Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Alat ukur pemeliharaan hubungan perkawinan untuk orang Indonesia: Pengujian properti psikometri Santosa, Rizky Putra; Kusumawardhani, Dity Ayu
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v9i1.2928

Abstract

AbstractRelationship maintenance is intended to maintain the desired relationship characteristics. It is necessary to have specificity in measuring the maintenance of the marital relationship that can be used in Indonesian culture and language because there are no studies focusing on this theme. This study aims to develop a measure of behavior to maintain marital relations based on seven dimensions of positivity, assurances, self-disclosure, relationship talks, understanding, tasks, and network. This research is a quantitative descriptive study because it aims to determine the psychometric characteristics of measuring instruments. A total of 199 subjects are heterosexual couples who are married. The preparation of this scale is carried out through the steps of concept construction, item preparation, item review as well as validity and reliability testing. Validity tests include Aiken's content validity, construct validity with confirmatory factor analysis, and criterion validity that is correlated with marital satisfaction. This research produced 34 items of marital maintenance relationship behavior scale with adequate psychometric properties in each dimension. This scale can be used to answer questions related to relationship maintenance. Future scale development is discussed in this paper.Keywords: Marriage Couples; Measurement; Relationship Maintenance AbstrakPemeliharaan hubungan ditujukan untuk mempertahankan karakteristik hubungan yang diinginkan. Penting untuk adanya kekhususan dalam mengukur pemeliharaan hubungan perkawinan yang dapat digunakan dalam budaya dan bahasa Indonesia karena penggunaan skala pemeliharaan hubungan tidak banyak dilakukan dan bahkan belum ada penelitian yang berfokus pada perilaku memelihara hubungan perkawinan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun alat ukur perilaku memelihara hubungan pernikahan berdasarkan tujuh dimensi yaitu kepositifan, jaminan, pengungkapan diri, pembicaraan hubungan, pemahaman, pembagian tugas dan berbagi jaringan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, karena bertujuan untuk mengetahui karakteristik psikometrik alat ukur. Sebanyak 199 partisipan merupakan pasangan heteroseksual yang telah menikah. Penyusunan skala ini dilakukan melalui tahap konstruksi konsep, penulisan butir, pengkajian butir serta uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas diantaranya validitas isi aiken, validitas berdasarkan konstruk menggunakan analisis faktor konfirmatori dan validitas berdasarkan kriteria yang dikorelasikan dengan kepuasan perkawinan. Penelitian ini menghasilkan 34 butir skala perilaku memelihara hubungan perkawinan dengan properti psikometris yang memadai disetiap dimensi keperilakuan. Skala ini dapat digunakan guna menjawab pertanyaan terkait pemeliharaan hubungan. Pengembangan skala lebih lanjut dibahas dalam tulisan ini.Kata kunci: Pengukuran; Pemeliharaan Hubungan; Pasangan Perkawinan 
HUBUNGAN ANTARA SELF CONTROL DENGAN FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA GENERASI Z PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK MUFARIDA, DINDA AZIZIYAH AL; SANTOSA, RIZKY PUTRA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.3077

Abstract

The rise of TikTok in Indonesia can have several negative impacts on Generation Z, for example, a strong desire to continue following activities carried out by other users on TikTok social media. This causes fear, worry and anxiety when we miss out on various information and trends on TikTok, which is called the fear of missing out. The aim of this research is to determine the relationship between self-control and fear of missing out in Generation Z users of TikTok social media. The method in this research uses quantitative methods. The population is unknown with criteria, namely all TikTok social media users aged 12-24 years, therefore this research uses G*Power 3.1.9.7. to determine the number of samples to be used. The sample used in this research was 160 respondents. The results of the Pearson product moment correlation analysis show that the correlation value = -0.433 and p is 0.000. This shows that there is a negative relationship between self-control and fear of missing out. This means that the higher the self-control, the lower the fear of missing out. Likewise, the lower the self-control, the lower the fear of missing out. ABSTRAKMaraknya TikTok di Indonesia dapat menimbulkan beberapa dampak negatif bagi generasi z misal, adanya keinginan kuat untuk terus mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh pengguna lain di media sosial TikTok. Hal ini menimbulkan ketakutan, kekhawatiran, dan kecemasan ketika tertinggal berbagai informasi dan trend yang ada di TikTok yang disebut dengan fear of missing out. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self control dengan fear of missing out pada generasi z pengguna media sosial TikTok. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi tidak diketahui dengan kriteria yaitu seluruh pengguna media sosial TikTok yang berusia 12-24 tahun, maka dari itu penelitian ini menggunakan G*Power 3.1.9.7. untuk mengetahui jumlah sampel yang akan digunakan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 160 responden. Hasil dari analisis korelasi product moment pearson diperoleh bahwa nilai korelasi = -0,433 dan p sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang negatif antara self control dengan fear of missing out. Artinya bahwa semakin tinggi self control semakin rendah fear of missing out. Begitupun sebaliknya semakin rendah self control maka semakin rendah pula fear of missing out.
Analisis Peran Anonimitas Terhadap Manifestasi Agresi Pada Pengguna Media Sosial Twitter Anggoro, Malvin Olaf; Santosa, Rizky Putra
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 5 No 2 (2024): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/psikowipa.v5i2.147

Abstract

Penelitian ini meneliti peran anonimitas dalam mempengaruhi agresi di antara pengguna Twitter. Dengan meningkatnya perilaku agresif di dunia maya, penting untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi. Anonimitas sering dianggap menurunkan hambatan pengguna, yang mendorong ekspresi agresi lebih sering dan intens. Menggunakan pendekatan fenomenologi dengan analisis kualitatif dan wawancara, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana anonimitas memengaruhi perilaku pengguna secara mendalam. Ini merupakan pendekatan baru dalam studi perilaku online, khususnya di Twitter, yang belum banyak diteliti. Hasil menunjukkan bahwa pengguna anonim lebih cenderung bersikap agresif, menyoroti pentingnya platform mempertimbangkan dampak anonimitas dalam kebijakan mereka. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang pengaruh anonimitas terhadap perilaku agresif di Twitter, serta menawarkan dasar untuk strategi mitigasi di berbagai platform media sosial.
Mental Health of Pre-Service Training Teacher in Indonesia: Analysis between Psychological Well-Being and Emotional Regulation with Demographic Factors Fatmawati, Hana; Purnomo, Reza Asep Adi; Rachman, Nabila; Nurwidawati, Desi; Santosa, Rizky Putra; Halida, Arfin Nurma; Henlianto, Michelle Octaviani
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v15n03.p303-312

Abstract

Background: The mental health of pre-service teachers is essential as they manage the demands of early teaching and build professional skills. Many face challenges in psychological well-being and emotional regulation, impacting their classroom effectiveness and resilience. Objective: This study examines psychological well-being and emotional regulation among Indonesian pre-service teachers and the influence of demographic factors. Method: A quantitative correlational design was used, with data gathered from 583 pre-service teachers in Indonesian. Psychological well-being and emotional regulation were measured using validated scales, and ANOVA was employed to assess differences across demographic factors. Results: Results show that many pre-service teachers have low to medium levels of psychological well-being, with significant variation in emotional regulation abilities. Demographic factors—gender, age, employment status, and teaching placement—did not significantly affect these aspects. Conclusion: The findings indicate that PWB and ER are not significantly affected by demographic factors like age, gender, employment status, or teaching placement. This suggests that challenges in these areas are widely experienced across different demographic groups, emphasizing the universal.
Hubungan Antara Self Efficacy Dengan Keterikatan Kerja Pada Pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten X Magdalena, Ayuni Arum; Santosa, Rizky Putra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 3.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan keterikatan kerja pada pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten X. Penelitian ini melakukan penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Subjek penelitian adalah pegawai ASN yang berstatus PNS dan PPPK di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten X yang berjumlah 72 pegawai. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala self efficacy dan keterikatan kerja. Pada penelitian ini menggunakan korelasi product moment untuk analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,612 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara self efficacy dengan keterikatan kerja. Semakin tinggi self efficacy pegawai, maka semakin tinggi juga tingkat keterikatan kerja yang dimiliki oleh pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten X.
Hubungan antara Work-Family Conflict dengan Stres Kerja pada Pekerja Perempuan di PT. X Putri, Jessica Amellya; Santosa, Rizky Putra
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-family conflict (WFC) dengan stres kerja pada pekerja perempuan di PT.X. Peran ganda sebagai pekerja dan pengurus rumah tangga berpotensi menimbulkan konflik peran yang memicu stres kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 134 pekerja perempuan divisi produksi yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Work-Family Conflict Scale (WFCS) dan Work Stress Scale, dengan data dikumpulkan secara daring melalui Google Form. Hasil uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan software JASP menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara work-family conflict dan stres kerja (r = 0,790; p < 0,001), yang berarti semakin tinggi work-family conflict, semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang dialami pekerja perempuan divisi produksi di PT. X.
Pengaruh Persepsi Beban Kerja terhadap Persepsi Produktivitas Kerja pada Karyawan di PT. X Azzarah, Vindy; Santosa, Rizky Putra
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2382

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan produktivitas kerja karyawan di PT. X meskipun jumlah proyek meningkat, yang diduga berkaitan dengan ketidakseimbangan beban kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi beban kerja terhadap persepsi produktivitas kerja karyawan di PT. X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian dilakukan di Head Office PT. X. Subjek penelitian berjumlah 80 karyawan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dengan instrumen yang disusun berdasarkan dimensi beban kerja dan produktivitas kerja, serta dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh negatif dan signifikan antara persepsi beban kerja terhadap persepsi produktivitas kerja (β = 0,47, p < 0,001), dengan kontribusi sebesar 21,6% terhadap variabel persepsi produktivitas kerja. Penelitian selanjutnya disarankan mempertimbangkan variabel lain yang dapat memengaruhi produktivitas kerja, seperti stres kerja, motivasi, atau kepuasan kerja.
Pengaruh Self-Compassion terhadap Suicidal Ideation pada Dewasa Awal yang Mengalami Perceraian Orang Tua Sari, Mayang Ayu Angelita; Santosa, Rizky Putra
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p314-322

Abstract

Perceraian orang tua merupakan pengalaman traumatis yang dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang, termasuk meningkatnya risiko suicidal ideation pada individu dewasa awal. Pada tahap perkembangan yang krusial ini, individu dihadapkan pada tantangan membangun identitas diri dan hubungan emosional yang stabil. Salah satu faktor protektif yang berpotensi menurunkan risiko tersebut adalah self-compassion, yaitu sikap welas asih terhadap diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-compassion terhadap suicidal ideation pada dewasa awal yang mengalami perceraian orang tua. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Partisipan berjumlah 79 orang dengan menggunakan accidental sampling dan memenuhi kriteria usia 18–25 tahun serta memiliki pengalaman perceraian orang tua. Instrumen yang digunakan adalah Self-Compassion Scale (SCS) dan Adult Suicidal Ideation Questionnaire (ASIQ). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa self-compassion memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap suicidal ideation (r = -0.78, p < 0.001), dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0.60. Artinya, self-compassion mampu menjelaskan 60% variasi suicidal ideation pada partisipan. Simpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi self-compassion, maka semakin rendah kecenderungan suicidal ideation. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan program intervensi psikologis berbasis self-compassion untuk mendukung kesehatan mental dewasa awal dari keluarga bercerai. Abstract Parental divorce is a traumatic experience that can have long-term psychological impacts, including increasing the risk of suicidal ideation in young adults. At this crucial stage of development, individuals are faced with the challenge of building self-identity and stable emotional relationships. One of the protective factors that has the potential to reduce this risk is self-compassion, which is an attitude of compassion towards oneself. This study aims to determine the effect of self-compassion on suicidal ideation in young adults who experience parental divorce. The approach used is quantitative with a cross-sectional design. Participants numbered 79 people who were selected using Accidental Sampling and met the criteria of age 18–25 years and had experience of parental divorce. The instruments used were the Self-Compassion Scale (SCS) and the Adult Suicide Ideation Questionnaire (ASIQ). The results of the regression analysis showed that self-compassion had a significant negative effect on suicidal ideation (r = -0.78, p <0.001), with a coefficient of determination (R²) of 0.60. This means that self-compassion is able to explain 60% of the variation in suicidal ideation in participants. The conclusion of this study is that the higher the self-compassion, the lower the tendency of suicidal ideation. This finding emphasizes the importance of developing self-compassion-based psychological intervention programs to support the mental health of early adults from divorced families.
Rasa Bersalah Pada Mantan Pecandu Narkoba di Rumah Rehabilitasi Plato Foundation Surabaya Yudiyanti, Putri Eka; Santosa, Rizky Putra
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61541

Abstract

Pecandu narkoba yang kecanduan mengkonsumsi narkoba dapat pulih dengan mengikuti program rehabilitasi. Ketika rehabilitasi akan membuat pecandu narkoba dapat merenungkan diri dari tidak bisanya menerima keadaan yang akan mengakibatkan munculnya rasa takut, malu, dan rasa bersalah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengalaman rasa bersalah pada mantan pecandu narkoba di rumah rehabilitasi Plato Foundation Surabaya dengan metodologi kualitatif pendekatan fenomenologi. Teknik analisis data menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA) dengan uji keabsahan data menggunakan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mantan pecandu narkoba mengalami rasa bersalah yang mendalam selama proses rehabilitasi. Rasa bersalah tersebut muncul akibat kesadaran akan perilaku di masa lalu yang telah merugikan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Rasa bersalah ini kemudian menimbulkan berbagai emosi negatif seperti malu dan rendah diri. Melalui dukungan konseling dan terapi kelompok ketika rehabilitasi para mantan pecandu narkoba dapat mengelola rasa bersalah secara bertahap dan membangun kepercayaan diri untuk kembali ke masyarakat.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif dengan Tema Pendidikan Seksual pada Guru Yayasan Nurul Huda Poncokusumo Indrawati, Delia; Oktaviana, Mimbar; Santosa, Rizky Putra; Nurlaily, Vivi Astuti; Kamaruddin, Devina Rahmadiani
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.1673

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyampaikan pendidikan seksual di sekolah Islam melalui pembuatan media pembelajaran inovatif menggunakan Canva. Pelatihan diikuti oleh 10 guru dari Yayasan Nurul Huda Poncokusumo dan terdiri dari sesi ceramah, demonstrasi, serta praktik langsung. Materi pelatihan mencakup pemahaman pentingnya pendidikan seksual dalam konteks agama, serta cara menggunakan Canva sebagai alat desain media pembelajaran yang interaktif dan menarik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam merancang materi ajar, yang mencakup infografis dan presentasi, serta peningkatan pemahaman tentang konsep pendidikan seksual yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Para guru melaporkan bahwa media yang mereka buat dengan Canva tidak hanya membantu siswa memahami topik pendidikan seksual, tetapi juga meningkatkan keterlibatan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan guru dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam pengajaran, sehingga pendidikan seksual di sekolah Islam dapat disampaikan dengan lebih efektif dan sesuai dengan ajaran agama. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan pendidikan yang lebih baik di lingkungan pendidikan Islam.