Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

A Case Study: Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) of Pre-service Physics Teacher to Enhance the 4C’s Skills During Online Learning Yohanes Edi Gunanto; Lidya Anna Supriyadi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 7 No. 4 (2021): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v7i4.789

Abstract

Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) framework aims to provide an overview of teaching and learning that is integrated with technology to improve students' knowledge which supports 21st century skills. According to curriculum 2013 is expected to provide learning that develops students’ learning skills (critical thinking, creativity, collaboration, and communication) to face the world in the 21st century. The study is aimed to expose TPACK competence of pre-service teacher to enhance 10th grade students’ 21st century skills in physics learning. The method used descriptive qualitative, and data obtained from mentor’s feedback, teacher’s reflection in five meetings. As a result, TPACK component of pre-service teacher during five meetings of physics, was able to use technology to guide students well (TK1, TCK1, TPK1, and TPK2) and guide students to share ideas and knowledge (PK 3 and PCK3), discuss (PK4 and PCK4). The disadvantages of pre-service teachers which are still low is the content knowledge components and needs to be improved before becoming a professional teacher, so the teacher can integrate learning using technology properly. However, this study needs to be further developing the strategies to observed pre-service teacher
Aplikasi Media Simulasi Virtual pada Model Pembelajaran ECIRR untuk Meremediasi Miskonsepsi Siswa pada Materi Perubahan Wujud Zat Sanny S Silaban; Andi Suhandi; Yohanes Edi Gunanto
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017: Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.741 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v2i0.16396

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to get the description about the effect of virtual simulation media application on ECIRR (Elicit, Confront, Identify, Resolve, Reinforce ) learning model to remediate high school student’s misconception about Change of Matter. Virtual simulation media then used to visualize microscopies phenomena for Change of Matter in which it cannot be observed directly by the naked eye. Virtual simulation media was integrated on Resolve phase in order to remediating student’s misconception. Mix method qualitative-quantitative was used by involving 38 second-year students at one of Senior High School in West Bandung Regency with one-group pretest-posttest  design. The sample is determined by purposive sampling, with the criteria used as a sample are students who have misconception on the Change of matter. Misconceptions and changes in student conceptions are diagnosed using diagnostic tests of misconception of three-tier test. This research focuses on four misconceptions found in students labeled M1, M2, M3 and M4. The average quantity of students who misconception on pretest does not reach 50% in each misconception label, while the rest are scattered in other categories, such as 12 % Scientific knowledge, 26% Lack of knowledge, 9% Error, and 30% Guessing. After learning, 65 % students who have a scientific conceptions (scientific knowledges) with average increase of 60% in the medium category. Lack of knowledge 26% students with average decerease of 67%. In M1 misconception, 100% of students misconceptions are medicated, M2 are 82%, M3 are 100% and 87% in M4. The results showed that the percentage of students whose misconceptions remediated above 80% are in the High category so it can be concluded that virtual simulation media application on ECIRR learning model can remediate student’s misconceptions about Change of matter. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh pengaplikasian media simulasi virtual pada model pembelajaran ECIRR (Elicit, Confront, Identify, Resolve, Reinforce) untuk meremediasi miskonsepsi siswa SMA pada materi  Perubahan Wujud  Zat. Media simulasi virtual digunakan untuk memvisualisasikan fenomena perubahan wujud zat yang bersifat mikroskopis dan tidak dapat dilihat dengan pengamatan langsung. Media simulasi virtual diaplikasikan pada model pembelajaran ECIRR pada tahapan Resolve untuk meremediasi miskonsepsi siswa. Penelitian ini dilakukan kepada 38 orang siswa kelas 2 SMA di salah satu SMA di Kabupaten Bandung Barat dengan metode campuran kualitatif-kuantitatif dan desain penelitian one-group pretest-posttest. Sampel penelitian ditentukan dengan purposive sampling, dengan kriteria yang dijadikan sebagai sampel adalah siswa yang mengalami miskonsepsi pada materi perubahan wujud zat. Miskonsepsi dan perubahan konsepsi siswa didiagnosa menggunakan tes diagnostik miskonsepsi three-tier test. Penelitian ini berfokus pada empat miskonsepsi yang ditemukan pada siswa yang diberi label M1, M2, M3 dan M4. Rata-rata kuantitas siswa yang mengalami miskonsepsi pada pretest tidak mencapai rata-rata 50% di setiap label, sementara sisanya tersebar dalam kategori lain, seperti 12% Scientific knowledge, 26% Lack of knowledge, 9% Error, dan 30% Guessing. Setelah pembelajaran, siswa yang memiliki konsepsi ilmiah (Scientific knowledge) 65%, mengalami rata-rata peningkatan 60% pada kategori sedang. Siswa yang kurang memahami konsep (Lack of knowledge) 26% mengalami rata-rata penurunan sebesar 67%. Pada miskonsepsi M1, 100 % miskonsepsi siswa teremediasi, M2 sebanyak 82 %, M3 sebanyak 100% dan pada M4 sebanyak 87%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kuantitas siswa yang miskonsepsinya teremediasi di atas 80% berada pada kategori Tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa aplikasi media simulasi virtual pada model pembelajaran ECIRR dapat meremediasi miskonsepsi siswa.
The Influence Of Servant Leadership On Performance, Loyalty And Shalom Community At Xyz School Tangerang Rine Sitanggang; Yohanes Edi Gunanto; Niko Sudibjo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.351 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4739

Abstract

Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu organisasi. Namun tidak semua pimpinan menyadari hal tersebut, tidak jarang pimpinan dibutakan oleh kepentingan pribadi yang merugikan pegawai dan organisasi itu sendiri. Kepemimpinan yang melayani adalah gaya kepemimpinan yang berfokus pada kebutuhan dan pertumbuhan setiap karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan pelayan di Sekolah XYZ Tangerang terhadap kinerja, loyalitas guru/staf dan terciptanya komunitas syalom di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 100 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar angket. Pengolahan data menggunakan analisis jalur dengan software Smart-pls. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini adalah kepemimpinan yang melayani berpengaruh positif terhadap kinerja, loyalitas guru/staf, dan terciptanya komunitas syalom.
DAMPAK BIMBINGAN BELAJAR DELTA HKBP GADING SERPONG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Henni Sitompul; Yohanes Edi Gunanto; Maya Puspitasari Izaak; Lia Kristina Sianipar; Kurniawati Martha
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1555

Abstract

Kondisi Pandemi telah mengubah sistem pembelajran di Indonesia, pemberlakuan belajar dari rumah membuat budaya belajar yang baru bagi siswa dan juga menambah peran bagi orang tua. Orang tua diharuskan mendampingi anak-anak mereka belajar dari rumah. Namun tidak semua orang tua dapat mendampingi anak-anak mereka mempelajari materi di sekolah. Oleh karena itu dibutuhkan bantuan dari luar untuk mendukung pertumbuhan belajar anak mereka. Bimbingan belajar Delta merupakan salah satu solusi atas permasalahan ini. Bimbingan belajar Delta HKBP Gading serpong merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh program studi Pendidikan Fisika Universitas Pelita Harapan dengan bermitra dengan seksi Pendidikan HKBP Gading serpong. Selama masa pandemi, kegiatan ini dilakukan secara online demi menghindari penyebaran virus corona yang sedang merebak. Proses belajar mengajar dilakukan melalui aplikasi Whatsapp, Zoom, atau google classroom, tergantung kondisi jaringan dan perangkat yang dimiliki oleh tutor dan siswa. Pembelajaran dilakukan setiap hari sabtu dengan durasi 90 menit. Pada akhir tahun ajaran 2021/2022 dilakukan survey kepada siswa, orang tua dan tutor untuk melihat hasil dari kegiatan ini. Dari hasil survey diketahui bahwa bimbingan belajar Delta dapat membantu siswa untuk memahami materi mata pelajaran yang sulit bagi mereka. Hal ini dibuktikan dengan sebagian besar siswa yang mendapatkan nilai dengan kategori baik dan baik sekali untuk mata pelajaran IPA, Bahasa inggris dan Matematika. Mahasiswa yang menjadi tutor juga merasa bahwa kegiatan ini mendukung pembentukan profil lulusan dalam diri mereka.
Bimbingan Belajar Online Zeta Lia Kristina Sianipar; Henni Sitompul; Yohanes Edi Gunanto; Maya Puspita Sari Izaak; Kurniawati Martha; Emiliana Emalallan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1569

Abstract

Abstrak Pembelajaran online learning masih terus berlanjut dibeberapa sekolah di Indonesia, meskipun sudah banyak sekolah-sekolah yang menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas. Dalam proses pembelajaran tentu bisa saja siswa kurang memahami materi yang dijelaskan oleh guru. Hal yang sama juga terjadi pada proses pembelajaran online, terbatasnya kemampuan guru dalam melihat anak-anak yang belum paham serta komunikasi yang kurang lancar bisa menjadi pemicu siswa kurang memahami materi. Proses belajar online dapat berjalan dengan baik, tentu tidak lepas dari kerjasama guru dengan orang tua. Namun, kebanyakan orang tua adalah orang tua yang bekerja dan tidak sedikit juga orang tua yang sudah lupa dengan pelajaran sekolah. Kesulitan memahami materi pelajaran sekolah juga dirasakan Anak-anak Jemaat HKBP Binong permai. Orang tua juga mengaku kesulitan mengajari anak-anaknya karena sudah lupa dengan materi sekolah. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu siswa-siswi jemaat HKBP Binong Permai memahami materi sekolah yang belum dipahami secara utuh. Metode yang digunakan menggunakan tiga tahapan yaitu, persiapan, pelaksanaan bimbingan belajar dan evaluasi. Dari hasil kuisioner yang dibagikan menunjukkan bahwa kehadiran bimbingan belajar online ZETA memberikan dampak yang baik bagi siswa-siswi jemaat HKBP Binong. Kata Kunci: Bimbingan Belajar, online Learning, Pandemi covid-19
Ti4+ Substitution on Structure and Conductivity of LiNi0.8Mn0.1Co(0.1-x)TixO2 as Battery Cathode (x = 0.01, 0.02, and 0.03) Maya Puspitasari Izaak; Yohanes Edi Gunanto; Henni Sitompul; Yustinus Purwamargapratala
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v12n2.p92-101

Abstract

Various cathodes have been studied to obtain cathode materials with high energy density and are inexpensive and environmentally friendly. Ti4+ substitution is one strategy to achieve this. Ti4+ doping has been done on Co2+ to reduce the level of toxicity. The objective of this research was to look at the impact of Ti4+ substitution on LiNi0.8Mn0.1Co(0.1-x)TixO2 so that it can be used as a battery cathode. The samples were prepared by the solid-state reaction method using high energy milling (HEM) in a wet state using ethanol. The phase formation of the material was characterized using XRD, surface morphology was characterized using SEM, and electrical conductivity was characterized using LCR-Meter. The finding showed that the particles experienced agglomeration, with the average size of the primary particles ranging from 300-500 nm and the secondary particle sizes ranging from 1-3mm. The morphology of the sample shows polycrystals. The maximum electronic conductivity obtained was 2.3 x 10-5, 2.4 x 10-5, and 3.2 x 10-5 S/cm for x = 0.01, 0.02, and 0.03, respectively. Another impact is increasing the cell volume and conductivity. With this high electrical conductivity value, this material is suitable for use as a battery cathode.
Penerapan Metode Demonstrasi Dalam Mengoptimalkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas Xii Ipa Pada Mata Pelajaran Fisika Febri Dian Santoso; Yohanes Edi Gunanto
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol 6, No 2 (2024): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v6i2.7930

Abstract

The background of this writing is based on the fact that critical thinking skills in Indonesia are categorized as low. Students' critical thinking skills are very important in the digital era. Technology plays an important role in education, especially for Christian teachers to have relevant competencies as facilitators. This writing aims to find out what competencies Christian teachers need to develop students' critical thinking skills in the digital era. The author uses a qualitative descriptive method in this research. The research results show that the competence of Christian teachers as facilitators is crucial for developing students' critical thinking skills in the digital era. In developing students' critical thinking skills in the digital era, Christian teachers as facilitators must operate within the framework of Christian education, which is based on Biblical truth. This approach aims to restore the image and likeness of God, which has been distorted in students. Humans, as images of God, possess unique qualities, making it essential for Christian teachers to develop students holistically. Holistic student development involves teachers fulfilling their role as facilitators in Christian education. The recommendation for further research is to examine the role of Christian teachers beyond that of facilitators in developing students' critical thinking skills in the digital era to evaluate the effectiveness of these roles.BAHASA INDONESIA ABSTRACTLatar belakang penulisan ini adalah fakta bahwa kemampuan berpikir kritis di Indonesia dikategorikan rendah. Kemampuan berpikir kritis siswa sangat penting di era digital. Teknologi memegang peranan penting dalam dunia pendidikan, khususnya bagi guru-guru Kristen untuk memiliki kompetensi yang relevan sebagai fasilitator. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa kompetensi guru Kristen yang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa di era digital. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru Kristen sebagai fasilitator sangat dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa di era digital. Dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa di era digital, penerapan peran guru Kristen sebagai fasilitator perlu dilakukan dalam kerangka pendidikan Kristen yang mendasarkan pendidikannya pada kebenaran Alkitab untuk mengembalikan gambar dan rupa Allah yang telah terdistorsi dalam diri siswa di era digital. Manusia adalah gambar dan rupa Allah yang memiliki keunikan masing-masing. Oleh karena itu, hal ini membuat guru-guru Kristen harus mengembangkan siswa secara holistik. Pengembangan siswa secara holistik dilakukan dengan menjalankan perannya sebagai fasilitator dalam pendidikan Kristen. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah meneliti efektivitas peran guru Kristen lainnya  dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa di era digital.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEBAGAI DAMPAK DARI BIMBINGAN BELAJAR GRATIS DI KAMPUNG SABI TANGERANG Izaak, Maya Puspitasari; Sianipar, Lia Kristina; Gunanto, Yohanes Edi; Martha, Kurniawati; Sitompul, Henni
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1905

Abstract

Kesulitan belajar menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil belajar siswa di sekolah. Faktor internal yang memengaruhi kesulitan belajar adalah kemampuan siswa itu sendiri serta faktor eksternal adalah lingkungan siswa belajar, kondisi keluarga, strategi dan metode mengajar yang guru lakukan. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk menolong siswa yang mengalami kesulitan belajar adalah dengan memberikan bantuan atau bimbingan belajar.Namun, tidak semua orang tua punya perekonomian yang baik, sama halnya dengan siswa-siswi desa Kampung Sabi. Dari hasil analisis kebutuhan yang dilakukan kepada siswa-siswi kampung Sabi, banyak siswa-siswi yang membutuhkan bantuan belajar, khususnya bantuan belajar mata pelajaran matematika. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu siswa-siswi yang mengalami kesulitan belajar sehingga memberikan dampak yang baik bagi hasil belajar siswa-siswi kampung Sabi. Metode pelaksanaan PkM ini terdiri dari tiga tahapan, yakni, persiapan, pelaksanaan kegiatan dan terakhir evaluasi. Data yang dievaluasi adalah hasil belajar UTS dan UAS siswa-siswi. Dari hasil UTS dan UAS siswa-siswi menunjukkan bahwa bimbingan belajar zeta berdampak kepada hasil belajar siswa. Rata-rata nilai siswa mengalami peningkatan meskipun tidak terlalu signifikan.
Peran Kepala Sekolah Sebagai Shepherd Leader Ketua Tim SD XYZ Kupang dalam Membangun Kerja Sama Tim Melalui Bonding Time Irvadiarlistikaningrum, Uki Fergialita; Gunanto, Yohanes Edi
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 19 No 2 (2023): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46494/psc.v19i2.291

Abstract

Teamwork is one of the skills that needs to be developed in the 21st century. SD XYZ Kupang has the expectation of doing teamwork, namely through bonding time, so this is unique. Teamwork through bonding time is based on the task of pastoral leadership, namely shepherding for the community. This study aims to determine the role of school principals as pastoral leaders in implementing pastoral leadership for team leaders, teamwork implementation through bonding time for team leaders and challenges of school principals when carrying out pastoral leadership in building teamwork through bonding time for team leaders. This study uses a qualitative case study design method. The informants in this study used purposive sampling. Data collection tools are questionnaires, interviews and observations. Data analysis was carried out by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of the research show that the implementation of shepherd leadership has been carried out namely relations, while the other six indicators have not been implemented optimally. Teamwork through bonding time has not been implemented optimally. The teamwork carried out by the school principal is communal and professional. Where these two themes are new themes that emerge from the analysis and outside of the indicators of teamwork and bonding time. The challenges are programs that have not been maximized and some task delegation activities that are not suitable to be carried out in the context of shepherding or teamwork through bonding time.
PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU DI SMP FELLYCIA Martha, Kurniawati; Sianipar, Lia; Izaak, Maya Puspitasari; Gunanto, Yohanes Edi; Sitompul, Henni
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 8, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v8i1.7780

Abstract

Kurikulum Merdeka memiliki konsep kurikulum yang menuntut kreatifitas guru di mana guru sebagai pendidik memiliki keleluasaan untuk merancang modul ajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, kebutuhan peserta didik dan ketersediaan sarana prasarana yang dimiliki sekolah. Adapun tujuan dari Kurikulum Merdeka adalah untuk menjawab tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0 dalam menyiapkan generasi muda agar dapat berkontribusi dan menghadapi tantangan di era globalisasi. Oleh karena itu, guru memerlukan kemampuan untuk merancang bahan ajar yang di dalamnya terdapat komponen-komponen seperti tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, penilaian dan media pembelajaran. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan, didapati guru-guru di SMP Fellycia belum sepenuhnya memahami konsep Kurikulum Merdeka. Hal ini menyebabkan guru-guru memiliki kesulitan dalam membuat, memodifikasi, dan mengembangkan modul ajar.Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim memberikan pelatihan pembuatan bahan ajar dengan berdasarkan pada Kurikulum Merdeka. Tujuan kegiatan PKM adalah membekali guru SMP Fellycia agar dapat membuat bahan ajar, memodifikasi, dan mengembangkan berdasarkan pada Kurikulum Merdeka. Metode pelatihan adalah dengan ceramah, tanya jawab, brainstorming, dan presentasi peserta. Hasil kegiatan PkM adalah 71% guru-guru di SMP Fellycia dapat memahami esensi dari Kurikulum Merdeka dan dapat membuat, memodifikasi, dan mengembangkan bahan ajar Kurikulum Merdeka Belajar.