Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pertanian Terpadu Hortukultura Ternak dan Pupuk Organik Di Lahan Kering (Studi Kasus Di PT. Agromar) Keytimu, Hendrika Yunista; Jeksen, Julianus; Bolly, Yovita Yasintha
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i1.1343

Abstract

Penelian ini berfokus pada sistem pertanian terpadu hortikultura ternak dan pupuk organik di PT. Agromar indonesia ,kabupaten sikka. PT. Agromar memiliki lahan kering yang sangat cocok untuk diterapkan  sistem pertanian terpadu. Penerapan sistem  pertanian terpadu yang diterapkan di PT. Agromar adalah solusi pencegahan pencemaran akibat limbah pertanian yang tidak diolah dengan baik. Sistem pertanian terpadu  di PT. Agromar memanfaatkan keterkaitan antara tanaman hortikultura, ternak dan pupuk organik. ketiga komponen ini saling berhubungan erat dan saling mendukung antara satu dan yang lain. Metode peneltian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, diskusi dan studi literatur. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengetahui fungsi dan manfaat dari  Sistem Pertanian terpadu dan model Sistem Pertanian Terpadu hortikutura ternak dan pupuk di PT. Agromar.
PENYULUHAN DAN PERBANYAKAN MUSUH ALAMI SEMUT HITAM ( DOLICHEDERUS THORACICUS ) UNTUK MENGENDALIKAN HAMA HELOPELTIS, SP PADA KAKAO KABUPATEN SIKKA Mita, Vincensia Alvina; Bolly, Yovita Yasintha; Malado, Mario
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v6i2.6901

Abstract

This extension and training activity aimed to improve farmers’ knowledge and skills in propagating the black ant (Dolichoderus thoracicus) as a natural enemy for the biological control of Helopeltis . on cocoa plants. The activity methods included field observation, collection of black ant colonies, construction of artificial nests, maintenance, and monitoring of colony development. Colony propagation was conducted using two types of artificial nests: plastic nests filled with dried cocoa leaves supplemented with sugar solution and shrimp paste, and coconut leaf sheath nests treated with sugar solution and shrimp paste bait. The results showed that black ants play an effective role as biological control agents. The presence of ant colonies around cocoa plants reduced Helopeltis populations through aggressive behavior that repelled and attacked the pests. Prior to propagation, the number and distribution of ant colonies were limited, resulting in suboptimal pest control. After colony propagation and relocation, the number and distribution of ant colonies increased and became more uniform. Plastic nests containing dried cocoa leaves were more rapidly colonized and supported stable colony growth. The use of black ants as biological control agents is environmentally friendly, low-cost, and easy to apply by cocoa farmers, reducing dependence on chemical pesticides.  
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Kelompok Tani Ingin Maju Desa Wairterang, Kabupaten Sikka Ramadan, Nur Fitria; Bolly, Yovita Yasintha; Beja, Hendrikus Darwin
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i1.1307

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan serta manfaat kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair bagi kelompok tani di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete selama 3 Minggu di tanggal 23 Oktober 2025 dengan melibatkan Kelompok Tani Ingin Maju sebanyak 16 orang. Bahan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah kotoran ternak (sapi), gula, terasi udang, air kepala murni dan daun kerinyu. Sedangkan alat yang digunakan berupa timbangan, parang, cobek. Kegiatan pemberdayaan ini dilakukan dengan membuat penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair bagi Kelompok Tani Ingin Maju. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa petani tidak hanya memahami konsep pembuatan pupuk organik cair, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara mandiri. Pupuk organik cair yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta memanfaatkan limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas petani dan berpotensi mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Desa Wairterang.
Penyuluhan Pembuatan dan Aplikasi Jakaba sebagai Pupuk Organik Cair pada Kelompok Tani Bonansa Kabupaten Sikka Umbuk, Kelviani; Bolly, Yovita Yasintha; Darwin Beja, Hendrikus
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8323

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dalam sistem budidaya hortikultura menimbulkan berbagai permasalahan,yaitu penurunan kualitas tanah, pertumbuhan tanaman terhambat dan peningkatan biaya produksi. Permasalahan tersebut juga dialami oleh Kelompok Tani Bonansa di Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka  yang masih bergantung tinggi pada pupuk anorganik. Salah satu solusi yang diterapkan dalam Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemanfaatan jamur keberuntung abadi (Jakaba) sebagai pupuk organik cair yang mampu memperbaiki kesuburan dan dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memproduksi dan mengaplikasihkan Jakaba sebagai pupuk organik cair. Metode pengapdian meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan jakaba dan pengaplikasianya  hasil dari kegiatan yang telah dilakukan diperoleh kenaikan pengetahuan dan keterampilan petani sebesar 80% setelah kegiatan dilaksanakan. Penyuluhan ini memberikan alternatif solusi yang ramah lingkungan dan ekonomis bagi petani serta berkontribusi dalam mendorong penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat kelompok tani.
Pembibitan Cabe Rawit Berbasis Media Organik Lokal:Solusi Peningkatan Produksivitas Kelompok Tani Da’an Dadin Waigete Silfandi, Stefanus; Malado, Mario; Bolly, Yovita Yasintha
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8479

Abstract

Kelompok Tani Da'an Dadin di Kecamatan Waigete menghadapi permasalahan rendahnya kualitas bibit cabai rawit akibat terbatasnya pengetahuan tentang pemilihan benih, komposisi media semai, pengelolaan persemaian, dan teknik pindah tanam yang tepat. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan bibit tidak seragam, angka kematian bibit tinggi, dan produktivitas usaha tani yang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 20 orang anggota kelompok tani melalui metode penyuluhan, demonstrasi langsung, dan pendampingan praktik pembibitan menggunakan bahan organik lokal yang tersedia di sekitar Kecamatan Waigete. Pelaksanaan kegiatan pada September 2025 menunjukkan hasil yang signifikan: tingkat kehadiran petani meningkat dari 60% menjadi 100%, pemahaman teknik pembibitan meningkat dari 45% menjadi 80%, keterampilan praktis dari 40% menjadi 80%, dan keberhasilan pindah tanam dari 45% menjadi 85%. Bibit yang dihasilkan memiliki pertumbuhan lebih seragam dan daya adaptasi lebih baik di lahan. Program ini berkontribusi positif terhadap kapasitas petani dan berpotensi mendukung peningkatan produktivitas cabai rawit secara berkelanjutan di wilayah Waigete.
IDENTIFIKASI KUALITAS TANAH SAWAH DI DESA REROJA KECAMATAN MAGEPANDA KABUPATEN SIKKA Bolly, Yovita Yasintha; Selfianus, Selfianus; Mutiara, Charly
AGRICA Vol. 18 No. 2 (2025): December
Publisher : Agriculture Faculty of Flores University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/agr.v18i2.6949

Abstract

Paddy fields with high agricultural activities greatly affect their quality. The purpose of this study was to determine the chemical properties and quality of paddy fields in Reroja Village. This study used an exploratory method. Soil samples were taken from paddy fields with three rice varieties, namely Inpari, Ciherang, and IR. The variables observed were soil pH, CEC, Organic C, Total N, Total P, Total K, and wet saturation. The criteria used in determining the location were paddy fields with an area of ??1 ha and cultivated rice varieties Ciherang, IR, and Inpari. The variables that had been analyzed were then determined for soil chemistry and soil quality criteria based on the Lowery scoring method. The results of the study showed that the pH of the rice field soil in Reroja Village was acidic with a pH value of 4.48 to 4.98, CEC was classified as high with a value range of 40.11 to 40.93, C-organic was classified as low with a value of 0.78 to 1.80, N-total was categorized as low with an inpari value of 0.08 to 0.15, P-available was categorized as medium and low with an inpari value of 30.10, 5.67 to 30.10, K-available was categorized as high with a value of 79.56 to 86.47, base saturation was categorized as high with a value of 87.90 to 88.11. The quality of the rice field soil in Reroja Village was said to be unhealthy, with a value of 1.7 to 2.0.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DI KELOMPOK TANI WIRA WANITA MANDIRI DESA KOLISIA KECAMATAN MAGEPANDA Toka, Oktavianus; Bolly, Yovita Yasintha; Apelabi, Gabriel Otan
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i1.2688

Abstract

The intensive and long-term use of inorganic fertilizers has the potential to degrade soil quality and disrupt the balance of agricultural ecosystems, thereby requiring sustainable alternatives based on local resources. This study aims to enhance the knowledge and skills of members of the Wira Wanita Mandiri Farmer Group in Kolisia Village, Magepanda District, in utilizing rice husk as a raw material for organic fertilizer. The methods employed included counseling, training, and hands-on practice in organic fertilizer production involving 15 farmer group members. The fertilizer production process was carried out through the fermentation of rice husk with the addition of bran and microbial activators (EM4/EMA), encompassing material mixing, moisture regulation, and fermentation for approximately 21 days. The results indicated that participants were able to understand and apply organic fertilizer production techniques and successfully produce fertilizer with physical characteristics such as darker color, fine texture, and crumbly structure. Furthermore, the activity had a positive impact on the utilization of agricultural waste and the enhancement of farmers’ capacity in managing local resources. In conclusion, the utilization of rice husk as organic fertilizer represents an effective strategy to support sustainable agriculture and strengthen farmer self-reliance.ABSTRAKPenggunaan pupuk anorganik secara intensif dalam jangka panjang berpotensi menurunkan kualitas tanah dan mengganggu keseimbangan ekosistem pertanian, sehingga diperlukan alternatif berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Wira Wanita Mandiri Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, dalam pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku pupuk organik. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan praktik langsung pembuatan pupuk organik dengan melibatkan 15 anggota kelompok tani. Proses pembuatan pupuk dilakukan melalui fermentasi sekam padi dengan penambahan dedak dan aktivator mikroorganisme (EM4/EMA), yang meliputi tahapan pencampuran bahan, pengaturan kadar air, dan fermentasi selama ±21 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan menerapkan teknik pembuatan pupuk organik, serta menghasilkan pupuk dengan karakteristik fisik berupa warna lebih gelap, tekstur halus, dan struktur remah. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pemanfaatan limbah pertanian dan peningkatan kapasitas petani dalam pengelolaan sumber daya lokal. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sekam padi sebagai pupuk organik merupakan strategi yang efektif dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian petani.