natural wealth, particularly in the vegetable farming sector. Geographically, 84.96% of Enrekang Regency's area is dominated by hills and mountains, with only 15.04% consisting of flat land out of a total area of 46,717.48 km². The regency comprises 12 districts with a population of 234.47 thousand in 2024, the majority of whom work as farmers producing commodities such as shallots, vegetables, coffee, and fruits. Considering this potential, the development of Agrotourism is highly relevant for Enrekang Regency, supported by a favorable climate, beautiful mountainous landscapes, and the community's agricultural livelihood. This project is expected to become a popular tourist destination for both the people of South Sulawesi and visitors from outside the region, while also enhancing the area's local potential. The design adopts the theme of Ecological and Technological Architecture (eco-tech), combining environmental sustainability with advanced and renewable technology. Through this approach, the Enrekang Regency Agrotourism is envisioned to feature a design that is harmonious with nature and sustainable in the long term.Keyworsds: Agrotourism, Ecological and Technological Architecture, Eco-Tech Architecture, Tourism Area, Vegetable Farming.