Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Penyakit Menular Seksual (PMS) Terutama yang Disebabkan Oleh Seks Bebas Remaja di Dukuh Manggung, Sumberagung Junita, Fina; Ardianto, Lisman Septa; Putri, Anggraeni Widya; Azzahra, Cindy; Husna, Lailatul; Sabilah, Nakkyah Sal; Azizah, Nuriyatul; Wulandari, Sephia; Novitasari, Trilia; Khusna, Zella Nufusul; Purnomosari, Kurnia Rahayu; Ulvia, Rengganis
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 7 No 1 (2025): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v7i1.1436

Abstract

Seksualitas merupakan aspek yang berkaitan dengan reproduksi serta mencakup dimensi fisik, biologis, psikologis, dan sosial. Remaja perlu memiliki kesadaran positif terhadap seksualitas agar dapat membentuk perilaku yang sehat dan menjadi individu yang matang secara jasmani maupun rohani. Kesalahpahaman tentang seksualitas umumnya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, misalnya anggapan bahwa alat kelamin merupakan bagian tubuh yang kotor dan tidak boleh disentuh. Globalisasi dan kebebasan informasi telah memicu perubahan perilaku seksual yang tidak sehat, yang berdampak pada berbagai masalah kesehatan reproduksi, seperti pernikahan dini, kehamilan di usia remaja, kehamilan tidak diinginkan, aborsi, penyakit menular seksual, HIV/AIDS, infertilitas, dan kanker organ reproduksi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja Dukuh Manggung mengenai Penyakit Menular Seksual (PMS). Materi yang disampaikan meliputi pengenalan PMS, khususnya yang berkaitan dengan perilaku seks bebas, agar remaja memahami cara menjaga kesehatan reproduksi, mengenali gejala, serta melakukan tindakan pencegahan. Pemahaman peserta diukur melalui hasil pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 10 soal pilihan ganda. Hasil pretest menunjukkan bahwa 16 peserta (55,17%) memiliki pengetahuan yang baik mengenai PMS, terutama yang disebabkan oleh seks bebas. Setelah pemberian materi oleh pemateri, terjadi peningkatan pengetahuan, yang terlihat dari hasil posttest, di mana sebanyak 18 peserta (62,1%) menunjukkan pemahaman yang baik terhadap PMS.
Cytotoxicity Study of Plantago major L. Extracts on RAW 264.7 Macrophages Ahmad Marzuki; Triana Hertiani; Retno Murwanti; Kurnia Rahayu Purnomo Sari; Almira Rahmayani
Majalah Obat Tradisional Vol 30, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mot.95828

Abstract

The use of medicinal plants in modern medicine is on the rise, particularly in addressing diabetes and its associated complications, such as persistent inflammatory wounds. Plantago major L. (P. major) is known for its rich distribution of bioactive compounds and its efficacy in treating diabetes, wound healing, inflammation, and oxidative stress. Before in vitro drug efficacy testing, it is essential to assess the toxicity of P. major extract. This study aims to evaluate the toxicity of P. major extracts on RAW 264.7 cells cultured in high-glucose DMEM media. This preliminary assessment is crucial for determining safe extract concentrations for subsequent anti-inflammatory activity testing using macrophage cells cultured in a hyperglycemic condition. Extracts were obtained from both leaf and non-leaf parts using maceration and UAE methods, resulting in four extract types: macerated leaf (DM), UAE leaf (DU), macerated non-leaf (NM), and UAE non-leaf (NU). Each extract was prepared in seven concentration series ranging from 7.81 to 500 μg/mL. Toxicity was assessed using the MTT method to determine cell viability after a 4-hour incubation. Significance against the control was analyzed using one-way ANOVA, and the effects of different plant parts, extraction methods, and their interaction were evaluated using two-way ANOVA. Results indicated that concentrations of 7.81-500 μg/mL for all four extracts did not significantly reduce cell viability (p > 0.05) compared to the control, with leaf extracts exhibiting higher viability percentages than non-leaf extracts, especially with the UAE extraction method at a concentration of 250 μg/mL (106.73 ± 4.20%). Variations in plant parts significantly affected (p < 0.05) cell viability percentages, whereas differences in extraction methods and their interaction did not have a significant effect. In conclusion, this study demonstrates that the four extracts at concentrations of 7.81-500 μg/mL are non-toxic to RAW 264.7 cells. Therefore, they are safe to use in anti-inflammatory activity testing.
The Public Awareness and Education on Household Drug Waste Disposal: A Community Movement: Gerakan Masyarakat: Kesadaran Masyarakat dan Edukasi Pengelolaan Limbah Obat dalam Skala Rumah Tangga Nugroho Putra, Eric; Saputri, Anita; Zulkifli, Rahmat; Saraswati, Niken Ayu; Andriani Putri, Friska; Arifah, Mitsalina Fildzah; Sari, Kurnia Rahayu Purnomo
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 7 No 2 (2025): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v7i2.1613

Abstract

Pengelolaan limbah obat tidak terpakai yang tepat dan tidak tepat dapat berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Edukasi pengelolaan limbah obat kepada masyarakat supaya limbah dapat dikelola dengan tepat di lingkungan Dukuh Ngentak, Bantul. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku pengelolaan limbah obat pada masyarakat Padukuhan Ngentak. Metode yang digunakan adalah sosialisasi edukasi secara door to door dan wawancara untuk memberikan informasi serta mengevaluasi pemahaman mereka. Kegiatan ini berlangsung dengan melakukan pemaparan dan praktik terkait materi pengelolaan limbah obat tidak terpakai dan telah mewawancarai sebanyak 22 peserta dengan rentang usia 30-70 tahun. Hasil evaluasi melalui kuesioner menunjukkan bahwa praktik pengelolaan limbah obat rumah tangga yang tidak tepat masih ditemukan pada sebagian responden. Lebih dari 35% masyarakat masih membuang obat tidak terpakai ke tempat sampah atau wastafel, sementara pembuangan obat kedaluwarsa ke wastafel mencapai 50%. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan perilaku belum sepenuhnya terjadi secara optimal. Kategori lain diketahui masyarakat mendapatkan “akses informasi pembuangan obat” sebesar 100% dan “pengetahuan dampak pembuangan obat” sebesar 100% sehingga dapat dikategorikan baik.  Perbedaan antara tingkat pengetahuan yang tinggi dan praktik pembuangan yang belum sepenuhnya sesuai mengindikasikan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku. Oleh karena itu, efektivitas edukasi dalam penelitian ini dibuktikan melalui peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat, sedangkan perubahan perilaku pembuangan obat memerlukan penguatan berkelanjutan melalui pendampingan, pengulangan edukasi, serta penyediaan fasilitas pendukung pengelolaan limbah obat.
Optimization of Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) Parameters of Clitoria ternatea L. Using Response Surface Methodology: Effects on Phytochemical Content and UV-Protective Activity Firdausia, Rizqa Salsabila; Rusydan, Azka Muhammad; Rikhaturhohmah, Rikhaturhohmah; Lastanti, Eka Sepfiya Harya; Azizah, Nayla Nur Alfina; Dhanty, Tyas Eka Rama; Sari, Kurnia Rahayu Purnomo
Journal of Fundamental and Applied Pharmaceutical Science Vol. 6 No. 2 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jfaps.v6i2.30038

Abstract

Solar radiation includes ultraviolet (UV) rays that can induce adverse effects on the skin due to increasing environmental exposure. Sunscreen application is an effective approach to prevent UV-related skin damage, and natural products rich in phenolic and flavonoid compounds have gained attention as alternative photoprotective agents. This study aimed to determine the optimal UAE conditions for Clitoria ternatea flower to achieve maximum secondary metabolite content and UV-protective activity, evaluated through total phenolic content (TPC), total flavonoid content (TFC), Sun Protection Factor (SPF), percentage of erythema transmission (%Te), and pigmentation transmission (%Tp). Optimization was performed using Response Surface Methodology (RSM) with a Box–Behnken Design generated by Design-Expert® software version 13, involving three independent variables and 15 experimental runs. Phytochemical screening confirmed that all extract batches contained phenolic and flavonoid compounds. RSM analysis successfully identified the optimal extraction parameters at a solid-to-solvent ratio of 14.51, an ethanol–water solvent ratio of 100:0, and an extraction time of 60 minutes. Under these conditions, the predicted responses were 38.37 mg GAE/g extract for TPC, 44.05 mg QE/g extract for TFC, an SPF value of 17.31, %Te of 1.40%, and %Tp of 2.02%. These findings demonstrate that optimized UAE enhances the recovery of bioactive compounds and improves the UV-protective potential of Clitoria ternatea flower extract, supporting its application as a natural sunscreen agent.