This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebijakan Publik Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Jurnal Ilmu Administrasi Publik (JIAP) Journal of Humanities and Social Studies Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram Jurnal Justitia : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Syntax Idea Jurnal Pemerintahan dan Politik Spirit Publik : Jurnal Administrasi Publik Jurnal Sosial Humaniora Sigli Responsive: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora dan Kebijakan Publik RESLAJ: RELIGION EDUCATION SOCIAL LAA ROIBA JOURNAL Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Nusantara Science and Technology Proceedings Indonesian Journal of Sociology, Education and Development (IJSED) ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan BISNIS & BIROKRASI: Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Abimanyu: Journal of Community Engagement Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia (JPPMI) PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Petanda : Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Innovative: Journal Of Social Science Research NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan JANE (Jurnal Administrasi Negara) Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya VISA: Journal of Vision and Ideas Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced
Claim Missing Document
Check
Articles

Permberdayaan Masyarakat Melalui Program Puspaga Balai RW Di Kelurahan Gayungan Kota Surabaya Sa'idah, Makrufatus; Wahyudi, Kalvin Edo
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 22, No 3 (2023)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/pd.v22i3.7517

Abstract

Berbagai macam permasalahan nasional keluarga di Indonesia menjadi unsur yang sangat penting agar ditangani secara lebih serius oleh Pemerintah, sejalan dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakatnya Indonesia. Terlebih lagi di Kota Surabaya yang meraih penghargaan kota layak anak, hal itu yang menjadikan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya untuk menjalankan program pemberdayaan secara terintegritas ke seluruh lapisan masyarakat, seperti pelaksanaan program Puspaga Balai RW. Program tersebut dilaksanakan ke seluruh wilayah Kota Surabaya, salah satunya terdapat di Kelurahan Gayungan. Prinsip yang dilakukan sebagai tolak ukur keberhasilan program pemberdayaan masyarakat ada empat yakni prinsip kesetaraan, prinsip partisipasi, prinsip keswadayaan atau kemandirian, dan prinsip berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan atau menjabarkan terkait pemberdayaan yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya untuk meningkatkan kualitas hidup warganya melalui program Puspaga Balai RW. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pemberdayaan ini dilihat dari antusiasme warga Kelurahan Gayungan untuk ikut serta dalam kegiatan atau yang dilaksanakan, tidak ada perbedaan gender untuk warga yang membutuhkan bantuan dari program tersebut, kemandirian warga dalam mengakses layanan SIAP PPAK, serta mengembangkan program Puspaga Goes To School yang telah dijalankan sebelumnya agar terus berlanjut untuk kedepannya.
OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN EKONOMI MELALUI PELATIHAN KERAJINAN BAMBU DI DESA LAWEYAN, KABUPATEN PROBOLINGGO Wahyudi, Kalvin Edo; Hanif, Aisyah; Vadilla, Icha Tyas Nur; Nurhidayah, Nurhidayah; Wijayanti, Nur Rohmah; Quennara, Varach Cahya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 2 No. 06 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v2i06.595

Abstract

Desa Laweyan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo dengan memiliki jumlah pengrajin bambu yang cukup banyak dan aktif. Akan tetapi, masih banyak pengrajin yang belum melakukan inovasi produk yang baru sehingga target pasar yang mereka miliki masih belum tersebar luas. Oleh karena itu, dalam mengatasi permasalahan tersebut sangat penting bagi kami untuk melakukan pelatihan kerajinan bambu.  Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat membantu Desa Laweyan Kabupaten Probolinggo yang bergelut dengan sumber daya alam berupa bambu, untuk meningkatkan pendapatan ekonominya melalui kerajinan bambu. Metode yang digunakan adalah pendekatan secara langsung kepada masyarakat dalam menciptakan sebuah inovasi yang nantinya akan memudahkan masyarakat dalam melakukan optimalisasi kerajinan bambu  Hasil dari kegiatan ini masyarakat menyambut dengan antusias dan terlaksana dengan maksimal sehingga masyarakat yang mengikuti pelatihan mendapatkan inovasi yang baru dalam membuat produk kerajianan bambu. Manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat adalah mereka mendapat dorongan untuk mengembangkan kreativitas untuk menghasilkan olahan bambu yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Dengan adanya ekonomi kreatif menunjukkan betapa inventifnya orang ketika memunculkan ide atau cara baru untuk meningkatkan ekonomi. Hal ini dapat membuka pangsa pasar baru yang lebih luas untuk industri kreatif seperti kerajinan bambu.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MELAKUKAN PEMBUDIDAYAAN JAMUR TIRAM DI DESA LAWEYAN Wahyudi, Kalvin Edo; Aziz, M. Alivi; Putri, Aisyah Amalia; Damayanti, Retta Putri; Widianti, Erika Anjani; Mawaddah, Rona Octavia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 2 No. 06 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v2i06.604

Abstract

Secara geografis, Desa Laweyan merupakan bagian dari wilayah strategis yang mendukung ketersediaan sumber daya alam untuk pengembangan di bidang pertanian. Penduduk petani yang mayoritas adalah petani kecil dan buruh tani mendominasi di wilayah ini. Melalui produksi jamur tiram, program ini bertujuan untuk memberdayakan penduduk setempat. Namun, penduduk setempat kurang memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk membudidayakan jamur tiram saat ini. Ketidakmampuan petani memanfaatkan serbuk gergaji dari limbah panen sengon untuk mendongkrak produktivitas usaha tani menunjukkan kurangnya keterampilan mereka. Hasil panen dan limbah pertanian belum dimanfaatkan secara maksimal di masyarakat untuk dukungan status. Jawaban dari permasalahan ini adalah dengan membekali para petani melalui keterampilan yang mereka butuhkan untuk membudidayakan jamur tiram dari limbah pengrajin kayu. Tujuan pemberdayaan kelompok mitra untuk menguasai teknologi produksi dan pemeliharaan, pengolahan produk yang berbeda, dan manajemen pemasaran serta keuangan untuk budidaya jamur tiram telah dicapai melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Beberapa pendekatan diperlukan untuk melakukan budidaya jamur tiram, adalah sebagai berikut: 1) pelatihan; 2) mendirikan kelompok wirausaha baru, 3) pendampingan hal tersebut bertujuan agar setelah program pemberdayaan masyarakat selesai pembudidayaan ini masih tetap berlangsung dalam memajukan desa Laweyan. Solusinya dapat diwujudkan melalui program sosialisasi dan penggunaan cara budidaya dan pengelolaan hasil panen jamur tiram berbasis pemanfaatan limbah kayu pekerja kebun sengon dalam bentuk pelatihan dan pendampingan.. Hasil akhir tersebut dapat meliputi berbagai produk olahan jamur, industri makanan jamur, dan peningkatan pendapatan rata-rata petani. 
Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Melalui Inovasi MARI-SERBU di Kecamatan Sukodono, Sidoarjo Syahrani, Regita Pinkan; Wahyudi, Kalvin Edo
Petanda: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora Vol 7, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/petanda.v7i3.5885

Abstract

The MARI-SERBU (Malam Hari Senin Rabu) innovation in Sukodono District, Sidoarjo, is a public service that operates in the evening, specifically on Mondays and Wednesdays from 6:00 PM to 8:00 PM. This program, managed by the District Office, provides services for managing population administration. This innovation offers a solution for people who are busy during regular working hours, allowing them to take care of their population documents. This study aims to describe the implementation of the "MARI-SERBU" population service innovation in Sukodono District, Sidoarjo, using Rogers' Innovation Theory, which includes relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability. The results of this study indicate that the MARI-SERBU service innovation in Sukodono District benefits the community by allowing them to manage population administration at night. Furthermore, this innovation has successfully met four indicators of innovation: relative advantage, compatibility, complexity, and trialability. However, the observability indicator has not yet been fully achieved, as some community members are still unaware of the MARI-SERBU innovation due to insufficient information dissemination in physical form by the Sukodono District Office, Sidoarjo.
Co-Authors Abdullah, Azriel Delmiro Frizzy Achmad Fathoni, Achmad Afrita, Kinanti Idang Agung Agung Ajiputri, Adhiva Calista Anugrah, Serly Dian Ardhani, Diaz Aziz, M. Alivi Azizah, Dhiyaa Ummul Britania, Dewi Austine Cahyadhi, Biru Bara Nirvana Damayanti, Retta Putri Damayanti, Safira Aprilia Endah Mawarni, Roro Laksmi Faj’jrina, Faradila Sofia Nur Febriyanto, Muhammad Firmansyah, Moch. Andre Firrizqi, Mutiara fitriana, nurkhairin dwi Hanif, Aisyah Ilmiyah, Muidatin Indrayana, Shafina Sukma Irawan, Fanny Andrianto Irawati, Sofi Jehan , Devinna Kamilah, Nardin Krisnandela, Vanni Alivyah Kusumawati, Winda Lusiana, Nur Aisyah Maharani, Laili Audrey Maulidiyah, Ratih Mawaddah, Rona Octavia Muliani, Betrik Mumtazah, Shofy Salsabil Mustikasari, Indracahyaning Nabila, Aisya Safira Novitasari, Tharisma Nudia Alfianti Nurcahyaningtyas, Isma Nurdiana, Annisa Damaiyanti Nurhidayah Nurhidayah Nurhidayah, Rachmadita Nurmasari, Yuwanita Nusantara, Elang Apriliansyah Putra Panggabean, Moses Pradika, Nurul Aini Prameswari, Sartika Devi Prathama, Ananta Puspitasari, Nira Zhafirah Putri, Aisyah Amalia Putri, Anggela Setiya Quennara, Varach Cahya Rahmat Efendi Ramadhan, Andhika Akbar Risty, Arindra Saskia Maya Rohizah, Siti Rosanjaya, Loktavia Sa'idah, Makrufatus Safeyah, Muchlisiniyati Sari, Cindy Kartika Sari, Dina Safira Retna Shabella, Mayga Putri Singal, Adeline Nathania Harini Soetikno, Fanny Amanda Sopah, Fidianing Suji Suji Supranoto Supranoto Susi Hardjati Syafitri, Aulia Daisy Arsy Syahrani, Regita Pinkan Syaputra, Fajar Tridian Tyas Anjarwati Ulaan, Gedeon Firnandus Uswatun Chasanah Vadilla, Icha Tyas Nur Wati, Ika Murni Widianti, Erika Anjani Wijayanti, Nur Rohmah Zamardha, Meidita Helvy Rosa Zhahral, Arsyilia