Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Kelompok Tani Ingin Maju Desa Wairterang, Kabupaten Sikka Ramadan, Nur Fitria; Bolly, Yovita Yasintha; Beja, Hendrikus Darwin
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i1.1307

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan serta manfaat kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair bagi kelompok tani di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete selama 3 Minggu di tanggal 23 Oktober 2025 dengan melibatkan Kelompok Tani Ingin Maju sebanyak 16 orang. Bahan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah kotoran ternak (sapi), gula, terasi udang, air kepala murni dan daun kerinyu. Sedangkan alat yang digunakan berupa timbangan, parang, cobek. Kegiatan pemberdayaan ini dilakukan dengan membuat penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair bagi Kelompok Tani Ingin Maju. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa petani tidak hanya memahami konsep pembuatan pupuk organik cair, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara mandiri. Pupuk organik cair yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta memanfaatkan limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas petani dan berpotensi mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Desa Wairterang.
Penyuluhan Pembuatan dan Aplikasi Jakaba sebagai Pupuk Organik Cair pada Kelompok Tani Bonansa Kabupaten Sikka Umbuk, Kelviani; Bolly, Yovita Yasintha; Darwin Beja, Hendrikus
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8323

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dalam sistem budidaya hortikultura menimbulkan berbagai permasalahan,yaitu penurunan kualitas tanah, pertumbuhan tanaman terhambat dan peningkatan biaya produksi. Permasalahan tersebut juga dialami oleh Kelompok Tani Bonansa di Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka  yang masih bergantung tinggi pada pupuk anorganik. Salah satu solusi yang diterapkan dalam Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemanfaatan jamur keberuntung abadi (Jakaba) sebagai pupuk organik cair yang mampu memperbaiki kesuburan dan dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memproduksi dan mengaplikasihkan Jakaba sebagai pupuk organik cair. Metode pengapdian meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan jakaba dan pengaplikasianya  hasil dari kegiatan yang telah dilakukan diperoleh kenaikan pengetahuan dan keterampilan petani sebesar 80% setelah kegiatan dilaksanakan. Penyuluhan ini memberikan alternatif solusi yang ramah lingkungan dan ekonomis bagi petani serta berkontribusi dalam mendorong penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat kelompok tani.
Pembibitan Cabe Rawit Berbasis Media Organik Lokal:Solusi Peningkatan Produksivitas Kelompok Tani Da’an Dadin Waigete Silfandi, Stefanus; Malado, Mario; Bolly, Yovita Yasintha
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8479

Abstract

Kelompok Tani Da'an Dadin di Kecamatan Waigete menghadapi permasalahan rendahnya kualitas bibit cabai rawit akibat terbatasnya pengetahuan tentang pemilihan benih, komposisi media semai, pengelolaan persemaian, dan teknik pindah tanam yang tepat. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan bibit tidak seragam, angka kematian bibit tinggi, dan produktivitas usaha tani yang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 20 orang anggota kelompok tani melalui metode penyuluhan, demonstrasi langsung, dan pendampingan praktik pembibitan menggunakan bahan organik lokal yang tersedia di sekitar Kecamatan Waigete. Pelaksanaan kegiatan pada September 2025 menunjukkan hasil yang signifikan: tingkat kehadiran petani meningkat dari 60% menjadi 100%, pemahaman teknik pembibitan meningkat dari 45% menjadi 80%, keterampilan praktis dari 40% menjadi 80%, dan keberhasilan pindah tanam dari 45% menjadi 85%. Bibit yang dihasilkan memiliki pertumbuhan lebih seragam dan daya adaptasi lebih baik di lahan. Program ini berkontribusi positif terhadap kapasitas petani dan berpotensi mendukung peningkatan produktivitas cabai rawit secara berkelanjutan di wilayah Waigete.
IDENTIFIKASI KUALITAS TANAH SAWAH DI DESA REROJA KECAMATAN MAGEPANDA KABUPATEN SIKKA Bolly, Yovita Yasintha; Selfianus, Selfianus; Mutiara, Charly
AGRICA Vol. 18 No. 2 (2025): December
Publisher : Agriculture Faculty of Flores University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/agr.v18i2.6949

Abstract

Paddy fields with high agricultural activities greatly affect their quality. The purpose of this study was to determine the chemical properties and quality of paddy fields in Reroja Village. This study used an exploratory method. Soil samples were taken from paddy fields with three rice varieties, namely Inpari, Ciherang, and IR. The variables observed were soil pH, CEC, Organic C, Total N, Total P, Total K, and wet saturation. The criteria used in determining the location were paddy fields with an area of ??1 ha and cultivated rice varieties Ciherang, IR, and Inpari. The variables that had been analyzed were then determined for soil chemistry and soil quality criteria based on the Lowery scoring method. The results of the study showed that the pH of the rice field soil in Reroja Village was acidic with a pH value of 4.48 to 4.98, CEC was classified as high with a value range of 40.11 to 40.93, C-organic was classified as low with a value of 0.78 to 1.80, N-total was categorized as low with an inpari value of 0.08 to 0.15, P-available was categorized as medium and low with an inpari value of 30.10, 5.67 to 30.10, K-available was categorized as high with a value of 79.56 to 86.47, base saturation was categorized as high with a value of 87.90 to 88.11. The quality of the rice field soil in Reroja Village was said to be unhealthy, with a value of 1.7 to 2.0.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DI KELOMPOK TANI WIRA WANITA MANDIRI DESA KOLISIA KECAMATAN MAGEPANDA Toka, Oktavianus; Bolly, Yovita Yasintha; Apelabi, Gabriel Otan
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i1.2688

Abstract

The intensive and long-term use of inorganic fertilizers has the potential to degrade soil quality and disrupt the balance of agricultural ecosystems, thereby requiring sustainable alternatives based on local resources. This study aims to enhance the knowledge and skills of members of the Wira Wanita Mandiri Farmer Group in Kolisia Village, Magepanda District, in utilizing rice husk as a raw material for organic fertilizer. The methods employed included counseling, training, and hands-on practice in organic fertilizer production involving 15 farmer group members. The fertilizer production process was carried out through the fermentation of rice husk with the addition of bran and microbial activators (EM4/EMA), encompassing material mixing, moisture regulation, and fermentation for approximately 21 days. The results indicated that participants were able to understand and apply organic fertilizer production techniques and successfully produce fertilizer with physical characteristics such as darker color, fine texture, and crumbly structure. Furthermore, the activity had a positive impact on the utilization of agricultural waste and the enhancement of farmers’ capacity in managing local resources. In conclusion, the utilization of rice husk as organic fertilizer represents an effective strategy to support sustainable agriculture and strengthen farmer self-reliance.ABSTRAKPenggunaan pupuk anorganik secara intensif dalam jangka panjang berpotensi menurunkan kualitas tanah dan mengganggu keseimbangan ekosistem pertanian, sehingga diperlukan alternatif berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Wira Wanita Mandiri Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, dalam pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku pupuk organik. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan praktik langsung pembuatan pupuk organik dengan melibatkan 15 anggota kelompok tani. Proses pembuatan pupuk dilakukan melalui fermentasi sekam padi dengan penambahan dedak dan aktivator mikroorganisme (EM4/EMA), yang meliputi tahapan pencampuran bahan, pengaturan kadar air, dan fermentasi selama ±21 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan menerapkan teknik pembuatan pupuk organik, serta menghasilkan pupuk dengan karakteristik fisik berupa warna lebih gelap, tekstur halus, dan struktur remah. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pemanfaatan limbah pertanian dan peningkatan kapasitas petani dalam pengelolaan sumber daya lokal. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sekam padi sebagai pupuk organik merupakan strategi yang efektif dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian petani.
The Potency of Obtained Clean Water from Rainwater Harvesting in Sikka District Mbarep, Daniel Putra Pardamean; Apelabi, Gabriel Otan; Bolly, Yovita Yasintha; Nurhidayat, Agus
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.2.237-245

Abstract

Sikka District is one of the areas experiencing a clean water crisis because only 5.23 % of people have access to clean water in 2020. Therefore, rainwater management will be carried out to obtain clean water using roof top rainwater harvesting technology. This study aims to calculate the potency of clean water that can be obtained from rainwater harvesting. Comparative descriptive analysis method was used to compare the data of clean water potency that can be obtained from rainwater harvesting with the data of clean water needs from the people in Sikka District in 2020. The results show that the potency of clean water that can be obtained from rainwater harvesting is 3,593961.6 m3/year or 3,593,961,600 liters/year and clean water needs of all the people is 17,626,927 m3/year or 17,626,927,000 liters/year. The people that gets clean water from rainwater harvesting is 20.38 % or as many as 65,615 people from the total population in Sikka District. This shows that the use of rainwater cannot meet the clean water needs of all people in Sikka Distric. There is a need for other sources of clean water that are bigger and can be used to meet the needs of all people.
Penyuluhan dan Pelatihan Pengendalian Penyakit Busuk Daun (Phytophthora) pada Tanaman Tomat bagi Kelompok Tani Watu Manuk di Kecamatan Nita Lado, Hildegundis Albinus; Bolly, Yovita Yasintha; Malado, Mario
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8228

Abstract

Anggota kelompok tani Watu Manuk dihadapkan pada kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengatasi serangan penyakit Phytophthora pada tanaman tomat sehingga dapat memengaruhi produktivitas dan penghasilan ekonomi mereka. Oleh karena itu, penyuluhan dan pelatihan menjadi pendekatan yang efektif untuk membantu petani yang mengalami kendala tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani melalui penyuluhan dan pelatihan pengendalian penyakit Phytophthora pada tanaman tomat di kelompok tani Watu Manuk. Pemahaman dan penerapan teknik pengendalian yang tepat sangat penting untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan pertanian tomat. Metode yang digunakan adalah Demonstrasi Cara (Demcar), yaitu penyuluhan dan pelatihan secara langsung kepada petani di lapangan. Sebanyak 11 anggota kelompok tani Watu Manuk dilibatkan dalam kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang mencakup identifikasi gejala penyakit, cara penularan, serta strategi pengendalian yang tepat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan praktik petani dalam pengendalian penyakit Phytophthora, yang ditunjukkan melalui partisipasi dan kerja sama yang baik antaranggota kelompok tani, serta kemampuan petani dalam menerapkan teknik pengendalian secara mandiri berdasarkan materi yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung. Kesimpulannya, kegiatan penyuluhan dan pelatihan sangat diperlukan oleh petani untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam budidaya tomat yang berkelanjutan, efektif, dan adaptif terhadap serangan penyakit.Kata kunci: penyuluhan, pelatihan, Phytophthora, tomat, pengendalian penyakit.
Respon Pemberian Dosis Pupuk Kandang Kambing terhadap Produksi Bayam Merah (Aternatera Amoena Voss) dan Kandungan C-Organik Tersedia Tanah di Dusun Brai Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka Yovita Yasintha Bolly; Oktaviana Rosario Sere Gili
Agriculture - Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2023): Juni: Journal Agriculture
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to investigate the effect of goat manure fertilizer on the production of red spinach (Alternanthera amoena Voss) and soil organic carbon (C-organic) content in Brai Hamlet, Alok Timur District, Sikka Regency. The research was conducted from November to December 2022 using a randomized complete block design (RCBD) with five fertilizer dose treatments (control, 6 kg, 12 kg, 18 kg, and 24 kg per bed) and four replications. The results showed that the highest fertilizer dose (24 kg/bed) produced the highest yield of red spinach, reaching 3.88 kg per bed, while the control only produced 1.40 kg per bed. The application of goat manure fertilizer significantly affected plant growth and yield but did not show a significant effect on increasing soil C-organic content. Laboratory analysis indicated that the final soil C-organic content was classified as high to very high, but no significant changes were detected statistically. In conclusion, goat manure fertilizer effectively increases the yield of red spinach, but it has not yet significantly improved soil C-organic content within the research period.
PENGARUH DOSIS PUPUK CAIR GREEN TONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L) Yovita Yasintha Bolly; Oktaviana Rosario Sere Gili
Agriculture - Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2023): Juni: Journal Agriculture
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the effect of Green Tonik liquid fertilizer dosage on the growth and yield of mustard plants (Brassica juncea L.). The research was conducted in Watumilok Village, Kangae District, Sikka Regency from September to December 2022. The study used a Randomized Block Design (RBD) consisting of five treatments of Green Tonik liquid fertilizer dosage, namely without fertilizer (G0), 3 cc/liter of water/plant (G1), 4 cc/liter of water/plant (G2), 5 cc/liter of water/plant (G3), and 6 cc/liter of water/plant (G4) with four replications, resulting in 20 experimental units. The variables observed included plant height, number of leaves, and fresh weight of the plants. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and continued with the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% significance level. The results showed that the application of Green Tonik liquid fertilizer had a highly significant effect on plant height, number of leaves, and fresh weight of mustard plants. The best result was obtained at a dosage of 5 cc/liter of water/plant with plant height of 27.93 cm, 9.7 leaves, and fresh weight of 362.50 g. Therefore, it can be concluded that the optimal dosage of Green Tonik liquid fertilizer to improve the growth and yield of mustard plants is 5 cc per liter of water per plant.
ANALISIS EFISIENSI USAHATANI JAMBU METE (Anacardicum occidentale L) DI DESA KRINGA KECAMATAN TALIBURA KABUPATEN SIKKA Fiator Nong; Yovita Yasintha Bolly; Oktaviana Rosario Sere Gili
Agriculture - Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2023): Juni: Journal Agriculture
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was conducted in Kringa Village, Talibura District, Sikka Regency, in December 2022. The purpose of this study was to determine the amount of revenue, costs, and income obtained by farmers in cashew farming, as well as to analyze the level of profit and efficiency of cashew farming in Kringa Village, Talibura District, Sikka Regency. The research location was determined purposively, considering that Kringa Village is one of the villages where cashew plants are cultivated. The results showed that the lowest income obtained by respondent farmers from cashew farming was IDR 4,088,000, while the highest income reached IDR 21,702,000, with an average income of IDR 8,650,690. The efficiency analysis indicated that cashew farming had an R/C Ratio value of 24, meaning that every expenditure of IDR 1 generated a revenue of IDR 24. This result indicates that cashew farming in the study area is highly profitable and economically efficient.