Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PENINGKATAN PEMAHAMAN BUDIDAYA PADI ORGANIK UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI heryadi, dyadi; Rofatin, Betty
Jurnal Abdimas Vol 24, No 1 (2020): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi organik SRI (System Rice of Intensification) dapat memberikan produktivitas dan harga yang lebih tinggi dibanding padi yang non-organik. Namun di wilayah lokasi PpM ITGbM perkembangannya belum memenuhi harapan.  Salah satu penyebabnya adalah belum difahaminya teknis budidaya padi organik yang benar oleh para petaninya. Untuk itu diperlukan pemahaman yang lebih baik tentang teknik budidaya padi organik agar harapan para petani dalam peningkatan produktivitas untuk mendapatkan pendapatan yang lebih besar dari sebelumnya akan menjadi kenyataan. Solusinya diperlukan pembinaan yang berkelanjutan diantaranya melalui peningkatan penyebaran informasi, dan penyuluhan dan hal ini dapat dilakukan dengan kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui program ITGbM LP2MP Universitas Siliwangi. Target luaran kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman teknik budidaya padi organik  yang benar sesuai dengan kriteria/syarat sertidikasi dan publikasi ilmiah yang diterbitkan pada jurnal internal. Metode yang dilaksanakan terdiri dari Penyuluhan dan FGD/Focus on Group Discussion. Dilaksanakan sejak Maret 2017 di Kelompok Tani Jembar II dan Jembar Kahuripan Desa Margahayu Kec. Manonjaya Kab.Tasikmalaya. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, penyuluhan, evaluasi & Pelaporan. Simpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman petani tentang teknik budidaya padi organik sesuai dengan yang dipersyaratkan lembaga sertifikasi. Pada akhirnya setelah petani memahami teknik budidaya padi organik akan dapat meningkatkan produktivitasnya dan diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
PKM Peningkatan Nilai Tambah Produk Lidah Buaya Di Desa Bojongjengkol Kec. Indihiang Kota Tasikmalaya Heryadi, Dyadi; Rofatin, Betty
Jurnal Abdimas Vol 24, No 2 (2020): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengangguran secara umum masih menunjukkan angka tinggi, di Jawa Barat mencapai 1,79 juta orang atau 8,72 persen dari jumlah angkatan kerja, penduduk miskin sebanyak 4,48 juta orang atau 9,57 persen. Salah satu langkah tepat mengurangi angka pengangguran adalah mencetak Wirausahawan baru, seperti yang tengah gencar dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satunya dengan mendorong dan memotivasi MEP (Mitra Ekonomi Produktif) untuk meningkatkan kinerjanya melalui peningkatan nilai tambah produk sehingga menjadi Wirausahawan yang handal dan mandiri. Pemberdayaan kelompok MEP ini memanfaatkan Program Kemitraan Masyarakat yang digagas DRPM Ditjen Penguatan Risbang. Tujuan kegiatan ini terdiri dari Optimalisasi dan diversifikasi Produk Olahan Lidah Buaya, Kemitraan penyediaan bahan baku, dan Pemasaran serta Publikasi. Metode yang dilaksanakan terdiri dari Penyuluhan, FGD/Focus on Group Discussion, Pelatihan dan Pendampingan. Dilaksanakan sejak Februari 2018 di Mitra MEP LIBUA dan Kelompok Tani Jembar II Desa Margahayu Kec. Manonjaya Kab.Tasikmalaya. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi & Pelaporan. Simpulan :  a) Secara umum kegiatan PKM telah terlaksana dengan baik dan berbagai permasalahan yang telah diidentifikasi sebelumnya telah dapat diatasi walaupun belum optimal. Kemitraan diantara kedua mitra terjalin dengan baik dan diharapkan akan berlanjut untuk menciptakan sinergi dan kerjasama yang saling menguntungkan; b) Kegiatan PKM telah dapat meningkatkan daya saing, meningkatkan penerapan IPTEK di masyarakat khususnya pada mitra dan telah dapat meningkatkan perbaikan tata nilai masyarakat.
Komparasi Agribisnis Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) Media Tanam Limbah Sabut Kelapa dan Serbuk Gergaji Heryadi, D Yadi; Sundari, Ristina Siti; Agustini, Rini; Hidayat, Andang
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v5i2.1601

Abstract

The agribusiness of oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) is getting interested due to an increase in demand. It has almost complete nutrients, high protein content that can substitute animal protein for vegetarians. The growth medium for oyster mushrooms commonly uses sawdust. The cocopeat waste medium is an innovation. The research descriptively compares production cost, yield, revenue, income, and feasibility throughout both mediums. Findings that the total cost of sawdust medium was higher 750,000IDR than cocopeat waste. In terms of income, sawdust medium earned 140.72%, while cocopeat waste earned 133.29%. The feasibility of sawdust waste was 2.41 while cocopeat waste was 2.33 as well. Otherwise, the cocopeat waste medium was higher 99.21IDR than sawdust waste in cost/kg yield. Net income using cocopeat waste medium was 2,739,694.50IDR, and cocopeat waste was 2,511,769.50IDR on average. Both cocopeat waste and sawdust waste medium are very feasible to be an agribusiness. The consideration is that the availability surrounds the production site, and cocopeat waste is cheaper than sawdust waste. Agribisnis jamur tiram (Pleurotus ostreatus) semakin diminati oleh karena permintaan terus meningkat. Kandungan gizinya lengkap dengan protein yang tinggi. Bahkan bagi vegetarian menjadi pengganti protein hewani. Media pertumbuhan jamur tiram biasanya menggunakan limbah serbuk gergaji. Media limbah serbuk sabut kelapa merupakan inovasi baru. Penelitian ini ingin mengetahui biaya-biaya hingga kelayakan usaha agribisnis jamur tiram menggunakan media limbah serbuk sabut kelapa dan yang biasa yaitu limbah serbuk gergaji Ternyata, Biaya total setahun menggunakan media limbah serbuk sabut kelapa lebih hemat Rp750.000 dibandingkan dengan media limbah serbuk gergaji. Biaya per kilogramnya sedikit lebih mahal Rp99.21 tetapi hasil panen lebih rendah dari limbah serbuk gergaji. Jamur tiram media limbah serbuk sabut kelapa memberikan keuntungan 133.29% dan media limbah serbuk gergaji 140.72%. Jamur tiram media limbah serbuk gergaji memberikan keuntungan bersih/bulan rata-rata Rp2,739,694.50, sedangkan media limbah serbuk sabut kelapa rata-rata Rp2,511,769.50.Kedua media untuk jamur tiram sangat layak diusahakan dengan R/C ratio 2.33 dan 2.41. Pengusaha bisa mempertimbangkan media limbah serbuk sabut kelapa atau limbah serbuk gergaji tergantung ketersediaan di sekitar lokasi dengan informasi harga limbah sabut kelapa lebih murah daripada limbah serbuk gergaji.
PKM Peningkatan Nilai Tambah Produk Lidah Buaya Di Desa Bojongjengkol Kec. Indihiang Kota Tasikmalaya Heryadi, Dyadi; Rofatin, Betty
Jurnal Abdimas Vol 24, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v24i2.16362

Abstract

Pengangguran secara umum masih menunjukkan angka tinggi, di Jawa Barat mencapai 1,79 juta orang atau 8,72 persen dari jumlah angkatan kerja, penduduk miskin sebanyak 4,48 juta orang atau 9,57 persen. Salah satu langkah tepat mengurangi angka pengangguran adalah mencetak Wirausahawan baru, seperti yang tengah gencar dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satunya dengan mendorong dan memotivasi MEP (Mitra Ekonomi Produktif) untuk meningkatkan kinerjanya melalui peningkatan nilai tambah produk sehingga menjadi Wirausahawan yang handal dan mandiri. Pemberdayaan kelompok MEP ini memanfaatkan Program Kemitraan Masyarakat yang digagas DRPM Ditjen Penguatan Risbang. Tujuan kegiatan ini terdiri dari Optimalisasi dan diversifikasi Produk Olahan Lidah Buaya, Kemitraan penyediaan bahan baku, dan Pemasaran serta Publikasi. Metode yang dilaksanakan terdiri dari Penyuluhan, FGD/Focus on Group Discussion, Pelatihan dan Pendampingan. Dilaksanakan sejak Februari 2018 di Mitra MEP LIBUA dan Kelompok Tani Jembar II Desa Margahayu Kec. Manonjaya Kab.Tasikmalaya. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi Pelaporan. Simpulan :  a) Secara umum kegiatan PKM telah terlaksana dengan baik dan berbagai permasalahan yang telah diidentifikasi sebelumnya telah dapat diatasi walaupun belum optimal. Kemitraan diantara kedua mitra terjalin dengan baik dan diharapkan akan berlanjut untuk menciptakan sinergi dan kerjasama yang saling menguntungkan; b) Kegiatan PKM telah dapat meningkatkan daya saing, meningkatkan penerapan IPTEK di masyarakat khususnya pada mitra dan telah dapat meningkatkan perbaikan tata nilai masyarakat.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PENINGKATAN PEMAHAMAN BUDIDAYA PADI ORGANIK UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI heryadi, dyadi; Rofatin, Betty
Jurnal Abdimas Vol 24, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v24i1.18489

Abstract

Padi organik SRI (System Rice of Intensification) dapat memberikan produktivitas dan harga yang lebih tinggi dibanding padi yang non-organik. Namun di wilayah lokasi PpM ITGbM perkembangannya belum memenuhi harapan.  Salah satu penyebabnya adalah belum difahaminya teknis budidaya padi organik yang benar oleh para petaninya. Untuk itu diperlukan pemahaman yang lebih baik tentang teknik budidaya padi organik agar harapan para petani dalam peningkatan produktivitas untuk mendapatkan pendapatan yang lebih besar dari sebelumnya akan menjadi kenyataan. Solusinya diperlukan pembinaan yang berkelanjutan diantaranya melalui peningkatan penyebaran informasi, dan penyuluhan dan hal ini dapat dilakukan dengan kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui program ITGbM LP2MP Universitas Siliwangi. Target luaran kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman teknik budidaya padi organik  yang benar sesuai dengan kriteria/syarat sertidikasi dan publikasi ilmiah yang diterbitkan pada jurnal internal. Metode yang dilaksanakan terdiri dari Penyuluhan dan FGD/Focus on Group Discussion. Dilaksanakan sejak Maret 2017 di Kelompok Tani Jembar II dan Jembar Kahuripan Desa Margahayu Kec. Manonjaya Kab.Tasikmalaya. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, penyuluhan, evaluasi Pelaporan. Simpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman petani tentang teknik budidaya padi organik sesuai dengan yang dipersyaratkan lembaga sertifikasi. Pada akhirnya setelah petani memahami teknik budidaya padi organik akan dapat meningkatkan produktivitasnya dan diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
HUBUNGAN ANTARA PERAN PENYULUH PERIKANAN DENGAN PARTISIPASI PEMBUDIDAYA PEMBENIHAN IKAN GURAMI (Osphronemus goramy) DI KOTA TASIKMALAYA Kartini, Neni; Heryadi, D Yadi; Nuraini, Candra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i3.10759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat peran penyuluh perikanan, tingkat partisipasi pembudidaya serta menganalisis hubungan peran penyuluh perikanan dengan partisipasi pembudidaya dalam pembenihan ikan gurami. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive di Kota Tasikmalaya pada tahun 2022 Penentuan sampel dari masing-masing kecamatan digunakan metode proportional random sampling untuk mengumpulkan 63 pembenih ikan gurami dari jumlah populasi 167 pembenih.. Data dianalisis dengan menggunakan uji Koefisien Konkordans Kendall-W dan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh perikanan dalam pembenihan ikan gurami sebesar 81,80 persen termasuk kategori tinggi. Partisipasi pembudidaya dalam pembenihan ikan gurami sebesar 73,59 persen termasuk kategori sedang, dan secara bersama-sama (simultan) terdapat hubungan antara peran penyuluh perikanan dengan partisipasi pembudidaya pembenihan ikan gurami.
PENERAPAN ETIKA BISNIS DAN BAURAN PEMASARAN PADA UMKM SARI RASA BAKERY DI DESA MANGKUBUMI KECAMATAN SADANANYA KABUPATEN CIAMIS Rozak, Elmira Syahdanabila; Heryadi, D Yadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i2.12762

Abstract

Sebuah perusahaan dapat dijamin keberlangsungan usahanya dalam jangka panjang jika para stakeholder konsisten menerapkan etika bisnis. Keberlangsungan usaha juga dapat dipengaruhi oleh penerapan strategi pemasaran salah satunya dengan bauran pemasaran. Salah satu UMKM yang menerapkan etika bisnis dan bauran pemasaran adalah Sari Rasa Bakery. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui dan mengidentifikasi penerapan etika bisnis pada usaha Sari Rasa Bakery di Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis; 2) Mengetahui dan mengidentifikasi bauran pemasaran pada usaha Sari Rasa Bakery di Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Metode penelitian ini adalah studi kasus. Sampel diambil secara purposive atau sengaja dengan pertimbangan bahwa Sari Rasa Bakery aktif melakukan produksi dan memiliki banyak karyawan. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi dan wawancara. Data yang terkumpul mengenai penerapan etika bisnis dan bauran pemasaran kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sari Rasa Bakery telah menerapkan etika bisnis terhadap stakeholder dan menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis, meskipun masih terjadi tindak pencurian yang melanggar prinsip kejujuran. Sari Rasa Bakery juga menerapkan strategi bauran pemasaran, meskipun pada aspek promosi belum dimaksimalkan.
MODEL PENGEMBANGAN PROGRAM WIRAUSAHA BARU BERKELANJUTAN SEKTOR PERTANIAN DI KOTA TASIKMALAYA Muflihah, Ulfah; Heryadi, D Yadi; Widi, Riantin Hikmah
Adbispreneur Vol 8, No 3 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i3.47912

Abstract

The New Entrepreneurship Program (WUB) will be implemented over a period of five years (2018-2022) at the Tasikmalaya City regional apparatus covering various fields including the agricultural sector. The success of the WUB program can determine the sustainability of the program. The purpose of this research is: (1) to determine the success of the new agricultural sector entrepreneur program in Tasikmalaya City, (2) to analyze the factors that influence the success and sustainability of the agricultural sector new entrepreneur program in Tasikmalaya City, and (3) formulate a development model for sustainable new entrepreneur program agriculture sector in Tasikmalaya City. This research method uses a survey method. The method used to analyze the success rate of the WUB program in the agricultural sector is the average score on the dimensions of program success, factor analysis of measurement models, and structural models using the SEM Warp-PLS model. This shows the success rate of the agricultural sector WUB program in Tasikmalaya City as a whole the dimensions are 82.48% including the successful category. The characteristics of the actors and supporting institutions influenced the success and sustainability of the WUB program. The success of the WUB program is a mediating variable for the influence of supporting institutions on the sustainability of the WUB program. The model for developing a sustainable new entrepreneurial program for the agricultural sector in Tasikmalaya City can be realized in a synergistic penta helix model. Program Wirausaha Baru (WUB) dilaksanakan dalam kurun lima tahun (2018-2022) pada perangkat daerah Kota Tasikmalaya meliputi berbagai bidang termasuk sektor pertanian. Keberhasilan program WUB dapat menentukan keberlanjutan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keberhasilan program wirausaha baru sektor pertanian di Kota Tasikmalaya, (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan keberlanjutan program wirausaha baru sektor pertanian di Kota Tasikmalaya, dan (3) merumuskan model pengembangan program wirausaha baru berkelanjutan sektor pertanian di Kota Tasikmalaya. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan program WUB sektor pertanian dengan metode rata-rata skor pada dimensi keberhasilan program, analisis faktor model pengukuran dan model struktural menggunakan permodelan SEM Warp-PLS. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan program WUB sektor pertanian di Kota Tasikmalaya secara keseluruhan dimensi sebesar 82,48% termasuk kategori berhasil. Karakteristik pelaku dan kelembagaan pendukung berpengaruh terhadap keberhasilan dan keberlanjutan program WUB. Keberhasilan program WUB merupakan variabel mediasi pengaruh kelembagaan pendukung terhadap keberlanjutan program WUB. Model pengembangan program wirausaha baru berkelanjutan sektor pertanian di Kota Tasikmalaya dapat diwujudkan dalam model penta helix secara sinergis.
Analisis Nilai Tambah Agroindustri Keripik Pisang Muzkiyah, Ma’la Dzurroh; Jakiyah, Ulpah; Heryadi, D Yadi
Jurnal Ilmu Pertanian dan Perkebunan Vol 5 No 1 (2023): Januari : Jurnal Ilmu Pertanian dan Perkebunan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jipp.v5i1.585

Abstract

Pisang (Musa paradisica L.) termasuk salah satu komoditas tanaman hortikultura yang memiliki kandungan nutrisi, mineral, karbohidrat dan kandungan serat yang tinggi. Buah Pisang termasuk komoditas tanaman pangan yang diolah menjadi berbagai macam olahan makanan ringan. Salah satunya yaitu keripik pisang yang saat ini diolah oleh UMKM Azka. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk (1) menganalisis nilai tambah dari pengolahan keripik pisang dan (2) mengetahui besar keuntungan dari pengolahan buah pisang menjadi keripik pisang di Perusahaan UMKM Azka. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu studi kasus dengan pemilihan lokasi secara sengaja (Purposive) yang berada di Desa Tunggilis Kecamatan kalipucang Kabupaten Pangandaran. Jenis data menggunakan data primer dan data sekunder, serta alat analisis data yang digunakan yaitu analisis nilai tambah dengan perhitungan Metode Hayami. Hasil analisis menunjukan bahwa besarnya nilai tambah keripik Pisang yaitu sebesar Rp 6.588,-/ Kg dan keuntungan dari pengolahan buah pisang yaitu sebesar Rp 3.045,-/Kg.
Application of Appropriate Technology for Automatic Hatching Machines in the Kelompok Ternak Bebek Mukti in Rajamandala Village Sumaryana, Yusuf; Kusmayadi, Andri; Sundari, Ristina Siti; Heryadi, D Yadi; Nurcahya, Intan
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2024): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i4.747

Abstract

Automatic incubator is an incubator device designed to hatch eggs artificially with automatically controlled temperature, humidity, and egg turning settings, in the hope of increasing the success rate of hatching, saving time and energy, and enabling hatching on a larger scale. The purpose of this community service is to apply appropriate technology for automatic egg hatching to improve the knowledge, skills, accessibility, and income of farmers in Rajamandala Village. This program is a Kosabangsa scheme through a collaboration between Universitas Perjuangan Tasikmalaya and Universitas Siliwangi. This activity starts in September 2024 to December 2024 in Rajamandala Village, Rajapolah District, Tasikmalaya Regency. Kosabangsa activities consist of various activities, namely socialization / counseling regarding automatic incubators, training on their application which can be controlled using Android, and assistance in the application of automatic incubator technology to partners until their marketing activities. The target partner for this activity is Kelompok Ternak Bebek Mukti with a total of 20 group members as participants in the activity. The results of this community service activity show that the application of automatic incubator technology in Kelompok Ternak Bebek Mukti is able to increase the percentage of hatching power and reduce the hatching time compared to the application of manual incubator technology that is commonly used. The output of this activity is able to increase the knowledge, skills, accessibility, and income of Kelompok Ternak Bebek Mukti partners in the egg hatching process