Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Edukasi dan Skrining Dini PPOK di Komunitas Perokok Dewasa untuk Menurunkan Risiko Eksaserbasi dan Keterlambatan Diagnosis Wibowo, Adityo; Soemarwoto, Retno Ariza; Ekawati, Diyan; Setiawan, Gigih; Harjanto, Lucky Togihon; Morfi, Chicy Widya
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3752

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyebab kematian ketiga di dunia dan sekitar separuhpenderitanya belum terdiagnosis, meskipun gejala batuk kronik dan sesak sering muncul pada kelompok perokokdewasa. Keterlambatan deteksi dan penanganan menyebabkan progresivitas obstruksi jalan napas, eksaserbasiberulang, penurunan kualitas hidup, serta peningkatan kunjungan gawat darurat dan rawat inap. Kegiatan pengabdianini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat berisiko tinggi mengenai faktor risiko, gejala awal, eksaserbasiPPOK, serta tata laksana dan pencegahan progresivitas, sekaligus melakukan skrining sederhana dengan kuesioner,pemeriksaan fisik, dan spirometri dasarMetode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif menggunakan materi berbasis pedoman GOLD 2025tentang definisi, faktor risiko (khususnya merokok dan pajanan polusi), deteksi dini, serta prinsip pencegahaneksaserbasi (berhenti merokok, vaksinasi, kepatuhan obat inhalasi, dan kontrol infeksi saluran napas). Peserta yangmemiliki gejala respirasi kronik disertai riwayat merokok dilakukan penilaian risiko eksaserbasi, edukasi pengenalantanda bahaya, dan konseling tempat rujukan layanan PPOK, termasuk cara penggunaan inhaler genggam yang benardan target saturasi oksigen 88–92% pada PPOK eksaserbasi.Kegiatan diharapkan menghasilkan peningkatan skor pengetahuan peserta, penemuan kasus suspek PPOKuntuk rujukan lebih lanjut, serta perubahan perilaku awal menuju berhenti merokok dan pemanfaatan layanankesehatan primer untuk kontrol rutin. Program ini dapat menjadi model intervensi komunitas berkelanjutan gunamenekan beban PPOK yang selama ini banyak tidak terdiagnosis dan sering datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisieksaserbasi sedang–berat.
MENJAGA (Healthy Menstruation and Hygiene Practices): Reproductive Hygiene Education Daulay, Suryani; Andrifianie, Femmy; Apriliana, Ety; Morfi, Chicy Widya; Yuningrum, Hest
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v6i2.1807

Abstract

Kebersihan menstruasi merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi remaja perempuan. Kurangnya pengetahuan dan perilaku yang tepat selama menstruasi dapat meningkatkan risiko infeksi saluran reproduksi dan gangguan kesehatan lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswi SMPN 25 Pesawaran tentang manajemen kebersihan menstruasi (MHM) melalui edukasi interaktif. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi, dan simulasi praktik kebersihan menstruasi dengan media leaflet dan alat peraga higiene kit. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terhadap 30 siswi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pre-test berada pada kategori cukup (rentang nilai 5–7), sedangkan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan mayoritas responden mencapai nilai 9–10. Diketahui sebanyak 83% anak mengalami peningkatan pengetahuan terkait pentingnya kebersihan reproduksi. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, ditandai dengan peningkatan partisipasi aktif dalam diskusi dan praktik langsung penggunaan pembalut yang benar. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan perilaku positif dalam menjaga kebersihan reproduksi remaja. Diharapkan kegiatan serupa dapat diterapkan secara berkala di sekolah lain untuk mendukung program kesehatan reproduksi remaja di wilayah kerja Puskesmas Pesawaran
Kidney Weight: The Pre-Clinical Analysis on the Influence of Probiotic Supplementation in Malnutrition Haq, Rais Amaral; Berawi, Khairun Nisa; Morfi, Chicy Widya; Islamy, Nurul
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v16i3.5432

Abstract

A study showed malnutrition, encompassing both obesity and undernutrition, is a serious metabolic condition that leads to health complications, including kidney injury. Probiotics have been proposed as a potential adjuvant therapy to improve compensatory kidney function. However, research on the effects of probiotic intervention on kidney morphological changes across different nutritional statuses remains limited. This exploratory pilot study involved 24 male isogenic Sprague Dawley rats (n=24; 7-8 weeks old), which were divided into six groups (n=4): undernourished (KU), undernourished-probiotics (KU-P), normal (KN), normal-probiotics (KN-P), obese (KO), and obese-probiotics (KO-P). The rats underwent a 10-day dietary period, followed by a 44-day treatment period, and were terminated on day 45. The kidneys were then extracted and weighed using an analytical scale. Kidney weight data were analyzed using a non-parametric Kruskal-Wallis test, followed by post hoc Dwass-Steel-Critchlow-Fligner (DSCF) tests. Findings revealed a significant difference in kidney weight among the groups (p=0.001), with a substantial effect size. Descriptive trends showed that the obese (KO) group had the highest kidney weights, while the undernourished (KU) group had the lowest. The normal-probiotic group (KN-P) showed a trend toward increased kidney weight compared with the undernourished group (KU); however, conservative pairwise comparisons did not reach statistical significance (p>0.05) due to the limited sample size. Nutritional status is the primary factor influencing kidney weight. While probiotics demonstrated a corrective effect on kidney morphology in the normal group, their supplementation efficacy requires further evaluation, particularly in undernourished and obese conditions.